Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Website Portofolio: Pengertian, Elemen, dan Cara Membuatnya

Pengertian Website Portofolio
Website Portofolio
Pengertian Website Portofolio
Website portofolio adalah portofolio digital yang dapat diakses melalui internet dengan tujuan untuk menunjukkan karya dan bakat Anda. Pada website yang dibuat, Anda bisa menunjukkan bakat, keahlian dan pengalaman yang telah Anda miliki.

Dengan website porfolio, Anda tidak perlu membawa atau menyalin portofolio fisik. Yang Anda butuhkan hanyak url website porfolio yang sudah dibuat sebelumnya untuk menunjukkan siapa Anda. Dengan hanya 1 URL Anda bisa menunjukkan kepada semua orang tentang karya dan pengalaman Anda.

Elemen Penting Website Portfolio
1. Tema yang responsif  
Desain website responsif adalah salah satu elemen terpenting dari website jenis apapun. Tema yang responsif akan bekerja dengan baik di seluruh perangkat dan browser.

2. Desain yang simpel
Portfolio website yang baik biasanya mempunyai desain yang simpel dan straightforward. Karena tujuan utama dari portfolio website adalah untuk menampilkan karya Anda, buatlah desain yang simpel tapi menarik. Pengunjung website juga harus bisa menggunakan website tersebut dengan mudah.

Untuk itu, hindari font yang sulit untuk dibaca dan juga teks yang terlalu banyak. Hindari pula elemen-elemen desain yang tidak perlu.

3. Sertakan Informasi Penting
Portfolio website yang baik harus mencakup informasi-informasi penting, seperti:
a. Personal bio. Memiliki halaman yang ditujukan untuk personal bio memberikan sentuhan pribadi ke website tersebut dan juga menambah kredibilitas.
b. Social media integrations. Jangan lupa untuk memberikan link ke platform sosial media yang lainnya pada website Anda untuk menambah followers dan juga reach dari akun sosial Anda.
c. Short description of your skills. Berikan deskripsi singkat dan detail tentang bakat Anda agar employer atau calon klien tahu apa yang bisa mereka harapkan saat bekerja sama dengan Anda.
d. A contact page. Pastikan untuk memiliki halaman kontak dengan email dan nomor telepon sehingga siapa pun dapat menghubungi Anda melalui metode yang mereka sukai. Anda juga bisa menambahkan contact form pada website untuk memudahkan komunikasi dengan klien.  

4. Tunjukkan Karya Terbaik Anda
Meskipun portfolio website memang digunakan untuk menampilkan karya-karya Anda, Anda tidak perlu memamerkan setiap proyek yang pernah Anda lakukan. Pilih 3 proyek terbaik yang pernah Anda lakukan dan pamerkan karya-karya tersebut pada homepage website Anda.

Namun, jika Anda membutuhkan lebih banyak ruang untuk menampilkan kreasi Anda, Anda juga bisa membagi website tersebut menjadi beberapa bagian agar tidak berantakan.

Cara Membuat Web Portofolio
1. Tentukan Nama Domain untuk Web Portofolio
Nama domain adalah elemen penting dalam membuat web portofolio. Jika web portofolio adalah rumah bagi karya Anda, bayangkan domain sebagai alamat menuju rumah. Namun, bukan berarti alamat domain tersebut diberikan otomatis.

Justru sebaliknya, alamat domain bisa Anda tentukan sendiri. Semakin unik dan mudah diingat, semakin besar kemungkinan orang lain mengunjungi website Anda. Berikut beberapa tips dalam memilih alamat domain di antaranya,
a. Buat nama domain yang mudah diingat
Jika Anda membuat website untuk keperluan pribadi, ada baiknya untuk membuat nama domain berdasarkan nama. Menggunakan nama pribadi sebagai domain akan memperkuat personal branding. Alternatif lainnya, pakai kata kunci dari tema Anda.

Jika Anda membuat website portofolio untuk institusi, jangan gunakan nama pribadi. Sebagai gantinya, gunakan nama agency atau brand.

b. Usahakan nama domain yang singkat dan mudah dieja
Nama yang singkat dan mudah dieja meningkatkan kesempatan website untuk lebih banyak dikunjungi. Tentunya, tak ada yang suka diminta mengeja nama yang rumit.

c. Hindari angka atau tanda dash (-) di alamat domain
Kedua elemen itu membuat nama domain Anda terasa kurang natural. Ditambah lagi, kemungkinan untuk salah ketik menjadi semakin besar.

d. Gunakan ekstensi .com. Ekstensi .com merupakan jenis top-level-domain yang paling lama dan populer. Karenanya, banyak keuntungan yang didapat dari sisi SEO dan ranking pencarian.
 
e. Anggap nama domain seperti hubungan dengan pasangan
Anda tentunya menginginkan hubungan itu awet dan langgeng. Karena mau tak mau, nama domain akan menjadi bagian dari branding Anda. Jika suatu saat Anda ingin mengganti domain, ingat kalau itu akan berdampak ke branding dan SEO website.

2. Daftarkan Domain dan Tentukan Platform Website
Setelah menentukan nama domain, Anda perlu memilih platform website dan mendaftarkan nama domain.

3. Menentukan Template Web Portofolio yang Oke
Tema membantu tampilan website Anda semakin ciamik. Tampilan ini nantinya bukan hanya soal “indah dipandang mata” saja. Tema juga membantu Anda menarik banyak pengunjung. Tampilan dan user interface yang ramah membantu pengunjung dengan mudah mengeksplor isi website Anda.

Berbeda halnya ketika tema yang digunakan kurang apik. Pengunjung bisa saja malas menikmati konten yang telah Anda buat. Malahan, mungkin saja pengunjung buru-buru meninggalkan website. Ini kemudian akan meningkatkan bounce rate website dan membuat reputasi website dianggap buruk oleh Google.

4. Instal Plugin yang Dibutuhkan
Agar berfungsi maksimal, website perlu memasang plugin. Plugin adalah software untuk menambahkan fitur tertentu pada website. Seperti galeri portfolio, slider, tombol sosial media, dll.

5. Buat Bagian Khusus “About Me”
Halaman “About Me”, “About Us” atau “About” adalah bagian yang sangat-sangat penting di website. Di bagian ini Anda bisa menunjukkan kapasitas dan kemampuan di bidang yang digeluti. Halaman ini akan membantu Anda meyakinkan calon klien untuk memberikan proyeknya ke Anda. 

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Website Portofolio: Pengertian, Elemen, dan Cara Membuatnya"