Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Marketing Tools, Tipe, dan Digital Marketing Tools

Pengertian Marketing Tools, Tipe, dan Digital Marketing Tools


A. Pengertian Marketing Tools (Alat Pemasaran)

Marketing tools (alat pemasaran) adalah alat yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan. Istilah “alat” mengacu pada teknik, strategi, dan materi. Banyak perusahaan menggunakan alat pemasaran untuk menyampaikan informasi perusahaan, merangsang minat konsumen, dan membujuk mereka untuk membuat keputusan.
 
B. Tipe Marketing Tools (Alat Pemasaran)
Terdapat beberapa tipe marketing tools yang bisa digunakan di antaranya,
1. Iklan Baris
Iklan baris sangat berguna untuk meningkatkan leads. Lead, yang dimaksud di sini adalah konsumen potensial. Iklan baris dapat membuat orang mengunjungi sebuah web atau halaman yang spesifik. Iklan baris juga dapat menarik orang untuk mencari informasi lebih lanjut.

2. Media Sosial
Pada era internet marketing saat ini, media sosial adalah tool marketing dimana Anda bisa mengembangkan hubungan online interaktif dengan konsumen. Tujuannya bukan untuk mendapatkan data tentang mereka, namun lebih pada membangun kepercayaan. Blogging, posting, berbagai dan membuat cuitan adalah beberapa tools pemasaran yang populer.

3. Survey
Survey sangat berguna untuk menentukan produk mana yang akan dibuat dan juga untuk meningkatkan atau mengupgrade barang yang sudah ada. Barang, dalam konteks ini adalah produk atau layanan. Survey juga sangat bermanfaat jika ingin melakukan komparasi dengan kompetitor. Sebuah survey dapat menanyakan sampel yang representatif kepada konsumen, tentang apa yang mereka sukai dari produk Anda atau kompetitor.

4. Google Analytics
Jika Anda memilik bisnis online atau mempunyai sebuah website, Google Analytics adalah tools yang sangat berguna. Ini bisa memberikan Anda overview dari mana pengunjung Anda berasal. Google Analytics juga akan memberikan informasi pada Anda tipe-tipe pengunjung, dan apa konten terbaik yang Anda miliki hingga banyak pengunjung menyukainya.

Anda juga bisa menggunakan Google Analytics untuk meningkatkan konversi. Data-data yang Anda dapatkan nantinya sangat berguna untuk menetapkan strategi dalam tujuan untuk meningkatkan konversi.

5. Direct Mail
Mudahnya, direct mail adalah bentuk internet marketing yang secara khusus menargetkan pelanggan potensial. Sejak munculnya internet dan email, metode ini banyak disebut sebagai salah satu cara terbaik dalam digital marketing. Dengan cara ini, Anda bisa menargetkan secara spesifik target market dan hal apa saja yang bisa menarik mereka.

6. Media Monitoring Tools
Tools marketing ini digunakan untuk melakukan pemindaian website dan memberi tahu Anda tentang percakapan yang relevan dengan perusahaan, produk, atau merek Anda. Alat-alat ini memindai antara lain misalnya, situs media sosial, forum, blog dan juga video.

Pemantauan ini memungkinkan Anda menemukan apa yang orang katakan tentang produk atau layanan Anda secara online sehingga dapat memberikan respons atau bereaksi terhadap percakapan mengurangi penyebaran berita negatif, bahkan mampu meningkatkan brand awareness akan produk, layanan, atau perusahaan Anda.

7. Program Loyalitas Pelanggan
Loyalitas pelanggan dalam hal ini mengacu pada kemungkinan bahwa pelanggan yang sudah ada akan kembali lagi. Dengan kata lain, seberapa sering pelanggan tersebut kembali lagi dan lagi pada produk atau layanan Anda. Garis bawahnya adalah bahwa ini berbeda dengan loyalitas merek.

