Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perkembangan Prenatal: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, dan Tahapannya

Pengertian Perkembangan Prenatal
Perkembangan Prenatal
Pengertian Perkembangan Prenatal
Prenatal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah yang bersangkutan dengan hal atau keadaan sebelum melahirkan; pranatal; sebelum kelahiran. Demikian, perkembangan prenatal adalah proses gestasi embrio manusia atau janin selama kehamilan, dari pembuahan hingga kelahiran. Masa itu pada umumnya berlangsung selama kurang lebih 9 bulan atau sekitar 280 hari.
 
Setelah pembuahan, embriogenesis dimulai. Pada manusia, setelah embriogenesis selesai, pada akhir minggu ke-10 kehamilan, prekursor untuk semua organ tubuh utama terbentuk. Jadi, haid berikutnya adalah masa janin, yang digambarkan menurut organ demi organ dalam satu aspek, dan berdasarkan perkembangan utama menurut usia kehamilan ditinjau dari segi yang lain.

Masa prenatal berlangsung relatif cepat, namun berpengaruh terhadap perkembangan individu itu sendiri. Menurut William Sallenbach pada tahun 1998, periode prenatal termasuk dalam tahap kritis yang mempengaruhi perkembangan fisik sekaligus mental dan emosi si buah hati.

Oleh karena itu, hal tersebut juga berhubungan dengan hubungan kedekatan antara ibu dan bayi yang dampaknya sangat panjang (berkelanjutan), serta ada kaitannya dengan kemampuan dan kecerdasan janin.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Prenatal
Selama periode prenatal ini, rahim merupakan lingkungan yang sangat menentukan perkembangan janin. Pada umumnya kondisi rahim ibu sangat nyaman dan dapat melindungi janin dari setiap gangguan. Setiap gerakan yang dilakukan ibu dapat memberikan rangsangan berupa pengalaman indra yang beraneka ragam.

Sebagian besar proses pertumbuhan janin bergantung pada kondisi internal ibu, baik kondisi fisik maupun psikisnya. Namun demikian terdapat pula berbagai faktor-faktor eksternal atau ekstern yang dapat mempengaruhi perkembangan masa prenatal di antaranya,
Faktor Internal
Setiap gerakan yang dilakukan ibu dapat memberikan rangsangan berupa pengalaman indra yang beraneka ragam. Oleh sebab itu, kesehatan ibu, pengaturan diet, pemakaian obat, serta kondisi emosional ibu dapat menimbulkan pengaruh yang berakibat kerusakan sel.

Bahkan menurut Ajhuri (2019, hlm. 82) bayi yang lahir cacat atau terbelakang secara mental merupakan peristiwa yang terjadi ketika di dalam kandungan ibu. Namun demikian belum dapat diketahui dengan pasti apakah hal ini dapat sepenuhnya dihindari atau tidak. Hanya sebagian kecil saja yang dapat diketahui, misalnya bagi ibu hamil yang terserang campak rubella (campak Jerman) maka 60% akan di pastikan bayi lahir dalam keadaan cacat.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan prenatal di antaranya,
1. Kesehatan Ibu
Seorang ibu harus menjaga kehamilannya pada saat-saat yang rentan. Penyakit yang di derita ibu hamil sangat berpengaruh bagi pertumbuhan janin di dalam kandungan. Apalagi penyakit yang bersifat kronis seperti, kencing manis, TBC, radang saluran kencing, penyakit kelamin dll.

2. Gizi Ibu
Faktor lain yang cukup berpengaruh pada masa perkembangan adalah gizi. Janin yang sedang berkembang bergantung pada gizi ibunya yang diperoleh melalui darah ibunya. Oleh sebab itu makanan yang di konsumsi bagi ibu hamil harus mengandung cukup protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi.

3. Pemakaian Bahan-bahan Kimia oleh Ibu
Bahan-bahan kimia yang terdapat dalam obat-obatan atau makanan yang dikonsumsi ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan janin. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menimbulkan efek samping, baik fisik maupun sistem kimiawi dalam tubuh janin. Seperti minuman yang mengandung alkohol, menghisap asap rokok.

4. Keadaan dan Ketegangan Emosi Ibu
Keadaan emosional ibu selama kehamilan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan masa prenatal. Ketika ibu hamil mengalami ketakutan, kecemasan, stres, dan emosi lain yang mendalam maka terjadi perubahan psikologis, antara lain meningkatnya pernapasan dan sekresi oleh kelenjar (Ajhuri, 2019, hlm. 82-83).

