Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

API (Application Programming Interfaces): Pengertian, Arsitektur, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Contoh, dan Manfaatnya

Pengertian API atau Application Programming Interfaces
API (Application Programming Interfaces)
Pengertian API (Application Programming Interfaces)
Application Programming Interfaces (API) atau antarmuka pemrograman aplikasi adalah penerjemah komunikasi antara klien dengan server untuk menyederhanakan implementasi dan perbaikan software. API juga bisa diartikan sebagai sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu.

Antarmuka pemrograman menjamin komunikasi antara berbagai jenis kode, mendefinisikan perilaku spesifik yang akan mereka miliki di antara mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi integrasi antara solusi yang berbeda untuk menggunakan fitur siap pakai di aplikasi lain.

Arsitektur API (Application Programming Interfaces)
Halnya bangunan, API juga memiliki unsur pembentuk suatu pondasi agar bangunan yang dibuat dapat bertahan dengan cukup lama. Setidaknya, terdapat tiga macam arsitektur yang sering dipakai pada API di antaranya,
1. RPC (Remote Procedure Call)
RPC merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu kinerja dari client side dan server side dalam hal komunikasi, serta dapat dilakukan dengan konsep yang sederhana.

RPC sendiri memiliki dua jenis, yaitu XML-RPC dan JSON-RPC. Perbedaan dari kedua jenis terletak pada media perpindahan datanya. Jika XML-RPC menggunakan media berupa XML (Extensible Markup Language). Sedangkan JSON-RPC menggunakan JSON (JavaScript Object Notation) sebagai media untuk memindahkan suatu data.

2. REST (Representational State Transfer)
REST merupakan salah satu jenis arsitektur API yang cukup populer sekarang. Kelebihan dari REST tidak membutuhkan coding yang panjang dalam proses pengembangannya. REST memiliki bentuk data berupa JSON, di mana memiliki keuntungan dari sisi performa aplikasi yang lebih ringan jika menggunakan JSON.

3. SOAP (Simple Object Access Protocol)
Dan arsitektur API yang berikutnya adalah SOAP, di mana bentuk data yang digunakan berupa XML. Jadi, dengan menggunakan XML data yang disimpan dapat berupa dokumen.

Fungsi API (Application Programming Interfaces)
Dalam proses penerapannya, API memiliki berbagai kemudahan dan keuntungan yang dapat dirasakan oleh setiap Developer. Berikut beberapa fungsi utama dari penggunaannya di antaranya,
1. Membantu beban kerja dari server
Fungsi pertama dari API sendiri adalah untuk membantu tugas dari server. Di mana, dengan menggunakan sebuah antarmuka khusus ini, maka server tidak perlu mencari dan menyimpan semua data. Cukup dengan memanggil atau meminta API untuk mendapatkan data dari server asal.  Dengan kondisi tersebut, server yang Anda gunakan tidak akan terbebani tugas terlalu berat.

2. Mengembangkan aplikasi lebih cepat dan efektif
API memberikan kemudahan dan manfaat dari sisi pengembangan aplikasi. Anda tidak perlu melakukan menghubungkan dua aplikasi untuk melakukan komunikasi. Cukup dengan menggunakan bantuan API, maka komunikasi dapat terjalin dengan baik.

Kemudian, proses integrasi dan penambahan beberapa fitur pada aplikasi akan menjadi lebih cepat. Anda tidak perlu lagi untuk meng –update beberapa fitur secara manual. Dengan bantuan API, permasalahan tersebut dapat teratasi dengan cepat dan tepat.

3. Menciptakan aplikasi yang bersifat fungsional
Manfaat lain dari penggunaan API ini adalah menciptakan aplikasi yang lebih fungsional dan memiliki struktur yang kompleks. Maksudnya, dalam menambahkan informasi tidak perlu melakukan input secara manual. Cukup dengan menggunakan bantuan API dapat menampilkan fitur yang sama dengan aplikasi tujuan.

Sebagai contoh penerapannya pada platform layanan transportasi seperti Gojek dan Grab. Kedua platform tersebut tidak perlu untuk membuat fitur untuk menampilkan peta pada aplikasi. Cukup dengan mengintegrasikan dengan Google Maps API, seluruh data terkait pemetaan wilayah dapat terakses secara otomatis melalui platform tersebut.

Jenis API (Application Programming Interfaces)
Pada penggunaannya, terdapat empat jenis API sesuai dengan hak aksesnya di antaranya,
1. Public API
Public API sering disebut dengan Open API. Sesuai dengan namanya, Public API adalah jenis API yang bisa digunakan siapa saja dalam lintas platform.

Selain itu, jenis API ini paling mudah digunakan. Anda cukup mendaftar atau langsung memanfaatkannya di aplikasi Anda. Contohnya, API untuk Google Maps dan API untuk data Covid Indonesia.

2. Private API
Berbeda dengan public API, Private API adalah jenis API yang tidak terbuka untuk penggunaan umum. Biasanya, API jenis ini dibuat untuk keperluan internal dalam pengembangan aplikasi tertentu.

Misalnya, API dari back end yang digunakan untuk mengakses front end dari sebuah website. Atau, aplikasi untuk pengembangan aplikasi mobile.

