Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metaverse: Pengertian, Sejarah, Cara Kerja, Opsi Kegiatan, dan Contohnya

Pengertian Metaverse atau Metasemesta
Metaverse (Metasemesta)
Pengertian Metaverse
Metaverse atau Metasemesta adalah bagian Internet dari realitas virtual bersama yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata dalam dunia internet tahap kedua. Metaverse merupakan gabungan dari kata “meta-” awalan dari bahasa Yunani asli yang berarti “melampaui”, dan “verse” berasal dari kata “alam semesta”. Istilah ini pertama kali digunakan dalam sastra oleh Neal Stephenson dalam novel dystopia-nya tahun 1992 yang berjudul Snow Crash.

Facebook mendefinisikan metaverse sebagai satu set ruang virtual di mana Anda dapat membuat dan menjelajahinya dengan orang lain yang tidak berada di ruang fisik yang sama dengan Anda. Meskipun teknologi metaverse masih bertahun-tahun lagi untuk direalisasikan sepenuhnya, diharapkan pada akhirnya akan menjadi tempat di mana Anda dapat bekerja, bermain, belajar, berkreasi, berbelanja, dan berinteraksi dengan teman dalam lingkungan virtual online.

Facebook telah banyak berinvestasi dalam metaverse melalui headset Oculus VR-nya, yang bisa dilihat pada teknologi kacamata AR dan teknologi gelang. Pada September 2021, Facebook mengumumkan investasi $50 juta dalam penelitian global dan mitra program untuk memastikan bahwa teknologi metaverse akan dikembangkan secara bertanggung jawab.

Sejarah Metaverse
Istilah metaverse pertama kali digunakan dalam sastra oleh Neal Stephenson dalam novel dystopia-nya tahun 1992 yang berjudul Snow Crash. Dalam buku tersebut, metaverse disajikan sebagai evolusi terakhir dari internet yakni semacam realitas virtual di mana setiap interaksi virtual dapat berdampak langsung pada dunia nyata juga. Buku ini cukup banyak meringkas apa itu metaverse.

Metaverse bisa dikatakan sebagai ruang virtual yang persisten secara fisik di mana ada avatar virtual, interaksi sosial digital, dan permainan di antara banyak hal unik yang kami kaitkan dengan metaverse hari ini. Snow Crash juga menggarisbawahi bagaimana metaverse dalam cerita mempengaruhi perkembangan di dunia nyata sang protagonis, termasuk konspirasi yang membuat orang-orang yang otaknya terhubung dengan dunia maya menjadi gila.

Sejak buku tersebut dirilis, beberapa buku, film, dan acara televisi lainnya telah mencoba konsep serupa tersebut hingga tingkat yang berbeda-beda. Tapi benang merahnya adalah bahwa metaverse adalah realitas virtual di mana, tergantung pada kemajuan zaman, orang akan dapat melakukan semua yang mereka lakukan dalam kehidupan nyata.
 
Cara Kerja Metaverse
Jadi jika menggabungkan 3 hal diatas, maka Metaverse adalah realitas digital yang menggabungkan aspek media sosial, game online, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan cryptocurrency untuk memungkinkan pengguna berinteraksi secara virtual. Augmented reality melapisi elemen visual, suara, dan input sensorik lainnya ke pengaturan dunia nyata untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Saat metaverse mulai tumbuh dan umum digunakan, dunia virtual ini akan menciptakan ruang online di mana interaksi pengguna lebih multidimensi daripada dukungan teknologi saat ini. Alih-alih hanya melihat konten digital, pengguna di metaverse akan dapat langsung terlibat dalam ruang di mana dunia digital dan fisik bertemu.

Opsi Kegiatan dalam Metaverse
Sebagai dunia virtual, metaverse adalah sebuah lingkungan yang menyediakan banyak opsi kegiatan bagi penggunanya. Hal ini terlihat dari inisiatif Meta dan Mark Zuckerberg untuk menjalin hubungan kerja sama dengan banyak perusahaan ternama.

Namun, tak terpaut dengan kampanye perusahaan, ada banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan masyarakat awam pada platform ini di antaranya,
1. Konser virtual
Salah satu hal yang bisa Anda lakukan dalam metaverse adalah menonton konser virtual dalam lingkungan metaverse. Konsepnya hampir serupa dengan menonton konser secara langsung. Dengan bantuan teknologi, Anda akan merasakan suasana otentik konser bersama pengguna lain dalam metaverse.

2. Melihat serta membeli karya seni dan pakaian
Hal lainnya yang bisa dilakukan di dalam metaverse adalah melihat serta membeli karya seni dan pakaian. Menurut Wired, sistem jual beli karya seni dalam metaverse hadir dalam bentuk NFT. Pengguna nanti bisa melihat dan membeli hak kepemilikan karya seni dari perusahaan atau seniman jika mereka tertarik.

