Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karakter Manusia: Pengertian, Unsur, Proses Pembentukan, 4 Tipe, dan Cara Menebaknya

Pengertian Karakter Manusia
Karakter Manusia
Pengertian Karakter Manusia
Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Pada dasarnya karakter merupakan akumulasi dari sifat, watak, dan juga kepribadian seseorang.

Karakter Manusia Menurut Para Ahli
1. Kamisa, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian.
2. W. B. Saunders, karakter merupakan sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu. Karakter dapat dilihat dari berbagai macam atribut yang ada dalam pola tingkah laku individu
3. Gulo W., karakter adalah kepribadian yang dilihat dari titik tolak etis atau pun moral (seperti contohnya kejujuran seseorang). Karakter biasanya memiliki hubungan dengan sifat-sifat yang relatif tetap
4. Alwisol, karakter merupakan penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) secara implisit atau pun eksplisit. Karakter berbeda dengan kepribadian yang sama sekali tidak menyangkut nilai-nilai
5.    W.B. Saunders, karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu

Unsur Karakter Manusia
1. Sikap
Sikap seseorang merupakan bagian dari karakter, bahkan dianggap cerminan karakter seseorang tersebut. Dalam hal ini sikap seseorang terhadap sesuatu yang ada di hadapannya, biasanya menunjukkan bagaimana karakter orang tersebut.

Jadi semakin baik sikap seseorang maka akan dikatakan orang dengan karakter baik. Dan sebaliknya semakin tidak baik sikap seseorang maka akan dikatakan orang dengan karakter yang tidak baik

2. Emosi
Emosi merupakan gejala dinamis dalam situasi yang dirasakan manusia, yang disertai dengan efeknya pada kesadaran, perilaku dan juga merupakan proses fisiologis. Tanpa emosi, kehidupan manusia akan terasa hambar karena manusia selalu hidup dengan berpikir dan merasa dan emosi identik dengan perasaan yang kuat

3. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan komponen kognitif manusia dari faktor sosiologis-psikologis. Kepercayaan bahwa sesuatu itu benar atau salah atas dasar bukti, sugesti otoritas, pengalaman dan intuisi sangatlah penting dalam membangun watak dan karakter manusia.

Jadi kepercayaan memperkukuh eksistensi diri dan memperkukuh hubungan dengan orang lain.

4. Kebiasaan dan Kemauan
Kebiasaan merupakan aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis pada waktu yang lama, tidak direncanakan dan diulangi berkali-kali. Sedangkan kemauan merupakan kondisi yang sangat mencerminkan karakter seseorang karena kemauan berkaitan erat dengan tindakan yang mencerminkan perilaku orang tersebut

5. Konsepsi Diri (Self-Conception)
Proses konsepsi diri merupakan proses totalitas, baik sadar maupun tidak sadar tentang bagaimana karakter dan diri seseorang dibentuk. Jadi konsepsi diri adalah bagaimana saya harus membangun diri, apa yang saya inginkan dari dan bagaimana saya menempatkan diri dalam kehidupan

Proses Terbentuknya Karakter
Karakter yang dimiliki oleh seseorang pada dasarnya terbentuk melalui proses pembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Lebih dari itu, karakter merupakan bentukan atau pun tempaan lingkungan dan juga orang-orang yang ada di sekitar lingkungan tersebut.

Karakter dibentuk melalui proses pembelajaran di beberapa tempat, seperti di rumah, sekolah, dan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Pihak-pihak yang berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang yaitu keluarga, guru, dan teman sebaya.

Karakter seseorang biasanya akan sejalan dengan perilakunya. Bila seseorang selalu melakukan aktivitas yang baik seperti sopan dalam berbicara, suka menolong, atau pun menghargai sesama, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga baik, akan tetapi jika perilaku seseorang buruk seperti suka mencela, suka berbohong, suka berkata yang tidak baik, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga buruk.

4 Tipe Karakter Manusia
Karakter manusia dibedakan menjadi empat tipe di antaranya,
1. Plegmatis (Cinta Damai)
Plegmatis adalah orang yang tenang dan kalem. Mereka objektif dalam menilai sesuatu, diplomatis, efisien dan teratur, cuek dan tidak peduli, praktis humoris, serta dapat diandalkan. Di samping itu, plegmatis memiliki kelemahan, seperti penakut, cepat khawatir, suka menunda-nunda, cari aman sendiri, tidak punya motivasi, tidak tegas, dan kadang egois.

Seseorang dengan tipe karakter plegmatis menunjukkan pribadi yang mudah diatur, cenderung diam dan kalem, suka mengalah, memiliki rasa toleransi yang tinggi, mudah untuk disuruh dan selalu mau melakukan, suka mengalah, tidak menyukai konflik. Orang dengan tipe ini suka dengan kehidupan yang damai- damai saja dan tenang.

Apabila dihadapkan pada suatu masalah, maka dia akan mencari solusi dengan cara damai dan diselesaikan dengan tenang. Tipe plegmatis mampu bersabar dalam kondisi apapun. Apabila disuruh untuk mengambil keputusan, mengalami kesulitan dan cenderung menunda-nunda.
a. Tipe Emosi
Kepribadian yang rendah hati, mudah bergaul dan bawaannya santai, diam dan tenang, sabar, hidupnya konsisten, tenang tetapi cerdas. Selain itu baik hati dan mudah bersimpati, cenderung menyembunyikan emosinya, selalu bahagia dengan apapun yang dia terima, serba guna.

b. Sebagai Orang Tua
Orang dengan tipe plegmatis akan menjadi orang tua yang baik, selalu menyediakan waktu untuk anak- anaknya, tidak tergesa- gesa, tidak mudah marah dan cenderung selalu sabar- sabar saja dengan kondisi apapun, bisa mengambil yang baik dari yang buruk.

c. Sebagai Pekerja
Orang dengan tipe plegmatis memiliki sikap yang cakap dalam pekerjaan dan mantap, seringkali menyetujui keputusan apapun dengan cepat dan sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, mampu menghindari munculnya konflik, tetap baik meski di bawah tekanan, menyukai cara–cara mudah untuk menyelesaikan pekerjaan.

d. Sebagai Teman
Orang dengan tipe Plegmatis, mudah diajak bergaul, menyenangkan, seorang pendengar yang baik, tidak suka menyinggung orang lain, punya selera humor yang baik, suka mengawasi orang, punya banyak teman, memiliki perhatian yang lebih, punya belas kasihan, menyukai segala kondisi.

e. Kelemahan
Cenderung mengalir apa adanya dan terkesan tidak memiliki impian atau pendirian hidup yang tegas. Sulit menentukan pilihan. Tidak pandai memberikan masukan atau gagasan baru.

2. Melankolis (Sempurna)
Sebagian melankolis adalah orang-orang yang berbakat. Mereka juga analitis, perfeksionis, tekun, disiplin dan rela berkorban demi suatu hal. Namun begitu, melankolis bisa memiliki ciri negatif seperti pemurung, berpusat pada diri sendiri, berpikir negatif, kurang bermasyarakat, perasa, teoritis, hingga pembalas.

Tipe Kepribadian Melankolis yang sempurna merupakan tipe kepribadian yang memiliki karakter cenderung bersikap rapi, teratur, terencana, dan mampu mempertimbangkan segala sesuatu dengan melihat hal- hal kecil. Secara penampilan fisik, orang dengan tipe melankolis sempurna tampak rapi, baju mulus, sepatu bersih, barang bawaan tertata rapi, buku tertata dengan rapi, tulisan rapi.

Orang dengan tipe ini bisa dilihat dari kondisi kamarnya yang rapi dan bersih. Secara akademis tipe melankolis tergolong pandai dan cerdas. Orang dengan tipe melankolis suka mengatur orang lain, suka mengingatkan orang lain jika tidak sesuai, suka mengontrol semuanya sendiri, tidak mau kalah, bicaranya dingin, sesuai aturan atau baku. Selalu ingin tahu dan mengejar jawaban sampai mendalam karena menginginkan kesempurnaan.
a. Tipe Emosi
Orang dengan tipe melankolis memiliki pikiran yang mendalam dan rumit, seorang analitik atau suka menganalisis berbagai hal, serius dan tekun, cenderung cerdas dan jenius, memiliki bakat dan tingkat kreativitas yang tinggi, artistik dalam seni maupun musik, filosofis dan puitis, menghargai keindahan, sensitif terhadap perasaan orang lain, rela berkorban untuk orang lain, penuh dengan kesadaran, memiliki idealisme yang tinggi atau idealis.

b. Sebagai Orang Tua
Orang dengan tipe melankolis menerapkan standar yang tinggi, menginginkan segala sesuatu berjalan dengan benar, menjaga rumah selalu rapi, merapikan barang- barang anak, mengorbankan keinginan sendiri untuk orang lain, mampu mendorong inteligensi dan bakat anak. Selalu mampu mempersiapkan segalanya dan memprediksi hal- hal yang mungkin akan terjadi.

c. Sebagai Pekerja
Seorang melankolis sempurna, berorientasi terhadap jadwal, seorang perfeksionis dan memiliki standar capaian yang tinggi, sadar perincian, memahami hal-hal kecil, gigih dan cermat, tertib dan terorganisasi, teratur dan rapi, ekonomis, mampu melihat potensial masalah. Dan juga selalu memiliki ide kreatif untuk pemecahan masalah, berpedoman untuk menyelesaikan apa yang dia mulai, menyukai bentuk-bentuk grafik, diagram, daftar, dan simbol kerapian atau terstruktur.

d. Sebagai Teman
Orang melankolis sempurna, memiliki kehati-hatian dalam memilih teman, merasa puas meskipun hanya berperan sebagai latar belakang, menghindari perhatian, setia, berbakti. Kemudian mau mendengarkan keluhan, bisa memberikan masukan untuk memecahkan masalah orang lain, sangat perhatian pada orang lain, penuh belas kasih, mencari teman hidup yang ideal.

e. Kelemahan
Cenderung selalu mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri sampai melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Merasa tidak puas apabila sesuatu berjalan tidak sesuai kehendaknya atau yang dia rasa benar. Pemikirannya yang terlalu sempurna terkadang dianggap terlalu rumit dan tidak terlalu perlu oleh orang di sekitarnya. Dianggap terlalu serius oleh orang di sekitarnya.

3. Sanguinis (Populer)
Orang dengan karakter sanguinis biasanya memiliki semangat hidup yang tinggi. Mereka optimis, antusias, riang, lincah, dan kebanyakan adalah individu yang menyenangkan. Sanguinis juga sering menarik dan butuh perhatian dari orang lain. Di samping itu mereka gemar mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru. Jenis karakter ini memiliki kelemahan seperti susah untuk diam, membesar-besarkan masalah, sering ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan maupun orang lain.

Sanguinis yang populer merupakan tipe karakter kepribadian yang suka menjadi bahan perhatian, ingin selalu disenangi oleh orang lain, menyukai kepopuleran, memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan senang menjadi pusat perhatian. Seorang sanguinis selalu senang dalam situasi yang gembira, pesta- pesta, berkumpul dengan teman- teman dalam kondisi yang ramai.

Senang terhadap aktivitas kebersamaan yang menyenangkan, namun hidupnya tidak teratur. Orang dengan tipe sanguinis susah berkonsentrasi dan diajak serius. Selalu cenderung memberikan keputusan setelah berpikir pendek.
a. Tipe Emosi
Orang dengan tipe kepribadian sanguinis yang populer memiliki kepribadian yang menarik, suka bicara, suka tampil di depan umum, mampu menghidupkan pesta, memiliki rasa humor yang hebat, memiliki ingatan yang kuat terhadap warna, emosional dan demonstratif, ekspresif dalam mengutarakan maksudnya. Memiliki rasa antusias yang tinggi, periang dan penuh semangat, memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan baik di panggung, penuh rasa ingin tahu, mudah mengikuti perubahan, berhati tulus, tampak kekanak-kanakan.

b. Sebagai Orang Tua
Orang dengan tipe sanguinis yang populer sangat disukai oleh anak- anak, mampu membuat suasana rumah menjadi menyenangkan, merubah bencana menjadi humor, mampu membuat lelucon lelucon secara spontan. Suasana rumah dan hubungan dengan tetangga akan sangat menyenangkan dengan orang tipe sanguinis.

c. Sebagai Pekerja
Orang dengan tipe Sanguinis yang populer cenderung sukarelawan menerima dan menjalankan tugas, memikirkan kegiatan baru yang menyenangkan, kreatif dan inovatif, selalu memikirkan cara yang memukau dan menyenangkan, tampak hebat di permukaan. Selain itu juga punya energi dan antusiasme, memiliki cara cemerlang, mampu mengilhami orang lain untuk ikut serta, memberikan semangat pada orang lain untuk bekerja.

d. Sebagai Teman
Orang dengan tipe Sanguinis mudah berteman dengan siapapun, mencintai semua orang di sekitarnya, suka dipuji dan mendapat perhatian, tampak menyenangkan, bukan pendendam, cepat minta maaf, mencegah situasi yang membosankan, suka kegiatan yang menyenangkan dan spontan.

e. Kelemahan
Orang dengan tipe sanguinis cenderung tidak terorganisir, tidak mudah mengingat hal-hal yang terperinci, kurang serius dalam apapun, mempercayakan pada orang lain untuk melakukan pekerjaan, terlalu mudah ditipu dan kekanak-kanakan, mempunyai ide cemerlang namun tidak mampu melaksanakan sampai akhir, merasa sebagai orang tanpa kesalahan, berbicara terlalu banyak, mementingkan diri sendiri, mempunyai ingatan yang belum dikembangkan, pelupa, suka menyela dan menjawab untuk orang lain, tidak tertib dan tidak dewasa.

4. Koleris (Kuat)
Orang berkarakter korelis cenderung berkemauan keras, independen, memiliki visi, praktis, tegas, produktif, dan orang yang cocok untuk dijadikan pemimpin dalam suatu kelompok. Namun demikian, korelis juga bisa memiliki sisi negatif, antara lain bersikap dingin, cepat puas, ceroboh, dominan, sarkastis, pemarah, kejam, hingga sulit memaafkan.

Koleris yang kuat merupakan tipe kepribadian yang tegas dan tipe seorang pemimpin. Koleris sangat suka mengatur, suka petualangan, suka tantangan baru, memiliki ketegasan dalam menentukan keputusan, tidak mudah menyerah, tidak mudah mengalah. Tipe koleris menjadi sosok yang selalu diidam- idamkan oleh orang lain karena terlihat sangat keren dan kuat dari luar.

Namun dibalik semua kesempurnaan dirinya dan jiwa kepemimpinannya yang besar, orang koleris cenderung jarang bersenang- senang.
a. Tipe Emosi
Orang dengan tipe koleris memiliki kemampuan dan bakat memimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, selalu menginginkan perubahan dan memperbaiki kesalahan, memiliki kemauan yang tegas dan kuat, tidak emosional dalam bertindak, tidak mudah patah semangat, memiliki jiwa yang bebas dan mandiri, memiliki keyakinan yang teguh, bisa menjalankan kegiatan apa saja.

b. Sebagai Orang Tua
Orang dengan tipe koleris kuat akan memberikan kepemimpinan yang kuat di dalam keluarga, memiliki tujuan yang jelas, mampu memberikan motivasi pada anggota keluarga, mengetahui pilihan atau jawaban yang tepat, mengorganisasi rumah tangga dengan baik.

c. Sebagai Pekerja
Orang dengan tipe koleris lebih cenderung berorientasi pada target, melihat suatu gambaran secara menyeluruh, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis yang efisien, bergerak cepat dalam bertindak, mendelegasikan pekerjaan dengan penuh tanggungjawab, menekankan pada hasil, membuat target tujuan, merangsang kegiatan, berkembang karena saingan dalam pekerjaan, selalu ingin mendapatkan hasil yang baik.

d. Sebagai Teman
Orang dengan tipe koleris tidak memiliki banyak teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau menjadi pemimpin organisasi dan mampu mengorganisasikan orang dengan baik, biasanya selalu benar, selalu unggul, selalu bisa diandalkan.

e. Kelemahan
Terlalu terpacu dan menyukai pada hal-hal serius sehingga melupakan kebutuhan akan waktu yang santai dan menyenangkan. Kehidupannya terpacu pada target, tujuan dan hasil.

Cara Menebak Karakter Manusia
Karakter seseorang terpancar dari gerak gerik atau bahasa tubuhnya, cara berbicara, dan cara bertingkah laku. Anda bisa memperhatikan hal-hal kecil berikut untuk menebak karakter orang yang sedang berkomunikasi atau berinteraksi dengan Anda di antaranya,
1. Tatapan mata
Apabila Anda saat berkomunikasi dengan seseorang, orang tersebut mempertahankan kontak mata saat berbincang menandakan bahwa dia adalah orang yang agresif dan agak menyeramkan. Namun apabila kontak mata dilakukan 60% maka dia merupakan sosok orang yang ramah, menyenangkan, baik hati, mudah dipercaya dan menarik. Kurangnya kontak mata saat berbincang menandakan kurangnya kontrol diri dan kemauan dalam interaksi.

2. Tulisan tangan
Apabila seseorang memiliki tulisan yang besar berarti cenderung extrovert, sebaliknya jika tulisan tangan kecil maka cenderung introvert. Arah tulisan juga menentukan karakter seseorang, yaitu arah tulisan yang cenderung ke kanan menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki sifat sentimental dan ramah. Apabila tulisan cenderung tegak, orang tersebut menunjukkan sifat pragmatis. Dan apabila tulisan miring ke kiri, maka orang tersebut menunjukkan sifat introspektif.

3. Berjabat tangan
Berjabat tangan umum sekali dilakukan orang saat bertemu dan merupakan hal yang memiliki pengaruh dalam karier. Cara jabat tangan yang lemah menandakan seseorang tersebut tidak memiliki rasa percaya diri, pemalu, dan kurang suka tantangan baru. Apabila sebaliknya, orang dengan jabat tangan yang kuat, menunjukkan karakter yang percaya diri dan ekspresif.

4. Warna favorit
Secara psikologis warna juga disebutkan memiliki pengaruh terhadap tipe orang. Misalnya penyuka warna hitam maka memiliki karakter yang detail dan sensitif. Penyuka warna putih cenderung terorganisir dan logis. Merah sebagai karakter yang penuh keberanian. Hijau merupakan lambang kasih sayang dan kesetiaan. Biru dinyatakan sebagai tipe yang stabil dan suka cari perhatian. Penyuka warna kuning cenderung ceria, aktif, dan kreatif. Kesenangan pada warna tertentu menjadikannya identitas karakter diri Anda.

5. Disiplin waktu
Orang yang disiplin waktu dan menghargai waktu merupakan tipe yang penuh komitmen dan memiliki tujuan yang jelas. Sebaliknya orang yang kurang bisa menghargai waktu bisa diartikan orang tersebut malas, meremehkan orang lain, dan kurang bisa diberi kepercayaan. Disiplin waktu sangat menentukan pandangan orang lain terhadap diri Anda. Misalnya apabila akan bertemu seseorang atau membuat janji, maka ketepatan waktu akan menentukan pandangan orang terhadap keseriusan seseorang tersebut.

6. Rentang waktu mengecek handphone
Orang yang memiliki kebiasaan sering melihat HP saat sedang berinteraksi dengan orang lain cenderung merupakan tipe orang yang bukan pendengar yang baik, kurang bisa menghargai orang lain, dan kurang dapat berinteraksi secara langsung. Tipe seorang pendengar yang baik maka akan berfokus pada inti komunikasi dan akan meminta izin pada lawan bicara saat akan melihat Hp apabila ada keperluan penting.

7. Cara berkomunikasi
Ketika kita sedang berbincang atau berkomunikasi dengan lawan bicara, orang yang terlalu banyak menceritakan tentang dirinya sendiri cenderung tipe yang egois, bersifat keras kepala, dan sulit berbagi. Sedangkan orang yang hanya berbicara sedikit mengenai dirinya cenderung merupakan tipe orang yang rendah hati, ramah, dan suka berbagi.

8. Cara makan
Seringkali suatu pertemuan atau perbincangan dilakukan sambil makan siang atau makan malam baik pada pertemuan resmi ataupun sekedar berkumpul dengan kawan. Anda bisa juga menilai karakter orang dari cara makannya. Orang yang memiliki table manner, makan tanpa berbunyi, berbicara setelah menelan makanan cenderung merupakan tipe yang rapi, sensitif terhadap hal kecil, dan terorganisir.

Sedangkan orang yang ketika makan, berbicara sambil mengunyah, memakai alat makan untuk menunjuk-nunjuk sesuatu, tidak memosisikan alat makan dengan rapi seusai makan, menunjukkan tipe orang yang tidak rapi, tidak terlalu peduli dengan sekitar, egois.

9. Perlakuan terhadap pelayan
Cara berbicara pada pelayan juga bisa menjadi penilaian orang lain terhadap karakter seseorang. Perilaku ketika berbicara dengan pelayan mencerminkan perilaku diri orang tersebut ketika pada orang lain. Banyak orang yang menilai karakter dari sikap ini. Apabila cara berbicara pada pelayan terlihat menyepelekan, menunjukkan bahwa orang tersebut suka merendahkan orang lain, egois. Sebaliknya jika cara berbicaranya sopan, menunjukkan orang yang ramah, tidak membeda- bedakan orang, dan baik hati.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Karakter Manusia: Pengertian, Unsur, Proses Pembentukan, 4 Tipe, dan Cara Menebaknya"