Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Topologi Peer to Peer: Pengertian, Fungsi, Ciri, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pengertian Topologi Peer to Peer
Topologi Peer to Peer
Pengertian Topologi Peer to Peer
Topologi peer to peer merupakan topologi jaringan yang cukup sederhana karena hanya menghubungkan 2 komputer serta menggunakan 1 buah kabel saja dalam rangkaiannya. Sehingga setiap komputer satu sama lainnya dapat saling berinteraksi tanpa harus adanya server.

Dalam topologi peer to peer, setiap komputer dapat menjadi client ataupun server. Pengguna dari masing-masing perangkat komputer memiliki tanggung jawab pada administrasi resource komputer, mulai dari membuat nama user, melakukan share, menandai izin akses, dan lainnya. Setiap user memiliki tanggung jawab dalam melakukan backup data-data yang ada di dalam komputer.

Adapun jenis topologi jaringan peer to peer biasanya hanya membutuhkan 2 komputer yang memiliki kartu jaringan NIC (Network Interface Card) dan terhubung ke dalam jaringan yang sama. Setelah komputer dapat terhubung, maka pengguna akan dapat membagikan data ataupun informasi kepada pengguna lainnya secara langsung dan terarah.

Fungsi Topologi Peer to Peer
Berikut beberapa fungsi topologi peer to peer dalam jaringan komputer di antaranya,
1. Menjadikan komputer berfungsi sebagai sebuah client maupun server.
2. Memfasilitasi pengaturan jaringan yang tepat tanpa perlu menggunakan server.
3. Membagikan sumber daya dengan semua komputer pada jaringan yang sama.
4. Mengoptimalkan kinerja jaringan tanpa tergantung pada satu server.
5. Menyederhanakan pengaturan jaringan tanpa administrator jaringan khusus yang bertugas untuk mengawasi dan mengurus jaringan komputer.

Ciri Topologi Peer to Peer
Topologi peer to peer memiliki ciri-ciri khusus dalam penggunaannya di antaranya,
1. Digunakan pada jenis jaringan yang lebih sempit cakupannya.
2. Tidak mempunyai komputer sebagai suatu server yang terdedikasi.
3. Setiap komputer dalam jaringan bisa melayani atau dilayani pada saat bersamaan.
4. Hanya ada sedikit file dan folder yang perlu dibagikan.
5. Tidak memiliki kendali terkait pengaturan keamanan jaringan.
6. Kedudukan setiap komputer sama, dalam artian tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang setara supaya bisa terhubung dalam suatu jaringan tertentu.
7. Jaringan yang paling lazim diterapkan di rumah atau kantor kecil.

Cara Kerja Topologi Peer to Peer
Topologi peer to peer bekerja dengan cara menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Masing-masing komputer pada topologi ini berperan sebagai client atau sebagai server.

Semua peralatan yang terhubung pada topologi peer to peer dapat membagikan sumber dayanya dengan semua komputer di jaringan yang sama.

Dalam prosesnya, tidak ada satu komputer pun yang memiliki prioritas akses tertinggi atau tanggung jawab tertinggi untuk berbagi sumber daya. Semuanya memiliki kedudukan yang sama.

Untuk membuat jaringan peer to peer tidak perlu menggunakan hub atau switch, tapi cukup menggunakan satu kabel twisted pair yang dipasangkan pada kartu jaringan masing-masing komputer.

Biasanya, jaringan peer to peer hanya membutuhkan dua komputer yang memiliki kartu jaringan dan terhubung ke dalam jaringan yang sama. Setelah komputer terhubung, pengguna dapat membagikan data maupun informasi kepada pengguna lainnya secara langsung dan terarah.

Kelebihan Topologi Peer to Peer
Topologi peer to peer memiliki beberapa kelebihan-kelebihan tersendiri di antaranya,
1. Jenis topologi jaringan ini memiliki sifat independen, yang mana setiap komputer yang ada di dalam jaringan tersebut dapat melakukan berbagai hal tanpa adanya ketergantungan dari server ataupun perangkat penghubungan lainnya semisal switch, hub dan lain sebagainya.
2. Setiap perangkat komputer yang ada di dalam jaringan topologi peer to peer dapat melakukan transfer file serta menerima file yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
3. Biaya pengadaan dari topologi peer to peer lebih murah dibandingkan dengan jenis topologi jaringan. Hal ini dikarenakan dalam jaringan ini tidak membutuhkan komputer server ataupun perangkat penghubung lainnya di dalam jaringan.
4. Lebih mudah diimplementasikan, hal ini dikarenakan ada banyaknya dukungan yang berasal dari perangkat lunak dan perangkat keras model terbaru.
5. Menggunakan topologi jaringan peer to peer tidak akan memberatkan kerja komputer lainnya yang ada di dalam jaringan. Hal ini dikarenakan setiap komputer sudah menyimpan file-file yang dimilikinya dan file tersebut juga dapat digunakan dengan komputer lainnya secara bersama sama.

Kekurangan Topologi Peer to Peer
Tak hanya memiliki kelebihan saja, penggunaan topologi peer to peer juga memiliki beberapa kekurangan di dalamnya antara lain adalah:
1. Tingkat keamanan dari jenis topologi jaringan ini dirasa kurang terjamin, hal ini dikarenakan setiap komputer di dalam jaringan tersebut memiliki sistem keamanan yang berbeda satu sama lainnya.
2. Pengaturan serta konfigurasi dari topologi peer to peer ini dirasa lebih rumit.
3. Konsep penyimpanan data yang ada di dalam jaringan topologi peer dimiliki oleh setiap komputer. Sehingga ketika salah satu komputer yang ada di dalam jaringan mengalami gangguan maka membuat akses data menjadi terganggu.
4. Karena data tersebar di masing masing perangkat, maka tentu saja harus dilakukan backup di masing masing komputer.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Topologi Peer to Peer: Pengertian, Fungsi, Ciri, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya"