Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Algoritma Google: Pengertian, Macam, dan Prediksinya

Pengertian Algoritma Google
Algoritma Google
Pengertian Algoritma Google
Algoritma Google adalah sistem ranking yang dibuat oleh Google untuk menampilkan hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci yang diketikkan pengguna. Sistem ranking ini terdiri dari beberapa algoritma yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti kualitas, relevansi, atau kegunaan halaman.

Google memiliki algoritma yang sangat kompleks untuk menyajikan hasil pencarian, dan itu relatif sering berubah. Google kerap memperbarui algoritmanya untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan menghapus hasil pencarian yang tidak diinginkan dan memberikan informasi berkualitas terkait dengan permintaan pencarian.

Meskipun demikian, algoritma terbaru tidak selalu mengganti algoritma lama. Ada beberapa update algoritma Google yang sifatnya menguatkan algoritma lain, baik major update maupun minor update. Menurut spekulasi, peringkat di Google akan lebih sulit di tahun-tahun mendatang karena Google akan lebih menekankan pada konten.

Jika konten sebuah website kurang memiliki kegunaan dan relevansi, Google tidak akan menampilkannya di depan pengguna. Meskipun ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, Google akan lebih ketat dalam melakukannya di tahun mendatang untuk meningkatkan pengalaman pengguna di mesin pencari.

Macam Algoritma Google
1. Algoritma Google Panda
Algoritma Google Panda pertama kali dirilis pada tanggal 24 Februari 2011, dan setiap tahun mengalami penyempurnaan hingga periode Juli 2015. Tugas Google Panda adalah melakukan pemantauan dan memfilter konten berkualitas rendah yang dibuat menggunakan teknik keyword stuffing, miskin data, serta spamming user.

Tipe penalti yang diberikan untuk website miskin konten adalah dengan menurunkan peringkat website hingga dihilangkan (deindex) dari search engine.

2. Google Venice
Google merespons pesatnya jumlah pengguna mesin pencari di seluruh dunia dengan menghadirkan algoritma Google Venice dengan tugas utamanya menyesuaikan hasil penelusuran berdasarkan lokasi pengguna. Patokan yang dipakai Google Venice untuk menampilkan penelusuran adalah IP Address pengguna.

3. Google Penguin
Kehadiran Algoritma Google Penguin pada periode April 2012 sempat menghebohkan para penganut aliran SEO blackhat, algoritma ini diberi tugas khusus untuk mengidentifikasi spam backlink yang ditandai dengan anchor text tidak relevan, over optimasi, atau link yang terlihat tidak natural.

Jika website Anda ketahuan menggunakan cara-cara blackhat, Google tidak segan untuk menenggelamkan situs Anda ke jurang sandbox paling dalam. Meski terkesan kejam dan sadis, cara menjinakkan Google Penguin sendiri cukup simpel, yakni Anda tinggal mengikuti pedoman Google Webmaster atau yang sekarang disebut sebagai Google Search Console.

4. Google Pirate
Algoritma Google Pirate bekerja untuk mengatasi konten bajakan agar tidak muncul dan mendominasi hasil pencarian. Berdasarkan data yang ada, mayoritas website yang terpengaruh algoritma ini adalah website download film, software, musik, serta buku bajakan yang disebarluaskan secara gratis.

Bersama dengan munculnya Google Pirate, pengguna juga diberikan akses untuk melaporkan adanya konten ilegal dan melanggar hak cipta melalui layanan Digital Millennium Copyright Act (DMCA).

5. Google Hummingbird
Hummingbird merupakan algoritma penyempurnaan yang di dalamnya berisi jejak-jejak Google Panda, Penguin, dan para pendahulunya. Algoritma Google Hummingbird pertama kali dirilis pada tanggal 22 Agustus 2013 dengan fokus utama untuk membantu menentukan konten agar benar-benar relevan dengan keyword yang dicari oleh pengguna.

6. Google Pigeon
Google Pigeon adalah cara Google untuk mendukung bisnis lokal agar lebih mudah untuk ditemukan. Algoritma ini menggunakan parameter penelusuran sesuai dengan lokasi pengguna. Setelah Pigeon diperkenalkan, ketika pengguna mengetikkan kata “restoran” maka akan disajikan hasil berupa entri dari Google Maps.