Di antara banyaknya marketing tools, program loyalitas pelanggan adalah salah satu yang paling sering diabaikan. Padahal, program loyalitas pelanggan jauh lebih efisien untuk menjaga penjualan daripada mencari pelanggan baru. Para profesional di bidang marketing mengungkapkan bahwa dibutuhkan biaya yang lebih banyak untuk mendapatkan pelanggan baru, dibandingkan dengan merawat pelanggan yang sudah ada.

8. Automatisasi
Otomatisasi adalah tools pemasaran yang bisa menghemat banyak waktu. Pemasar dapat mengurangi waktu yang terbuang karena melakukan tugas-tugas harian seperti menyimpan file dan email ke spreadsheet. Beberapa tools memungkinkan Anda untuk membuat rantai fungsi. Misalnya membuat pernyataan kondisional sederhana seperti “If This Then That”atau “Jika Ini Maka Itu”. Fungsi ini bisa bekerja di Facebook, Twitter, FitBit, Google Drive, dan Gmail.

C. Digital Marketing Tools (Alat Pemasaran)
1. Trello
Trello adalah cara baru untuk membuat to-do-lists dan mengelola tugas. Aplikasi ini membebaskan Anda mencatat tugas berdasarkan tema besar (boards), tahapan tugas (lists), dan detail tugasnya (cards). Trello juga dilengkapi dengan berbagai perincian untuk mencatat informasi penting seputar proyek. Anda bisa menaruh label untuk mengelompokkan kategori; menambah checklist dan dokumen; memberi komentar; juga mengatur notifikasi deadline.

2. Canva
Di dunia digital marketing, tampilan itu segalanya. Karena itu, Anda perlu lebih strategis memasang tampilan visual di channel marketing yang Anda pakai. Untuk memudahkan pekerjaan sekaligus menghemat ongkos menyewa desainer, Anda bisa pakai Canva. Canva adalah solusi bagi Anda yang awam dengan dunia desain visual. Platform ini menyediakan begitu banyak template untuk kebutuhan marketing Anda. Mulai dari logo, konten Instagram, banner iklan, poster, infografis, dan sebagainya.

3. Unsplash
Unsplash memuat jutaan foto berkualitas HD yang bisa Anda download dan pakai secara gratis. Tak perlu membayar lisensi untuk memakai foto. Bahkan, ketika Anda bermaksud menggunakan foto tersebut untuk tujuan komersial. Semua foto di Unsplash jelas punya kualitas yang tak sembarangan. Sebab, semua foto yang ditampilkan telah melalui kurasi manual. Hingga pasti Anda bisa menemukan foto yang memenuhi branding dan kebutuhan Anda.

4. Hootsuite
Hootsuite merupakan platform manajemen akun sosial media. Dengan platform ini, Anda bisa memantau beberapa akun sosmed sekaligus dalam satu halaman. Ada 20+ macam media sosial yang terintegrasi di Hootsuite. Beberapa di antaranya ialah Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, Pinterest, dan LinkedIn.

Tak hanya soal tampilannya saja yang memudahkan Anda memantau beberapa akun sosmed. Hootsuite juga memastikan Anda bisa mengelola akun sosmed dengan gampang. Anda bisa membuat konten dan menyimpannya sebagai draft. Tak sampai di situ saja, konten yang Anda buat bisa diatur agar terupload sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Dengan Hootsuite, Anda juga bisa menampilkan semua laporan analytics dalam satu halaman. Selain data umum seperti mentions, engagement, likes, dan semacamnya, Hootsuite juga memiliki opsi untuk menampilkan data yang berhubungan dengan performa tim. Secara spesifik, platform ini bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan admin untuk merespons engagements dari audiens.

Karenanya, Hootsuite juga kompatibel untuk digunakan oleh beberapa user sekaligus. Terdapat fitur yang dipakai untuk mengatur akses user ke profil, jaringan, dan aksi spesifik. Di samping itu, ada juga fitur untuk menampilkan rencana konten, memberi tugas ke user, mengirim pesan, dan memberi akses ke galeri terpadu yang bisa dipakai user untuk membuat konten.

5. SocialMention
SocialMention bisa dipakai untuk memonitor info apapun yang Anda butuhkan di sosial media. Termasuk konten atau mention seputar brand bisnis yang Anda jalankan. Bisa juga informasi yang berhubungan dengan topik tertentu. Tak cuma menampilkan konten seperti halnya mesin pencari. SocialMention juga memberikan data analytics seputar hasil pencarian.

SocialMention juga turut menyediakan filter sosial media tempat Anda melakukan pencarian. Platform ini mengklaim memiliki integrasi ke lebih dari 100 media sosial. Tapi setidaknya, terdapat opsi untuk melacak konten dari blog, microblog (Twitter), gambar, video, dan pertanyaan di internet.

Supaya tak ketinggalan info terbaru dari konten yang Anda pantau, SocialMention juga menyediakan dua opsi notifikasi. Keduanya yaitu RSS feed dan email. Di luar itu, platform ini membolehkan Anda mendownload data dalam format CSV atau Excel. Dengan begitu, Anda bisa lebih fleksibel ketika ingin menganalisis data.

6. SociaBuzz
Bekerja sama dengan influencers ialah salah satu strategi marketing yang ampuh. Apalagi untuk bisnis baru. Eksposur ke target pasar potensial amat dibutuhkan oleh bisnis agar bisa terus tumbuh. Supaya Anda bisa terhubung dengan influencers atau key opinion leaders incaran, Anda bisa gunakan SocioBuzz. SocioBuzz merupakan situs online yang menghubungkan pebisnis dengan influencers dan pekerja kreatif lainnya.

Setidaknya ada 17 macam jasa yang ditawarkan SocioBuzz. Untuk keperluan influencers marketing sendiri, Anda bisa pakai pilih jasa endorse artis, selebgram, YouTuber, blogger, sampai micro Influencer. Lalu untuk jasa kreatif “belakang layar” ada pilihan penulis, MUA, fotografer, hingga videografer.

Bagusnya, SocioBuzz cukup transparan dalam memberikan info seputar talents-nya. Setiap talent yang terdaftar memiliki profil khusus yang bisa diakses calon klien. Di dalamnya, terdapat info soal followers media sosial, angka pengunjung blog/website, engagements, portofolio, testimoni klien, dan informasi personal.

Dengan semua informasi yang lengkap ini, Anda bisa memilih sosok yang tepat untuk diajak bekerja sama. Tak ada lagi kasus salah sasaran atau malah hasil yang tak sesuai harapan. Lebih penting lagi, lewat SocioBuzz Anda bisa mengurangi kemungkinan influencers kaleng-kaleng atau tukang tipu.

7. Mailchimp
Mailchimp lebih banyak dikenal sebagai platform email marketing. Dengan software ini, Anda bisa mendesain email supaya tampak apik. Lalu, mengirimkannya ke audiens atau subscribers. Tak cuma berhenti di situ, Mailchimp juga membolehkan Anda melihat performa email marketing yang Anda kerjakan.

Namun, tak banyak yang tahu kalau email marketing hanyalah satu di antara banyak fitur Mailchimp punya. Lengkapnya, Mailchimp memiliki layanan customer relationship management (CRM), alat desain untuk brand, pembuat campaign yang terintegrasi, hingga penyedia analytics lengkap. Dengan semua layanan itu, tak heran kalau branding yang dikedepankan Mailchimp ialah The-All-in-One Marketing platform.

8. Hubspot
Sama halnya dengan Mailchimp, Hubspot terkenal sebagai platform serba bisa. Semua opsi perkenalan di paragraf sebelumnya sangat mungkin untuk terjadi. Namun, khusus untuk bahasan artikel ini, kami akan fokus ke Hubspot dari sisi customer relationship management atau CRM.

Sebagai sebuah CRM, Hubspot akan memudahkan Anda mengurus kontak dan berhubungan dengan (calon) klien. Semua kontak yang Anda kumpulkan bisa dengan mudah di export dengan mengunggahnya dalam format CSV.

Selebihnya, Anda bisa memantau komunikasi dengan klien. Ini dilakukan lewat visual dashboard yang tampakannya sangat mirip dengan Trello. Anda bisa membuat board khusus untuk tiap tahapan pipeline. Mulai dari ketika pitching dimulai, klien mulai merespons, negosiasi, deal, hingga selesai.

CRM ini terintegrasi dengan email bisnis. Sehingga apa yang Anda lakukan via email akan langsung tercatat di dalam software. Meski begitu, Anda tetap bisa memberi detail informasi untuk melengkapi database.

9. SurveyMonkey
Data adalah bagian penting dari bisnis. Mau itu yang bentuknya angka, informasi personal, sampai dengan feedback pembeli atas produk Anda. Semuanya memberikan landasan untuk membuat keputusan bisnis dengan peluang berhasil yang tinggi.

Akan tetapi, harus diakui, meminta data pelanggan bukanlah hal mudah. Apalagi ketika mereka harus mengisi survei yang agak panjang. Kemungkinan besar pelanggan malas dan mengisinya secara asal-asalan. Itu pun kalau Anda beruntung. Tak menutup kemungkinan, Anda sama sekali tak mendapat data.

Untuk menghindari hal di atas, Anda bisa pakai SurveyMonkey. SurveyMonkey merupakan software berbasis cloud yang didesain khusus untuk mengumpulkan data melalui survei. Bukan sembarang survei tapi ya. Software ini mampu menampilkan form survei dengan ciamik dan dinamis.

Meski begitu, tampilan yang ditawarkan bukanlah keunggulan utama dari SurveyMonkey. Kekuatan utama software ini justru terletak pada sistem back-end. Dengan kata lain, bagaimana software ini menampilkan data dan menganalisisnya.

Lebih lengkapnya, SurveyMonkey mampu membuat grafik otomatis dari data yang Anda punyai. Tak cuma sampai situ, bahkan ia mampu melakukan analisis teks dan menilai impresi dengan Sentiment Analysis.

10. Google Ads
Google Ads merupakan platform khusus iklan dari raksasa search engine Google. Platform ini memungkinkan siapa saja, termasuk Anda, untuk mendapatkan eksposur lebih luas ke pengguna internet. Apapun format iklan yang Anda inginkan, sekecil apa pun skala bisnis Anda, dan sehemat apa pun budget iklan Anda ─ Google Ads siap sedia memenuhi kebutuhan.

Di samping fleksibilitas yang ditawarkan, Google Ads juga punya poin plus yang lebih strategis. Setidaknya ada tiga hal yang menjadikan layanan iklan ini spesial. Pertama, Google Ads menawarkan metrik atau tujuan iklan yang spesifik. Anda bisa mengarahkan calon pelanggan untuk menghubungi bisnis Anda, mengunjungi toko offline, atau mengakses website bisnis Anda.

Kedua, Google Ads memberi opsi jangkauan lokasi sebelum memasang iklan. Dengan demikian, Anda bisa memastikan iklan yang dipasang benar-benar menyasar audiens di tempat yang tepat. Lewat cara ini pula, Anda bisa mendulang potensi yang maksimal dari pencarian lokal.

Ketiga, Google Ads membantu Anda mengoptimasi iklan. Optimasi membuat tampilan iklan yang Anda pasang tampak lebih efektif dan “mengundang”. Lebih penting lagi, optimasi ini membantu Anda mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

11. SEMRush
Data itu tak melulu didapat dari survei dan kuisioner. Sering kali, data didapat dari usaha marketing digital yang Anda lakukan. Pun begitu, data macam ini sifatnya tak kalah penting dari yang didapat lewat survei. Malahan, data inilah yang sering disebut sebagai the new oil.

Untuk mendapat data yang dimaksud, Anda butuh SEMRush. SEMRush tak lain adalah tools marketing khusus untuk jualan online. Dengan menggunakan software ini, Anda bisa tahu betul bagaimana performa marketing yang dilakukan dari segala aspek.

