Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lupa: Pengertian, Faktor Penyebab, Proses, Teori, Cara mengatasi, dan Lupa Sebagai Tanda Kecerdasan

Pengertian Lupa
Lupa
Pengertian Lupa
Lupa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah lepas dari ingatan; tidak dalam pikiran (ingatan) lagi; tidak teringat; tidak sadar (tahu akan keadaan dirinya atau keadaan sekelilingnya, dan sebagainya); lalai; tidak acuh. Sederhananya, lupa adalah hilangnya kemampuan untuk mengungkapkan kembali informasi yang telah diterima.

Hal ini mungkin disebabkan karena informasi tidak disimpan dengan baik. Sebagian ahli psikologi kognitif mempercayai bahwa lupa terjadi karena interferensi atau terhalang oleh informasi yang lain. Dengannya, fenomena ini dapat terjadi pada siapa pun baik anak-anak, remaja, orang tua, guru, pejabat, profesor, petani dan sebagainya.

Di sisi lain, lupa merupakan suatu hal yang dapat membantu individu untuk menghilangkan ingatan-ingatan negatif yang menghambat perkembangan dirinya. Lupa terhadap kejadian buruk atau traumatis misalnya, dapat membantu seorang individu berkembang lebih baik.

Dengan demikian, lupa tidak hanya dapat diartikan secara negatif saja sebagai bentuk hilangnya ingatan seseorang dalam menemukan kembali memori dalam otaknya, tetapi juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang positif sebagai upaya untuk menghilangkan memori tentang peristiwa yang dapat menghambat perkembangan seorang manusia.

Lupa Menurut Para Ahli
1. Sumadi Suryabrata (2006: 47), soal mengingat dan lupa biasanya juga ditunjukkan dengan satu pengertian saja, yaitu retensi, karena memang sebenarnya kedua hal tersebut hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi berlainan. Hal yang diingat adalah hal yang tidak dilupakan, dan hal yang dilupakan adalah hal yang tidak diingat.
2. Agus Suyanto (1993: 46), lupa ialah peristiwa tidak dapat memproduksikan tanggapan-tanggapan kita, sedang ingatan kita sehat.
3. Irwanto (1991: 150), lupa adalah suatu gejala di mana informasi yang telah disimpan tidak dapat ditemukan kembali untuk digunakan.
4. Muhibbinsyah (1996), lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebut kembali atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari secara sederhana.
5. Gulo dan Reber, lupa adalah ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dialami atau dipelajari, dengan demikian lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita.

Faktor Penyebab Lupa
Kesulitan otak untuk mengingat tidak hanya disebabkan karena masuknya informasi baru. Ada beberapa faktor di luar penambahan informasi tersebut yang mempengaruhi kesulitan mengingat di antaranya,
1. Konsumsi lemak jenuh. Tanpa disadari proses mengingat dapat dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari. Kelebihan lemak jenuh, kolesterol, glukosa dapat membuat pembuluh darah di sekitar otak rentan mengalami kerusakan dan mengalami tekanan darah tinggi.
2. Jarang berolahraga. Olahraga dapat membuat otak mengalirkan darah secara lebih optimal. Jika dilakukan secara rutin maka akan dapat memperbaiki ingatan dan juga kemampuan berpikir dengan mengurangi kadar insulin dalam tubuh, mengurangi peradangan, dan menstimulasi hormon pertumbuhan, zat kimia di otak, pertumbuhan pembuluh darah di otak, dan meningkatkan pertahanan sel otak yang baru terbentuk.
3. Gaya hidup buruk. Kebiasaan merokok dan minum alkohol atau mengonsumsi obat terlarang akan merusak kemampuan mengingat karena mengurangi aliran oksigen ke otak. Penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat merusak kemampuan mengingat karena zat kimia di otak digantikan oleh zat terlarang tersebut sehingga sulit mengingat kembali.
4. Kurang tidur. Ketika tidur, otak memproduksi gelombang untuk menyimpan memori. Jika kurang tidur maka memori otak tidak akan sampai ke korteks prefrontal, maka Anda akan lebih mudah melupakan sesuatu.
5. Depresi atau stres. Ketika mengalami depresi atau stres maka pikiran akan mengalami over stimulasi sehingga kemampuan untuk mengingat menjadi berkurang.
6. Usia. Kemampuan mengingat juga akan berkurang seiring dengan perkembangan usia, walaupun penelitian ada yang menyebutkan bahwa kehilangan memori bukanlah bagian dari pertambahan usia. Sebab otak akan selalu memproduksi sel-sel baru pada usia berapapun. Jadi yang lebih tepat adalah istilah keterlambatan mengingat, dan bukan kehilangan ingatan.