Faktor Eksternal
Sementara itu menurut Thahir (2018, hlm. 73) faktor lingkungan adalah faktor ekstern yang banyak mempengaruhi perkembangan prenatal, beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi tingkah laku setelah kelahiran pada periode prenatal di antaranya,
1. Sinar rontgen dapat mempengaruhi tingkah laku motorik, gerak bebas, pembuangan, aktivitas, dan belajar diskriminatif. Akibat penyinaran memiliki hubungan dengan usia kehamilan. Makin banyak dosis penyinaran makin buruk akibatnya.
2. Pemakaian obat-obat penenang seperti softenon atau thalidomid dapat mengakibatkan cacat berat. Penelitian antara tahun 1959 – 1962 menemukan bahwa cacat yang disebabkan thalidomid terjadi antara hari ke 34 dan ke 50, jadi antara minggu kelima dan ketujuh usia kehamilan.
3. Usaha-usaha pengguguran kandungan dengan menggunakan obat-obatan yang lain pada usia kehamilan awal dapat menyebabkan gangguan-gangguan perkembangan

Tahapan Perkembangan Prenatal
Para ahli psikologi berpendapat bahwa perkembangan manusia dimulai sejak proses bertemunya sel telur (ovum) dengan sel sperma, pembentukan embrio sebagai awal kehidupan, sampai tumbuh menjadi janin, kemudian lahir ke dunia.
1. Tahap germinal (germinal stage)
Tahap prenatal pertama adalah germinal atau germinal stage, biasanya disebut dengan pembentukan zigot. Pada tahapan ini merupakan periode awal mula terbentuknya manusia sebagai suatu individu, berlangsung selama dua minggu sejak setelah adanya pertemuan antara sel telur (ovum) perempuan dengan sel sperma laki-laki. Masa ini juga disebut sebagai pembuahan.

Masa pembentukan zigot pada tahap germinal terus mengalami perkembangan menjadi blastosis dan berlangsung selama tiga hari mempunyai sekitar 60 sel terdiri atas tiga lapisan, antara lain ektoderm (luar/permukaan), mesoderm (tengah), serta endoderm (dalam). Proses ini terjadi di sepanjang tuba falopi.

Lapisan ektoderm membentuk kulit, rambut, gigi, sistem saraf, serta panca indera. Mesoderm merupakan bagian tengah akan berkembang membentuk tulang, otot, sistem ekskresi (pembuangan kotoran), sistem peredaran darah, serta kulit bagian dalam. Sedangkan lapisan endoderm berkembang membentuk sistem pencernaan, organ dalam, sistem pernapasan, serta kelenjar ludah.

Pada tahapan germinal masa prenatal ini nantinya juga akan terbentuk plasenta, tali pusar, serta kantong amniotic dari sel blastosis. Jika sudah tertanam di dinding rahim akan terbentuk embrio sebagai proses akhir dari tahap germinal.

2. Tahap embrionik (embryonic stage)
Setelah melalui germinal stage, selanjutnya pada masa prenatal juga akan melalui tahap embrionik atau embryonic stage, di mana tahap ini terjadi selama 2-8 minggu. Ciri-ciri yang menandainya yaitu adanya perubahan pada sistem organ sekaligus fisiologisnya.

Ketika berada dalam tahap embrionik, struktur janin didukung oleh adanya tali pusar, plasenta, dan kantong amniotic. Pada saat usianya mencapai 6 minggu, kita sudah dapat mengenalinya sebagai manusia. Setelah itu terus berkembang, perubahannya tampak semakin jelas, bahkan sudah dapat mengenali wajah dan jenis kelaminnya.

3. Tahap janin (fetus stage)
Tahap terakhir masa prenatal yaitu fetus stage atau tahap janin yang ditemui pada usia kandungan 9 minggu (3 bulan ke atas). Sejak usia kehamilan tersebut, sudah terjadi pembentukan sel tulang dan ciri fisik manusia lainnya perlahan mulai terlihat.

Jika pada tahap embrionik ukurannya masih 1 inci, maka pada tahap janin ini ukurannya terus berkembang hingga 3 inci dengan berat ¾ ons. Setelah itu akan terus berkembang dengan memiliki denyut jantung, sampai pembentukan fisik (kepala, tangan, kaki) menjadi manusia sempurna.

Dalam Islam, janin berusia mulai 4 bulan telah ditiupkan ruh ke dalamnya. Sehingga seiring berjalannya waktu, janin terus berkembang dan ibu sudah mampu merasakan pergerakan buah hati dari dalam rahimnya. Tak hanya itu, bahkan janin pun dapat mendengar suara dari lingkungan di luar rahim, ini disebut stimulasi atau rangsangan dari luar.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Perkembangan Prenatal: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, dan Tahapannya"