Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Work Life Integration: Pengertian, Cara, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pengertian Work Life Integration
Work Life Integration
Pengertian Work Life Integration
Work Life Integration adalah pendekatan yang menggabungkan dua sisi bagian dari hidup yakni pekerjaan dengan urusan pribadi. Work-life integration menyinergikan keduanya, bukan kedua hal yang terpisah halnya work-life balance.

Dalam work life balance, karyawan akan lebih mudah stres dan tertekan ketika salah satu antara pekerjaan dan kehidupan personal sudah saling tumpang tindih dan melebihi porsinya. Sementara konsep work-life integration menggunakan pendekatan ke seluruh bagian dari hidup.

Anda tidak terlalu memedulikan tentang apa itu waktu kerja atau waktu pribadi. Sebaliknya Anda bisa lebih fleksibel dan fokus pada kapan waktu terbaik untuk melakukan hal-hal tersebut serta melihat setiap aktivitas sebagai bagian dari keseluruhan, bukan pengelompokan.

Cara Menerapkan Work Life Integration
Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan pendekatan work life integration di antaranya,
1. Ubah pola pikir
Cobalah mengubah pola pikir dengan tidak mengotak-ngotakkan pekerjaan dan kehidupan. Terimalah gagasan bahwa pekerjaan merupakan bagian dari kehidupan yang terkadang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dapat membantu Anda mengelola ekspektasi dan menghindari perasaan stres atau tertekan karena beban kerja.

2. Fokus pada produktivitas, bukan pada waktu yang dihabiskan
Alih-alih memikirkan berapa jam yang Anda habiskan sehari untuk bekerja dan kehidupan personal, yang terpenting dalam work life integration adalah bagaimana membuat waktu terpakai secara signifikan dan bermakna.

3. Analisa kebutuhan
Work life integration pada setiap orang tidak bisa sama. Cara Anda mengelola waktu bergantung pada komitmen personal dan profesional yang Anda miliki. Untuk itu cobalah menganalisa kebutuhan dalam pekerjaan dan kehidupan Anda untuk menentukan gambaran prioritas yang paling sesuai.

4. Lihat kapan dan di mana Anda paling produktif
Pada saat menerapkan work life integration Anda mungkin akan memperkirakan jadwal yang paling sesuai dengan kesibukan Anda. Karena itu analisa dan lihat kapan dan di mana kondisi terbaik Anda melakukan pekerjaan di antara aktivitas harian. Hal ini penting untuk mengantisipasi penurunan kualitas kerja.

5. Bagi waktu kerja dalam waktu singkat
Cobalah membagi waktu kerja dalam beberapa durasi terpisah. Hal ini bisa diterapkan pada saat remote working atau work from home.

Misalnya, bagi waktu bekerja selama 45 hingga 60 menit. Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan di durasi itu, lakukanlah aktivitas lain yang menyenangkan seperti membaca buku, beristirahat atau berolahraga, kemudian berikan waktu untuk bekerja kembali seperti sebelumnya

Kelebihan Work Life Integration
1. Bisa Bekerja dengan Fleksibel
Kelebihan work life integration salah satunya adalah bisa bekerja sambil bersantai dan tidak harus menyempatkan diri mengikuti jadwal kerja yang kaku. Intinya adalah Anda bisa bekerja kapan saja dan di mana saja, asalkan pekerjaan Anda beres.

2. Hubungan dengan Keluarga Lebih Terjaga
Bekerja fleksibel juga bisa membantu Anda membangun hubungan yang sehat dengan keluarga, karena Anda jadi bisa menyempatkan waktu untuk menghadiri acara keluarga, liburan bareng, atau main dengan anak-anak. Anda juga tidak akan merasa terbebani dengan tanggung jawab bekerja penuh karena masih ada waktu mengurus keluarga.

3. Level Stres yang Rendah
Kebiasaan bekerja penuh akan menyedot energi dan pikiran, sedangkan bekerja fleksibel memungkinkan kita untuk bebas bersosialisasi. Maka dari itu, work life integration dianggap bisa meningkatkan well-being karena tingkat stres kita jadi berkurang.

Kekurangan Work Life Integration
1. Membutuhkan kemampuan multitasking
Salah satu kekurangan bekerja dengan work life integration adalah membutuhkan kemampuan kita mengorganisir tugas dengan baik. Jadi, tak heran bila tak terbiasa multitasking, energi kita banyak terbuang untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Meskipun demikian, multitasking itu tidak selamanya baik. Multitasking bisa membuat fokus kita terpecah sehingga kita gagal bekerja efektif.

2. Harus pandai memanajemen waktu
Selain mengorganisir tugas, melaksanakan pekerjaan di sela-sela keseharian bisa membuat kita kewalahan jika kita tidak bisa memanajemen waktu dengan baik. Maka dari itu, mulailah meningkatkan skill manajemen waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kamu mulai dari sekarang.

3. Berpotensi mengurangi fokus
Meskipun work life integration mempromosikan gaya hidup sehat dan fleksibel, Anda tetap harus menghadapi tantangan ekstra, yakni berfokus pada pekerjaan. Keseringan multitasking dalam pekerjaan bisa menyebabkan berkurangnya atensi dari waktu ke waktu, sehingga akan berpengaruh pada produktivitas Anda. 

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Work Life Integration: Pengertian, Cara, Kelebihan, dan Kekurangannya"