Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kematangan Emosi: Pengertian, Aspek, Faktor Yang Mempengaruhi dan Menghambat, Karakteristik, dan Cara Mencapainya

Pengertian Kematangan Emosi atau Emotional Maturity
Kematangan Emosi (Emotional Maturity)
Pengertian Kematangan Emosi
Kematangan emosi (emotional maturity) adalah kemampuan seseorang yang mempunyai kapasitas untuk menunda rasa kepuasan dan mempunyai kemampuan untuk menahan rasa frustrasi yang dia rasakan dengan cara merencanakan hal secara jangka panjang dan dapat menahan atau merevisi ekspektasinya menurut situasi yang telah terjadi.

Individu dengan kematangan emosi yang baik mempunyai kapasitas untuk membuat penyesuaian dengan dirinya, anggota keluarganya, teman sebayanya, dan masyarakat. Dia juga dapat mengendalikan emosi, sekaligus juga memiliki kemampuan untuk menikmati semua proses tersebut.

Individu dengan kematangan emosi yang baik dapat berpikir secara kritis terlebih dahulu sebelum menyatakan apa yang dirasakannya sehingga dia bisa mengutarakan hal tersebut di waktu yang tepat dan dengan cara yang dapat diterima orang lain.

Kematangan Emosi Menurut Para Ahli
1. Menninger (1999), kematangan emosi merupakan kemampuan untuk dapat menghadapi realitas secara konstruktif, kemampuan ini juga meliputi proses perkembangan seseorang untuk terus mengejar kesehatan emosional baik secara intra-fisik maupun intra-personal.
2. Yustinus Semiun (2006:410), kematangan emosi mengacu pada kapasitas seseorang untuk bereaksi dalam berbagai situasi kehidupan dengan cara-cara yang lebih bermanfaat dan bukan dengan cara-cara bereaksi anak-anak.
3. Chaplin (2011:165), kematangan emosi adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional dan karena itu pribadi yang bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional yang pantas bagi anak-anak.
4. Morgan, kematangan emosi adalah keadaan emosi yang dimiliki seseorang di mana apabila mendapat stimulus emosi tidak menunjukkan gangguan emosi.
5. Hurlock, kematangan emosi adalah suatu kondisi perasaan atau reaksi perasaan yang stabil terhadap obyek permasalahan sehingga untuk mengambil suatu keputusan atau bertingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan dan tidak mudah berubah-ubah dari satu suasana hati ke dalam suasana hati yang lain.
6. Kartono (1988:46), kematangan emosi adalah kedewasaan dari segi emosional dalam arti individu tidak lagi terombang-ambing oleh motif kekanak-kanakan.

Aspek Kematangan Emosi
Terdapat beberapa aspek kematangan emosi menurut Dr. Fadil (Wardani:2011) di antaranya,
1. Realitas. Berbuat sesuai dengan kondisi, tahu dan bisa menafsirkan permasalahan tidak hanya satu sisi.
2. Mengetahui mana yang harus didahulukan. Dapat menimbang dengan baik antara beberapa hal dalam hidup. Tahu mana yang paling penting di antara yang penting.
3. Mengetahui tujuan jangka panjang. Diwujudkan dengan kemampuan mengendalikan kehendak atau kebutuhan demi kepentingan yang lebih penting di masa yang akan datang.
4. Menerima tanggung jawab dan menunaikan kewajiban dengan teratur. Optimis dalam menjalankan tugas, dan bisa hidup di bawah aturan tertentu.
5. Menerima kegagalan. Dapat bersikap dewasa pada kegagalan dalam menghadapi semua kemungkinan yang tidak menentu untuk mencapai suatu kemakmuran, dan juga mencurahkan segala potensi untuk meraih tujuan.
6. Hubungan emosional. Seseorang bukan saja mempertimbangkan diri sendiri tetapi juga mulai membiarkan perhatiannya pada orang lain.
7. Bertahap dalam menyampaikan reaksi. Dapat mengendalikan ketika kondisi kejiwaan memuncak.

Adapun aspek-aspek kematangan emosi pada individu menurut Casmini (2007) di antaranya,
1. Sikap untuk belajar. Bersikap terbuka untuk menambah pengetahuan, jujur, mempunyai keterbukaan serta motivasi diri yang tinggi bisa memahami agar bermakna bagi dirinya.
2. Memiliki rasa tanggung jawab. Memiliki rasa tanggung jawab untuk mengambil keputusan untuk menanggung risikonya, individu yang matang tidak menggantungkan hidup sepenuhnya kepada individu lain karena individu yang matang tahu bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kehidupannya sehari-hari.
3. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif. Memiliki kemampuan untuk mengekspresikan perasaan, memiliki apa yang akan dilakukan, mengemukakan pendapat.
4. Memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan sosial. Individu yang matang, mampu melihat kebutuhan individu yang lain dan memberikan individu yang matang mampu menunjukkan ekspresi cintanya kepada individu lain.

