Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gangguan Kepribadian Ketergantungan: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Pengertian Gangguan Kepribadian Ketergantungan atau Dependen
Gangguan Kepribadian Ketergantungan (Dependen)
Pengertian Gangguan Kepribadian Ketergantungan
Gangguan kepribadian ketergantungan (dependen) adalah kondisi ketika individu memiliki kecemasan berlebihan, dan cenderung tak beralasan, yang membuat dirinya merasa tidak dapat melakukan berbagai hal sendirian. Orang dengan gangguan kepribadian ini akan selalu merasa perlu diperhatikan dan merasa sangat cemas jika ditinggalkan, atau dipisahkan dari seseorang yang ia anggap penting dalam hidupnya.

Orang yang mengidap gangguan kepribadian dependen biasanya terlihat pasif dan tidak percaya akan kemampuan dirinya. Hal itu kemudian berdampak pada kemampuan mereka dalam menjalani hidup, terutama dalam bersosialisasi dan bekerja. Orang yang memiliki gangguan kepribadian dependen juga rentan mengalami depresi, fobia, dan penyimpangan perilaku, seperti misalnya penyalahgunaan obat-obatan.

Selain itu, ada juga kemungkinan mereka akan terlibat dalam hubungan yang tidak sehat jika mereka bergantung pada orang yang salah, atau bahkan mengalami kekerasan dari pasangan yang dominan.

Gejala Gangguan Kepribadian Ketergantungan
Berikut sejumlah gejala gangguan kepribadian dependen yang dapat diidentifikasi pada penderitanya.
1. Ketidakmampuan membuat keputusan, bahkan untuk hal kecil sekalipun, tanpa dibantu atau diyakinkan oleh orang lain.
2. Menghindari tanggung jawab pribadi, termasuk tugas yang mengharuskan mereka untuk berfungsi secara mandiri.
3. Sangat takut diabaikan dan merasa tidak berdaya saat hubungan dengan seseorang berakhir. Penderita gangguan ini cenderung untuk segera mencari dan memulai hubungan baru agar dapat bergantung kembali pada pasangan baru.
4. Merasa kesulitan saat sedang sendirian.
5. Menghindari perselisihan dengan orang lain karena takut kehilangan dukungan atau persetujuan.
6. Menoleransi penindasan dan pelecehan dari orang lain.
7. Mendahulukan kebutuhan orang yang menjadi tempatnya bergantung ketimbang kebutuhan sendiri.
8. Memiliki kepekaan yang berlebihan terhadap kritik (mudah tersinggung atau tertekan karena kritikan).
9. Merasa pesimis dan kurang percaya pada diri sendiri, termasuk tidak memiliki keyakinan akan kemampuan merawat diri sendiri.
10. Kesulitan untuk memulai atau mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri.
11. Cenderung bersikap naif dan penuh khayalan.

Penyebab Gangguan Kepribadian Ketergantungan
Orang-orang dengan gangguan kepribadian ketergantungan sulit untuk berkata "tidak", terutama kepada orang yang dianggap penting dalam hidupnya. Mereka sulit untuk hidup mandiri, sehingga mereka akan bersikap setuju, sekalipun pada hal-hal yang mereka anggap salah.

Mereka rela melakukannya daripada harus berpisah atau kehilangan orang-orang yang bisa mereka andalkan. Adapun penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor berikut diyakini berperan dalam perkembangan gangguan kepribadian tersebut di antaranya,
1. Pernah merasa terabaikan atau ditinggalkan seseorang
2. Mendapat pola asuh yang terlalu protektif atau otoriter
3. Mengalami tindakan kekerasan di masa lalu
4. Trauma masa kecil
5. Memiliki hubungan yang penuh kekerasan
6. Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan

Cara Menangani Gangguan Kepribadian Ketergantungan
Gangguan ini bisa ditangani melalui perawatan misalnya terapi psikologis dan pemberian obat-obatan.
1. Terapi
Untuk mengatasi gangguan ini bisa dilakukan terapi perilaku kognitif. Beberapa penderita merasa cukup dengan cara ini jika tak mengalami gangguan yang lainnya, seperti cemas dan depresi. Terapi kognitif ini hanya berfokus pada berikut di antaranya,
a. Mengungkap pola pikir maladaptif yang merusak penderita
b. Memahami keyakinan yang dijadikan sebagai pemikiran maladaptif
c. Mengatasi gejala dari gangguan yang terjadi. Misalnya permasalahan mengenai Ketidakmampuan untuk mengambil keputusan dalam hidup tanpa campur tangan orang lain.

Dilakukannya terapi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri penderita, melakukan segala sesuatu sendiri, penderita bisa merasakan hubungan yang sehat dengan orang lain. Jika sudah terjadi hubungan yang sehat maka penderita akan menjaga hubungan yang lebih erat dan tidak ketergantungan yang berlebihan.

Perlu diperhatikan jika gangguan kepribadian ini sangat membutuhkan waktu  dan terapi jangka panjang

2. Obat-obatan
Obat-obatan akan diberikan jika penderita merasakan gangguan yang lainnya. Obat yang di anjurkan seperti anti-depresan dan obat penenang. Obat ini diresepkan untuk penderita yang merasa panik, cemas, dan depresi.

Apabila seseorang mengalami gangguan kepribadian dependen diusahakan untuk terus meningkatkan rasa percaya diri agar hidupnya lebih mandiri, aktif dan menjalankan hubungan yang sehat dengan orang lain.

Sedangkan jika tidak segera ditangani maka akan memicu gejala gangguan kepribadian yang lainnya. Gangguan Kepribadian ini sering sekali di abaikan dan lebih memilih untuk bertahan dalam hubungan yang tidak nyaman.

Dari berbagai sumber

Download

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Gangguan Kepribadian Ketergantungan: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya"