Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terapi Konseling: Pengertian dan Jenisnya

Pengertian Terapi Konseling
Terapi Konseling
Pengertian Terapi Konseling
Terapi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit. Sementara konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada individu yang mengalami sesuatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Demikian terapi konseling adalah terapi psikologis yang dilakukan oleh seorang konselor kepada individu yang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah tersebut. Dalam ilmu psikologi terdapat suatu terapi yang memang digunakan untuk melakukan sebuah konseling.

Jenis Terapi Konseling
Berikut beberapa jenis terapi konseling di antaranya,
1. Terapi pasangan (couples therapy)
Terapi pasangan merupakan sebuah terapi yang memiliki tujuan untuk bisa memberi bantuan dalam sebuah hubungan komunikasi dan juga memberi ruang pada perubahan di dalam suatu hubungan yang cukup erat di antara suami dan istri.

Namun sesungguhnya jenis terapi ini memang ditujukan untuk mereka yang sedang dalam sebuah hubungan, sehingga para konselor memberi tawaran di dalam sebuah bentuk pelatihan yang sangat relevan di antara pasangan.

2. Behaviour terapy
Behavior teraphy dilakukan dengan cara memberikan pengaruh di dalam sebuah pembelajaran, sehingga untuk seorang individu bisa saja berperilaku yang di dalam kesehariannya sangat banyak dipengaruhi dari proses belajar sepanjang hidupnya.

Para ahli yang telah melahirkan jenis terapi ini di antaranya Ivan Pavlov yang juga menemukan sesuatu terapi “classical conditioning”, namun di dalam perilaku ini manusia sering kali bertindak secara langsung dalam membentuk sebuah hubungan, di mana di dalamnya terdapat sebuah reaksi dan aksi.

3. Terapi psikoanalisis (Psychoanalitic Theraphy)
Terapi psikoanalisis dilakukan berdasarkan teori psikososial Freud ataupun bisa dengan terapi teori psikoanalisis klasik, di dalamnya juga dinyatakan bahwa terdapat keasalan yang dipengaruhi sebuah pikiran dan juga perilaku.

Hal ini terjadi sebuah kecenderungan yang di dapatkan untuk melihat sebuah pengalaman dari sisi masa kecil sehingga biasanya hal tersebut bisa sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, dan tentunya sangat berpotensi memunculkan sebuah masalah yang dapat dihadapi.

Dan untuk terapi yang satu ini biasanya memang berlangsung secara singkat dan juga cepat, namun tergantung dari setiap orang menjalaninya.

4. Terapi humanistik (Humanistic theraphy)
Terapi humanistik seperti diketahui memiliki tujuan untuk bisa membantu seseorang agar bisa lebih mengenali dirinya sendiri.

Orang tersebut pun perlu bisa mengenali dirinya sendiri. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai teori belajar humanistik dan juga pendekatan humanistik dalam psikologi sosial, memang membutuhkan parasyarat yang perlu dilakukan agar nantinya bisa terjalin hubungan yang cukup baik.

5. Terapi interpersonal dinamis (Dynamic Interpersonal Theraphy)
Terapi interpersonal dinamins lebih dikhususkan pada seseorang yang memiliki hubungan di antara individu dan juga di lingkungannya.

Hal tersebut juga dipercaya dapat memberikan perbaikan atas masalah yang terjadi dan timbulnya gejala psikologis yang membuat seseorang tidak dapat memiliki hubungan sosial dengan baik, untuk itu melakukan terapi ini memang sangatlah penting untuk dilakukan.

6. Terapi gestalt
Terapi ini merupakan bentuk psikoterapi yang dikembangkan seorang ahli bernama gestalt. Dalam terapi tersebut terdapat sebuah prinsip internastional yang dilakukan secara keseluruhan (tubuh, pikiran dan jiwa) dalam hal ini juga sebuah bentuk terapi yang paling baik untuk bisa dipahami seseorang yang sedang mengalami sebuah kondisi terkini.

Di antara prinsip atau kunci yang mendasari adanya terapi ini di antaranya sebuah hubungan, adanya tanggung jawab sosial, terdapat sebuah eksperimen dan juga penemuan yang sangat kreatif. Penekanan dalam pengalaman, adanya rasa hormat dan juga yang dilakukan dan berpusat pada seorang individu.

7. Analisis resistensi
Resistensi memang merupakan salah satu dari jenis terapi yang di dalamnya terdapat sesuatu yang bisa melawan dari kelangsungan sebuah terapi dan juga dalam hal ini dilakukan sebuah usaha untuk bisa mencegah klien yang mengemukakan bahan yang tidak dapat disadari.

Dalam hal ini juga pasien bisa memilih Apakah dia memiliki ketersediaan untuk bisa menghubungkan pikiran dan juga perasaan yang ada di dalam dirinya, dan biasanya sesuai dengan pengalaman tersebut yang memang bisa dia lakukan dan juga ungkapkan.

8. Terapi kognitif
Dalam terapi ini biasanya dapat diketahui dari pola pikir seseorang atau pasien yang sesungguhnya dalam terapi ini juga memiliki tujuan yang bisa mengubah pola pikir seseorang menjadi jauh lebih rasional lagi, serta bisa menjaga dan membantu dirinya untuk mengetahui hal- hal yang tidak masuk akal.

Untuk itu para psikoterapi juga harus mencari cara agar selalu berpikir positif pada pasien yang sedang melakukan terapi tersebut.

9. Analisa theraphy transferensi
Dalam keadaan normal kita sendiri memiliki sisi emosi yang memang sulit untuk dikendalikan, dan biasanya adanya perpindahan emosi tersebut dilakukan pada benda lain atau bisa juga pada seorang  yang secara khusus memang memindahkan rasa emosinya ke seorang terapis tersebut.

10. Terapi musik
Terapi musik juga seringkali dilakukan untuk menggerakkan manusia yang memberikan semangat serta kekuatan yang dilakukan secara emosional, musik yang dilakukan juga umumnya memiliki banyak perbedaan dan di dalamnya juga menyediakan satu buah cara bisa terhubung dengan suatu terapi lainnya.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Terapi Konseling: Pengertian dan Jenisnya"