Proses Terjadinya Lupa
Daya ingatan kita tidak sempurna. Banyak hal-hal yang pernah diketahui, tidak dapat diingat kembali atau dilupakan. Dewasa ini ada empat cara untuk menerangkan proses lupa keempatnya tidak saling bertentangan, melainkan saling mengisi.
1. Apa yang telah kita ingat, disimpan dalam bagian tertentu diotak kalau materi yang harus diingat itu tidak pernah digunakan, maka karena proses metabolisme otak, lambat laun jejak materi itu terhapus dari otak sehingga kita tidak dapat mengingatnya kembali. Jadi, karena tidak digunakan, materi itu lenyap sendiri.
2. Mungkin pula materi itu tidak lenyap begitu saja, melainkan mengalami perubahan-perubahan secara sistematis, mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Penghalusan: materi berubah bentuk ke arah bentuk yang lebih simetris, lebih halus dan kurang tajam, sehingga bentuk yang asli tidak diingat lagi.
b. Penegasan: bagian-bagian yang paling mencolok dari suatu hal adalah yang paling mengesankan. Karena itu, dalam ingatan bagian-bagian ini dipertegas, sehingga yang diingat hanyalah bagian-bagian yang mencolok, sedangkan bentuk keseluruhan tidak begitu diingat.
c. Asimilasi: bentuk yang mirip botol misalnya, akan kita ingat sebagai botol, sekalipun bentuk itu bukan botol. Dengan demikian, kita hanya ingat sebuah botol, tetapi tidak ingat bentuk yang asli. Perubahan materi di sini disebabkan bagaimana wajah orang itu tidak kita ingat lagi.

3. Kalau mempelajari hal yang baru, kemungkinan hal-hal yang sudah kita ingat, tidak dapat kita ingat lagi. Dengan kata lain, materi kedua menghambat diingatnya kembali materi pertama. Hambatan seperti ini disebut hambatan retroaktif.

Sebaliknya, mungkin pula materi yang baru kita pelajari tidak dapat masuk dalam ingatan, karena terhambat oleh adanya materi lain yang terlebih dahulu dipelajari, hambatan seperti ini disebut hambatan proaktif.

4. Ada kalanya kita melakukan sesuatu. Hal ini disebut represi. Peristiwa-peristiwa mengerikan, menakutkan, penuh dosa, menjijikkan dan sebagainya, atau semua hal yang tidak dapat diterima oleh hati nurani akan kita lupakan dengan sengaja (sekalipun proses lupa yang sengaja ini terkadang tidak kita sadari, terjadi di luar alam kesadaran kita).

Pada bentuknya yang ekstrem, represi dapat menyebabkan amnesia, yaitu lupa nama sendiri, orang tua, anak dan istri dan semua hal yang bersangkut paut dirinya sendiri. Amnesia ini dapat ditolong atau disembuhkan melalui psikoterapi atau melalui suatu peristiwa yang sangat dramatis sehingga menimbulkan kejutan kejiwaan pada penderita. (Ahmad Fauzi, 1997: 52-54)

Teori Mengenai Lupa
Terdapat empat teori tentang lupa yang khususnya merujuk pada memori jangka panjang di antaranya,
1. Decay theory
Teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Teori ini mengandalkan bahwa setiap informasi di simpan dalam memori akan meninggalkan jejak (memory trace). Jejak-jejak ini akan rusak atau menghilang bila tidak pernah dipakai lagi.

Meskipun demikian, banyak ahli sekarang menemukan bahwa lupa tidak semata-mata disebabkan oleh ausnya informasi.

2. Teori interferensi
Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan). Akan tetapi proses lupa terjadi karena informasi yang satu mengganggu proses mengingat informasi lainnya. Bisa terjadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat informasi yang lama, tetapi bisa juga sebaliknya.

Bila informasi yang baru kita terima, menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, terjadilah interferensi retroaktif. Dalam hidup sehari-hari kita mengalami hal ini. Ada lagi yang disebut interferensi proaktif, yaitu informasi yang sudah dalam memori jangka panjang mengganggu proses mengingat informasi yang baru saja disimpan.

3. Teori retrieval failure
Teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali tidak disebabkan oleh interferensi. Kegagalan mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai.

Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali.