Misalnya saja, Anda bisa mengevaluasi promosi dari sisi content marketing, sosial media, website, sampai dengan iklan berbayar. Selain itu Anda juga akan dapatkan berbagai ide untuk memaksimalkan potensi promosi di masing-masing aspek.

Menariknya, tak cuma data Anda saja yang bisa didapatkan. SEMRush juga memungkinan Anda menengok dan mengakses data yang dimiliki kompetitor. Cara ini tentu memudahkan Anda melihat potensi mana yang masih bisa digali.

12. Ubersuggest
Ubersuggest memang bukan satu-satunya SEO tools yang tersedia. Di luar sana, ada banyak sekali pilihan SEO tools yang bisa jadi andalan. Cuma menurut kami, Ubersuggest punya tampilan yang rapi sekaligus fitur yang cukup lengkap. Apalagi kalau mengingat tool digital marketing ini sifatnya gratisan.

Untuk kebutuhan riset, ada tiga macam insight dapat Anda peroleh dari Ubersuggest. Pertama, tak lain ialah kata kunci utama alias keyword. Di sini, Anda akan dapat sedikit gambaran soal volume pencarian keyword, biaya cost per click (CPC) untuk iklan, tingkat kompetisi keyword untuk iklan serta SEO.

Kedua, Anda dapat cari inspirasi ide konten. Ubersuggest akan merekomendasikan beberapa konten populer berdasarkan kata kunci yang Anda cari. Daftar ini memungkinkan Anda untuk kepo konten dari kompetitor. Plus, ada metrik berupa estimasi pengunjung, backlink, dan social shares (Pinterest dan Facebook) yang bisa diketahui.

Ketiga, keyword dari kompetitor. Opsi ini agaknya berbeda dari yang pertama. Dengan fitur ini, Anda boleh dibilang sedang “mencuri” ide sekaligus mengobservasi performa promosi kompetitor. Dari kata kunci yang dicari, Anda akan dapatkan info seputar volume pencarian keyword, ranking, perkiraan jumlah kunjungan, dan skor kesulitan dari sisi SEO.

Meski tersedia secara gratis, Anda disediakan opsi untuk membuat akun di Ubersuggest. Dengannya, Anda dapat fitur tambahan berupa tambahan rekomendasi keyword, data performa harian, serta rekomendasi best practice SEO yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

13. Buzzsumo
Kalau Anda butuh versi canggih dari SocialMention, Buzzsumo lah jawabannya. Marketing tools yang ini memungkinkan siapapun mendapat insights dari konten yang beredar di internet. Tak peduli sumbernya dari web, Facebook, maupun forum seperti Amazon, Reddit, dan Quora.

Itu baru satu hal saja. Fitur lain yang cukup menonjol dari Buzzsumo ialah monitoring keyword dan konten. Untuk poin pertama, Anda cukup masukkan keyword yang ingin dipantau. Boleh keyword berupa topik-topik yang jadi minat Anda. Bisa juga nama perusahaan atau akronim dari bisnis Anda.

Lalu, untuk poin kedua. Anda bisa mengatur notifikasi konten baru dari influencers, bloggers, dan jurnalis yang Anda inginkan. Dengan begitu, Anda tak perlu takut ketinggalan info dan tren terbaru seputar apa saja. Cara ini juga memungkinkan Anda untuk lebih dulu berinteraksi dan membagikan konten yang sesuai dengan bisnis.

Satu lagi, Buzzsumo juga memudahkan Anda mencari influencers yang berpengaruh. Entah itu dari Facebook, Twitter, maupun medium blog.

14. Yoast SEO
Yoast SEO masih jadi andalan 5+ juta pengguna WordPress untuk melakukan optimasi on-page SEO. Optimasi yang dimaksud memastikan konten dapat dibaca, dipahami, dan diindeks mesin pencari dengan tepat. Di samping itu, optimasi ini juga membantu Anda memiliki konten yang enak dibaca pengunjung.

