Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembelajaran Problem Based Learning (PBL): Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Penerapan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pengertian Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran Problem Based Learning atau PBL
Pengertian Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah metode pembelajaran dengan fokus pemecahan masalah yang nyata sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dengan model pembelajaran ini, peserta didik di dorong untuk lebih aktif terlibat dalam materi pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan permasalahan sehari-hari mereka agar nantinya peserta didik bisa menemukan sendiri jalan keluarnya. Dengan diaplikasikannya model pembelajaran ini peserta didik akan semakin paham akan suatu masalah dan bisa lebih terampil dalam memecahkan masalah.

Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menurut Para Ahli
1. Duch (1995), Problem Based Learning (PBL) adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan.
2. Finkle and Torp (1995), PBM merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan secara stimulan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecah permasalahan sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik.
3. Kamdi (2007:77), Problem Based Learning diartikan sebagai sebuah model pembelajaran yang di dalamnya melibatkan siswa untuk berusaha memecahkan masalah dengan melalui beberapa tahap metode ilmiah sehingga siswa diharapkan mampu mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan masalah tersebut dan sekaligus siswa diharapkan akan memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah.

Fungsi Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Model pembelajaran problem based learning tentu memiliki fungsi atau manfaat dalam pembelajaran, baik itu secara langsung yang berhubungan dengan kecerdasan peserta didik maupun yang berhubungan dengan kepribadian dan menunjukkan karakter dari peserta didik tersebut sehingga guru dapat mengetahui kemampuan pemecahan masalah peserta didiknya secara jelas dan mendalam.
1. Mengetahui pandangan peserta didik terhadap masalah
Model pembelajaran problem based learning diawali dengan yang namanya tahap awal atau pengenalan. Di dalamnya mencakup pencapaian akan tujuan pembelajaran yang hendak guru capai, penjelasan akan alat dan cara yang diperlukan, pemberian suatu masalah kepada peserta didik, pemberian motivasi agar peserta didik terlibat langsung dan berperan aktif untuk menyelesaikan masalah secara psikologi tersebut.

2. Melatih peserta didik untuk belajar dengan aktif
Pada fungsi ini guru dapat melakukan peranannya untuk membantu peserta didik dalam mengatur tugas belajar yang terkait dengan permasalahan yang diberikan.

3. Membimbing penyelesaian
Dalam hal ini guru melakukan sebuah bentuk usaha untuk mendorong peserta didik mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dan apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah, melakukan percobaan serta memecahkan permasalahan yang sudah diberikan.

4. Menyajikan dan mengembangkan solusi
Guru harus bisa menjalankan fungsi memberikan bantuan dan semangat kepada para peserta didik dalam hal perencanaan dan penyajian solusi misalkan laporan dsb. Selain itu guru pun ikut membantu para peserta didik untuk berbagi tugas dalam kegiatan berkelompoknya sehingga proses pembelajaran berjalan dua arah antara peserta didik dan guru.

5. Menilai serta melihat proses pemecahan masalah
Guru melakukan sebuah usaha yang nyata dan dicontohkan kepada peserta didik untuk membantu para peserta didik dalam melakukan penilaian terhadap proses yang telah dilakukan selama kegiatan pemecahan masalah berlangsung.

Karakteristik Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Berdasarkan teori yang dikembangkan Barrow, Min Liu (2005) dalam Aris Shoimin (2014:130) menjelaskan karakteristik dari PBM di antaranya,
1. Learning is student-centered
Proses pembelajaran dalam PBL lebih menitikberatkan kepada siswa sebagai orang belajar. Oleh karena itu, PBL didukung juga oleh teori konstruktivisme di mana siswa didorong untuk dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri.

2. Autenthic problems from the organizing focus for learning
Masalah yang disajikan kepada siswa adalah masalah yang autentik sehingga siswa mampu dengan mudah memahami masalah tersebut serta dapat menerapkannya dalam kehidupan profesionalnya nanti.

3. New information is acquired through self-directed learning
Dalam proses pemecahan masalah mungkin saja belum mengetahui dan memahami semua pengetahuan prasyaratnya sehingga siswa berusaha untuk mencari sendiri melalui sumbernya, baik dari buku atau informasi lainnya.

4. Learning occurs in small group
Agar terjadi interaksi ilmiah dan tukar pemikiran dalam usaha mengembangkan pengetahuan secara kolaboratif, PBM dilaksanakan dalam kelompok kecil. Kelompok yang dibuat menuntut pembagian tugas yang jelas dan penerapan tujuan yang jelas.

5. Teachers act as facilitators
Pada pelaksanaan PBM, guru hanya berperan sebagai fasilitator. Meskipun begitu guru harus selalu memantau perkembangan aktivitas siswa dan mendorong mereka agar mencapai target yang hendak dicapai.

Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Model pembelajaran problem based learning dapat diterapkan secara langsung ketika proses pembelajaran dalam mata pelajaran apa pun, umumnya penerapan dilakukan dengan cara membentuk kelompok menjadi beberapa bagian dan peserta didik diberikan contoh permasalahan dan menyelesaikan masalah yang diberikan tersebut secara berkelompok sebab akan memakan waktu lama jika harus menguraikan satu persatu secara individu.
1. Proses pembelajaran diawali dengan pemberian masalah oleh guru
Masalah yang diberikan dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran atau bidang atau pelajaran yang sedang berlangsung.

2. Permasalahan (problem) yang diberikan berkaitan dengan kehidupan nyata dari peserta didik
Permasalahan yang diberikan tentu yang berhubungan dengan kegiatan sehari hari peserta didik atau yang diketahui secara umum, bukan hal asing yang peserta didik tidak tahu sama sekali, dari situ, peserta didik akan belajar dan memahami permasalahan yang diberikan lebih dalam serta berpikir mengenai jalan keluarnya.

3. Mengatur serta membahas suatu permasalahan (problem) bukan disiplin ilmu
Permasalahan dan cara menyelesaikan tentu bukan suatu disiplin ilmu yang dapat selesai dengan teori khusus, namun diselesaikan dengan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta penyebab dari masalah itu sendiri, peserta didik tentu harus diberikan pemahaman bahwa masalah yang diberikan hanya sebuah contoh untuk melatih kepandaian.

4. Peserta didik diberikan suatu bentuk tanggung jawab dalam menjalankan pembelajaran secara langsung
Tanggung jawab yang dimaksud ialah penjabaran atau penjelasan mengenai jalan keluar yang dipikirkan oleh peserta didik dan langkah langkahnya, sehingga peserta didik dapat berpikir mulai dari langkah awal hingga risiko kegagalan yang mungkin dapat terjadi.

5. Peserta didik terbagi menjadi beberapa kelompok
Jauh lebih baik untuk membentuk kelas pembelajaran menjadi beberapa kelompok sehingga peserta didik dapat berpikir secara team dan secara tidak langsung akan melatih kemampuan untuk musyawarah dan menghargai pendapat orang lain.

6. Pada akhir proses peserta didik diminta untuk menerangkan hasil atau jalan keluar yang mereka pelajari
Penerapan yang terakhir ialah pada bagian presentasi atau pada bagian penyampaian atas jalan keluar yang didapatkan oleh peserta didik tersebut. Peserta didik harus mampu menguraikan bagaimana langkah-langkah akan diambil dan antisipasi atau alternatif jika terjadi kegagalan. Guru dapat membuka sesi tanya jawab antar kelompok untuk mengetahui tingkat penguasaan atas jalan keluar yang didapat.

Kelebihan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Sudrajat (2011) mengemukakan beberapa keunggulan dari model problem based learning ini di antaranya,
1. Siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
2. Melibatkan secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi.
3. Pengetahuan tertanam berdasarkan skemata  yang dimiliki oleh siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna.
4. Siswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata, hal ini dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap bahan yang dipelajari.
5. Menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat dari orang lain, menanamkan sikap sosial yang positif di antara siswa.
6. Pengkondisian siswa dalam belajar kelompok yang saling berinteraksi terhadap pembelajar dan temannya sehingga pencapaian ketuntasan siswa dapat diharapkan. Selain itu, problem based learning (PBL) diyakini pula dapat menumbuh kembangkan kemampuan kreativitas siswa, baik secara individual maupun secara berkelompok.

Kekurangan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Selain memiliki kelebihan, problem based learning (PBL) juga memiliki kekurangan di antaranya persiapan pembelajaran (alat, problem, dan konsep) yang kompleks, sulitnya mencari permasalahan yang relevan, sering terjadi mis konsepsi, dan memerlukan waktu yang cukup panjang (Endriani, 2011).

Aris Shoimin (2014:132) berpendapat model Problem Based Learning juga memiliki kelemahan  di antaranya,
1. PBM tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBM lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah.
2. Dalam suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas.

Sedangkan menurut Suyanti (2010) kelemahan dalam penerapan model Problem Based Learning di antaranya,
1. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
2. Keberhasilan strategi pembelajaran melalui Problem Based learning membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.

Dari berbagai sumber

Download

Lihat Juga 

Contoh RPP PBL: RPP Kelas XII. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Pertemuan ke 4)

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Pembelajaran Problem Based Learning (PBL): Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Penerapan, Kelebihan, dan Kekurangannya"