4. Teori motivated forgetting
Menurut teori ini, kita akan cenderung melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan ini cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Teori ini didasarkan atas teori psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa teori ini juga beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan masih selalu ada.

5. Lupa karena sebab-sebab fisiologis
Para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang disebut amnesia.

Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan dalam beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan dikatakan menderita amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, ia dikatakan menderita amnesia anterograd. Karena proses lupa dalam kedua kasus ini erat hubungannya dengan faktor-faktor biokimiawi otak, maka kurang menjadi fokus perhatian bagi para pendidik.

Cara Mengatasi Lupa
Terdapat beberapa cara mengatasi lupa yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya,
1. Perbanyak Olahraga. Olahraga mampu meningkatkan detak jantung. Hanya dengan berjalan, kita bisa memperbanyak oksigen di otak dan memudahkan sel-sel baru otak untuk tumbuh.
2. Mencatat kegiatan. Hal ini dinilai efektif untuk memudahkan Anda saat lupa menyerang.
3. Membaca buku. Penelitian mengatakan dengan membaca buku, kita bisa menurunkan risiko kehilangan memori sampai sekitar 30-50 persen. Baca juga  Hakikat Perasaan dalam Psikologi
4. Konsumsi ikan. Ikan mengandung Asam Lemak dan omega-3 yang tinggi. Dan vitamin – vitamin ini merupakan sumber makanan terbaik untuk menambah daya tahan ingatan. DHA yang juga sejenis omega-3 dinilai mampu memperbaiki lapisan pelindung saraf dan melemahkan peradangan arteri.

Lupa Menjadi Pertanda Kecerdasan
Bagian otak yang mengatur kognisi dan mengendalikan memori sesuai dengan tujuan adalah korteks prefrontal yang terletak di belakang dahi. Di area ini memori yang dimiliki akan diubah ke dalam dua arah yaitu lebih kuat atau lebih lemah.

Penyebab lupa adalah memori  yang semakin lemah. Dalam beberapa penelitian, terungkap bahwa melupakan suatu hal adalah normal dan justru dapat membuat lebih pintar. Alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas di antaranya,
1. Mempertahankan informasi penting
Lupa biasanya terjadi karena memori lama digantikan oleh memori baru, karena terbentuknya sel-sel otak baru yang terbentuk di area hippocampus terkait dengan proses mempelajari hal-hal baru. Memori lama akan sulit diakses karena ditimpa oleh sel baru tersebut.

Pergantian memori lama dengan yang baru ini akan membuat Anda dapat mempertahankan informasi yang penting dan melepaskan informasi yang kurang penting.

2. Menyesuaikan diri dengan situasi baru
Informasi lama yang dibuang dan digantikan dengan informasi baru akan memudahkan Anda untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang baru, yang tentunya memberikan banyak arus informasi baru yang deras pada otak Anda. Tanpa adanya informasi lama yang kurang relevan, maka Anda tidak akan kebingungan untuk menentukan informasi mana yang ada di otak yang dapat digunakan.

3. Membuat keputusan yang tepat
Melupakan informasi lama yang digantikan informasi baru akan membantu Anda untuk dapat membuat keputusan yang tepat. Alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas adalah dengan melupakan informasi lama yang tidak berhubungan maka otak bisa dengan bebas memproses informasi yang dibutuhkan sesuai dengan keadaan terkini.

4. Memudahkan belajar dari pengalaman
Walaupun otak telah membuang ingatan atau memori lama, Anda tetap dapat mengingat gambaran besar mengenai peristiwa atau informasi yang telah lewat. Gambaran tersebut akan dapat membantu untuk introspeksi dan belajar dari pengalaman agar dapat membuat keputusan yang sesuai dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan serta menghadapi berbagai masalah dengan lebih baik.

5. Menyingkirkan informasi yang menyesatkan
Alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas adalah ketika otak melepaskan informasi yang sudah ketinggalan zaman, maka akan memungkinkan kita mengadaptasi situasi baru. Dengan melupakan informasi lama dan berpotensi menyesatkan, kita akan lebih mudah bermanuver di lingkungan yang terus mengalami perubahan.

Jika Anda mencoba menjalani hidup dan terus menerus mendapatkan informasi yang menyesatkan, ingatan yang membingungkan dan tumpang tindih, maka akan semakin sulit untuk membuat keputusan yang benar.

6. Memudahkan pengambilan keputusan
Alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas juga dapat membuat proses pengambilan keputusan lebih mudah dengan membantu kita menggeneralisir peristiwa yang sudah lewat ke peristiwa terkini. Anda mungkin tidak mengingat detailnya secara signifikan tetapi hanya informasi yang penting saja.

Ingatan yang sederhana ini membuat lebih mudah untuk memprediksi pengalaman baru berdasarkan pengalaman lampau.

7. Membuang informasi tidak berguna
Membuat keputusan yang cerdas tidak berarti Anda harus memiliki semua informasi sekaligus, hanya berarti bahwa Anda perlu mengetahui informasi yang paling bernilai. Itu artinya membersihkan ruang di memori Anda untuk informasi yang paling baru. Lupa adalah suatu proses membuang informasi tersebut sehingga otak Anda hanya akan menyimpan data yang akan membantu dan relevan dengan masa kini.

8. Membantu melihat gambaran besarnya
Ketika Anda melupakan nama atau detail, otak sedang membuat pilihan bahwa detail-detail tersebut tidak terlalu berarti. Para peneliti menemukan bahwa otak manusia memfasilitasi pembuatan keputusan dengan menghentikan kita dari memfokuskan diri terlalu banyak pada detail masa lalu yang kurang penting.

Otak justru mempromosikan generalisasi untuk membantu mengingat aspek-aspek yang paling penting. Salah satu hal yang membedakan lingkungan yang akan diingat dengan lingkungan di mana Anda ingin melupakan beberapa hal adalah seberapa konsisten lingkungan tersebut dan seberapa mungkin kejadian-kejadian tertentu kembali ke dalam hidup Anda.

9. Mempertahankan kenyataan
Semakin Anda melupakan sejumlah fakta, itu berarti otak akan semakin bekerja dengan menambahkan informasi yang paling relevan kepada gambaran yang lebih umum, yang merupakan persepsi sesungguhnya dari kenyataan yang ada. Otak akan memusatkan pada gambaran yang lebih besar dari sejumlah informasi yang dapat menjadi dasar untuk penentuan keputusan yang lebih baik.

10. Menyediakan tempat bagi memori baru
Lupa merupakan mekanisme otak untuk membuang informasi lama yang tidak lagi relevan untuk digunakan agar tersedia ruang bagi informasi baru. Seringkali pikiran kita akan mendapat berbagai informasi baru yang lebih relevan dengan kondisi terkini, dan agar informasi tersebut bisa digunakan maka informasi lama yang tidak lagi berhubungan harus dibuang.

11. Menunjukkan minat yang luas
Seseorang yang terus mendapatkan informasi dan wawasan baru berarti bahwa ia menyukai untuk mencari tahu mengenai berbagai hal dan dengan demikian akan terus mengasah otaknya akan informasi baru. Ketika informasi-informasi tersebut masuk, memori lama sudah pasti akan tertumpuk dan orang tersebut akan melupakannya agar dapat mengolah pengetahuan baru yang masuk di otaknya.

Alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas adalah karena seseorang yang terus mencari tambahan pengetahuan merupakan orang yang senang mempelajari hal-hal baru untuk mengasah otaknya.

12. Cerdas memilah informasi
Memilah informasi yang tidak lagi berguna akan membuat otak melupakan informasi tersebut. Alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas adalah karena otak tidak lagi terganggu dengan detail-detail tidak penting dari informasi yang disimpan di dalamnya, sehingga bebas untuk memproses informasi baru tanpa terganggu dengan informasi lama yang dapat menyesatkan.

13. Dapat berpikir lebih jernih
Pergantian informasi dari lama ke baru dalam otak akan membuat seseorang dapat berpikir lebih jernih mengenai situasi yang sedang dihadapinya karena tidak terganggu dengan informasi-informasi yang simpang siur dan menyesatkan, yang mana tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam situasi terbarunya.

14. Lebih tenang secara emosional
Kemampuan untuk memisahkan fakta dan informasi yang tidak berkaitan merupakan salah satu alasan mengapa lupa bisa membuatmu cerdas. Tidak adanya gangguan dari informasi yang membingungkan akan membantu seseorang lebih dapat menjaga dan mengontrol kondisi emosionalnya yang akan membantu menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

15. Mudah berpikir objektif
Gangguan dari bercampurnya fakta dan ingatan lama akan membuat seseorang sulit berpikir objektif. Melupakan beberapa aspek dari masa lampau yang tidak penting akan membantu dalam proses berpikir secara objektif dan mudah menyelesaikan masalah dengan tuntas.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Lupa: Pengertian, Faktor Penyebab, Proses, Teori, Cara mengatasi, dan Lupa Sebagai Tanda Kecerdasan"