Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Referral Marketing: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Cara Menerapkannya

Pengertian Referral Marketing
Referral Marketing
Pengertian Referral Marketing
Referral marketing adalah strategi pemasaran yang mendorong pelanggan untuk mengajak pelanggan baru. Ajakan ini bisa berupa ajakan membeli, membuat akun, hingga membagikan konten. Referral marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang berhubungan erat dengan word of mouth marketing.

Data dari Nielsen menyebutkan bahwa 92% pelanggan lebih mempercayai rekomendasi dari orang-orang yang dikenal. Dan juga para pelanggan bisa membeli barang empat kali lebih besar saat mendapatkan rekomendasi dari orang yang dikenal.

Jadi referral marketing ini lebih efektif jika dibandingkan iklan yang disampaikan oleh brand tersebut kepada pelanggan.

Jenis Referral
Berikut beberapa jenis referral program di antaranya,
1. Two way incentives referral
Referral program pertama ini kedua belah pihak akan mendapatkan imbalan baik itu pelanggan yang merekomendasikan dan menerima rekomendasi. Jadi kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.

Dengan jenis referral seperti ini, para pelanggan akan memiliki motivasi besar untuk merekomendasikan kepada para pelanggan baru.

2. One way incentives referrer
Jenis referral ini hanya akan memberikan imbalan kepada orang yang merekomendasikan saja. Contohnya member di sebuah fitness akan mendapatkan biaya bulanan gratis jika berhasil mengajak member baru untuk mendaftar di tempat fitness.

Keuntungannya para pelanggan akan giat dalam mengajak pelanggan baru untuk bergabung. Tetapi dari sisi pelanggan baru akan merasa dimanfaatkan jika tidak sesuai apa yang diomongkan oleh referrer.

3. One way incentives referred
Referral ini kebalikan dari sebelumnya, pelanggan yang direkomendasikanlah yang akan mendapatkan keuntungan. Contoh saja untuk pelanggan baru yang daftar di fitness akan mendapatkan diskon biaya bulanan 50% untuk bulan pertama.

Kelebihan jenis referral ini adalah konsumen akan senang bila bisa mengajak orang-orang di sekitar lingkungan mereka. Tetapi kekurangannya para pelanggan tidak termotivasi untuk mengajak para pelanggan baru karena tidak ada keuntungan yang akan dia dapatkan.

4. No incentives
Terakhir ada jenis referral yang tidak memberikan imbalan kepada para referrednya sama sekali. Referral ini bisa jalan jika produk atau layanan yang Anda jual kepada konsumen benar-benar membuat mereka puas.

Sehingga mereka akan dengan suka rela untuk merekomendasikan kepada orang-orang terdekatnya walaupun tanpa ada imbalan sama sekali.

Keuntungan Menggunakan Referral Marketing
Selain akan mudah dipercaya, penggunaan link referral juga umumnya akan cepat menyebar. Sehingga brand tersebut akan mudah dikenal oleh orang. Berikut beberapa keuntungan lainnya dari penggunaan referral marketing bagi perusahaan di antaranya,
1. Memiliki Target yang Jelas
Referral marketing dapat memberikan perusahaan target yang jelas untuk penjualan produknya. Dalam beberapa aspek lain, praktik referral ini terlihat sama seperti influencer marketing.

Misalnya ketika perusahaan memilih seorang influencer yang memiliki target market atau audiens yang sama seperti yang diharapkan oleh perusahaan tersebut. Sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada audiens akan lebih mudah diterima melalui influencer dengan audiens satu tipe.

Hal ini pun terjadi, sama seperti referral marketing, perusahaan akan berharap agar pelanggan dapat merekomendasikan produk maupun jasa usai mencoba produk tersebut. Karena umumnya, pelanggan akan memiliki kenalan yang berkarakteristik sama dengan seleranya.

2. Meningkatkan Kepercayaan pada Konsumen
Seperti yang dikatakan pada penelitian Nielsen, 92 persen pelanggan akan lebih percaya pada suatu produk apabila produk tersebut telah direkomendasikan oleh orang yang mereka kenal. Sehingga, referral marketing ini akan memberikan dampak pada kepercayaan konsumen.

3. Memeroleh Reach yang Tinggi
Referall dapat memeroleh reach yang tinggi berkat adanya website, media sosial maupun e-commerce yang meningkatkan reach pada referall marketing saat ini. Setiap orang dapat memberikan rekomendasi produk maupun jasa yang ia senangi kepada ratusan bahkan ribuan orang sekalipun apabila memiliki jumlah followers maupun pembaca yang banyak.

4. Dapat Digunakan Secara Gratis
Strategi Search Engine Marketing (SEM), influencer marketing, maupun event marketing membutuhkan dana yang cukup besar. Namun, tidak dengan referall marketing yang dapat digunakan secara gratis, tetapi ada jenis referall marketing yang menggunakan biaya, namun biaya yang dikeluarkan tidak sebesar strategi digital marketing lainnya.

Referall marketing ini bekerja seperti virus, apabila satu brand dapat menarik satu pelanggan, maka pelanggan lain akan menarik calon konsumen lain untuk membeli brand tersebut. Kemudian proses tarik-menarik ini akan terus berlangsung. Sehingga brand pun dapat lebih dikenal oleh banyak orang hanya berdasarkan pada rekomendasi satu pelanggan.

Keuntungan Menjadi Referral bagi Konsumen
Adapun keuntungan menjadi referral bagi konsumen di antaranya,
1. Mendapatkan Komisi Pembelian
Referall yang dapat melakukan pembelian pada website Paid per Click atau PTC dapat memberikan komisi pada member yang mengikuti website PTC tersebut dengan disesuaikan pada jenis keanggotaan yang dimiliki oleh member tersebut.

Nilai komisi yang diterima pun dapat bervariasi, bergantung pada situs PTC tersebut mulai dari 1 persen hingga 10 persen.

2. Mendapatkan Komisi Upgrade
Ketika referall konsumen di upgrade, maka konsumen tersebut tentu akan memeroleh komisi hanya melalui upgrade referall tersebut. Jumlah dari komisi yang didapatkan tentu akan bergantung pada jenis keanggotaan yang dimiliki oleh konsumen.

3. Mendapatkan Komisi Click Melalui Referall
Komisi lain yang didapatkan oleh member referall adalah komis click yang berasal dari referall. Komisi click ini merupakan jenis komisi yang lebih disukai oleh member website PTC, karena jumlah komisinya berbeda dengan jenis komisi lain. Komisi click ini didapatkan setiap kali ada orang yang mengklik iklan pada referall.

Selain itu, komisi click ini juga berjalan setiap hari, walaupun terlihat menggiurkan setiap PTC akan memiliki peraturan yang berbeda, namun sama-sama mengharuskan member referall untuk mendapatkan klik sebanyak empat kali sehari agar dapat menerima komisi per click ini. Apabila jumlah click kurang dari batas minimal, maka member referall tidak dapat menerima komisi click tersebut.

Cara Menerapkan Referral Marketing
Jenis-jenis referral marketing sebelumnya dapat Anda kemas dalam berbagai strategi di antaranya,
1. Menggelar Giveaway
Referral marketing bisa dikemas dalam bentuk giveaway. Jadi, referrer akan merekomendasikan produk ke sejumlah orang sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah giveaway. Misalnya, strategi giveaway dari merche.id yang memberikan produk gratis dengan ketentuan tiap partisipan harus mention atau tag tiga orang lainnya.

Dengan teknik ini, brand dapat dikenal oleh orang banyak dengan mudah dan Anda bisa mendapatkan calon konsumen tanpa perlu mengeluarkan modal terlalu banyak. Cara ini memang paling sering dilakukan di media sosial. Namun, pastikan bahwa referrer tidak memanfaatkan akun palsu demi mendapatkan giveaway.
 
