Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gaming Disorder: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Pengertian Gaming Disorder atau Game Addiction atau kecanduan game
Gaming Disorder (Game Addiction)
Pengertian Gaming Disorder
Gaming disorder (game addiction) atau kecanduan game adalah kebiasaan atau pola bermain game yang berkepanjangan. Gaming Disorder ditandai dengan keinginan yang tidak terkontrol dan gigih untuk bermain video dan komputer, yang dapat berbahaya terhadap kesejahteraan seseorang.

Pada tahun 2018, World Health Organization (WHO) menggolongkan gaming disorder dalam International Classification of Diseases (ICD-11). Menurut ICD 11, orang – orang dengan gaming disorder mengalami kesulitan mengontrol jumlah waktu yang mereka habiskan untuk bermain game digital atau video.

Mereka juga memprioritaskan gaming daripada aktivitas lain dan mengalami efek negatif dari perilaku bermainnya tersebut. Gaming disorder memiliki kesamaan dengan Internet Gaming Disorder (IGD), yang telah diberi label oleh American Psychiatric Association (APA).

Sejumlah penelitian menemukan bahwa jumlah penderita gaming disorder mencapai antara 1 persen dan 10 persen dari pengguna game aktif. Ini berarti 9 dari 10 pemain game dapat bermain tanpa membawa dampak serius pada kehidupan mereka.

Kebanyakan penelitian dari kecanduan game dan penyimpangannya telah dilakukan pada orang dewasa, remaja dan dewasa muda, dan ditemukan bahwa kemungkinan perilaku tersebut dapat mempengaruhi semua usia.

Penelitian juga menemukan bahwa anak laki – laki dan pria muda lebih mungkin mengalaminya daripada anak perempuan dan wanita muda. Dalam sebuah penelitian di Jerman pada tahun 2017 kepada kelompok usia 12-25 tahun, perkiraan penyimpangan game ini sebesar 8,4% pada pria dan 2,9% wanita.

Gaming Disorder Menurut Para Ahli
1. Siregar (2013), game addiction adalah salah satu bentuk adiksi yang disebabkan oleh adanya pemikiran secara terus menerus sehingga menimbulkan perilaku yang excessive dimana pemain menunjukkan motivasi tinggi dalam bermain dan pemain dapat menghabiskan waktu lebih dari 35 jam per minggu untuk bermain.
2. Yee (2006), game addiction adalah perilaku seseorang yang ingin terus bermain game dan menghabiskan banyak waktu serta dimungkinkan individu yang bersangkutan tidak mampu mengontrol atau mengendalikannya.
3. Aini dkk (2001), game addiction adalah suatu kondisi yang mengacu pada suatu aktivitas atau perilaku yang dilaksanakan oleh seseorang secara berulang kali, berlebihan atau kompulsif yang menyebabkan seseorang individu menjadi tidak terkendali dan kehilangan kontrol terhadap sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan kepuasan tertentu hingga pada akhirnya berpotensi menimbulkan dampak negatif baik fisik maupun psikorasional.
4. Weinstein (2010), game addiction adalah menggunakan game secara berlebihan atau komplusif yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Seseorang yang mengalami kecanduan pada game akan menggunakan game secara terus menerus, mengisolasi diri dari kontak sosial, dan lebih fokus untuk pencapaian dalam bermain game dan mengabaikan hal-hal lainnya

Gejala Gaming Disorder
Untuk bisa disebut menderita gaming disorder, seseorang perlu mengalami lima atau lebih gejala-gejala di bawah ini dalam kurun waktu 12 bulan di antaranya,
1. Bermain game dijadikan sebagai kegiatan utama. Selalu teringat game yang telah dimainkan sebelumnya dan selalu tidak sabar untuk kembali melanjutkan bermain game.
2. Saat tidak sedang bermain game, mulai muncul rasa marah, sedih, atau gangguan kecemasan.
3. Merasa butuh bermain game, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk melakukannya.
4. Tidak dapat mengendalikan keinginan untuk main game.
5. Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain, melakukan hobi lain yang sebelumnya dimiliki, maupun kegiatan menyenangkan selain bermain game.
6. Tetap bermain game secara berlebihan meski tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kecanduan dan menimbulkan masalah psikososial.
7. Tidak mendengarkan nasihat dari keluarga, terapis, maupun teman mengenai kebiasaan bermain game yang sudah sampai pada tahap yang meresahkan.
8. Menggunakan game sebagai satu-satunya cara untuk mengembalikan suasana hati yang buruk.
9. Kebiasaan bermain game sudah memberikan dampak buruk terhadap hubungan dengan orang lain, pekerjaan, maupun pendidikan.

Sementara American Psychological Association menggolongkan beberapa gejala yang mengarah kepada gaming disorder di antaranya,
1. Fokus yang terlalu intens pada permainan internet
2. Terdapat tanda kemunduran ketika permainan dijauhkan darinya seperti sedih, gelisah dan mudah marah.
3. Tidak mampu mengurangi bermain, usaha tidak berhasil untuk berhenti bermain
4. Mengorbankan aktivitas lain dan kehilangan minat pada aktivitas lain yang tadinya dapat dinikmati
5. Terus lanjut bermain walaupun mendatangkan banyak masalah dan mengetahui konsekuensinya.
6. Membohongi anggota keluarga atau orang lain mengenai waktu yang dihabiskan untuk bermain
7. Penggunaan internet gaming untuk melegakan suasana hati negatif seperti rasa bersalah atau putus asa.
8. Beresiko atau membahayakan pekerjaan atau hubungan karena internet gaming.