Selain itu, beberapa pakar juga menyebut bahwa Google Pigeon bertugas untuk memberikan penilaian terhadap kualitas SEO Off Page dan on page yang dimiliki oleh sebuah website. Alhasil, jika situs Anda tidak dioptimasi maka siap-siap masuk ke halaman paling belakang.

7. Berbasis HTTP/SSL
Google memprioritaskan website yang sudah menggunakan Sertifikasi SSL. Algoritma ini pertama kali diungkap pada tahun 2014, dan masih relevan sampai sekarang. Selain untuk menunjang ranking di search engine, sertifikat SSL sendiri memberikan banyak manfaat untuk website.

8. Algoritma Mobile First Index (Mobilegeddon)
Google merilis algoritma mobile first index atau yang mengutamakan website dengan tampilan mobile friendly sebagai respons dari peningkatan jumlah pengguna perangkat seluler. Algoritma ini juga biasa disebut sebagai Mobilegeddon. Peluncuran yang masuk di tahun 2015 ini juga menandai era website responsive yang bisa menyesuaikan dengan berbagai ukuran perangkat mobile.

9. Google Rankbrain
Algoritma Google Rankbrain muncul pertama kali pada tahun 2016 di mana waktu itu sedang hits tentang teknologi Artificial Intelligence  dan optimasi berdasarkan search intent untuk memberikan hasil penelusuran yang relevan. Sejak kemunculan Algoritma Google Rankbrain keyword yang dibidik sudah tidak lagi kaku karena web crawl bisa menampilkan hasil berdasarkan kata-kata yang relevan.

10. Google Possum
Algoritma ini dirilis setelah kemunculan Google Rankbrain, sehingga membuat peta persaingan semakin di tahun 2016 semakin dinamis dan berkembang. Fokus utama dari Algoritma Google Possum adalah untuk mengoptimalkan hasil penelusuran lokal berdasarkan lokasi serta kata kunci yang ditulis ke dalam kolom pencarian.

11. Google Mobile (Speed Update)
Guna memaksimalkan user experience, Google kembali melakukan update terkait Algoritma Mobile yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015. Kali ini Google membawa project baru bernama AMP (Accelerate Mobile Pages) yang digadang-gadang bakal menjadi revolusi berikutnya. Adapun untuk fokus pembaruan algoritma kali ini terletak pada sisi kecepatan website ketika diakses menggunakan perangkat seluler.

12. Google Medic
Algoritma Google Medic adalah sistem yang bertugas untuk memfilter website dengan konten kesehatan agar tidak menyebabkan salah informasi. Sebagaimana kita ketahui, saat ini informasi apapun bisa didapatkan secara mudah. Informasi kesehatan merupakan salah satu sumber masalah jika disampaikan oleh website yang kurang kredibel.

Berkat adanya algoritma Google Medic, pengguna awam tentu lebih terlindungi dari informasi menyesatkan seputar kesehatan, terlebih di tengah pandemi virus corona covid-19 seperti saat ini.

13. Algoritma Google BERT (2019)
Google BERT merupakan algoritma terbaru yang diperkenalkan pada akhir tahun 2019 silam. Nama BERT sendiri dipilih karena algoritma ini menggunakan teknologi bernama Bidirectional Encoder Representations from Transformers, kemudian disingkat BERT.

Secara umum, Algoritma Google Bert mengembangkan hasil pencarian berdasarkan machine learning. Sehingga bisa memahami bahasa pengguna dan konteks berdasarkan kata kunci yang diinput. Salah satu cara untuk bisa bersaing di era Google BERT adalah dengan memasukkan keyword sinonim. Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan maksud konten sedetail mungkin.

Prediksi Algoritma Google Tahun 2022
Menurut Google, mereka telah berhasil menurunkan jumlah hasil yang tidak relevan hingga 40 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini tentunya dilakukan dalam memberikan pengalaman pencarian terbaik bagi penggunanya. Mereka berniat melakukan hal yang sama pada 2022 dan seterusnya. Berikut beberapa prediksi algoritma yang rencananya akan diluncurkan Google tahun ini.
1. Pembaruan pengalaman halaman
Salah satu pembaruan terbesar dari Google Algorithms pada tahun 2021 adalah pembaruan pengalaman halaman, dan itu masih akan menjadi penting pada tahun 2022. Pembaruan pengalaman halaman ini adalah bagian dari pembaruan inti Google yang berfokus pada penyediaan pengalaman pencarian yang lebih berorientasi pada pengguna dan kepada siapa pun yang menggunakan Google Penelusuran.

Google telah memprioritaskan halaman dengan kecepatan pemuatan yang lebih cepat, keramahan seluler, interstisial yang mengganggu, dan lain-lain. Dengan pembaruan ini, mereka menambahkan tiga kriteria lagi yang disebut Core Web Vitals. Data Web Inti akan mencakup penundaan input pertama (FID), pergeseran tata letak kumulatif (CLS), dan cat konten terbesar (LCP).

Ini akan berfungsi sebagai sinyal peringkat dan membantu Google melacak kinerja situs web, seperti stabilitas dan daya tanggapnya, yang pada akhirnya meningkatkan pengalaman UX.

2. Summer Broad Core update
Pembaruan Summer Broad Core lebih berfokus pada kualitas konten situs web, terutama pada peran yang dimainkan oleh paragraf pengantar. Pengguna menginginkan resolusi yang cepat, dan pemahaman algoritma Google tampaknya kurang menghargai faktor-faktor seperti waktu di situs dan jumlah kata. Artinya sekarang kualitas konten akan lebih penting daripada kuantitasnya.

Pembaruan dari Google ini awalnya direncanakan akan diluncurkan dalam satu fase tetapi memakan waktu dua bulan. Sementara sebagian besar pekerjaan sudah dilakukan untuk Juni 2021 tetapi baru dirilis pada Juli. Baik pembaruan Juni dan Juli mengumpulkan tinjauan beragam dari komunitas SEO.

Ini karena banyak situs web harus menghadapi efek positif dan negatif karena pembaruan. Beberapa industri yang paling terpengaruh oleh Pembaruan Summer Broad Core adalah seni dan hiburan, komunitas daring, bisnis dan industri, permainan, dan belanja.

Para ahli memperkirakan bahwa Google akan terus bekerja pada pembaruan Summer Broad Core mereka pada tahun 2022 untuk memastikan bahwa situs tidak mengikuti malpraktik pengulangan konten untuk mencocokkan jumlah atau panjang kata tertentu. Tidak hanya itu, website yang menggunakan judul clickbait dan atau kata kunci yang salah juga akan dipertimbangkan.

3. MUM Update
Saat mencari kueri di Google, pengguna menghadapi banyak kesulitan mulai dari hambatan bahasa dan geografis hingga beberapa pencarian. Harus mengulangi kueri beberapa kali hanya agar Google memahami apa maksud pengguna atau hasil pencarian yang tidak relevan dengan lokasi geografis pengguna adalah beberapa masalah umum yang dihadapi pencari sebelum pembaruan MUM.

Untuk mengatasi masalah ini, Google meluncurkan Multitask Unified Model atau pembaruan MUM tahun ini. Dengan MUM, algoritma Google akan membantu meringankan tugas beberapa pencarian melalui kecerdasan buatan. Ini berarti bahwa sekarang pengguna tidak perlu melalui proses yang melelahkan dari beberapa pencarian untuk mendapatkan ide yang lebih baik tentang suatu topik.

Pembaruan akan membawa hasil pencarian yang lebih baik pada teks dan akan dapat memanfaatkan media seperti video, podcast, dan gambar. Lebih lanjut, algoritma Google sekarang dapat memahami sekitar 75 bahasa, memungkinkannya memberikan hasil yang lebih baik kepada pengguna berdasarkan kueri penelusuran.

Dari berbagai sumber

Baca Juga:

1. Google Panda: Pengertian, Penyebab, Sejarah, Target Pembaruan, dan Cara Memulihkannya

2. Google BERT: Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya Bagi SEO

3. Google Penguin: Pengertian, Fungsi, Dampak, Cara Menghindari, dan Memulihkannya

4. Google Pigeon: Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Cara Menyikapinya

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Kamus Sosiologi

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Algoritma Google: Pengertian, Macam, dan Prediksinya"