Faktor Yang Mempengaruhi Kematangan Emosi
Mohammad Ali dan Mohammad Asrori (2005) menyatakan dalam Renyep Proborini dkk (2010:69) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan emosi di antaranya,
1. Perubahan jasmani. Perubahan jasmani yang ditampilkan dengan terdapatnya keterkaitan yang sangat cepat dari anggota tubuh
2. Perubahan pola interaksi dengan orang tua. Pola asuh kepada anak yang masih remaja sangat bervariasi. Ada pola asuh yang sifatnya otoriter, memanjakan anak, acuh tak acuh, tetapi juga ada yang dengan penuh suka cinta kasih.
3. Perubahan interaksi dengan teman sebaya. Remaja sering membangun interaksi sesama teman sebaya dengan cara khas yakni berkumpul untuk melakukan kegiatan bersama dengan membentuk semacam geng.
4. Perubahan pandangan luar. Faktor penting yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja selain perubahan-perubahan yang terjadi pada diri remaja itu sendiri adalah pandangan dunia luar dirinya.
5. Perubahan interaksi dengan sekolah. Sekolah adalah pendidikan yang diidealkan mereka. Para guru merupakan tokoh yang penting dalam kehidupan mereka sebab selain tokoh yang berintelektual, guru juga tokoh otoritas untuk para peserta didiknya.

Untuk itu seringkali anak-anak lebih percaya, lebih patuh dan lebih takut pada guru dibanding dengan orang tua.

Faktor Yang Menghambat Kematangan Emosi
Sedangkan menurut Hurlock (2000), faktor-faktor yang menjadi penghambat kematangan emosi pada seseorang di antaranya,
1. Dasar yang buruk. Remaja yang tidak dapat membentuk dasar yang baik selama masa kanak-kanak tidak akan menguasai tugas perkembangan masa remaja. Perkembangan optimal dalam masa remaja bergantung pada keberhasilan tugas perkembangan dalam masa bayi dan masa kanak-kanak.
2. Terlambat matang. Remaja yang terlambat matang tidak mempunyai waktu untuk menguasai banyak perkembangan masa remaja dibandingkan remaja yang matang lebih awal atau anak yang matangnya normal. Banyak di antara remaja yang terlambat matang baru menyelesaikan perubahan masa pubertas pada saat remaja hampir habis.
3. Terlalu lama diperlakukan seperti anak-anak. Remaja yang terlambat matang sering diperlakukan seperti anak- anak pada saat teman-teman sebayanya diperlakukan sebagai orang yang hampir dewasa. Akibatnya, remaja mengembangkan perasaan kurang mampu untuk memikul hak, keistimewaan, dan tanggung jawab sejalan dengan kedewasaannya.
4. Perubahan peran. Remaja yang bekerja setelah sekolah atau berhenti bersekolah akan memperoleh perubahan peran yang drastis, ia menggunakan peran dewasa terlebih dahulu dibandingkan teman-teman sebaya yang melanjutkan pendidikan.
5. Ketergantungan yang terlampau lama. Keadaan ketergantungan yang terlalu lama terjadi pada saat seorang remaja menjalankan pendidikan sampai kepada masa dewasa awal. Sehingga hal tersebut menjadi sulit bagi remaja untuk melakukan peralihan ke masa dewasa karena masih mengalami ketergantungan. Hal ini sering terjadi pada remaja perempuan.

Karakterisitik Kematangan Emosi
Lamonthe (2020) berpendapat bahwa kematangan emosi mempunyai beberapa karakteristik di antaranya,
1. Bertanggung jawab terhadap tindakannya
2. Dapat menunjukkan empati, dapat meminta maaf secara asertif
3. Mampu menghadapi kerentanan, mau menerima pertolongan dari orang lain
4. Mempunyai kapasitas untuk menetapkan batasan bagi dirinya sendiri

Cara Mencapai Kematangan Emosi Siswa
Sebagian ahli menyatakan terdapat cara mencapai kematangan emosi siswa di antaranya,
Hurlock (1980:213)
Untuk mencapai kematangan emosi, remaja harus mendapatkan gambaran mengenai situasi-situasi yang bisa memunculkan reaksi emosional dengan cara berbicara dengan orang lain tentang pribadinya. Jika remaja hendak meraih kematangan emosi, remaja juga harus belajar memakai katarsis emosi untuk menyalurkan emosi yang dihadapinya.

Syamsu Yusuf (2009:128)
Untuk mempunyai kematangan emosional ini dibutuhkan waktu yang panjang. Dalam proses pengalaman yang tidak sebentar. Matang atau tidaknya emosi seseorang bisa terpengaruh dari beberapa faktor seperti usia, sikap, perlakuan orang tua dan kualitas interaksi sosial (komunikasi) baik dengan orang tua, teman sebaya atau orang lain yang berarti untuknya.

Remaja harus sudah bisa meninggalkan sifat-sifat kekanak-kanakannya dan mulai belajar untuk bertingkah laku secara matang.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Kematangan Emosi: Pengertian, Aspek, Faktor Yang Mempengaruhi dan Menghambat, Karakteristik, dan Cara Mencapainya"