Penyebab Game Disorder
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami game addiction menurut Yee (2005) di antaranya,
1. Relationship, didasari oleh keinginan untuk berinteraksi dengan permainan, serta adanya kemauan seseorang untuk membuat hubungan yang mendapat dukungan sejak awal, dan yang mendekati masalah-masalah dan isu-isu yang terdapat di kehidupan nyata.
2. Manipulation, didasari oleh pemain yang membuat pemain lain sebagai objek dan memanipulasi mereka untuk kepuasan dan kekayaan diri. Pemain yang didasari oleh faktor ini, sangat senang berlaku curang, mengejek dan mendominasi pemain lain.
3. Immersion, didasari oleh pemain yang sangat menyukai menjadi orang lain. Mereka senang dengan alur cerita dari dunia khayal dengan menciptakan tokoh yang sesuai dengan cerita sejarah dan tradisi dunia tersebut.
4. Escapism, didasari oleh pemain yang senang bermain di dunia maya hanya sementara untuk menghindar, melupakan dan pergi dari stres dan masalah di kehidupan nyata.
5. Achievement, didasari oleh keinginan untuk menjadi kuat di lingkungan dunia virtual, melalui pencapaian tujuan dan akumulasi dan item-item yang merupakan simbol kekuasaan.

Sedangkan menurut Young (2011), terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab game addiction di antaranya,
1. Rendahnya self-esteem
Seseorang yang mengalami kecanduan game akan memersepsikan dirinya sendiri lebih buruk dari pada karakter gamenya, dan mereka akan memersepsikan karakter game mereka lebih buruk dari pada diri ideal mereka.

Mereka memiliki kecenderungan untuk mengatasi kelemahan mereka melalui game. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya kecenderungan untuk ketergantungan pada game.

2. Rendahnya efikasi diri
Individu yang mengalami kecanduan game memiliki keyakinan yang rendah terhadap kemampuannya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Sehingga mereka cenderung mengabaikannya dengan bermain game.

Sementara menurut Marsyah (2016), faktor-faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya adiksi bermain game di antaranya,
1. Lingkungan yang kurang terkontrol, karena melihat teman-temanya yang lain banyak yang bermain game.
2. Kurang memiliki hubungan sosial yang baik, sehingga remaja memilih alternatif bermain game sebagai aktivitas yang menyenangkan.
3. Harapan orang tua yang melambung terhadap anaknya untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti kursus-kursus atau les-les, sehingga kebutuhan primer anak, seperti kebersamaan, bermain dengan keluarga menjadi terlupakan.

Penanganan Game Disorder
Karena gaming disorder merupakan suatu kondisi kelainan yang baru ditetapkan, tahapan perawatannya pun belum dapat dijabarkan secara jelas. Meski begitu, penanganan kecanduan lainnya, seperti kecanduan berjudi, memiliki kemungkinan untuk dapat diterapkan dalam mengatasi kecanduan bermain game.

Kecanduan judi biasanya diatasi dengan terapi, pemberian obat (medikasi), dan menghadiri pertemuan atau perkumpulan yang ditujukan untuk saling mendukung kesembuhan sesama pecandu. Beberapa langkah perawatan berikut juga mungkin dapat digunakan sebagai pilihan perawatan gaming disorder di antaranya,
1. Edukasi. Perawatan dijalankan dengan memberikan pengetahuan mengenai bahaya kecanduan games terhadap kesehatan mental serta mengenai gaming disorder secara keseluruhan.
2. Mencoba pengobatan yang umum digunakan untuk kondisi kecanduan. Perawatan ini umumnya termasuk membantu penderita mengontrol keinginannya, bagaimana menghadapi pikiran-pikiran tidak rasional yang muncul, serta belajar untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi.
3. Intrapersonal. Perawatan ini akan membantu seseorang untuk menguasai identitas dirinya sendiri, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan kecerdasan emosional.
4. Interpersonal. Pada langkah ini, penderita akan diajarkan untuk memperbaiki kemampuan komunikasi mereka, membangun harga diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta berinteraksi dengan orang lain.
5. Bantuan keluarga. Apabila kecanduan game yang dialami membuat hubungan dengan keluarga semakin memburuk, keluarga juga dianjurkan untuk berpartisipasi dalam terapi tersebut.
6. Menjalani gaya hidup baru. Untuk mencegah terjadinya kecanduan bermain game, seseorang harus dapat mengenali kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya dan menemukan kegiatan lain selain bermain game yang dianggap menyenangkan.

Langkah-langkah perawatan di atas hanya merupakan saran dari banyak pilihan untuk mengatasi gaming disorder. Jika kondisi ini juga disertai kondisi lain, seperti gangguan kecemasan dan depresi, perawatan lanjutan perlu dilakukan.

Meski bermain game tidak selalu akan berakhir dengan gaming disorder. Kondisi ini pun dipercaya hanya menyerang sebagian kecil dari sekian banyak orang yang menggemari game. Meski demikian, Anda tetap perlu waspada akan kemungkinan terjadinya kecanduan.

Walau kadang tidak disadari, mulai sekarang, Anda disarankan untuk lebih memerhatikan durasi yang Anda habiskan untuk bermain game. Anda juga perlu lebih memerhatikan apakah kebiasaan tersebut mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, memengaruhi kesehatan fisik dan mental, serta hubungan Anda dengan orang lain.

Secara tidak sadar, kebiasaan bermain game yang berlebihan terkadang merupakan cara yang Anda lakukan untuk menutupi kondisi lain yang dirasakan. Misalnya, depresi dan gangguan kecemasan. Mengobati kondisi yang mendasari tersebut dapat membantu Anda terhindar dari ketergantungan terhadap game.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Gaming Disorder: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya"