Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adware: Pengertian, Penyebab, Cara Kerja, Jenis, Contoh, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Pengertian Adware atau advertising supported software
Adware (Advertising Supported Software)
Pengertian Adware
Adware (advertising-supported software) atau perangkat lunak beriklan adalah perangkat lunak yang menghasilkan pendapatan bagi pengembangnya dengan secara otomatis menghasilkan iklan daring di antarmuka pengguna perangkat lunak atau pada layar yang disajikan kepada pengguna selama proses pemasangan.

Beberapa pengembang perangkat lunak menawarkan perangkat lunak mereka secara gratis, dan mengandalkan pendapatan dari iklan untuk mengganti pengeluaran mereka dan menghasilkan pendapatan. Beberapa juga menawarkan versi perangkat lunak dengan biaya tanpa iklan.

Adware termasuk dalam golongan malware karena memiliki potensi untuk mengganggu dan mendistribusikan data pribadi pengguna. Saat ini, Adware juga kerap dijadikan sebagai lahan untuk mencari penghasilan dari iklan. Caranya yakni bisa melalui metode Pay-Per-Click (PPC) serta melalui impressi display iklan yang ditayangkan.

Ada banyak sekali contoh adware yang ada di sekitar kita. Salah satu yang paling populer adalah Adware di browser yang mampu menginstall dan mengganti search engine default user.

Penyebab Adware
Sebagian besar penyebab utama kasus Adware adalah dari aktivitas pengguna sendiri. Adware bisa menyusup ke komputer, laptop, atau smartphone ketika Anda mendownload aplikasi dari sumber tidak jelas. Berbagai aplikasi ilegal dari website tidak jelas tersebut kemungkinan bisa saja sudah disusupi script khusus mengandung adware, sehingga menginfeksi perangkat.

Solusi dari masalah ini yakni dengan meminimalisir penggunaan aplikasi ilegal dari sumber tidak jelas. Usahakan hanya menggunakan aplikasi resmi yang ada di PlayStore, App Store, atau sumber terpercaya lainnya. Sumber lainnya yang juga tidak kalah besar adalah dari website yang dikunjungi ketika sedang browsing.

Ketika melakukan browsing kadang pengguna tidak sadar bahwa ada script khusus yang menyerupai konten website sehingga bagi pengguna yang tidak teliti akan mengakses konten tersebut. Beberapa contoh konten yang kemungkinan besar mengandung Adware adalah, popup yang berisi notifikasi untuk menginstal aplikasi.

Cara Kerja Adware
Pada dasarnya, adware adalah sebuah cara pengembang untuk mendapatkan penghasilan dengan ‘mengganggu’ pengguna dengan iklan yang ditampilkan pada software yang dipasang. Namun, di sini pengguna juga harus lebih menaruh perhatian yang serius ketika ingin memasang perangkat lunak dari mana pun, terlebih jika itu adalah gratis.

Pengembang adware akan mendapatkan uang dari pihak ketiga melalui di antaranya,
1. Pay-per-click (PPC): Akan mendapatkan penghasilan jika Anda mengklik iklan
2. Pay-per-view (PPV): Akan mendapatkan penghasilan jika Anda melihat iklan
3. pay-per-install (PPI): Akan mendapatkan penghasilan jika Anda memasang aplikasi/software yang diminta

Meski adware terlihat seperti aplikasi seperti pada umumnya, ternyata pada sebuah kondisi adware ini tergolong dalam malicious software. Adware mampu melacak riwayat pencarian dan aktivitas online Anda untuk dapat mempersonalisasi iklan yang lebih relevan dengan Anda.

Lebih lanjut, jika informasi yang didapatkan dari pengguna menggunakan adware disebarkan, maka hal tersebut adalah sebuah tindak kejahatan siber. Adware memiliki dua sisi, yang pertama adalah sebuah perangkat lunak mengganggu karena iklannya, di sisi lain adware adalah sebuah malware yang sangat berbahaya karena mengancam privasi dan keamanan siber.

Jenis Adware
Berdasarkan perangkat yang dijangkit, setidaknya adware bisa dibedakan menjadi 2 jenis di antaranya,
1. Adware Komputer
Adware yang menjangkit komputer atau laptop baik dengan sistem operasi Windows, Linux, maupun MacOS, pada umumnya berasal dari install aplikasi ilegal. Kelalaian dan ketidaktelitian pengguna menjadi alasan utama mengapa sampai saat ini adware masih sering ditemukan, meski sudah ada aplikasi antimalware yang bisa digunakan.

2. Adware Android
Smartphone berbasis Android biasanya terjangkit adware karena sering browsing dan masuk ke situs-situs kurang jelas. Sang pemilik website mungkin tidak secara sengaja memasang adware ke website mereka. Tapi karena sistem keamanannya belum optimal dan belum menggunakan sertifikat SSL maka malware lebih masuk dan mudah menyusup.

Tanda-tanda smartphone terkena adware Android sendiri bisa dilihat dari performa yang semakin lambat. Tiba-tiba muncul banner pop-up iklan di layar, bahkan sampai mendownload aplikasi sendiri.

Contoh Adware
Terdapat ratusan jenis program adware yang diketahui dapat mempengaruhi komputer Anda dengan cara yang berbeda, beberapa jenis yang paling umum di antaranya,
1. Fireball
Fireball menjadi berita pada tahun 2017 ketika sebuah perusahaan perangkat lunak Israel melakukan penelitian dan menemukan bahwa lebih dari 250 juta komputer, serta seperlima dari jaringan komputer perusahaan di seluruh dunia, terinfeksi.

Dikembangkan oleh Rafotech, agen pemasaran digital Cina, Fireball adalah pembajak peramban. Itu terjalin dengan perangkat lunak lain yang dibuat oleh Rafotech, termasuk Browser Mustang dan Deal Wifi, dan diinstal dengan program-program ini tanpa diketahui pengguna. Ketika itu mempengaruhi komputer Anda, itu mengambil kendali dari browser.

Ini mengubah halaman beranda Anda menjadi alat pencarian palsu (Trotux) dan menyisipkan iklan obstruktif di halaman mana pun yang Anda kunjungi. Lebih buruk lagi, ini mencegah Anda mengubah pengaturan browser Anda.

Belum ada bukti bahwa adware ini melakukan apa pun selain membajak browser Anda dan membanjirinya dengan iklan. Namun para ahli khawatir jika Rafotech memutuskan untuk meluncurkan serangan cyber dengan Fireball, konsekuensinya akan sangat besar, hanya berdasarkan jumlah sistem yang terinfeksi di seluruh dunia.

2. Appear
Appear adalah program adware lain yang sangat umum yang bertindak sebagai pembajak peramban. Hal ini biasanya terjalin dengan perangkat lunak bebas lainnya, dan menyisipkan begitu banyak iklan di browser yang membuat navigasi hampir mustahil.

Setiap kali Anda mencoba mengunjungi halaman web, browser akan membawa Anda ke Appsearch.info. Bahkan jika Anda berhasil membuka halaman web, Appearch akan mengubah blok teks acak menjadi tautan, jadi setiap kali Anda memilih beberapa teks, jendela pop-up akan muncul yang menawarkan Anda untuk mengunduh pembaruan perangkat lunak.

Bersamaan dengan iklan, Tampilan terkadang akan menampilkan pesan yang memberi tahu Anda bahwa akses ke situs web yang ingin Anda kunjungi terbatas. Ini kemudian akan meminta Anda untuk berlangganan notifikasi untuk mengakses.

Jika Anda mengklik “Izinkan”, Anda akan mulai melihat iklan pop-up di layar Anda bahkan ketika browser Anda ditutup. Setelah Anda berlangganan, program akan menimpa pengaturan browser Anda untuk mencegah Anda meninggalkan langganan.

3. DollarRevenue
Meskipun sudah lama tidak aktif, DollarRevenue menarik karena merupakan salah satu program adware besar pertama yang menginfeksi jutaan komputer di seluruh dunia. Itu memasang bilah alat di browser komputer yang terinfeksi untuk mengikuti penjelajahan Internet di komputer. Selain itu, program ini juga menampilkan iklan palsu, pada halaman yang sama dan juga sebagai pop-up.

Ini dikembangkan di Belanda pada tahun 2005, dan pada akhir tahun 2007 telah menginfeksi lebih dari 22 komputer di seluruh dunia. Selanjutnya, penyelidikan oleh pengawas telekomunikasi Belanda menemukan bahwa DollarRevenue berperan penting dalam berbagai serangan botnet yang mempengaruhi ribuan komputer.

Pencipta didenda satu juta euro pada tahun 2007, tetapi keputusan itu dibatalkan enam tahun kemudian.

4. Gator
Program adware lain yang tidak aktif, Gator memelopori pemasaran bertarget berdasarkan perilaku dan menimbulkan banyak kontroversi. Dikemas dengan perangkat lunak gratis populer seperti Kazaa dan Go!Zilla, Gator akan menghapus iklan dari halaman web dan menggantinya dengan iklannya sendiri.

Ini berarti bahwa jika pengunjung halaman mengklik iklan, semua keuntungan akan langsung masuk ke Gator daripada ke pembuat konten.

Namun, Gator dikenal karena kebijakannya untuk merekam riwayat penjelajahan lengkap pengguna, dan bahkan sebagian dari nomor kartu kredit mereka. Mereka menggunakan informasi tersebut untuk menawarkan pilihan iklan yang lebih baik. Meskipun praktik ini sangat umum saat ini, pada pergantian abad itu tidak pernah terdengar.

Pada tahun 2003, perusahaan di belakang Gator mengubah namanya menjadi Claria Corporation dan terus menerbitkan adware hingga 2006, dua tahun sebelum ditutup.

5. DeskAd
DeskAd adalah program adware umum lainnya yang menampilkan iklan palsu dalam browser internet Anda, mengarahkan lalu lintas Anda ke halaman web yang mencurigakan, dan menampilkan iklan pop-up. Tidak seperti program serupa lainnya, DeskAd dimulai dengan sangat diam-diam dan secara bertahap mengambil alih browser Anda.

Untuk alasan ini, terkadang tidak diperhatikan sampai masalah menjadi sangat serius sehingga hanya menginstal ulang sistem operasi yang dapat menyelesaikannya.

Cara paling umum untuk mendistribusikannya adalah melalui lampiran email, DeskAd membatalkan pendaftaran komputer sehingga dapat diluncurkan saat startup. Itu juga diputar, dan ini dapat menyumbat memori serta prosesor dan menyebabkan crash. Jika menginfeksi jaringan komputer, efeknya bisa sangat menghancurkan.

Dampak Adware
Adware adalah software yang dapat memberikan dampak baik namun juga terdapat sisi buruknya, tergantung dari sifat adware itu sendiri. Adware yang baik hanya dapat ter-install jika seseorang memberikan izin untuk melakukannya sementara Adware yang buruk akan ter-install sendiri tanpa izin dan bahkan tanpa disadari oleh penggunanya.

Adware yang baik, memberikan opsi untuk tidak di-install lagi melalui fitur tambah dan hapus di Control Panel Microsoft Windows, tetapi Adware yang buruk sulit untuk di-uninstall. Adware yang baik yang dikemas bersama aplikasi menampilkan iklan yang tidak berpotensi mengganggu.

Sebaliknya Adware yang buruk seringkali mengubah pengaturan browser dengan tujuan tampilan iklan yang lebih banyak dan seringkali aplikasi lain dengan alasan fitur tambahan.

Selain itu, Adware juga bisa menjadi useless program atau program yang tidak berguna sebab tambahan program dari instalasi program yang tidak hati-hati akan membuat perangkat bekerja lebih keras, ketidakstabilan sistem dan membuat bertambah banyaknya iklan yang ditampilkan. Hal ini dapat menyebabkan kinerja Personal Computer (PC) menjadi lambat, termasuk koneksi internet.

Selain itu, iklan yang sering muncul dan memiliki durasi waktu tertentu sebelum dapat ditutup akan membuat waktu user semakin berkurang saat mengerjakan pekerjaannya.

Cara Mengatasi Adware
1. Menggunakan Antivirus Terpercaya
Antivirus cukup ampuh untuk menangani Adware, sekalipun Anti Virus tidak menganggap Adware sebagai sebuah Virus yang berbahaya tetapi dengan menggunakan antivirus akan lebih aman karena jika terjadi penginstalan program yang tidak disadari penginstalannya akan langsung dihapus dan digagalkan oleh Antivirus.

Serta proteksi Internet saat memasuki situs yang mungkin berbahaya akan secara otomatis diberikan peringatan bahkan juga bisa secara langsung dicekal untuk mengakses situs tersebut.

2. Lebih Teliti dan Berhati-hati
Point yang ini berasal dari dalam diri pengguna yaitu dengan lebih teliti saat melakukan penginstalan suatu program harus dibaca dengan teliti dan membedakan yang mana iklan dan yang mana konten.

Biasanya saat melakukan instalasi software terdapat iklan yang akan terpasang jika pengguna tidak melakukan Custom Installation yang menyebabkan pengguna selain menginstal program yang dimaksud juga melakukan Instal Software program yang tidak diketahui karena kurang teliti dan terburu-buru saat melakukan instalasi.

Jika Anda melakukan Browsing di Internet, kunjungilah situs yang sudah terpercaya untuk menghindari situs yang secara  brutal menyerang pengguna dengan iklan yang tidak baik dan berlebihan. Hindarilah situs yang berlebihan dalam menampilkan iklan, tetapi jangan menggunakan Adblock karena dari situlah publisher atau pemilik website mendapatkan penghasilan dari kegiatannya menulis untuk publik yang dapat digunakan pengguna secara gratis.

3. Hapus Adware
Periksa aplikasi yang terinstal di komputer, biasanya adware menyalurkan iklan saat perangkat terhubung ke Internet. Dengan mendeteksi aplikasi yang menggunakan akses internet tetapi tidak begitu berguna maka program tersebut bisa dicurigai sebagai sumber adware.

Uninstal aplikasi yang dicurigai sebagai sumber dari adware, tetapi harus tetap hati hati jangan sampai salah melakukan Uninstall yang bias menyebabkan perangkatmu menjadi kacau.

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Kamus Sosiologi

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Adware: Pengertian, Penyebab, Cara Kerja, Jenis, Contoh, Dampak, dan Cara Mengatasinya"