Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Johari Window: Pengertian, Sejarah, Empat Kuadran, dan Manfaatnya

Pengertian Teori Johari Window atau Teori Jendela Johari
Teori Johari Window (Teori Jendela Johari)
Pengertian Teori Johari Window
Teori Johari Window (Teori Jendela Johari) adalah teori yang menyangkut konsep diri atau bagaimana seseorang memahami dirinya sendiri maupun diri orang lain. Model teori ini memahami diri tidak hanya dari perspektif diri sendiri, namun juga dari perspektif orang lain.

Teori Johari window disebut juga teori kesadaran diri mengenai perilaku maupun pikiran yang ada di dalam diri sendiri maupun di dalam diri orang lain. Teori jendela Johari berkaitan dengan Emotional Intelligence Theory yang berhubungan dengan kesadaran dan perasaan manusia.

Teori ini menyebutkan bahwa dalam diri seseorang terdapat 4 bagian yang disebut dengan panel jendela atau kuadran, setiap kuadran menggambarkan informasi mengenai perasaan, perilaku, pandangan, intensi, dan motivasi mengenai diri seseorang (Chandge, 2018).

Melalui ke-empat kuadran tersebut kita dapat mengetahui bagian lain dari diri kita (Garagna, 2003).

Sejarah Teori Johari Window
Harappa Education menuliskan, konsep Johari Window ditemukan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham. Keduanya merupakan psikolog dari bekerja di University of Colifornia. Pada 1955, Luft dan Ingham meneliti tingkat pengetahuan manusia saat mereka berkomunikasi. Akhirnya, lahirlah konsep Johari Window.

Istilah “Johari” sendiri diambil dari nama depan kedua psikolog tersebut, yakni Joseph dan Harry. Nama “Window”, bahasa Inggris dari jendela, muncul karena bentuk konsep yang satu ini. Diagram dengan empat kuadran memang tampak seperti jendela.

Empat Kuadran Teori Johari Window
Menurut Chandge (2018), keempat kuadran dalam Johari Window memiliki area dan peran yang berbeda-beda. Sumbu horizontal menggambarkan pengetahuan individu, sedangkan sumbu vertikal menggambarkan pengetahuan kelompok.
Empat Kuadran Teori Johari Window
Empat Kuadran Teori Johari Window
Joseph Luft dan Harry Ingham menjelaskannya dalam empat kuadran yaitu:
1. Open atau Free Area
Area open atau free area menjelaskan tentang apa yang diketahui oleh diri Anda sendiri dan diketahui juga oleh orang lain.  Biasanya dalam kuadran pertama ini, informasi yang bisa didapatkan berupa emosi, sikap, perilaku, pengalaman, pengetahuan, keterampilan, perasaan, pandangan dan sebagainya yang diketahui oleh dirimu yang juga diketahui oleh orang lain.

Saat bekerja dalam kelompok, yang harus dikembangkan adalah area open atau area terbuka ini agar tim bisa bekerja efektif dan lebih produktif. Melalui open area ini komunikasi dan kerja sama tim bisa berjalan dengan baik, menghindari kebingungan, ketidakjelasan, gangguan dan konflik.

Untuk memperluas area terbuka ini bisa dilakukan dengan cara menawarkan umpan balik secara sensitif untuk mengungkapkan informasi, pemikiran atau perasaan tiap anggota tim. Selain itu, seorang pemimpin juga harus memiliki tanggung jawab untuk membuka open area ini melalui komunikasi yang terbuka, positif, konstruktif, sensitif dan berbagi pengetahuan di seluruh kelompoknya.

2. Blind area
Kuadran kedua dari pendekatan Johari Window adalah untuk mengetahui apa yang tidak diketahui oleh diri Anda tetapi diketahui oleh orang lain. Cara meminta umpan balik tadi dalam kuadran pertama, sebenarnya bisa digunakan untuk mengurangi blind area ini.

Blind area ini bukanlah area produktif karena Anda menjadi tidak tahu tentang diri Anda sendiri. Area buta ini juga mencakup masalah yang disembunyikan orang lain dari Anda karena ia kesulitan untuk mengungkapkannya. Beberapa cara mengurangi blind area ini bisa dilakukan melalui upaya berikut di antaranya,
a. Memberikan umpan balik sensitif serta mendorong seseorang untuk menceritakan kesulitannya.
b. Manajer sebaiknya membangun suasana lingkungan kerja yang tidak menghakimi, sehingga tidak membuat takut seseorang untuk mengungkapkan masalahnya.
c. Memberikan perhatian ketika mental dari karyawan tersebut tidak bisa menerima umpan balik yang diberikan.

3. Hidden area atau area tersembunyi
Maksud dari hidden area adalah tentang apa yang diketahui oleh Anda tentang diri Anda dan tidak juga diketahui oleh orang lain. Umumnya area tersembunyi ini bisa meliputi ketakutan, rahasia, niat manipulatif yang diketahui oleh Anda namun tidak diungkap untuk alasan tertentu.

Menjadi hal wajar bila perasaan atau informasi pribadi yang tidak terkait dengan pekerjaan disembunyikan dari diri seseorang. Namun, jangan sampai ada informasi terkait pekerjaan yang disembunyikan dan akan lebih baik ditempatkan di open area.