2. Menerapkan Email Referral
Strategi referral marketing selanjutnya adalah melalui email. Caranya, dengan melakukan blast email yang berisi referral kepada calon konsumen (leads) yang Anda miliki. Bisnis yang melakukan strategi ini adalah Dropbox yang akan memberikan space tambahan bagi para pengguna yang berhasil mendapatkan referred.

Teknisnya, Anda perlu menyediakan sistem di website, di mana referrer bisa mengirimkan link referral langsung ke email calon referred.

Dengan sistem email ini, Anda bisa mendapatkan jumlah leads yang banyak dan memanfaatkan leads tersebut untuk kegiatan promosi lainnya. Namun, bisa saja email referral dianggap spam dan justru tidak dihiraukan oleh calon referred.

3. Mengadakan Gamify Referral
Sebagian besar orang suka bermain game. Itulah kenapa Anda bisa mengemas referral ke dalam bentuk permainan.

Caranya, mengajak konsumen untuk mempromosikan produk dengan menyediakan beberapa level dengan hadiah yang berbeda. Ketika referrer sudah mencapai level pertama dan mendapatkan reward, mereka Anda ajak untuk menerima tantangan di level berikutnya.

Dreamstime, platform berbagi foto, bisa menjadi contoh yang menarik. Dalam sistem mereka, referrer akan mendapatkan lencana di setiap level dan mendapatkan komisi 10% untuk setiap 3 orang yang berhasil menjadi referred.

Suasana layaknya bermain game tentu akan membuat referrer mengikuti program tersebut dengan senang. Bisnis bisa mendapatkan konsumen baru, pemberi referral tak segan untuk menjadi konsumen loyal.

4. Menawarkan Upgrade Produk Gratis
Tentunya, tidak semua konsumen bersedia untuk upgrade produk jika belum mengetahui keunggulan fitur atau fasilitasnya. Anda bisa memberikan pengalaman upgrade produk kepada pelanggan secara cuma-cuma dalam bentuk referral.

Contoh program keren dari Duolingo layak Anda coba. Platform belajar bahasa tersebut akan memberikan pengguna upgrade ke Duolingo Plus secara gratis selama seminggu jika berhasil mendapatkan referred.

Ketika pelanggan menyukai produk versi upgrade, bukan tidak mungkin kedepannya akan benar-benar melakukan upgrade produk secara sukarela.

5. Mengadakan Referral Contest
Anda juga bisa menggelar kontes sebagai strategi referral marketing. Seperti halnya gamification, program akan terasa lebih fun dan referrer akan lebih semangat untuk menyebarkan referralnya.  Contohnya adalah Hunterdon Academy yang mengadakan contest untuk mendapatkan siswa baru.

Tak hanya memberikan hadiah kepada referrer, Hunterdon Academy juga memberikan uang tunai untuk para referred. Pendekatan two way incentive inilah yang akan membuat semua orang semakin tertarik untuk berpartisipasi.

Dengan begitu, bukan hanya leads yang bertambah, tetapi loyalitas pelanggan juga meningkat.

6. Mengadakan Donation Referral
Donation referral adalah strategi yang menekankan sisi pendekatan sosial, di mana hadiah ditujukan untuk kegiatan donasi kepada yang membutuhkan. Masih ingat dengan program satu bungkus Pepsodent = satu bungkus kotak sahur?

Karena sangat menggugah sisi kemanusiaan, kemungkinan konsumen akan membeli produk tersebut hitung-hitung sambil berdonasi. Apalagi momen referral marketing memanfaatkan momen Ramadhan orang ingin berbuat kebaikan lebih banyak.

Selain itu, kredibilitas brand pun bisa meningkat karena Anda menunjukkan komitmen untuk menjadi perantara antara konsumen dan penerima donasi dalam semangat kepedulian terhadap sesama.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Referral Marketing: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Cara Menerapkannya"