Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rasionalisme: Pengertian dan Tokohnya

Pengertian Rasionalisme
Cogito ergo sum (René Descartes)
Pengertian Rasionalisme
Rasionalisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah teori (paham) yang menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan problem (kebenaran) yang lepas dari jangkauan indra; paham yang lebih mengutamakan (kemampuan) akal daripada emosi, atau batin.

Sumber pengetahuan dalam rasionalisme berasal dari akal pikiran atau harus bersifat rasional realistis. Pemikiran merupakan satu-satunya instrumen kepastian pengetahuan, dan akal merupakan satu-satunya jalan untuk menentukan kebenaran atau kesalahan.

Fungsi pancaindra manusia di dalam rasionalisme hanya menjadi pendukung akal dalam memperoleh pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir menurut kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.

Rasionalisme berkembang di dunia Barat, dunia Islam, dan ateisme. Aliran yang berkembang pada rasionalisme meliputi rasionalisme radikal, rasionalisme kritis dan rasionalisme moderat. Pemikir utama yang mengembangkan rasionalisme antara lain René Descartes (1596–1650), Baruch de Spinoza (1632−1677), dan Gottfried Leibniz (1646−1716).

Ada pula pemikir yang mengembangkan rasionalisme dengan menggabungkannya dengan aliran filsafat lain. Salah satunya ialah Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770–1831) yang menggabungkan rasionalisme dengan romantisisme.

Tokoh-Tokoh Rasionalisme
1. Deskartes ( 1596-1650)
Descartes lahir pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. Dalam bukunya yang berjudul di caurs deia methode ( 1537) dan meditations ( 1642)  ia menuangkan metodenya yang terkenal itu, metode ini juga sering disebut cogito Descartes, atau metode catigo saja.

Ia mengetahui bahwa tidak mudah meyakinkan tokoh-tokoh gereja. Bahwa dasar filsafat haruslah rasio (akal) untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal, ia menyusun argumentasi yang sangat terkenal.

2. Spinoza ( 1632-1677 M)
Spinoza dilahirkan pada tahun 1632 dan meninggal dunia pada tahun 1677 M. Nama aslinya adalah banich SPINOZA. Setelah ia mengucilkan dirinya dari agama Yahudi, ia mengubah namanya menjadi benedictus de Spinoza dan hidup di pinggiran kota.

3. Leibniz (1646-1716)
Gotifried willheim von Leibniz lahir pada tahun 11646 dan meninggal pada tahun 1718. Ia merupakan seorang filosofi Jerman  yang membantu pejabat tinggi Negara. Pusat metafisikanya adalah ide tentang substansi yang dikembangkan dalam konsep monad.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Rasionalisme: Pengertian dan Tokohnya"