Cara yang sama berupa pengungkapan dan pemaparan informasi juga bisa dilakukan untuk mengurangi hidden area ini. Oleh karena itu, tidak heran bila budaya kerja dapat memengaruhi seberapa besar kesiapan karyawan untuk mengungkap jati diri mereka.  

4. Unknown area atau area yang tidak diketahui
Unknown area menjelaskan tentang apa yang Anda tidak diketahui tentang diri Anda dan tidak diketahui juga oleh orang lain. Kuadran empat ini menyimpan tentang informasi, kemampuan, bakat pengalaman yang tidak diketahui oleh Anda dan juga tidak diketahui oleh orang lain. Contoh dari unknown area ini seperti:
a. Kemampuan yang diremehkan karena minimnya pengalaman dan dorongan
b. Bakat yang tidak disadari ada dalam diri seseorang
c. Perasaan tertekan atau tidak sadar
d. Penyakit yang tidak diketahui

Proses ditemukannya beberapa contoh unknown area ini bisa terjadi karena Anda melakukan pencarian sendiri, pengamatan yang dilakukan oleh orang lain atau bersama-sama atau karena proses konseling yang dilakukan.

Manajer juga bisa membantu karyawan mengikis kuadran keempat ini dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendorong self discovery, mempromosikan self discovery, pemberian feedback dari tim hingga proses penelitian konstruktif.

Cara Mengenal Diri dengan Teori Johari Window
Dari keempat kuadran tersebut, cara kita untuk meningkatkan kesadaran akan diri sendiri ialah dengan memperluas area open self atau kuadran 1 dengan membuat orang lain tahu dan kita juga tahu. Selain itu, kita juga bisa memperkecil kuadran 2 atau area blind self karena di area ini kita tidak mengenali diri kita.

Justru, orang lain yang lebih tahu. Hal ini tentu perlu diperbaiki karena menunjukkan bahwa kita tidak mengenal diri sendiri. Adapun cara memperkecil area blind self, kita bisa memulainya dengan bertanya pada orang lain. Cara ini mengajari kita untuk mengenal diri secara tidak sendiri. Setiap orang dapat dikatakan memiliki blind spot masing-masing. Blind spot kita lebih mudah disadari oleh orang lain daripada diri sendiri.

Area blind spot ini bisa kita ketahui dengan bertanya pada beberapa teman dekat dengan pertanyaan “Menurutmu, aku adalah orang yang seperti apa?”. Jawaban yang disebutkan oleh teman dekat kita yang ternyata tidak ada dalam list open self, bisa jadi hal itu adalah area blind spot yang selama ini tidak kita sadari.

Namun, tidak semua pendapat orang lain harus kita terima karena tidak semua pendapat orang lain tentang diri kita benar adanya. Kita bisa menyaring pendapat mana yang kira-kira relevan dan kita juga bisa membuang pendapat yang tidak relevan. Dengan begitu kita tetap dapat hidup dengan kepercayaan yang kita pegang sendiri.

Adapun pada kuadran 3 biarkan keduanya tetap balance. Memang terdapat beberapa hal dalam diri yang cukup kita saja yang tahu, orang lain tidak perlu mengetahuinya. Kuadran 4 atau unknown self yang dapat dikatakan sebagai locked area, tidak perlu kita rubah lagi karena diri sendiri maupun orang lainpun tidak ada yang memahami area ini.

Sebagian area ini bisa jadi akan muncul ketika terdapat moment tertentu atau hal-hal yang belum kita coba sebelumnya yang ternyata bisa kita lakukan.

Manfaat Teori Johari Window
Beberapa manfaat penggunaan Johari Window di antaranya,
1. Meningkatkan self-awareness
Konsep Johari bisa meningkatkan self-awareness alias kesadaran atas diri. Seperti yang sudah jelaskan, di konsep Johari, ada blind spot. Di dalamnya, ada informasi yang orang lain ketahui namun tidak Anda ketahui. Informasi ini bisa Anda pelajari dengan mempersempit blind spot. Tanyakan pendapat orang lain soal diri Anda. Dengan begitu, self-awareness Anda meningkat.

2. Membantu public speaking
Konsep Johari juga bisa dipakai untuk membantu public speaking. Penggunaan yang satu ini dituliskan oleh Upskill Coach. Saat berbicara di depan banyak orang asing, Anda tentu harus menarik perhatian mereka. Untuk mendapat perhatian itu, coba buat audiens tertarik dengan Anda. Caranya dengan mempersempit area tertutup dan melebarkan area terbuka.

3. Memaksimalkan kolaborasi
Kalau kenal dengan rekan kolaborasi Anda, Anda akan cenderung lebih percaya pada mereka. Itulah mengapa, saling mengenal penting saat harus bekerja sama. Di situlah Johari Window berperan. Mengutip The Decision Lab, konsep tersebut bisa membuat Anda lebih kenal orang lain, baik dari mata diri Anda sendiri maupun di mata orang lain terkait.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Teori Johari Window: Pengertian, Sejarah, Empat Kuadran, dan Manfaatnya"