Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal The Vicious Circle of Poverty (Lingkaran Setan Kemiskinan)

Apa itu The Vicious Circle of Poverty
The Vicious Circle of Poverty
Apa itu The Vicious Circle of Poverty
The vicious circle of poverty (lingkaran perangkap kemiskinan) atau lingkaran setan kemiskinan adalah suatu rangkaian kekuatan-kekuatan yang saling mempengaruhi satu sama lain sedemikian rupa sehingga menimbulkan keadaan di mana suatu negara akan tetap miskin dan akan mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi.

Abhijit Banerjee peraih Nobel di bidang ekonomi dari MIT menunjukkan bahwa kemiskinan disebabkan oleh superposisi dari serangkaian masalah. Akar kemiskinan bukanlah kemalasan, kebodohan maupun hedonisme, melainkan orang-orang terjebak dalam Lingkaran perangkap kemiskinan.
.
Menurut Banerjee karena kesulitan ekonomi, orang miskin tidak mampu menunggu investasi periode pengembalian yang panjang dan lama. Mereka lebih cenderung mengejar hasil langsung dan jangka pendek seperti membeli lotre, minum alkohol, bermain game, memilih saham berisiko tinggi, operasi dengan leverage tinggi, dan bahkan bergabung dengan organisasi MLM.

Secara alami, kemampuan orang miskin untuk melawan risiko pada dasarnya rendah. Pilihan strategi investasi mereka yang terlalu agresif membuat mereka lebih rentan terjebak dalam perangkap kemiskinan.

Selain itu, menurut Banerjee adalah, bahwa orang tua dari keluarga miskin sering memandang pendidikan sebagai taruhan atau lotere. Bukannya investasi stabil jangka panjang. Misalnya, sebagian besar orang tua di Udaipur India memandang pendidikan sebagai cara agar anak-anak mereka mendapatkan banyak kekayaan.

Namun, mereka sering meremehkan sulitnya menghilangkan kemiskinan melalui pendidikan. 70% orang tua percaya bahwa selama mereka lulus dari sekolah menengah, mereka bisa mendapatkan pekerjaan di pemerintahan. Memiliki penghasilan yang stabil.

Namun kenyataannya, hanya 33% dari mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan semacam ini setelah lulus SMA. Dalam pikiran mereka, investasi dan pengembalian dalam pendidikan tidak berbanding lurus. Akibatnya mereka mudah kehilangan kesabaran.

Latar Belakang
Perangkap kemiskinan secara historis terkait erat dengan negara-negara yang tidak mengalami revolusi industri. Ketiadaan tabungan adalah komponen fundamental yang mencegah ekonomi ini mengembangkan dan mempromosikan investasi yang meningkatkan tingkat industrialisasi ekonomi mereka.

Akibatnya, negara-negara ini tetap stagnan di masa lalu karena mereka tidak mampu menghasilkan kekayaan melalui investasi atau proyek unggulan yang menarik investasi asing langsung. Namun, mereka yang memilikinya, telah mampu mengembangkan struktur politik dan ekonomi mereka yang memungkinkan mereka berpindah dari negara terbelakang ke negara berkembang dan akhirnya ke negara maju.

Artinya, konsekuensi utamanya adalah tidak adanya tabungan yang memungkinkan dilakukannya investasi produktif dalam perekonomiannya.

Siklus Kemiskinan
 
Siklus Kemiskinan
Siklus Kemiskinan
Siklus kemiskinan sering digambarkan sesuai dengan ilustrasi gambar di atas.
Seseorang dalam kondisi kemiskinan akan menjalani siklus mulai dari
1. Aspek pendidikan. Tingkat pendidikan rendah berakibat pengetahuan rendah
2. Aspek pendapatan. Pendapatan rendah berakibat tabungan rendah dan modal kecil
3. Aspek kesehatan. Tingkat konsumsi rendah berakibat gizi rendah dan kesehatan juga rendah
4. Dan apabila mempunyai anak, maka kecenderungan akan mewariskan kondisi kemiskinan seperti di atas: tidak mempunyai pendidikan, pendapatan rendah, dsb.

Mereka akan terjebak dalam kondisi kemiskinan dan sulit untuk keluar dari perangkap kemiskinan. Perangkap kemiskinan tercipta saat sistem ekonomi membutuhkan sejumlah modal untuk mendapatkan penghasilan yang cukup besar untuk lolos dari kemiskinan.

Faktor yang Mempengaruhi Jebakan Kemiskinan
Terdapat banyak faktor yang berperan dalam jebakan kemiskinan di antaranya,
1. Absennya industri produktif dan institusi politik.
2. Adanya kediktatoran dan korupsi.
3. Keterbatasan akses ke kredit dan pasar modal .
4. Kurangnya pelayanan kesehatan dan pusat pendidikan.
5. Perang dan Kelaparan.
6. Ketiadaan Infrastruktur.
7. Dampak lingkungan yang kuat yang mempengaruhi produksi pertanian dan keberadaan sumber daya alam seperti air atau hewan.
8. Kebijakan moneter longgar yang mendorong deflasi upah terus-menerus dari waktu ke waktu.
9. Kurangnya investasi produktif dan keterbukaan di luar negeri.

Konsep jebakan kemiskinan justru mengacu pada situasi mobilitas sosial ekonomi rendah. Pada gilirannya, dari sudut pandang teoretis, sebagian besar penjelasan tentang keberadaan perangkap kemiskinan didasarkan pada gabungan antara kegagalan pasar dan ketidaksetaraan kekayaan.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Mengenal The Vicious Circle of Poverty (Lingkaran Setan Kemiskinan)"