Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Filsafat, Unsur, Ciri, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Metodenya

Pengertian Filsafat, Unsur, Ciri, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Metodenya

A. Pengertian Filsafat

Filsafat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah,
1. pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya;
2. teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan;
3. ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi;
4. falsafah

Secara kebahasaan filsafat dari bahasa Yunani philosophia (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = kebijaksanaan, kearifan) sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, dan seseorang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf". Demikian filsafat adalah kajian masalah mendasar dan umum tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa.

Istilah ini kemungkinan pertama kali diungkapkan oleh Pythagoras (c. 570–495 SM). Metode yang digunakan dalam filsafat antara lain mengajukan pertanyaan, diskusi kritikal, dialektik, dan presentasi sistematik. Secara historis, filsafat mencakup inti dari segala pengetahuan. Dari zaman filsuf Yunani Kuno seperti Aristoteles hingga abad ke-19, filsafat alam melingkupi astronomi, kedokteran, dan fisika. Sebagai contoh, Prinsip Matematika Filosofi Alam karya Newton pada tahun 1687 di kemudian hari diklasifikasikan sebagai buku fisika.

Pada abad ke-19, perkembangan riset universitas modern mengantarkan filsafat akademik dan disiplin lain terprofesionalisasi dan terspesialisasi. Pada era modern, beberapa investigasi yang secara tradisional merupakan bagian dari filsafat telah menjadi disiplin akademik yang terpisah, beberapa di antaranya psikologi, sosiologi, linguistik, dan ekonomi. Investigasi lain yang terkait erat dengan seni, sains, politik, dan beberapa bidang lainnya tetap menjadi bagian dari filsafat.

Pada zaman klasik, Filsafat secara tradisional dibagi menjadi tiga cabang utama di antaranya,
1. Filsafat alam ("fisika") adalah studi tentang dunia fisik (physis, makna harfiah: alam)
2. Filsafat moral ("etika") adalah studi tentang kebaikan, benar dan salah, keindahan, keadilan dan kebajikan (etos, makna harfiah: kebiasaan)
3. Filsafat metafisika ("logika") adalah studi tentang eksistensi, sebab-akibat, Tuhan, logika, bentuk dan objek abstrak lainnya ("meta-physika" makna harfiah: "apa yang terjadi setelah fisika")

Pembagian ini tidaklah usang tetapi telah berubah. Filsafat alam telah terbagi menjadi berbagai ilmu alam, terutama astronomi, fisika, kimia, biologi, dan kosmologi. Filsafat moral telah melahirkan ilmu-ilmu sosial, namun tetap mencakup teori nilai (termasuk estetika, etika, filsafat politik, dll.). Filosofi metafisik telah melahirkan ilmu formal seperti logika, matematika dan filsafat sains, namun tetap mencakup epistemologi, kosmologi dan yang lainnya.

Filsafat menurut Para Ahli
1. Bertrand Russel (1967), filsafat adalah suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terbaru, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, secara kritis dalam artian: setelah segala sesuatunya diselidiki, masalah apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan itu hingga kita menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan tersebut….(problemen der Philosophic, 1967: 7).
2. Beerling (1968), filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang bebas, diilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang timbul dari pengalaman. (Er zijn eigenlijksheidvragen dalam Filosofic als sciencefiction, 1968: 44).
3. Poedjawijatna , filsafat ialah ilmu yang berusaha untuk mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.
4. Notonagoro, filsafat itu menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam, yang tetap dan yang tidak berubah; yang disebut hakikat.
5. John Dewey, filsafat adalah pengungkapan akan usaha dan perjuangan manusia secara terus-menerus, Menurutnya hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk melakukan penyesuaian terhadap berbagai tradisi. Sehingga hasilnya dapat membentuk budi pekerti yang memiliki cita-cita politik serta kecenderungan ilmiah baru yang tidak sejalan dengan wewenang yang telah diakui.
6. Plato, filsafat ialah ilmu yang berusaha untuk mendapatkan pencapaian akan kebenaran pengetahuan yang sebenarnya.
7. Aristoteles, filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan yang berisi kebenaran. Unsur-unsur dalam kebenaran tersebut meliputi ekonomi, metafisika, estetika, retorika, politik dan juga logika. Filsafat yang dikemukakan Aristoteles sering disebut sebagai filsafat keindahan.
8. Johann Gotlich Fickte, filsafat adalah ilmu yang menjadi dasar dari segala jenis bidang dan pengetahuan yang digunakan untuk mencari kebenaran.
9. Cicero, filsafat adalah seni kehidupan yang merupakan ibu dari semua seni.
10. Immanuel Kant, filsafat sebagai ilmu yang menjadi akar dari segala pengetahuan di dalamnya. Filsafat sendiri menurutnya terbagi ke dalam empat golongan yaitu antropologi, metafisika, agama, dan etika.
11. Paul Natorp, filsafat merupakan ilmu dasar yang digunakan untuk menentukan kesatuan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memikul keseluruhannya dan menunjukkan akhir yang sama.
12. M. J. Langeveld, filsafat adalah kesatuan ilmu yang tersusun dari beberapa lingkup masalah seperti masalah keadaan, dan masalah lingkungan. Sedangkan untuk Lingkup masalah pengetahuan terdiri atas teori logika, pengetahuan, dan juga kebenaran. Kemudian lingkup masalah nilai yaitu terdiri atas teori nilai estetika, nilai religi, etika, dan estetika.

B. Unsur Filsafat
1. Epistemologi
Istilah ini muncul untuk pertama kalinya pada tahun 1854 dipelopori J.F. Ferrier. Epistemologi diambil dari bahasa Yunani yaitu episteme yang berarti pengetahuan, dan logos yang berarti teori. Ilmu ini merupakan filsafat yang membahas segala jenis masalah yang berkaitan dengan filosofikal seputar teori pengetahuan. Bagian filsafat ini meneliti sifat-sifat dasar dan asal-usul dalam memperoleh sebuah pengetahuan dengan cara yang benar.

Epistemologi sangat berpengaruh terhadap karakter pengetahuan. Terlebih dalam memilah mana kebenaran yang harus ditolak, dan mana yang harus diterima. Jika pengetahuan-pengetahuan tersebut dikumpulkan dengan benar, kemudian diklarifikasi, dan disusun secara sistematis, maka dapat menjadi metode epistemologi.

2. Axiologi
Axiologi atau yang lebih dikenal dengan teori tentang nilai adalah suatu unsur filsafat yang menelusuri tentang kegunaan pengetahuan. Aksiologi ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti akan digunakan untuk apa ilmu pengetahuan itu, lalu seperti apa kaitan antara manfaat pengetahuan tersebut dengan kaidah moral yang ada, dan bagaimana cara menentukan objek yang dikaji menurut berbagai pilihan moral.

3. Ontologi
Ontologi menelusuri tentang sesuatu yang ada secara universal, dan menampilkannya dalam pemikiran semesta universal. Unsur ini tidak terikat oleh perwujudan tertentu serta memiliki upaya untuk mencari sebuah inti yang ada dalam kenyataan. Dengan kata lain objek dari ontologi secara formal yaitu hakikat dari semua realitas.

C. Ciri Filsafat
Menurut Nur A. Fadhil Lubis filsafat memiliki tiga ciri utama di antaranya,
1. Universal (menyeluruh), yaitu pemikiran yang luas dan tidak aspek tertentu saja.
2. Radikal (mendasar), yaitu pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental dan esensial.
3. Sistematis, yaitu mengikuti pola dan metode berpikir yang runtut dan logis meskipun spekulatif.

Beberapa ahli lain menambahkan ciri-ciri lain di antaranya,
1. Deskriptif, yaitu suatu uraian yang terperinci tentang sesuatu, menjelaskan mengapa sesuatu berbuat begitu.
2. Kritis, yaitu mempertanyakan segala sesuatu (termasuk hasil filsafat), dan tidak menerima begitu saja apa yang terlihat sepintas, yang dikatakan dan yang dilakukan masyarakat.
3. Analisis, yaitu mengulas dan mengkaji secara rinci dan menyeluruh sesuatu, termasuk konsep-konsep dasar yang dengannya kita memikirkan dunia dan kehidupan manusia.
4. Evaluatif, yaitu dikatakan juga normatif, maksudnya upaya sungguh-sungguh untuk menilai dan menyikapi segala persoalan yang dihadapi manusia. Penilaian itu bisa bersifat pemastian kebenaran, kelayakan dan kebaikan.
5. Spekulatif, yaitu upaya akal budi manusia yang bersifat perekaan, penjelajahan dan pengandaian dan tidak membatasi hanya pada rekaman indera dan pengamatan lahiriah.

