Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

OKR: Pengertian, Sejarah, Cara Menyusun, Manfaat, dan Contohnya

Pengertian OKR atau Objectives and Key Results
OKR (Objectives and Key Results)
Pengertian OKR
OKR (Objectives and Key Results) adalah salah satu cara yang diciptakan tim dan individu terhadap target yang sangat ambisius, namun diterapkan dengan cara yang cukup objektif dan realistis. Metode ini memiliki dua unsur, yaitu objective dan key result.

objective merupakan target atau tujuan utama suatu kompetisi yang hendak dicapai oleh sebuah perusahaan, personal, maupun organisasi. Sehingga, objective harus bersifat ambisius, realistis, dan cenderung lebih kualitatif.

Sementara, key result merupakan suatu tindakan yang terukur dan data yang dihasilkan bersifat kuantitatif. Dengannya, setelah objective ditentukan maka pimpinan dan tim perlu menentukan key result dari tujuan utama tersebut.

Perlu diperhatikan juga bahwa key result mempunyai rentang waktu tertentu (time bound) dengan tetap memperhatikan keputusan bersama dalam perusahaan atau tim.

Sejarah Terciptanya OKR
OKR pertama kali lahir dan dikembangkan oleh Peter Drucker pada tahun 1954. Pada awalnya, metode tersebut dikenal dengan sebutan MBO (Management By Objectives). Pada tahun 1968, Andy Grove membangun perusahaan teknologi bernama Intel dengan menggunakan metode MBO.

Kemudian metode tersebut dimodifikasi menjadi sistem OKR. Tahun 1974 John Doerr masuk ke perusahaan Intel dan mempelajari metode OKR secara komprehensif, serta mengimplementasikannya secara keseluruhan. John Doerr juga bekerja sebagai venture capitalist yang berinvestasi di Google pada tahun 1999.

Sebagai seorang konsultan juga dia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan kepada founder dari Google, yaitu Sergey Brin dan Larry Page terkait OKR. Sejak saat itulah hingga sekarang, Google sukses mengembangkan bisnis dengan menggunakan metode tersebut dan telah diterapkan juga diterapkan di berbagai startup di seluruh dunia.

Cara Menyusun OKR
Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menyusun indikator keberhasilan metode ini di antaranya,
1. Pilih tool yang akan digunakan
Setelah memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam perusahaan memiliki pemahaman tentang OKR, pilihlah tool yang akan digunakan. Tool yang dimaksud dapat berupa spreadsheet sederhana hingga software khusus.

Apa pun jenis tool yang digunakan, pastikan bahwa semua orang memiliki akses yang mudah untuk memantau, mengikuti, dan mengelolanya masing-masing. Pengelola metode tersebut juga perlu memiliki akses terhadap Objectives and Key Results yang telah dipenuhi maupun yang akan datang.

2. Merancang OKR
Saat merancang OKR, ada dua pertanyaan utama yang menjadi acuan di antaranya,
a. Apa tujuan yang harus dicapai?
b. Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut?

Tujuan yang ditetapkan pada pertanyaan yang pertama idealnya konkret dan ambisius. Namun, perusahaan harus menjaganya tetap realistis melalui langkah-langkah yang menjadi jawaban dari pertanyaan kedua. Semua langkah tersebut harus dapat diukur.

Penyusunan Objectives and Key Results harus melibatkan semua pihak tanpa adanya dikte maupun mandat dari pihak tertentu. Setiap level jabatan harus menentukan tidak lebih dari 5 tujuan utama yang terdiri dari maksimum 4 hasil kunci. Jangka waktunya dapat beragam, tergantung kesepakatan dalam perusahaan.

3. Menyusun OKR perusahaan
OKR perusahaan biasanya disusun oleh para CEO atau orang-orang pada kursi kepemimpinan tertinggi karena mereka memahami hal terpenting yang dibutuhkan perusahaan. Objectives and Key Results pada level ini merupakan gambaran besar yang mewakili seluruh perusahaan.

4. Menyusun OKR tim
OKR tim disusun dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan manajer dengan CEO atau pimpinan tertinggi untuk menyusun rancangan metode tersebut. Kemudian, manajer mendiskusikan rancangan Objectives and Key Results bersama anggota tim dalam tahap selanjutnya.

Tim yang bertanggung jawab harus menggambarkan prioritas tim tersebut dan bukan perorangan.

5. Menyusun OKR perorangan
Objectives and Key Results perorangan menunjukkan berbagai hal yang perlu dikerjakan oleh masing-masing anggota tim. Setiap anggota tim harus memenuhi tugas-tugas yang tertera pada OKR perorangan dalam batas waktu yang telah ditentukan. Dari sinilah manajer dapat memantau kemajuan anggota timnya.

6. Mengevaluasi OKR
Perusahaan harus mengevaluasi OKR untuk mengetahui sejauh apa tujuan telah tercapai. Pada umumnya, pencapaian yang sukses berada pada rentang 60-70%. Persentase pencapaian kurang dari rentang tersebut belum tentu menandakan kegagalan, melainkan target yang hendak dicapai terlampau tinggi.

Sebaliknya, persentase keberhasilan Objectives and Key Results yang selalu mencapai 100% dapat menandakan bahwa target perusahaan kurang ambisius. Jika demikian, maka perusahaan perlu menilai kembali target yang hendak dicapai untuk jangka waktu berikutnya.

Manfaat Menggunakan OKR
Terdapat beberapa manfaat yang bisa dirasakan perusahaan ketika mampu menerapkan metode OKR di antaranya,
1. Menyatukan Perusahaan
Karena OKR sifatnya menurun dan memiliki keterkaitan yang erat antar tiap divisinya, maka hal tersebut akan mampu menyatukan perusahaan secara efektif. Komunikasi yang terjalin pada setiap karyawan pun akan terjalin dengan baik, sehingga mampu meminimalisir adanya ego antar tiap divisi.

2. Karyawan Dapat Bekerja Lebih Jelas dan Fokus
Selain itu, OKR juga mampu memberikan keuntungan bagi produktivitas karyawan, karena para karyawan akan mengetahui apa yang harus mereka kerjakan secara lebih jelas, dan hal tersebut mampu membuat mereka untuk bisa lebih fokus dalam mengerjakan tugasnya.

3. Transparan
OKR dibuat agar seluruh pihak yang ada di dalam perusahaan bisa lebih mudah mengerti dan memprioritaskan transparansi yang ada. Terdapat suatu guideline khusus dalam mengerjakan tugas saat menerapkan OKR, sehingga akan memudahkan setiap tim untuk memantau performa nya masing-masing dengan target yang sebelumnya memang sudah dibuat.

Nantinya, evaluasi tersebut akan dilakukan secara rutin dan yang akan memberikan penilaian adalah para karyawan itu sendiri.

Selain itu, kinerja yang dilakukan oleh karyawan juga akan mampu terpantau secara transparan sehingga seluruh tim bahkan pihak manajemen pun bisa mengetahui performa setiap masing-masing karyawannya.

4. Mempercepat Hasil
Dengan adanya transparansi dalam OKR, maka akan lebih memudahkan setiap karyawan untuk memantau performanya masing-masing. Perusahaan pun akan lebih cepat untuk mendapatkan segala hasil yang diinginkan karena karyawan yang dimiliki perusahaan bisa lebih fokus lagi dalam meningkatkan performanya.

Contoh Pembuatan OKR
Berikut contoh case study pembuatan dari objective and key result pada sebuah digital marketing agency.
Pertama, Anda perlu untuk membuat OKR untuk perusahaan terlebih dahulu.
Objective perusahaan: meningkatkan reputasi bisnis perusahaan di tingkat nasional
Key result:
a. Mendapatkan revenue perusahaan sebesar 1 miliar
b. Mendapatkan kerja sama dengan 500 klien baru dalam setahun
c. Membuka 3 cabang baru di 3 provinsi berbeda di Indonesia
d. Mengurangi kesalahan dalam rilis produk sebesar 35%
e. Merilis 20 produk perusahaan dalam setahun

Kedua, dari poin-poin di atas dapat diturunkan kepada masing-masing divisi dengan skema sebagai berikut. Kami akan memberikan contoh untuk dua divisi saja, untuk berikutnya dapat Anda tambahkan sendiri sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Objective divisi business development:  mendapatkan 200 klien baru dalam setahun
Key result:
a. Menghubungi 50 calon klien setiap minggunya
b. Melaksanakan pitching dengan calon klien sebanyak 10 setiap minggunya

Objective divisi product developer: rilis 10 produk dalam setahun
Key result:
a. Menambahkan 3 divisi tim untuk mobile dan web developer.
b. Merilis 2 produk baru setiap 3 bulan.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "OKR: Pengertian, Sejarah, Cara Menyusun, Manfaat, dan Contohnya"