Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Introvert: Pengertian, Ciri, Penyebab, Jenis, dan Cara Menghadapinya

Pengertian Introvert
 Introvert
Pengertian Introvert
Introvert adalah tipe kepribadian yang lebih fokus pada pikiran, suasana hati, dan perasaan secara internal. Carl Jung memakai istilah introvert dan ekstrovert tahun 1920-an. Tipe kepribadian ini dibedakan dari cara mendapatkan atau menghabiskan energi mereka.

Tipe introvert cenderung lebih suka sendiri untuk memulihkan energi mereka. Berbeda dengan tipe ekstrovert yang lebih menyukai bertemu orang lain sesuai kebutuhan energi. Dalam tipe kepribadian, introvert cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara.

Mereka juga tipe pemilih untuk mengungkapkan sesuatu pada orang lain. Selain itu, introvert senang berada di dalam kelompok kecil yang membuat mereka nyaman. Tipe kepribadian introvert juga lebih fokus pada pikiran atau perasaan, dan lebih menyukai suasana yang tenang.

Ciri Introvert
Seorang introvert akan menunjukkan tanda-tanda tertentu di antaranya,
1. Mereka merasa lelah saat harus berhadapan dengan banyak orang
Banyak orang beranggapan, seorang introvert itu pemalu dan tidak bisa bersosialisasi. Padahal, kenyataannya tidak semua orang introvert seperti itu. Mereka bisa dengan mudah berbaur dan berinteraksi jika memang diharuskan, bahkan menghadiri acara yang membuatnya bertemu dengan banyak orang.

Seorang introvert memang tidak keberatan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, namun bukan berarti dia menyukainya. Salah satu hal unik dari seorang introvert adalah, mereka mudah sekali merasa lelah saat berhadapan dengan banyak orang, makanya mereka tidak pernah bisa bertahan lama dalam sebuah acara besar.

Bahkan meski dari luar seorang introvert tampak baik-baik saja, mereka sebenarnya lelah harus menemui setiap orang, mengobrol, dan pura-pura tertarik dengan topik obrolan yang muncul. Di saat semua orang sibuk bicara, seorang introvert akan sibuk mencari cara untuk keluar dari acara tersebut dan kembali ke rumahnya yang nyaman di mana dia bisa berhenti pura-pura dan menjadi dirinya sendiri.

2. Introvert lebih suka menghabiskan waktunya sendirian
Introvert memang tidak keberatan menghabiskan waktu dengan banyak orang, namun jika boleh memilih, mereka lebih suka menghabiskan waktunya sendirian. Bagi banyak orang, menghabiskan waktu sendirian itu menyedihkan, bahkan tidak sedikit orang merasa kesepian.

Namun hal itu tidak pernah berlaku bagi orang introvert. Sebaliknya, saat sedang sendirian, adalah saat yang paling menyenangkan bagi mereka. Mereka bisa menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang mereka mau, tanpa perlu memedulikan orang lain.

3. Memiliki teman yang sedikit
Dibandingkan dengan ekstrovert yang memiliki circle pertemanan yang luas, seorang introvert lebih suka circle pertemanan yang kecil namun berkualitas. Mereka benar-benar selektif dalam memilih teman, dan kadang hanya memilih orang-orang dengan kepribadian yang mirip dengannya.

Jangan salah sangka, seorang introvert ramah pada semua orang, dan tidak keberatan untuk berkenalan dengan orang baru. Namun tidak semua orang yang dia kenal akan dianggap sebagai teman. Introvert tidak peduli jika dia tidak memiliki banyak teman. Buatnya, kualitas jauh lebih penting dari kuantitas.

4. Mereka suka bicara sendiri
Kebiasaan unik lain dari seorang introvert adalah, mereka suka self talking atau bicara dengan dirinya sendiri. Bagi yang tidak biasa, self talking tentunya terlihat aneh. Namun bagi seorang introvert, self talking adalah cara mereka untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya.

Dan percaya atau tidak, metode self-talking ini membuat perasaan seorang introvert jauh lebih tenang dari sebelumnya karena dia sudah mengeluarkan semua unek-unek yang mengganggunya.

5. Mereka selalu berpikir sebelum bertindak
Bukan hanya memilih teman, seorang introvert juga selalu hati-hati saat harus mengambil keputusan. Saking hati-hatinya, introvert kadang membutuhkan waktu yang lama untuk memutuskan sesuatu.

Sebelum mengambil sebuah keputusan, seorang introvert akan lebih dulu menimbang berbagai pilihan yang dia punya, melihat plus minusnya, lalu memilih mana yang paling baik untuk dirinya. Dalam hidupnya, nyaris tidak ada istilah asal-asalan, karena mereka selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu. Makanya tidak heran kalau introvert nyaris tidak pernah mengambil keputusan yang salah.

6. Lebih produktif saat harus bekerja sendirian
Mayoritas orang lebih suka bekerja dalam sebuah tim. Salah satu alasannya karena beban kerja yang berat akan jadi lebih ringan jika dikerjakan bersama. Namun beda ceritanya kalau orang tersebut adalah introvert. Seperti yang sudah di katakan sebelumnya, introvert lebih suka menghabiskan waktu sendirian.

Hal ini nyatanya juga berlaku saat dia bekerja. Dibandingkan bekerja dalam sebuah kelompok, introvert lebih suka bekerja sendirian. Saat sendirian, introvert merasa lebih bebas. Mereka bisa berpikir lebih baik, bekerja lebih fokus, dan mengambil keputusan yang jauh lebih bijak.

7. Mereka lebih suka mengeluarkan pikirannya dalam bentuk tulisan
Meski tidak semua, tetapi mayoritas introvert tidak suka terlalu banyak bicara. Mereka bukan tipe orang yang blak-blakan dalam bicara dan menyatakan pemikirannya tanpa disaring terlebih dahulu. Alih-alih asal bicara, introvert lebih suka mengutarakan apa yang dia pikirkan dalam bentuk tulisan.

Salah satu alasannya karena saat menulis, mereka memiliki waktu untuk memikirkan dulu apa yang akan ditulis olehnya. Mereka hati-hati dalam berpendapat, karena tidak ingin tulisannya menyakiti orang lain atau lebih parah, menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

8. Suka berimajinasi
Selain suka melakukan self-talking, seorang introvert juga kadang membiarkan dirinya berkelana ke mana-mana. Saat sedang sendirian, mereka suka berimajinasi banyak hal yang menurutnya menarik. Bagi banyak orang, mengkhayal mungkin hanya buang-buang waktu. Namun bagi introvert, mengkhayal dapat mengurangi stress bahkan tidak jarang mereka mendapatkan ide bagus saat sedang berimajinasi.

Penyebab Introvert
Penyebab introvert, seperti aspek kepribadian lainnya, berkembang sebagai kombinasi dari dua faktor utama yakni gen dan lingkungan. Susunan genetik Anda, atau sifat yang diwarisi dari orang tua kandung, memainkan peran kunci dalam menentukan seorang introvert atau sebaliknya.

Ada kemungkinan besar seseorang yang lahir dalam keluarga introvert adalah akan terus mengembangkan kepribadian introvert itu sendiri, tetapi hanya sebagian gen yang berkontribusi pada kepribadian.

Lingkungan tempat Anda tumbuh juga memiliki dampak penting sebagai penyebab introvert. Singkatnya, mengamati bagaimana anggota keluarga berperilaku dan merespons dalam lingkungan sosial dapat membantu membentuk kepribadian Anda. 

Faktor lingkungan lainnya mungkin termasuk gaya pengasuhan, jenis pendidikan yang Anda terima, pengalaman dengan teman sebaya, dan pengalaman hidup terutama di masa kecil juga bisa menjadi penyebab introvert.

Jenis Introvert
Kepribadian seorang introvet bisa bermacam-macam. Kondisi ini terjadi karena ada banyak tipenya di antaranya,
1. Introvert Sosial
Introvert sosial adalah tipe yang dialami kebanyakan orang. Orang dengan kepribadian ini lebih suka bekerja sendiri dan menghindari keramaian. Ketika datang ke kegiatan sosial, ia suka melakukannya dalam kelompok kecil. Namun, alih-alih berpartisipasi dalam kegiatan sosial, mereka lebih suka menghabiskan waktu sendirian di rumah.