D. Tujuan Filsafat
Keberadaan ilmu filsafat dapat membantu manusia menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan. Secara umum tujuan filsafat di antaranya,
1. Filsafat berguna untuk membuat manusia memiliki sifat yang bijaksana dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Filsafat juga bertujuan untuk membuat manusia memiliki perspektif yang luas dalam melihat sesuatu. Dengan hal ini maka manusia dapat memiliki pandangan yang luas dan dapat terhindar dari egosentrisme.
3. Dengan menilai berbagai macam hal di sekitarnya secara objektif, maka melalui filsafat diharapkan manusia akan lebih terdidik dan mampu memiliki pengetahuan yang luas.
4. Filsafat dapat mendorong para ilmuwan untuk mengembangkan dan lebih mendalami ilmu pengetahuan.
5. Dengan mempelajari filsafat maka manusia juga dapat memahami perkembangan, kemajuan pengetahuan, serta sejarah pertumbuhan dari pengetahuan tersebut.
6. Filsafat membuat manusia agar memiliki kemauan untuk berpendapat sendiri, mandiri dalam hal rohaniah, berpikir sendiri, serta dapat menunjukkan sifat yang kritis.
7. Dengan mendalami filsafat maka manusia dapat mendalami pokok ilmu sampai ke cabang-cabangnya. Dengan demikian maka akan lebih mudah dalam memahami hakikat ilmu beserta sumber dan tujuannya.
8. Filsafat juga sangat berguna bagi dunia pendidikan, karena baik siswa maupun pengajar punya pedoman yang kuat untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Terutama untuk membedakan mana persoalan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah.

E. Fungsi Filsafat
1. Membentuk Sifat Kritis, hal ini tentunya sangat berguna untuk diterapkan dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Sehingga ketika menghadapi masalah apa pun diharapkan manusia dapat berpikir dengan rasional supaya tidak terjebak oleh segala sifat fanatisme.
2. Sebagai Pemecahan Masalah, ilmu filsafat mengajak manusia supaya berpikir secara bijak dalam mengatasi berbagai persoalan. Dengan menggunakan cara berpikir filsafat maka diharapkan manusia dapat mengidentifikasi masalah tersebut dan memudahkannya dalam mendapatkan jawaban. Sehingga masalah dapat dipecahkan tanpa kesulitan.
3. Membantu Kemampuan Analisis, dengan filsafat kemampuan dalam menganalisa akan semakin terasah. Sehingga analisa dapat dilakukan dengan kritis dan komprehensif untuk mengatasi berbagai permasalahan ilmiah dalam riset.
4. Menambah Pengalaman, melalui ide-ide baru atau dasar hidup, filsafat dapat membentuk pengalaman kehidupan manusia secara kreatif. Semakin banyak rasa ingin tahu manusia dan keinginan untuk mencarinya, maka pengalaman akan terus bertambah.