Tak hanya itu, pengguna juga bisa mencoba dan membeli pakaian secara langsung dari perusahaan. Pakaian ini nantinya dapat digunakan oleh avatar atau ditampilkan pada akun media sosial si pembeli. Konsep pakaian ini disebut juga sebagai digital fashion, dan sudah mulai diperjual belikan oleh banyak perusahaan pakaian ternama.

3. Main game
Untuk pengguna yang gemar bermain game, metaverse dapat menjadi platform yang cukup menyenangkan. Sebab, banyak perusahaan video game ternama yang sudah bekerja sama dengan perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut.

Di dalamnya, Anda bisa menikmati ragam permainan dari perusahaan layaknya Epic Games yang mengeluarkan Fortnite. Untuk bermain, Anda memerlukan teknologi khusus seperti oculus rift agar bisa “masuk” ke dunia virtual metaverse.

4. Bekerja
Terakhir, metaverse adalah sebuah platform yang dapat digunakan perusahaan dan pengguna untuk bekerja. Dari CNBC, metaverse bisa menjadi hal baru bagi pekerja yang terjebak dengan sistem shift kerja work from home di tengah pandemi Covid-19.

Tak sekadar dapat melihat rekan kerja dan atasan seperti aplikasi meeting online, karyawan bisa langsung bergabung bersama di kantor virtual metaverse. Facebook sendiri bahkan telah meluncurkan software meeting untuk metaverse yang disebut dengan Horizon Workrooms. Ia bisa digunakan dengan headset VR, kacamata AR, dan oculus rift supaya pekerja bisa merasa layaknya di kantor sungguhan.

Menurut Augustman, banyak pengalaman lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna dalam metaverse. Hal ini akan diutamakan karena Meta ingin menyediakan pengalaman penggunaan terbaik bagi masyarakat dan perusahaan.

Pengguna juga nantinya akan memiliki kemampuan berteleportasi dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya.  Sebab, perusahaan-perusahaan baru akan terus bekerja sama dan mencari cara untuk bisa menghubungkan platform satu sama lain dalam metaverse.

Contoh Metaverse
Perkembangan teknologi juga memungkinkan adanya metaverse. Dengan adanya kecerdasan buatan (AI) yang sudah semakin canggih, metaverse juga tak diragukan lagi pertumbuhannya. Berikut beberapa contoh perusahaan yang sudah menerapkan teknologi metaverse di produk atau aspek lain dari bisnis mereka di antaranya,
1. Meta
Di Oktober 2021, Mark Zuckerberg mengumumkan adanya perubahan nama pada perusahaan yang sudah didirikan sejak 2004 tersebut menjadi Meta. Meta mengembangkan berbagai jenis produk berbasis VR, di antaranya adalah game dengan menggunakan teknologi VR dan kantor dengan teknologi VR (Horizon Workrooms). Dalam dunia virtual tersebut, pengguna dapat merasakan kehadiran orang lain. Harapannya adalah pengguna akan mendapatkan pengalaman unik yang belum pernah didapatkan sebelumnya.

2. Microsoft Metaverse
Saat ini, Microsoft (perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates) dikabarkan sudah mulai mengembangkan perusahaannya dengan konsep metaverse. Perusahaan software terbesar untuk sistem operasi berbasis Windows ini sudah menggunakan hologram serta terus mengembangkan aplikasinya.

Saat ini, Microsoft dikabarkan sudah mulai mengembangkan perusahaannya dengan konsep metaverse. Perusahaan kembangan Bill Gates ini telah menggunakan hologram untuk berbagai keperluan seperti online meeting dan presentasi.

Kabarnya, perusahaan ini akan mengadaptasi sistem operasi Windows untuk menciptakan metaverse versi korporat. Microsoft PowerPoint dan Excel juga dirumorkan  untuk dapat digunakan secara virtual dengan menghadirkan avatar digital.

Nantinya, pengguna dapat saling berbagi file dan berbincang di dunia virtual. Aplikasi meeting Microsoft Teams juga diberitakan untuk mengadaptasikan konsep metaverse untuk menciptakan pengalaman berbasis AR dan VR.

Microsoft juga memiliki Mesh, sebuah platform mixed reality yang mampu menghadirkan objek-objek virtual (hologram) yang sama dengan versi nyatanya, seakan-akan kita benar-benar bersebelahan dengan berbagai hal dalam hologram tersebut.

3. Roblox
Selain Facebook dan Microsoft, Roblox juga turut meramaikan metaverse. Game yang diluncurkan pada tahun 2006 ini telah berhasil mengembangkan lingkungan virtual dengan menggabungkan konsep metaverse dengan teknologi VR dan AR.

Seperti Meta dan Microsoft, pengguna Roblox juga dapat membuat rumah, bermain, bekerja secara virtual.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Metaverse: Pengertian, Sejarah, Cara Kerja, Opsi Kegiatan, dan Contohnya"