Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gangguan Siklotimia: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Pengertian Gangguan Siklotimia atau Siklotimik
Gangguan Siklotimia (Siklotimik)
Pengertian Gangguan Siklotimia
Siklotimia (siklotimik) adalah gangguan suasana hati ringan yang menyebabkan naik turunnya emosi. Mirip dengan gangguan bipolar tipe 2, dengan siklotimia, seseorang mengalami periode suasana hati bergeser naik dan turun melewati garis normal. Seseorang mungkin merasa berada di puncak emosi untuk sementara waktu, kemudian berpindah pada titik terendah ketika ia merasa agak sedih.

Gejala siklotimia memang mirip dengan gangguan bipolar, namun, kedua masalah psikologis tersebut bisa berbeda pada intensitasnya. Perubahan mood pada siklotimia cenderung ringan dan tidak seekstrem bipolar. Pada kasus bipolar, fluktuasi mood dapat bergerak dari senang yang sangat berlebihan (mania) yang turun menjadi depresi berat.

Sementara itu, siklotimia ditandai dengan senang berlebih di bawah mania yang disebut hipomania. Dari hipomania, penderita siklotimia akan merasakan sedih, hampa, dan depresi ringan. Meski gejala siklotimia cenderung lebih ringan, masalah psikologis ini berisiko berujung pada gangguan bipolar jika tidak ditangani.

Gangguan siklotimia bisa terjadi pada siapa saja, baik usia remaja sampai dengan dewasa. Tapi beberapa penelitian juga banyak ditemukan bahwa penderitanya sebagian besar adalah remaja. Para penderita gangguan siklotimia umumnya tidak menyadari apa yang sedang terjadi pada dirinya, bahkan dirinya pun tidak sadar bahwa dia terkena gangguan siklotimia.

Gejala Gangguan Siklotimia
Seseorang dengan siklotimia biasanya masih bisa beraktivitas normal, tetapi mungkin tidak sebaik saat gejala sedang tidak kambuh. Perubahan suasana hati dan emosi yang naik turun bisa saja berpengaruh pada kegiatan sehari-hari, terutama karena penderitanya tidak mengetahui kapan emosinya akan berubah.

Orang dengan siklotimia biasanya mengalami beberapa minggu gejala depresi tingkat rendah, kemudian diikuti episode manik yang ringan selama beberapa hari. Gejala depresi dari siklotimia meliputi di antaranya,
1. Cepat marah
2. Lebih agresif
3. Gangguan tidur, bisa dalam bentuk susah tidur ataupun sebaliknya
4. Nafsu makan berubah dan berat badan menurun
5. Mudah lelah
6. Dorongan seksual rendah
7. Mudah putus asa dan merasa bersalah, serta
8. Mudah lupa dan sulit konsentrasi.

Sementara gejala hipomania dari siklotimia mencakup di antaranya,
1. Mudah cemas
2. Sering mengeluarkan pendapat tidak seperti biasanya
3. Tidak dapat mengambil keputusan dengan baik
4. Gelisah
5. Terlalu bersemangat tanpa merasa lelah tidak seperti biasanya
6. Tidak teliti, dan
7. Cenderung berbicara sangat cepat sampai orang lain sulit mencerna perkataannya.

Gejala bisa terjadi secara terpisah atau bisa juga bersamaan. Sebelum didiagnosa dengan penyakit ini, gejala yang menyerang harus terjadi setidaknya dua tahun pada orang dewasa dan satu tahun pada anak-anak. Siklus perubahan gejala biasanya berpola, yaitu dari depresi, normal, kemudian hipomania.

Penyebab Gangguan Siklotimia
Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab siklotimia. Namun, genetika punya peran menimbulkan siklotimia. Biasanya seseorang berpotensi mengalami siklotimia bila ada anggota keluarga maupun saudara yang mengalami siklotimia ini maupun bipolar.

Namun, beberapa hal berikut mungkin menjadi penyebab siklotimia di antaranya,
1. Perbedaan cara kerja otak, seperti perubahan neurobiologi otak
2. Masalah lingkungan, seperti pengalaman traumatis atau stres dalam waktu lama
3. Genetika yang diturunkan dari keluarga

Mengutip dari Mayo Clinic, siklotimia dinilai jarang terjadi. Meski begitu, sebenarnya perkiraan berapa banyak orang yang mengalami gangguan mood ini sulit diperkirakan karena mungkin tidak terdiagnosis atau salah diagnosis.

Bisa jadi ada orang yang sebenarnya mengalami siklotimia, tetapi justru didiagnosis memiliki gangguan mood lain, seperti depresi. Umumnya, gangguan mood siklotimia ini mulai muncul sejak masa remaja maupun dewasa muda baik pada pria maupun wanita.

Cara Penanganan Gangguan Siklotimia
Gangguan siklotimik ini merupakan sebuah kondisi yang memang membutuhkan perawatan khusus. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa jenis gangguan yang satu ini membutuhkan perawatan seumur hidup. Karena gangguan yang satu ini memang sedikit sulit untuk disembuhkan, namun untuk gejalanya sendiri bisa dikurangi dan dikelola menjadi lebih ringan.

Penanganan secara khusus juga memang harus diperhatikan, baik si penderita maupun untuk keluarga pasien, karena jika tidak dikelola dengan baik gejalanya bisa menjadi bipolar dan akan jauh lebih menuju kepada sebuah kondisi yang lebih berbahaya.

Adapun beberapa jenis obat-obatan yang biasanya dikonsumsi di antaranya,
1. Jenis obat-obatan anti kejang, misalnya seperti lemotrigin, obat asam valproate dan juga jenis obat natrium divaproex.
2. Jenis obat anti kecemasan, biasanya seperti benzodiazepine.
3. Jenis obat anti depresi atau beberapa jenis obat yang biasanya digunakan untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik.
4. Jenis obat-obatan yang termasuk antipsikotik atopikal, seperti jenis obat risperdone, olanzapine dan juga quetiapine.

Adanya dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan pasien untuk membuat gejala- gejalanya menjadi lebih berkurang. Selain itu keluarga juga bisa membawa pasien ke psikiater dan juga psikologis yang memang paham dan juga mengerti gangguan yang satu ini. 

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Gangguan Siklotimia: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya"