Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Komunitas Lokal, Pembentukan, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Komunitas Lokal
Komunitas Lokal
A. Pengertian Komunitas Lokal
Sebelumnya silahkan baca juga pengertian komunitas menurut beberapa ahli di sini.

Komunitas lokal merupakan sekelompok orang yang berinteraksi dan berbagi lingkungan. Dalam komunitas manusia, niat, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, dan sejumlah kondisi lain mungkin ada dan umum, yang memengaruhi identitas peserta dan tingkat keterpaduan mereka.

Komunitas lokal juga dapat dimengerti sebagai masyarakat yang tinggal atau bermukim serta mencari nafkah di sekitar pabrik, kantor, gudang, tempat pelatihan, tempat peristirahatan, atau di sekitar asset tetap perusahaan lainnya. Dalam perspektif Humas suatu organisasi, komunitas lokal memiliki peran yang sangat penting. Oleh sebab itu, Humas bertugas untuk menjalin sebuah proses komunikasi yang terencana sehingga komunitas itu turut memberikan dukungan yang baik kepada organisasi.

B. Pembentukan Komunitas Lokal
Komunitas lokal tersebut bisa terbentuk melalui dua pola di antaranya,
1. Organisasi atau perusahaan yang menjalankan sebuah aktivitasnya pada wilayah yang telah dihuni penduduk setempat. Dalam hal ini, perusahaan membeli lahan penduduk sembari berjanji akan mengoptimalkan peran masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.
2. Perusahaan datang lebih dahulu baru kemudian penduduk banyak berdatangan. Perusahaan yang menyerap tenaga kerja yang sangat banyak cenderung menyiapkan lahan pemukiman bagi warga sekitar.

Lama kelamaan, penduduk yang menjadi komunitas di sekitar perusahaan itu bukan hanya berkaitan dengan orang yang bekerja di perusahaan itu tapi juga warga lain yang membangun usaha karena melihat peluang muncul seiring dengan prospek yang muncul berkaitan dengan perusahaan tersebut.

C. Ciri Komunitas Lokal
1. Sekelompok orang, sekelompok orang adalah karakteristik atau elemen komunitas yang paling mendasar atau esensial. Kelompok ini mungkin kecil atau besar tetapi komunitas selalu merujuk pada sekelompok orang.
2. Lokasi atau wilayah yang pasti, komunitas merupakan kelompok teritorial. Sekelompok orang membentuk komunitas hanya ketika mereka tinggal di wilayah tertentu.
3. Sentimen Komunitas, sentimen komunitas mengacu pada perasaan memiliki bersama yang kuat di antara anggota. Ini mengacu pada sentimen kehidupan bersama yang ada di antara anggota suatu daerah. Dengan ini para anggota secara emosional mengidentifikasi diri mereka sendiri. Identifikasi emosional anggota membedakan mereka dari anggota komunitas lain.
4. Naturalitas, komunitas terorganisir secara alami dalam arti bukan produk dari kehendak manusia atau diciptakan oleh tindakan pemerintah, tumbuh secara spontan, individu menjadi anggota sejak lahir.
5. Keabadian, komunitas selalu merupakan kelompok permanen. Hal ini mengacu pada kehidupan permanen individu dalam wilayah tertentu, tidak sementara seperti yang terjadi pada kerumunan atau asosiasi.
6. Kesamaan, anggota komunitas serupa dalam beberapa cara. Ketika mereka hidup dalam wilayah tertentu mereka menjalani kehidupan yang sama dan berbagi beberapa tujuan bersama. Di antara kesamaan anggota dalam bahasa, unsur budaya, arti adat istiadat, dan tradisi dan dalam banyak hal lain diamati. Kesamaan dalam hal ini bertanggung jawab untuk pengembangan sentimen masyarakat.
7. Tujuan yang Lebih Luas, anggota komunitas mengaitkan bukan untuk memenuhi tujuan tertentu tetapi untuk berbagai tujuan.
8. Kehidupan sosial yang terorganisir, sebuah komunitas ditandai oleh kehidupan sosial yang terorganisir secara total, artinya suatu komunitas mencakup semua aspek kehidupan sosial. Karenanya sebuah komunitas adalah masyarakat dalam bentuk mini.
9. Memiliki nama tertentu, setiap komunitas memiliki nama tertentu yang diketahui dunia. Anggota komunitas juga diidentifikasi dengan nama itu.
10. Tidak ada status hukum, Suatu komunitas tidak memiliki status hukum, tidak memiliki hak dan kewajiban di mata hukum. Itu tidak diciptakan oleh hukum negara.
11. Ukuran komunitas, Komunitas dikelompokkan berdasarkan ukurannya. Mungkin besar atau kecil. Desa adalah contoh komunitas kecil sedangkan sebuah bangsa atau bahkan dunia adalah contoh komunitas besar. Kedua tipe komunitas ini penting untuk kehidupan manusia.
12. Sifat konkret, karena mengacu pada sekelompok orang yang tinggal di wilayah tertentu, kita dapat melihat keberadaannya.
13. Memiliki struktur tertentu, memiliki struktur yang dapat dibedakan yang membedakannya dari yang lain.

D. Jenis Komunitas Lokal
Dalam sosiologi terdapat dua jenis komunitas, yaitu komunitas masyarakat Pedesaan dan Perkotaan, karena kondisi sosial yang berbeda di kedua daerah pedesaan dan perkotaan.
1. Komunitas pedesaan
Komunitas pedesaan adalah fenomena alam. Ia hadir di setiap masyarakat di dunia yang memiliki arti budaya dan pola kehidupan sosial yang berbeda. Ini sebenarnya adalah produk dari kehendak bebas alami orang-orang yang memiliki kesamaan ekstrim dalam tujuan dan ambisi hidup mereka.

Pertanian adalah identitas dan elemen utama. Orang-orang dari komunitas ini kebanyakan memiliki interaksi tatap muka dengan tingkat homogenitas tinggi dalam identitas mereka. Fasilitas perkotaan dasar seperti sekolah, rumah sakit, pasar, kantor kota, kantor polisi, dan lain-lain biasanya hilang di komunitas ini.

2. Komunitas Perkotaan
Komunitas urban adalah kebalikan dari komunitas pedesaan. Gaya hidup masyarakat perkotaan sangat impersonal satu sama lain di sepanjang tingkat kompleksitas dan heterogenitas yang tinggi dalam gaya hidup dan identitas mereka. Ini sebenarnya adalah produk pilihan rasional. Pembagian kerja yang kompleks dengan spesialisasi dalam pekerjaan mereka adalah identitas masyarakat kota. Fasilitas sipil modern biasanya tersedia.

E. Contoh Komunitas Lokal
1. Komunitas nelayan
Nelayan  dapat diartikan sebagai  kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budi daya. Mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai, sebuah lingkungan pemukiman yang dekat dengan lokasi kegiatannya (Imron, 2003). Dari sudut pandang geografis, masyarakat nelayan merupakan masyarakat yang hidup, tumbuh dan berkembang di kawasan pesisir, yaitu kawasan transisi antara wilayah darat dan laut (Kusnadi, 2009).

Nelayan ialah orang yang hidup dari mata pencaharian hasil laut. Para nelayan yang ada di Indonesia biasanya bermukim di daerah pinggir pantai atau pesisir laut. Komunitas nelayan merupakan kelompok  orang yang bermata pencaharian hasil laut dan tinggal di desa-desa atau pesisir (Sastrawidjaya. 2002).

2. Kelompok Tani
Petani dapat diartikan sebagai seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya yaitu mengolah tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun dijual kepada orang lain. Petani pun dapat menyediakan bahan mentah bagi industri, misalnya serealia untuk minuman beralkohol, buah untuk jus, dan wol atau kapas untuk penenunan dan pembuatan pakaian. Sama halnya dengan nelayan, petani juga biasanya membentuk kelompok atau komunitas tersendiri.


Dari berbagai sumber

Download

Ket. Klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Konsumerisme
2. Westernisasi 

3. Konservatisme
4. Liberalisme
5. Feminisme
6. Peradaban
7. Komunisme
8. Fasisme
9. Kolonialisme
10. Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat 

11. Tradisi
12. Masyarakat setempat (comunity)
13. Masyarakat perkotaan (urban comunity)
14. Masyarakat pedesaan (rural comunity) 

15. Konsep sosiologi. Patronase
16. Konsep sosiologi. Patriarki 
17. Etnosentrisme
18. Enkulturasi
19. Difusi
 

20. Gerak kebudayaan
21. Ekspansi pasar global dan krisis solidaritas
22. Globalisasi, partikularisasi, dan krisis solidaritas
23. Politik identitas di era globalisasi
24. Diferensialisme kultural
25. Hibridisasi kultural/kreolisasi/glokalitas
26. Kapitalisme transnasional
27. Konvergensi kultural
28. Dari imperialisme menuju neoimperialisme
29. Proses-proses sosial sistem kapitalisme
 

30. Definisi Internasionalisasi dan Internasionalisme 
31. Definisi Liberalisasi
32. Definisi Deteritorialisasi, Problem, dan Contohnya
33. Definisi Ruang Sosial
34. Definisi Media Massa, Karakteristik, Fungsi, Peran, Pengaruh, Isi, dan Jenisnya
35. Revolusi Industri, Sejarah, Latar Belakang, Wujud, Tujuan, dan Dampaknya
36. Perang Dingin, Sejarah, Latar belakang, dan Dampaknya
37. Pasar Bebas, Tujuan, Fungsi, Ciri, Kelebihan dan Kelemahan, Dampak, dan Contohnya
38. Pasar uang, Ciri, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Risiko, Pelaku, Sumber, Instrumen, Jenis, Perbedaan dan Persamaannya dengan Pasar Modal  
39. Pengertian Budaya Lokal, Ciri, Sifat, Fungsi, dan Contohnya 
40. Pengertian Mitos, Asal-Mula, Unsur, Ciri, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
41. Pengertian Neoliberalisme, Sejarah, Poin Ekonomi, Tujuan, Dampak, dan Agenda Utamanya
42. Pengertian Inflasi, Faktor Penyebab, Ukuran, Jenis, Teori, Dampak dan Cara mengatasinya
43. Pengertian Glokalisasi dan Contohnya
44. Pengertian Pasar Modal, Instrumen, Lembaga, Manfaat, Peran, Tujuan dan Fungsi, Jenis dan Contohnya
45. Pengertian Persaingan, Fungsi, Macam, Bentuk, Hasil, dan Contohnya
46. Pengertian Tenaga Kerja, Klasifikasi, Masalah, Undang-Undang, Kesempatan Kerja, dan Angkatan Kerja
47. Pengertian Pembangunan, Ciri, Tujuan, Model, Faktor, Konsep dan Teorinya
48. Pengertian Modal, Sumber, Manfaat, dan Jenisnya
49. Pengertian Monopoli, Ciri, dan Hambatannya
50. Pengertian Kolusi, Modus Operandi, Penyebab, Ciri, Dampak, dan Contohnya
51. Pengertian Nepotisme, Ciri, Jenis, Dampak, dan Contohnya
52. Pengertian Pencemaran Lingkungan, Penyebab, Macam, Dampak, dan Penanggulangannya
53. Pengertian Eksistensi atau Keberadaan
54. Pengertian Individualisme dan Konsekuensi Etisnya
55. Pengertian Materialisme, Ciri, Faktor, Aliran, Macam, dan Tokohnya
56. Pengertian Hedonisme, Latar Belakang, Tokoh, Penyebab, Ciri, Jenis, dan Dampaknya
57. Pengertian Cultural Shock, Tingkatan, Cara Menangani, dan Kejutan Balik
58. Pengertian Kreolisasi, Diaspora, Budaya, Makanan, Musik dan Agama 
59. Pengertian Etos Kerja, Aspek, Fungsi, Prinsip, Ciri, Faktor, Cara, dan Etos Bangsa Jepang  
60. Pengertian Adaptasi, Tujuan, Jenis, Maladaptasi, dan Contohnya

Tokoh, biografi, pemikiran, teori, dan karya terkait materi
1. Teori-teori globalisasi
2. George Ritzer
3. Milton Friedman
4. Roland Robertson
5. William Easterly
6. Anthony Giddens
7. Robert Morison MacIver
8. Charles Horton Cooley
9. William F. Ogburn
10. Selo Soemardjan
11. Talcott Parsons


Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Pengertian Komunitas Lokal, Pembentukan, Ciri, Jenis, dan Contohnya"