Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Content Curation (Kurasi Konten): Pengertian, Manfaat, Model, Cara, dan Tipsnya

Pengertian Content Curation atau Kurasi Konten
Content Curation (Kurasi Konten)
Pengertian Content Curation (Kurasi Konten)
Content curation (kurasi konten) adalah proses menemukan dan mengumpulkan konten terbaik serta menyajikannya kepada audiens di media sosial secara terorganisir. Halnya content marketing, tujuan dari proses tersebut adalah untuk menambah nilai pada brand serta tetap menjalin hubungan dengan audiens lewat informasi-informasi yang disampaikan.

Namun, berbeda dengan pemasaran konten (content marketing), kurasi tidak melibatkan pembuatan konten Anda sendiri. Sebagai gantinya, Anda meneliti dan berbagi informasi yang dibuat oleh orang lain yang akan dihargai dan ditanggapi oleh audiens Anda.

Content Curation (Kurasi Konten) Menurut Para Ahli
1. Wikipedia, content curation atau kurasi konten merupakan sebuah proses pengumpulan segala informasi yang berkaitan atau relevan dengan topik atau bidang minat tertentu. Layanan atau juga orang yang menerapkan kurasi konten tersebut disebut curator (kurator). Layanan kurasi dapat digunakan oleh bisnis maupun pengguna akhir.
2. Rohit Bhargava, content curator adalah seseorang yang terus-menerus menemukan, mengelompokkan, mengatur, dan membagikan konten terbaik dan paling relevan pada masalah tertentu secara online. Sedangkan content curation berarti proses terus-menerus yang mendapatkan, mengelompokkan, mengatur, membagi konten terbaik yang paling pada bidang tertentu melalui media online.

Manfaat Content Curation (Kurasi Konten)
Kurasi merupakan hal sangat diperlukan terutama kita yang hidup di era informasi akan menuntut orang mengelola, mengatur, dan berbagi informasi dengan orang lain dengan efisien. Berikut beberapa manfaat content curation di antaranya,
1. Diakui Sebagai Ahli atau Pakar
Orang lain membangun kesan bisnis Anda dengan apa yang ditampilkan di depan mata mereka. Sehingga kemudian, Anda dapat mempertimbangkan dengan cermat apa yang Anda inginkan dari penggemar dan pengikut untuk memikirkan merek Anda.

2. Lebih Mudah untuk Membuat Konten daripada Membuatnya Sendiri
Kurasi merupakan bagian yang diperlukan dari strategi pemasaran konten Anda. Namun, menulis postingan blog, membuat video YouTube, atau melakukan snapchatting yang membutuhkan waktu dan energi.

3. Mengunggulkan Brand atau Merek
Dengan menunjukkan dan berbagi apa yang penting bagi bisnis Anda sebagai contoh misalnya seperti brand. Setiap kali orang melihat bisnis yang Anda miliki di feed dan layar melalui content curator, hal itu adalah hal yang mengunggulkan bisnis Anda dan membuatnya menjadi lebih maju, dibandingkan hanya Anda sendiri yang memposting barang bisnis Anda sendiri.

4. Mengembangkan Jaringan Anda
Saat membantu orang lain, orang lain pun juga akan membantu Anda. Berbagi dan mengumpulkan konten dapat membantu Anda membuat koneksi dengan para pemimpin dan influencer dalam industri Anda.

5. Mengembangkan Bisnis Anda
Jika Anda mendapatkan sesuatu yang layak untuk dikatakan, dibuat atau di-kuratori, maka tentu saja hal tersebut akan membuat Anda mendapat perhatian orang.

6. Tetap Up-To-Date, Terbaru dan Termutakhir
Mengkuratori dan berbagi konten membuat Anda tetap berada di jalur bisnis Anda. Menghabiskan waktu untuk menemukan, menyaring, dan membaca karya di dunia web, untuk industri Anda, tentulah hal tersebut membantu Anda mempelajari lebih lanjut tentang bisnis Anda.