3. Partner API
Partner API bisa digunakan untuk kepentingan umum tapi sebatas pihak yang sudah memiliki izin penggunaannya. Seperti halnya public API, Anda perlu mendaftar kepada penyedia API terlebih dahulu. Kemudian, menggunakannya hanya di aplikasi tertentu sesuai perjanjian. Contohnya, API Pinterest.

4. Composite API
Composite API merupakan API yang menyimpan data dari berbagai server atau hosting dalam satu tempat. Tentunya, hal tersebut sangat menghemat waktu bagi pengguna. Itu karena pengguna bisa mendapatkan berbagai jenis data hanya dalam sekali akses.

Cara Kerja API (Application Programming Interfaces)
Cara kerja API bisa dibayangkan dengan Anda sebagai pelanggan di toko es krim. Ada tiga aspek penting dalam API yaitu pengguna atau Anda, pelayan (API), dan dapur (server web). Sebagai pelanggan, Anda akan memberi tahu pelayanan tentang es krim pesanan Anda. Lalu pelayan (API) akan memintanya ke dapur. Setelahnya, pelayan (API) akan mengantarkan es krim sesuai pesanan.

API bertindak sebagai perantara antara pengguna dan server web. API juga merupakan abstraksi atau konsep dasar dalam rekayasa perangkat lunak yang bertujuan untuk menyederhanakan mekanisme kompleks dengan hanya berfokus pada detail penting. Dengan adanya API, pelanggan atau pengguna tidak perlu tahu bagaimana server web beroperasi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Secara umum, API bekerja sebagai pembuka pintu ke perangkat lunak atau data berbasis web. API membuka semua hal itu dengan cara terkontrol dan aman untuk program tersebut. Pengodean yang dimasukkan akan mengirimkan permintaan ke perangkat lunak penerima, dan kemudian data dapat dikembalikan. Panggilan yang dilakukan API untuk sekumpulan data akan ditampilkan untuk dikonsumsi pengguna akhir.

Contoh Penerapan API (Application Programming Interfaces)
Ada banyak API publik di luar sana sebagai contoh bahkan di antaranya sangat terkenal dan memimpin industri besar digital saat ini. Pada dasarnya, kemampuan untuk mengakses beberapa kode perusahaan platform secara terprogram melalui API adalah yang membuat mereka menjadi platform. Beberapa contoh umum API dalam keseharian yang menonjol dan terkenal meliputi di antaranya,
1. API Google
Dengan banyaknya fitur dan produk dari Google, maka API dari Google ini memungkinkan Anda menghubungkan kode ke seluruh rangkaian layanan Google, dari Maps hingga Terjemahan. API sangat penting bagi Google sehingga mereka mengakuisisi Apigee, platform manajemen API terkemuka.

2. API Facebook
Sebagai raksasa media sosial, semua orang hampir dipastikan memiliki setidaknya satu akun di Facebook. Adapun API di Facebook akan memungkinkan Anda mengakses grafik sosial dan alat pemasaran Facebook secara terprogram. Meski perusahaan telah membatasi data pengguna apa yang dapat Anda akses melalui API ini sebagai dampak dari Cambridge Analytica dan skandal lainnya.

Manfaat API bagi Para Developer
Katakanlah Anda ingin mengembangkan aplikasi untuk iPhone, maka sistem operasi iOS Apple menyediakan sejumlah besar API sama seperti yang dilakukan setiap sistem operasi lainnya untuk mempermudah Anda dalam mengembangkan aplikasi tersebut.

Jika Anda ingin menyematkan browser web untuk menampilkan satu atau beberapa halaman web, misalnya, Anda tidak perlu memprogram browser web Anda sendiri dari awal hanya untuk aplikasi Anda. Anda menggunakan WKWebView API untuk menyematkan objek browser WebKit (Safari) di aplikasi Anda.

Lalu apabila Anda ingin mengambil foto atau video dari kamera iPhone, Anda tidak perlu menulis antarmuka kamera Anda sendiri. Cukup dengan menggunakan API kamera untuk menyematkan kamera bawaan iPhone di aplikasi Anda. Jika API tidak ada untuk mempermudah ini, pengembang aplikasi harus membuat perangkat lunak kamera mereka sendiri dan menafsirkan input perangkat keras kamera.

Tetapi pengembang sistem operasi Apple telah mempermudah hal ini sehingga pengembang hanya dapat menggunakan API kamera untuk menyematkan kamera, dan kemudian melanjutkan dengan membangun aplikasi mereka. Maka ketika Apple meningkatkan API kamera, semua aplikasi yang mengandalkannya akan memanfaatkan peningkatan itu secara otomatis.

Teknik dan metode ini juga berlaku untuk setiap platform pengembangan. Misalnya, apakah Anda ingin membuat kotak dialog di Windows tentu saja ada API untuk itu. Ingin mendukung otentikasi sidik jari di Android. Ada juga API untuk itu, jadi Anda tidak perlu menguji setiap sensor sidik jari pabrikan Android yang berbeda sehingga para pengembang menghemat waktu proses pengerjaan aplikasi merek karena API paling tidaknya telah membantu proses tersebut beberapa persen dari total keseluruhannya.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "API (Application Programming Interfaces): Pengertian, Arsitektur, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, Contoh, dan Manfaatnya"