Software ini memiliki segudang fitur untuk itu. Untuk memastikan mesin pencari melihat website Anda sebagaimana yang diinginkan, Yoast SEO dilengkapi dengan fungsi optimasi kata kunci, schema untuk membuat snippet, kontrol breadcrumb, bagian pengecekan konten duplikat, sitemap, serta permalink.

Kemudian untuk fitur yang lebih human-oriented, ada Readability checker. Pendek kata, Yoast SEO akan menilai seberapa mudah konten Anda dinikmati pembaca. Penilaian ini tak dilakukan secara sembarangan. Skala Flesch dipakai oleh software yang berusia hampir 20 tahun ini.

15. Google Analytics
Google Analytics adalah platform analisis web yang disediakan oleh Google. Secara umum, ia dipakai untuk mengetahui data berupa trafik dan performa di dalam website. Secara khusus, ada banyak sekali macam data yang bisa didapat dan dibaca dari Google Analytics.

Untuk pengguna awam, Google Analytics bisa dipakai untuk mengetahui data demografi pengunjung serta perilakunya ketika berselancar di website. Kemudian, ada juga fitur untuk mengetahui sumber trafik paling efektif bagi website. Tak lupa, macam-macam data ini bisa dilihat secara real-time.

Untuk pengguna advance, ada lebih banyak bentuk data yang bisa dieksplor. Misalnya, dalam poin perilaku pengunjung. Anda dapat lihat konten yang paling sukses menggait pengunjung untuk pertama kali. Kemudian, Anda juga bisa lihat alur pengunjung ketika menyusuri website. Tak lupa, ada juga bagian untuk melihat halaman terakhir yang diakses pengunjung sebelum meninggalkan website.

16. Zest
Tak selalu yang berhubungan dengan tool marketing itu sifatnya actionable. Kadang Anda juga butuh input atau pengetahuan baru seputar digital marketing. Dengan melahap info macam ini, Anda takkan ketinggalan tren serta perkembangan baru dalam hal marketing digital.

Zest hadir untuk memudahkan Anda mendapat informasi yang diinginkan seputar digital marketing. Platform ini memberikan rekomendasi konten yang telah dikurasi para ahli marketing digital. Hal yang perlu Anda lakukan tinggal membaca konten yang tersaji saja.

Supaya lebih ramah dan mengerti kebutuhan pengguna, Zest juga menyediakan opsi untuk mengatur preferensi user. Preferensi ini tak terbatas pada filter bidang-bidang digital marketing yang ingin diketahui. Misalnya saja, Affiliate, Automation, B2B, B2C, Blogging, Branding, dan 25 topik lainnya.

Zest juga dilengkapi dengan filter untuk format konten yang disajikan. Selain artikel web, Zest juga menyediakan rekomendasi konten berkualitas dalam bentuk audio/podcast, video, dan ebook.

Untuk akses yang lebih mudah, Anda bisa menambahkan Zest sebagai ekstensi di Google Chrome. Dengan cara ini, tiap Anda buka browser, tab baru langsung membuat rekomendasi konten yang dikurasi oleh Zest.

17. IFTTT
IFTTT merupakan sebuah layanan berbasis web yang bekerja layaknya plugin atau ekstensi. Layanan ini memungkinkan Anda menambah fungsi atau fitur pada sebuah layanan. Bedanya, IFTTT menambahkan fungsi yang menghubungkan dua aplikasi sekaligus (applets).

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan dengan IFTTT, misalnya saja, melakukan backup foto Instagram ke akun Dropbox, menyalakan lampu rumah ketika pulang, mengirimkan notifikasi meeting di Slack, mendapatkan peringatan ketika harga saham turun, dan sebagainya.

Itu semua bisa dilakukan hanya dengan membuat akun IFTTT, login, menghidupkan tombol on di applets, dan menghubungkan dua aplikasi sesuai dengan applet. Apapun yang Anda butuhkan, Anda pasti dapat menemukan applet yang bisa melakukannya.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Marketing Tools, Tipe, dan Digital Marketing Tools"