Model Content Curation (Kurasi Konten)
Rohit Bhargava, model kurasi konten ini secara umum, terbagi menjadi 5 (lima) macam di antaranya,
1. Aggregation. Model content curation yang pertama adalah pengumpulan atau aggregation yang merupakan tindakan mengumpulkan informasi yang paling relevan tentang topik tertentu ke dalam satu tempat atau lokasi.
2. Distillation. Distilasi atau distillation adalah tindakan mengumpulkan informasi ke dalam format yang lebih sederhana di mana hanya gagasan yang paling penting atau relevan dibagikan.
3. Elevation. Ketinggian atau elevation adalah hal yang mengacu pada kurasi dengan tujuan mengidentifikasi tren atau wawasan yang lebih besar dari renungan harian yang lebih kecil yang diposting secara online.
4. Mashup. Kombinasi atau mashup adalah penjajaran curated yang unik di mana penggabungan konten yang ada digunakan untuk membuat sudut pandang baru.
5. Chronology. Kronologi atau chronology adalah suatu bentuk kurasi yang menyatukan informasi historis yang diselenggarakan berdasarkan waktu untuk menunjukkan pemahaman yang berkembang tentang suatu topik tertentu.

Cara Melakukan Content Curation (Kurasi Konten)
Berikut beberapa cara untuk melakukan content curation atau kurasi konten yang benar dan lebih efektif di antaranya,
1. Lakukan pada Niche atau Topik Tertentu
Berbagi hal menarik dengan teman dan jaringan Anda adalah sesuatu yang sudah dilakukan kebanyakan orang. Tetapi jika Anda ingin orang lain mulai melihat Anda sebagai sumber informasi terpercaya, Anda harus memilih niche dan topik Anda. Artinya kita tidak bisa menjadi ahli dalam segala hal.

2. Hanya Bagikan Hal-Hal yang Terbaik
Semakin banyak yang membuat hal yang lebih heboh merupakan kebiasaan yang sulit untuk berakhir. Tapi hal ini bukan soal volume. Jaringan Anda tertarik pada banyak hal, pilih yang terbaik yang berkenaan dengan bidang keahlian Anda.

3. Lakukan Secara Terus-menerus
Kita hidup di dunia yang cepat berubah. Berita keluar secara real-time, dan orang-orang pun berharap Anda selalu bisa melakukan update (pembaruan). Mereka akan berhenti mengikuti Anda jika Anda belum melakukan postingan dalam sebulan.

Tips Melakukan Content Curation (Kurasi Konten)
Menurut Hootsuite, sebelum mengurasi konten, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda pertimbangkan dengan baik di antaranya,
1. Apakah konten ini membantu audiens?
2. Sumbernya terpercaya atau tidak?
3. Seberapa unik dan layak konten ini untuk dibagikan?

1. Kenali audiens Anda
Cara pertama untuk melakukan content curation adalah dengan mengenali audiens Anda terlebih dahulu. Cari tahu apa minat mereka. Dengan begitu, Anda dapat membagikan konten yang relevan dengan audiens. Jangan membagikan konten sesuai dengan apa yang Anda suka, karena kita sedang berbicara mengenai prioritas pelanggan.

Sebagai contoh, Anda tertarik saat melihat konten mengenai tips marketing untuk pemula. Kendati demikian, konten tersebut tidak serta-merta Anda kurasi lalu dibagikan. Sebab, pada akhirnya hal ini terkait dengan bagaimana cara membantu audiens untuk terlepas dari masalahnya.

2. Memanfaatkan konten berharga
Konten berharga dalam hal ini adalah konten yang sekiranya belum diketahui oleh banyak audiens sebelumnya. Saat Anda melakukan content curation dan menemukan konten yang jarang diketahui banyak orang, segera kelola konten tersebut lalu bagikan kepada audiens. Sebab, menurut Content Marketing Institute, dengan melakukan hal tersebut audiens tentu akan kagum kepada Anda.

3. Cari konten dari berbagai sumber
Menurut Huffpost, mencari konten dari berbagai sumber, termasuk media sosial, sangat penting untuk menemukan konten yang berkualitas. Jangan ragu untuk mencari beragam sumber yang telah tersedia di internet untuk mengemas sebuah konten. Namun, perlu diingat untuk mencari sumber yang memiliki kualitas tinggi agar dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan.

4. Gunakan tool yang tepat
Untuk melakukan content curation, dibutuhkan tool yang tepat agar bisa maksimal. Jika ingin mencari konten-konten yang populer, Anda bisa memanfaatkan tool seperti BuzzSumo, Google Trend, Twitter Lists dan lain-lain. Dengan begitu, Anda akan mudah untuk melakukan kurasi konten.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Content Curation (Kurasi Konten): Pengertian, Manfaat, Model, Cara, dan Tipsnya"