Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Misogini: Pengertian, Penyebab, dan Cirinya

Pengertian Misogini
Pengertian Misogini
Misogini adalah kebencian atau tidak suka terhadap wanita atau anak perempuan. Sementara pelaku misogini disebut misoginis. Misoginis sering menempatkan dan memandang perempuan sebagai penyebab kesalahan dalam satu masalah, cenderung membenci, memandang rendah, dan mendiskriminasi perempuan.

Misogini dapat diwujudkan dalam berbagai cara, termasuk diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektivikasi seksual perempuan, dalam bentuknya yang paling ekstrem, terorisme misoginis dan femisida

Baca Juga: Pengertian Diskriminasi, Sebab, Jenis, dan Bentuknya

Misogini juga sering terjadi melalui pelecehan seksual, pemaksaan, dan aspek psikologis yang ditujukan untuk mengendalikan perempuan, dan dengan mengucilkan perempuan secara hukum atau sosial.

Misogini dari Beberapa Referensi
Dalam kebanyakan kasus, misoginis bahkan tidak tahu bahwa mereka membenci wanita. Menurut Phychology Today, misogini biasanya merupakan kebencian bawah sadar yang dibentuk pria di awal kehidupan.

Kondisi ini seringkali terjadi sebagai akibat dari trauma yang melibatkan sosok wanita yang mereka percayai. Misalnya, seorang ibu, saudara perempuan, guru, atau pacar yang kasar.

Dalam Industrial Psychiatry Journal, misogini sering kali melibatkan hak istimewa laki-laki, patriarki, diskriminasi gender, pelecehan seksual, meremehkan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual.

Misogini dalam Oxford English Dictionary kata bahasa Inggris "misogyny" diciptakan pada pertengahan abad ke-17 dari bahasa Yunani misos 'kebencian' + gunÄ“ 'wanita'. Kata tersebut jarang digunakan hingga dipopulerkan oleh feminisme gelombang kedua pada tahun 1970-an. 

Baca Juga: Feminisme: Pengertian, Sejarah, dan Alirannya

Science Daily, secara umum misogini diartikan sebagai kebencian dari seorang pria terhadap perempuan. Tapi, ada juga perempuan yang disebut memiliki pandangan ini, yaitu membenci sesama perempuan.

PsychCentral, kata misoginis berasal dari bahasa Yunani, yakni “misein”, yang berarti “membenci”, dan “gynÄ“”, yang berarti “wanita”. “Jadi, misogini adalah kebencian, ketidaksukaan, atau ketidakpercayaan terhadap wanita,”

Faktor Penyebab Misoginis
Terdapat banyak kemungkinan seseorang memiliki pandangan yang buruk terhadap wanita sehingga terbentuk sikap misoginis di antaranya,
1. Trauma masa kecil
Sikap misogini bisa terbentuk sejak kecil. Seseorang bisa menjadi misoginis apabila ia pernah mengalami trauma atau perlakuan yang buruk dari wanita semasa ia kanak-kanak.

Sebagai contoh, seorang misoginis mungkin pernah menjadi korban kekerasan oleh ibu atau pengasuhnya, pernah mengalami perundungan oleh saudara atau teman perempuan, atau dihukum oleh guru wanita yang galak.

Selain itu, trauma atau pengalaman buruk saat dewasa pun bisa membuat seseorang menjadi misoginis, misalnya pernah menjalani hubungan asmara yang tidak sehat dengan seorang wanita. Pria yang memiliki fobia terhadap wanita cantik atau venustraphobia juga dapat membenci lawan jenisnya.

Baca Juga: Fobia: Pengertian, Gejala, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengobatinya

2. Pola asuh yang salah
Perilaku misogini juga kerap dikaitkan dengan pola asuh yang salah. Sebagai contoh, seorang anak laki-laki berisiko menjadi misoginis di kemudian hari bila ia mendapat pola asuh yang keras, sedangkan saudara perempuannya mendapat perlakuan istimewa dari orang tuanya.

Sikap tersebut bisa diawali dari rasa iri, kemudian bertambah parah hingga menjadi misogini. Oleh karena itu, untuk mencegah perilaku misogini, orang tua perlu memperlakukan anak-anaknya dengan setara dan adil tanpa memandang jenis kelamin.

