Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Psikologi Lingkungan: Pengertian dan Faktornya

Pengertian Psikologi Lingkungan
Psikologi Lingkungan
Pengertian Psikologi Lingkungan
Psikologi lingkungan adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam. Dalam psikologi lingkungan juga dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang alam semesta yang memengaruhi sikap dan mental manusia.

Psikologi lingkungan lebih mengacu pada konsep bahwa pengamatan perilaku seseorang bisa didasarkan oleh faktor eksternalnya (lingkungan). Hal ini memberikan gambaran bahwa pada dasarnya setiap proses psikologi yang dialami oleh seorang individu, akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan.

Pandangan tersebut tentunya dapat melengkapi mengenai konsep lain yang menyatakan bahwa psikologi sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor internal (di dalam diri) seorang individu.

Psikologi Lingkungan Menurut Para Ahli
1. Emery dan Tryst (dalam Soesilo, 1989) mengemukakan bahwa hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan suatu jalinan transactional interdependency atau terjadi ketergantungan satu sama lain.
2. Guilford, yaitu manusia mempengaruhi lingkungannya. Untuk selanjutnya lingkungan akan mempengaruhi manusia, demikian pula sebaliknya.
3. Veitch dan Arkkelin (1995), psikologi lingkungan sebagai ilmu perilaku multidisplin yang memiliki orientasi dasar dan terapan, yang memfokuskan interrelasi antara perilaku dan pengalaman manusia sebagai individu dengan lingkungan fisik dan sosial.

Faktor Psikologi Lingkungan
Berikut terkait beberapa faktor yang mempengaruhi psikologi dilihat dari konteks lingkungan di antaranya,
1. Kondisi Geografis
Geographical determinant adalah salah satu contoh dari teori yang mengungkapkan bahwa karakteristik individu biasanya ditentukan oleh lingkungan di mana ia tinggal.

Misalnya orang yang tinggal di daerah pesisir pantai pada umumnya cenderung lebih sering berbicara keras dan juga mudah untuk menjadi pribadi yang ekstrovert, sensitif dan cenderung aktif. Ini berbeda dengan orang yang tinggal di daerah pegunungan yang cenderung lebih santai dalam menghadapi banyak hal.

2. Pola Pergaulan
Seseorang akan memiliki kepribadian tertentu, dengan sifat yang beragam sesuai pergaulan yang mereka jalani. Hal tersebut tentu saja memberikan pemahaman bahwa pergaulan seseorang memang sangat penting untuk diamati untuk mengetahui seberapa banyak faktor eksternal ini akan berpengaruh terhadap psikologi seseorang.

3. Pola Asuh dalam Keluarga
Pola asuh ini berkaitan erat pula dengan bagaimana seseorang bisa memiliki nilai-nilai tertentu yang ada dalam dirinya sesuai dengan apa yang diterima di keluarga. Pola asuh sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis.

4. Cara Mendidik dalam Keluarga
Cara mendidik dalam keluarga juga akan sangat berpengaruh terutama mengenai bagaimana nilai-nilai atau suatu pendidikan baru bisa diterima oleh seseorang.

Hal tersebut akan menentukan apakah nantinya individu tersebut menjadi lebih mudah dalam menerima informasi baru, atau justru sebaliknya. Pola pikir yang terbuka, bagaimana cara menghadapi masalah, juga biasanya ditentukan oleh hal ini.

5. Hubungan dengan Orang Lain
Hubungan dengan orang lain merupakan salah satu faktor eksternal yang turut berkontribusi dalam menunjang perkembangan psikologis seseorang. Hal ini cukup penting dalam menunjang sifat atau kepribadian seseorang. Saat seseorang memiliki orang lain yang bisa ia percaya, biasanya ia akan memiliki sistem dukungan yang baik.

6. Proses Komunikasi
Komunikasi merupakan sebuah proses interaksi yang terjadi antar individu. Dengan adanya proses komunikasi ini, kita bisa mengamati bagaimana perilaku atau sikap seseorang ketika berhubungan dengan orang lain. Karakteristik terbuka atau tertutup, juga bisa dilihat dari proses komunikasi ini.

7. Stres Lingkungan
Stres lingkungan memberikan sebuah pemahaman bahwa seseorang bisa saja memiliki suatu sifat atau sikap akibat pengaruh dari kondisi fisik lingkungan yang ada di sekitarnya. Sebagai contoh, seseorang mungkin bisa menjadi sangat stres ketika ia berada di tempat bising, tempat sempit dan lain sebagainya.

8. Aturan dalam Lingkungan
Aturan-aturan yang ada dalam lingkungan juga dapat memberikan pengaruh tersendiri. Sebagai contoh, ketika dalam suatu lingkungan terdapat aturan yang sangat ketat, ini mungkin akan menimbulkan stressor tersendiri bagi seorang individu.

9. Kebiasaan dalam Lingkungan
Pola kebiasaan yang ada dalam lingkungan, seperti misalnya kewajiban untuk bergotong royong merupakan hal yang juga bisa mempengaruh perkembangan psikologi seseorang. Ini akan ditentukan dengan apakah seorang individu memiliki kebiasaan yang sama atau tidak dengan lingkungannya.

10. Kebudayaan
Lebih jauh lagi dari kebiasaan, ada faktor kebudayaan yang juga berpengaruh dalam menunjang perkembangan psikologi seseorang. Sikap seseorang biasanya akan dipengaruhi oleh kebudayaan yang ia miliki.

11. Keanekaragaman dalam Lingkungan
Bervariasinya individu menjadi faktor seseorang akan mencari role model bagi dirinya. Ini tentu saja juga akan berpengaruh terhadap bagaimana karakteristik yang akan ia miliki dan menjadi hal yang cukup penting.

12. Proses Adaptasi
Mampu atau tidaknya seseorang dalam beradaptasi di lingkungannya akan menentukan bagaimana ia bisa menjadi seseorang yang benar-benar mudah diterima dalam kelompoknya atau tidak. Ini tentu saja juga akan berpengaruh terhadap kepribadiannya.

13. Interaksi dalam Lingkungan
Interaksi dalam lingkungan jelas sangat berkaitan dengan proses komunikasi, pergaulan dan hubungan dengan orang lain. Ini sudah cukup jelas sebagaimana pada poin-poin sebelumnya terkait dengan hubungan dengan orang lain.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Psikologi Lingkungan: Pengertian dan Faktornya"