Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Query Database: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Istilah Standarnya

Pengertian Query Database
Query Database
Pengertian Query Database
Query database adalah permintaan akan informasi yang diambil dan diterima dari database. Query dimanfaatkan sebagai bahasa pemrograman yang mampu memanipulasi data, menghapus, menambah, dan juga mengubah data.

Query dibuat menggunakan bahasa query yaitu sekumpulan kode khusus pre-defines yang mana database akan mampu memahami instruksi yang diinginkan. Bahasa standar yang digunakan untuk manajemen database adalah Structured Query Language (SQL).

Sementara bahasa query lain yang bisa memudahkan komunikasi database meliputi AQL, Datalog, dan DMX.

Fungsi Komponen Query
Dalam database tiap komponen dapat saling berinteraksi, adapun komponen-komponen tersebut di antaranya,
1. Data Definition Language (DDL). Berfungsi sebagai mendefinisi data yang terdapat dalam database. Komponen ini berisi perintah yang terdiri dari DROP, ALTER, CREATE.
2. Data Control Language (DCL). Data Control Language memiliki fungsi dalam database untuk memberi hak akses bagi user. Komponen ini berisi perintah yakni REVOKE.
3. Data Manipulation Language (DML). Data Manipulation Language berfungsi untuk mengubah/menambah value dari table tertentu yang terdapat dalam database. Komponen ini berisi perintah yang terdiri dari UPDATE, INSERT, SELECT dan DELETE.

Jenis Query
Umumnya query dibagi dalam dua jenis di antaranya,
1. Select query. Select query merupakan permintaan atas suatu informasi yang tersimpan dalam database.
2. Action query. Action query merupakan kegiatan updating (pembaharuan), insert (penambahan) maupun penghapusan sebagian atau keseluruhan informasi dalam database.

Query mampu memenuhi permintaan dan penyimpanan data dari banyak pengguna, itu sebabnya query disebut sebagai bagian terpenting pada proses pengolahan database. Adapun Structure Query Language (SQL) merupakan bahasa query yang menjadi standar manajemen database.

Cara Kerja Query
Cara kerja query yaitu dengan menambahkan maksud pada kode sehingga sistem bisa memahami dan menjalankan tindakan sesuai pesanan. Menggunakan SQL maupun bahasa lainnya, user dan database bisa bertukar informasi asalkan menggunakan bahasa yang sama.

Sementara itu, database yang didesain dengan baik menyimpan data dalam beberapa tabel. Semua tabel ini terdiri dari kolom yang menyimpan atribut data, beserta baris atau informasi. Query kemudian membantu mengambil data dari berbagai tabel, menyusunnya, lalu menampilkannya sesuai perintah.

Queri bisa berupa pemilihan (select), tindakan (action), atau keduanya. Pemilihan bisa mengambil informasi dari sumber data, dan tindakan berfungsi untuk manipulasi data, misalnya untuk menambah, mengubah, atau menghapus data.

User tingkat lanjut juga bisa menggunakan perintah query untuk melakukan berbagai tugas pemrograman, mulai dari membuat user MySQL dan memberikan izin hingga mengubah URL WordPress di database MySQL.

Berikut beberapa command query yang paling umum beserta fungsinya:
1. SELECT – mengambil data dari database. Ini merupakan salah satu command paling populer, karena setiap permintaan dimulai dengan query pemilihan.
2. AND – menggabungkan data dari satu atau beberapa tabel.
3. CREATE TABLE – membuat beberapa tabel yang berbeda dan menentukan nama setiap kolom di dalamnya.
4. ORDER BY – mengurutkan hasil data, baik secara numerik maupun abjad.
5. SUM – meringkas data dari kolom tertentu.
6. UPDATE – memodifikasi baris yang ada dalam tabel.
7. INSERT – menambahkan data atau baris baru ke tabel yang ada.
8. WHERE – memfilter data dan mendapatkan nilainya berdasarkan kondisi yang ditetapkan.

Untuk lebih banyak variasi, kombinasikan beberapa command di atas. Misalnya, pasangkan kueri SELECT dengan perintah lain seperti AND atau SUM untuk agregasi data atau menggabungkan hasil.

Selain menggunakan bahasa query untuk meminta informasi dari database, metode lainnya mencakup di antaranya,
1. Menggunakan parameter yang tersedia. Secara default, software database memiliki daftar parameter yang bisa ditentukan oleh user sesuai kebutuhan. Parameter ini menangani pertukaran informasi antara fungsi yang ditentukan pengguna (UDF) dan prosedur tersimpan (SP).
2. Query by Example (QBE). Database relasional menggunakan bahasa graphical query. Sistem akan menampilkan template kode, yang bisa Anda gunakan untuk menulis dan menentukan bidang serta nilai data. Jadi, Anda tidak perlu menulis pernyataan SQL dari nol dan cukup mengisi area kosong yang disediakan.
3. Menginstal plugin database. Plugin ini cocok bagi pemula, karena memungkinkan user melakukan berbagai tugas database (termasuk query) hanya dengan beberapa klik. Selain itu, beberapa plugin dilengkapi dengan fitur optimasi untuk memastikan performa terbaik.

Selain database, mesin pencari juga bisa membuat query dan mengambil informasi. Namun, istilah query dalam kedua teknologi ini berbeda. Kueri pencarian web mengacu pada kata kunci (keyword) yang diketik user di mesin pencari, sedangkan query database adalah tindakan tertentu untuk membuat permintaan informasi.

Istilah Standar Query Database
Berikut beberapa istilah standar yang mungkin ditemui saat membuat query database di antaranya,
1. Query string – bagian dari URL untuk meneruskan permintaan dari web ke database.
2. Query parameter – elemen yang ditambahkan ke akhir URL untuk menentukan kueri tertentu pada database.
3. Query folding – mengacu pada proses di mana Power Query diaktifkan guna mengubah perhitungan kompleks untuk optimasi query.
4. Query containment – terjadi ketika suatu query dimuat dalam query lainnya, apabila query tersebut tidak bergantung pada nilai data yang disimpan. 

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Query Database: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Istilah Standarnya"