Baca Juga: Pola Asuh: Pengertian, Aspek, Faktor yang Mempengaruhi, Teori, dan Macamnya

3. Pola pikir maskulinitas toksik (toxic masculinity)
Pola pikir yang salah tentang maskulinitas disebut sebagai maskulinitas toksik (toxic masculinity). Kondisi ini juga sering disebut sebagai salah satu penyebab pria menjadi misoginis.

Anggapan bahwa pria tidak boleh menangis, pria selalu lebih kuat dan tangguh daripada wanita, atau wanita merupakan objek seksual merupakan beberapa bentuk dari toxic masculinity. 

Baca Juga: Toxic Masculinity: Pengertian, Ciri, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Terbentuknya pola pikir tersebut bisa membuat sebagian pria menjadi tidak bisa menerima bahwa ada wanita yang lebih sukses daripada dirinya, sehingga muncul rasa benci terhadap wanita. Sikap ini biasanya lahir dari budaya patriarki yang kuat di dalam masyarakat atau keluarga.

Ciri Misoginis
Tidak semua laki-laki menunjukkan bahwa dirinya seorang misoginis. Ada pria yang terlihat sopan dan baik terhadap teman wanita, tetapi sebenarnya ia memiliki perilaku misogini. Berikut beberapa ciri pria atau wanita yang merupakan seorang misoginis:
1. Memperlakukan wanita secara berbeda
Seorang misoginis akan bersikap baik, ramah, dan bersahabat dengan sesama pria, tetapi bersikap sebaliknya kepada wanita. Ia kerap berbicara kasar, berperilaku sinis, dan sering merendahkan.

Misoginis tidak akan merasa bersalah setelah mengolok-olok, mengintimidasi secara fisik maupun emosional, atau bahkan melakukan pelecehan terhadap wanita, baik di lingkungan sosial atau dalam hubungan personal.

2. Merasa tidak ingin tersaingi
Pria yang berperilaku misogini biasanya sangat kompetitif terhadap wanita dan tidak mau atau sulit menerima bila ada rekan atau teman wanitanya lebih sukses daripada dirinya. Baginya, wanita tidak boleh lebih baik daripada pria dalam hal apa pun.

3. Berperilaku egois dan suka mengatur
Seorang misoginis meyakini bahwa posisinya sebagai pria bersifat superior dan berada jauh di atas wanita. Sifat ini membuat mereka sulit berkompromi dan cenderung otoriter dalam suatu hubungan.

Dalam hubungan asmara atau pernikahan, pria yang berperilaku misogini biasanya hanya akan lebih mementingkan diri sendiri, tidak memedulikan pendapat maupun keinginan pasangannya, serta selalu menganggap pasangannya lemah dan salah. Seorang misoginis juga bisa saja bersifat posesif terhadap pasangannya.

Baca Juga: Pengertian Posesif, Ciri, dan Penyebabnya

4. Menyalahkan wanita
Pria misoginis sering kali menyalahkan wanita atas segala sesuatu, baik dalam hubungan maupun kehidupan mereka. Mulai dari hal kecil, misalnya alasan ia terlambat ke kantor, hingga hal-hal yang lebih besar, seperti alasan mengapa ia tidak kunjung mendapatkan promosi di kantor. Padahal, hal tersebut bukanlah kesalahan wanita.

Oleh karena itu, wanita yang hidup bersama pria misoginis sering kali harus terus-menerus minta maaf untuk sesuatu yang tidak dilakukannya.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Misogini
https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-misogini-sindrom-kebencian-terhadap-perempuan
https://www.alodokter.com/mengenal-misoginis-seseorang-yang-membenci-wanita-secara-ekstrem
https://www.orami.co.id/magazine/misoginis

Download

Baca Juga: 

Materi Sosiologi SMA

Materi Sosiologi Kelas XI (Fase F) CP 2:
Materi Sosiologi SMA Kelas XI Bab 3: Konflik Sosial (Kurikulum Merdeka)
Materi Sosiologi SMA Kelas XI Bab 4: Membangun Harmoni Sosial (Kurikulum Merdeka)

1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.1 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.2 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.3 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 4. Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial     
7. Materi Ringkas Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Misogini: Pengertian, Penyebab, dan Cirinya"