F. Jenis Filsafat
1. Estetika, adalah "refleksi kritis terhadap seni, budaya dan alam." Cabang filsafat ini membahas sifat-sifat seni, keindahan dan rasa, kenikmatan, nilai-nilai emosional, persepsi serta penciptaan dan apresiasi terhadap keindahan. Estetika, lebih tepatnya didefinisikan sebagai studi tentang hal-hal indriawi atau nilai-nilai indriawi-emosional, kadang-kadang disebut penilaian dari perasaan dan rasa. Cabang utamanya adalah teori seni, teori sastra, teori film dan teori musik.
2. Etika, atau "filsafat moral", mempelajari dan mempertimbangkan perilaku yang baik dan yang buruk, nilai yang benar dan salah, serta kebaikan dan kejahatan. Penyelidikan utamanya meliputi bagaimana menjalani kehidupan yang baik dan mengidentifikasi standar moralitas. Ini juga mencakup meta-analisis tentang bagaimana cara terbaik untuk hidup atau standar terkait yang ada. Cabang utama etika adalah etika normatif, meta-etika dan etika terapan.
3. Metafisika, adalah studi tentang ciri-ciri paling umum dari realitas, seperti eksistensi, waktu, objek dan properti mereka, keseluruhan dan bagiannya, kejadian, proses dan sebab akibat, serta hubungan antara budi dan tubuh. Metafisika mencakup kosmologi, studi tentang dunia secara keseluruhan dan ontologi, studi tentang realitas.
4. Logika, adalah studi tentang penalaran dan argumen. Argumen adalah "sebuah rangkaian pernyataan yang terhubung dan dimaksudkan untuk membangun suatu proposisi". Rangkaian pernyataan-pernyataan yang terhubung disebut "premis" dan proposisi adalah kesimpulannya.
5. Epistemologi, adalah studi tentang pengetahuan (dari bahasa Yunani episteme). Ahli epistemologi mempelajari sumber pengetahuan, termasuk intuisi, argumen a priori, ingatan, pengetahuan perseptual, pengetahuan diri dan kesaksian.
6. Filsafat Ilmu, pada dasarnya pengertian filsafat ilmu adalah bagian epistemologi yang merupakan filsafat pengetahuan. Namun, pengkajian filsafat ilmu lebih terpusat kepada pengetahuan yang bersifat ilmiah, dan hakikat ilmu itu sendiri. Cabang ini mengeksplorasi fondasi, metode, sejarah, implikasi, dan tujuan ilmu. Banyak sub-divisi yang berhubungan dengan cabang ilmu tertentu.
7. Filsafat Politik, adalah studi tentang pemerintah dan hubungan individu (atau keluarga dan klan) dengan masyarakat, termasuk negara. Ini mencakup pertanyaan tentang keadilan, hukum, properti dan hak serta kewajiban warga negara. Politik dan etika adalah dua subjek yang secara tradisional terkait, karena keduanya membahas pertanyaan tentang bagaimana orang harus hidup bersama.
8. Filsafat Agama, berkaitan dengan pertanyaan yang melibatkan agama dan ide-ide agama dari sudut pandang filosofis netral (berlawanan dengan teologi, yang dimulai dari keyakinan agama). Secara tradisional, pertanyaan-pertanyaan keagamaan tidak dilihat sebagai bidang terpisah dari filsafat yang sesungguhnya, gagasan tentang bidang terpisah baru muncul pada abad ke-19.
9. Filsafat Sejarah, beberapa filsuf mengkhususkan diri dalam satu periode historis atau lebih. Sejarah filsafat adalah studi tentang periode tertentu, individu, atau aliran tertentu. Bidang ini masih berkaitan, tetapi tidak sama dengan filsafat sejarah (aspek teoritis sejarah, yang berkaitan dengan pertanyaan seperti sifat bukti sejarah dan kemungkinan objektivitas).
10. Metafilsafat, metafilsafat mengeksplorasi tujuan-tujuan filsafat, batasan-batasannya, serta metode yang digunakan.

G. Metode Filsafat
Seperti halnya dalam pengetahuan ilmiah, metode dan obyek formal bidang filsafat tidak dapat dipisahkan. Setiap cabang metode dapat menentukan obyek formalnya, memiliki metode dan logikanya sendiri, sesuai dengan obyek formal itu dan uraian teorinya. Intinya ada banyak metode yang dapat digunakan untuk berfilsafat berdasarkan pegangan teorinya masing-masing. Beberapa metode filsafat di antaranya,
1. Metode kritis
2. Metode Intuitif
3. Metode Skolastik
4. Metode Matematis
5. Metode Empiris-Eksperimental
6. Metode Transendental
7. Metode Dialektis
8. Metode Fenomenologis
9. Eksistensialisme
10. Analitika Bahasa

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga   

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.1 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.2 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.3 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 4. Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial     
7. Materi Ringkas Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Filsafat, Unsur, Ciri, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Metodenya"