2. Anxious Introvert
Arti anxious introverst adalah orang yang menyukai kesendirian karena sering merasa tidak nyaman atau malu saat berinteraksi dengan banyak orang. Dari pola pikir ini, mereka lebih suka menghabiskan waktu sendirian. Setelah aktivitas sosial, tipe ini sering merenungkan interaksi mereka dengan orang lain. Kebiasaan ini sering meningkatkan tingkat kecemasan mereka.

3. Thinking Introvert
Arti introvert ini adalah seseorang yang menghabiskan banyak waktu untuk pikirannya sendiri. Sisi positifnya, orang dengan tipe ini cenderung berpikir kreatif dan imajinatif.

4. Restrained Introvert
Restrained introvert adalah seseorang yang menghabiskan banyak waktu sebelum bertindak. Orang-orang dengan kepribadiannya menahan diri dan berpikir sangat hati-hati tentang segala sesuatu yang ingin mereka lakukan.

Cara Menghadapi Kepribadian Introvert
Ketika Anda Jika mengenal seseorang dengan kepribadian ini, Anda mungkin kebingungan bagaimana cara bersikap atau menanggapi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk berinteraksi dengan para introvert di antaranya,
1. Pahami apa yang dimaksud dengan introversion
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah memahami lebih dalam mengenai tipe kepribadian ini. Dengan begini, Anda bisa mengetahui kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk tantangan yang mungkin muncul di kemudian hari saat harus berinteraksi dengan orang dengan kepribadian introversion.

Masalahnya, jika tidak memahami bagaimana orang dengan kepribadian ini bersikap, menjalani hari-harinya, dan kebiasaan-kebiasaan apa yang mungkin ia lakukan, Anda mungkin mengira orang tersebut mengalami depresi.

Padahal, ini hanya karakter dari kepribadian dan cara memahaminya saja yang berbeda. Oleh sebab itu, Anda jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Yang perlu Anda pahami adalah introversion merupakan suatu tipe kepribadian dan bukan sebuah penyakit yang perlu perhatian khusus.

2. Jangan paksa untuk mengubah kepribadiannya
Karena sering disalahartikan sebagai pemalu dan penyendiri, orang introvert terkadang dianggap sebagai orang yang memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya. Jika orang dengan kepribadian ini memilih untuk menyendiri di kamar atau lebih asyik sendiri dengan hal yang sedang ia lakukan, biarkan ia untuk melakukan hal tersebut.

Hal tersebut dikarenakan orang dengan kepribadian ini justru merasa paling nyaman dengan dirinya saat bisa melakukan berbagai kesibukannya sendiri. Jangan lupa, orang introvert butuh waktu sendiri untuk mencerna kejadian-kejadian baru yang dialaminya.

Hindari juga memaksa orang yang memiliki kepribadian introversion untuk mengubah kepribadian dengan bersosialisasi, terutama jika berada di lingkungan baru. Biarkan ia mengamati dulu sejenak sebelum ikut bergabung dan berinteraksi dengan orang baru.

3. Bantu orang dengan kepribadian ini merasa nyaman
Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan kepribadian introversion atau dekat dengan orang yang memiliki kepribadian ini, cobalah untuk membantunya merasa lebih nyaman. Sebagai contoh, jika membagi tugas di rumah, berikanlah ia tugas yang membuatnya bisa bekerja secara individu, seperti mencuci piring atau memotong rumput.

Selain itu, meski orang dengan kepribadian ini bukan berarti tidak suka bersosialisasi, tapi mereka memang lebih mudah lelah jika harus berinteraksi dengan banyak orang. Maka itu, berikanlah ia waktu beristirahat dan menyendiri di kamar jika Anda tahu bahwa ia baru “menghabiskan” energinya dalam kegiatan sosial.

Beri ia ruang dan waktu untuk mengisi ulang energi dalam kesendiriannya. Dengan memahami kebutuhan dan kondisinya, orang introvert akan lebih merasa dihargai dan dimengerti.

Lihat Juga:

1. Ekstrovert: Pengertian, Ciri, Tipe, Kelebihan, dan Kelemahannya

2. Ambivert: Pengertian, Ciri, Keuntungan, Pekerjaan, dan Tips Mengembangkannya

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Introvert: Pengertian, Ciri, Penyebab, Jenis, dan Cara Menghadapinya"