Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Friendzone: Pengertian, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pengertian Friendzone atau Zona Pertemanan
Friendzone (Zona Pertemanan)
Pengertian Friendzone
Friendzone (zona pertemanan) adalah suatu istilah yang merujuk pada sebuah kondisi pertemanan antara pria dan wanita, di mana salah satu pihak menginginkan status hubungan yang lebih dari sekedar teman. Kondisi ini tentu bisa dibilang tidak mengenakan, tampak begitu membingungkan.

Hal tersebut dikarenakan salah satu pihak ingin mendapatkan hubungan lebih dari sekedar teman. Sementara pihak lain hanya ingin hubungan yang dijalaninya cukup dalam lingkup pertemanan, tidak lebih.

Zona pertemanan ditandai salah satunya dengan pertemuan yang sering tetapi tidak dianggap sebagai kencan, serta ungkapan perasaan yang tidak ditanggapi oleh pihak yang menganggap hubungan tersebut sebagai pertemanan.

Dilema ini sering kali melibatkan pilihan antara memendam perasaan untuk menjaga pertemanan atau mengungkapkan perasaan dengan risiko merusak pertemanan.

Tanda Friendzone
Terdapat beberapa hal yang menandakan bahwa Anda terjebak dalam zona pertemanan di antaranya,
1. Anda selalu berinisiatif, tapi dia tidak. Coba diingat-ingat lagi. Selama ini siapa yang paling rajin mengajak hangout, dia atau Anda? Kalaupun kalian jalan bareng, ia akan berusaha mengajak teman yang lain untuk bergabung.
2. Membicarakan perempuan lain. Hati-hati, kadang kita salah memaknai jika ketika laki-laki bercerita tentang perempuan lain di depan kita, itu artinya ia sedang mengetes reaksi kita. Padahal, bisa jadi ia hanya ingin bercerita tentang perempuan yang ia taksir.
3. Mengabaikan kode yang Anda berikan. Mungkin selama ini ia sadar bahwa kamu gencar melempar kode keras padanya atau berusaha mati-matian untuk mengerahkan perhatianmu untuknya. Tapi ia pura-pura tidak sadar dan terus mengabaikannya.
4. Selalu mengenalkanmu sebagai teman, baik itu pada teman-temannya yang lain atau keluarga. Ia perlu menegaskan statusmu tersebut di depan orang lain supaya tidak ada rumor yang mengatakan kalian pacaran.

Penyebab Friendzone
Hubungan friendzone terjadi bukan tanpa sebab. Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab hubungan ini dialami sebagian orang di antaranya,
1. Salah satu pihak belum siap berkomitmen
Hubungan dua orang berkaitan erat dengan komitmen antar masing-masing pihak. Terjadi hubungan zona hanya teman, bisa saja disebabkan karena salah satu pihak belum siap untuk berkomitmen.

Mungkin pihak lain sedang menjalankan prioritas lain dibandingkan hubungan dengan lawan jenis. Kondisi seperti ini tentu saja tidak bisa dipaksakan, sebab hubungan dua orang perlu ada keseriusan dari masing-masing pihak.

2. Tidak sesuai dengan kriteria
Alasan lain yang menjadikan seseorang terjebak dalam friendzone yaitu karena salah satu pihak merasa bahwa temannya hanya cocok menjadi teman, bukan pasangan. Setiap orang pasti memiliki kriteria masing-masing untuk calon pasangannya.

Bisa saja yang bersangkutan merasa bahwa temannya hanya nyaman untuk menjadi teman dan belum sesuai dengan kriteria pasangan yang dinginkan. Komunikasi yang terjalin mungkin hanya sebatas teman dan kurang cocok jika membicarakan hal lain yang lebih serius.

3. Tidak ingin merusak pertemanan
Hubungan friendzone seringkali terjadi pada mereka yang sudah lama berteman. Biasanya ada perempuan dan laki-laki yang sudah berteman dari lama bahkan sejak kecil. Bermain bersama, saling bertukar cerita, bahkan selalu melalui peristiwa penting bersama.

Komunikasi yang intens bisa saja membuat salah satu dari mereka merasakan perasaan yang berbeda. Namun tidak ingin membawanya ke dalam hubungan yang lebih serius, karena takut kehilangan sosok sahabat terbaiknya.

4. Tidak percaya diri
Perasaan tidak percaya diri juga bisa menjadi penyebab friendzone. Biasanya seseorang merasa bahwa dirinya tidak layak menjadi pasangan untuk orang yang disukainya. Akibatnya, ia tidak berani mengutarakan perasaan dan akhirnya terjebak dalam hubungan zona pertemanan yang membingungkan.

5. Kepribadian yang tidak cocok
Kepribadian seseorang sering menjadi pertimbangan saat hendak memilih pasangan. Terkadang kita menemukan seseorang yang secara kepribadian tidak cocok dengan kita, namun kita masih berteman baik dengan beberapa alasan. Akhirnya hubungan tersebut tidak bisa berlanjut ke arah yang lebih serius dan terhenti di status friendzone.

Cara Mengatasi Friendzone
Terdapat banyak sekali cara untuk keluar dari zona pertemanan, beberapa di antaranya,
1. Jangan Terlalu Berusaha
Hubungan friendzone adalah hubungan yang tidak seimbang karena salah satu pihak berusaha lebih daripada yang lainnya. Agar lebih mudah keluar dari situasi ini, cobalah untuk tidak terlalu berusaha seperti sebelumnya.

Kurangi frekuensi mengirim pesan, menelepon atau mengajaknya bertemu lebih dulu. Hal ini akan membantumu perlahan-lahan move on dari hubungan ini.

2. Tidak Selalu Ada
Ketika menyukai seseorang, kita akan dengan mudahnya bilang 'ya' dan berusaha selalu ada untuknya, mengorbankan waktu, perasaan hingga materi yang dimiliki. Mulai sekarang, ambil sikap tegas dengan berani menolak jika dia minta bantuan ataupun sekadar ditemani untuk jalan-jalan di luar.

Dengan begitu, dia tidak akan selalu bergantung pada kehadiranmu ataupun sebaliknya.

3. Fokus pada Diri Sendiri
Cara agar bisa keluar dari friendzone adalah dengan fokus pada mengembangkan diri dan melakukan hal-hal bermanfaat. Ada banyak hal yang bisa mengalihkan perhatianmu darinya.

4. Tegas dengan Batasan
Memutus pertemanan sepihak ketika berada dalam hubungan friendzone bukanlah keputusan yang bijak. Agar bisa perlahan keluar dari hubungan ini, buatlah batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pertemanan kalian.

5. Jujur dengan Perasaan
Langkah terakhir yang bisa dilakukan jika terjebak friendzone adalah dengan menyatakan perasaan Anda dengan jujur. Ajak dia mengobrol seperti biasa, supaya suasana tidak menjadi canggung. Ungkapkan semua hal yang ingin disampaikan. Apa pun responsnya, terima dan tetap pertahankan hubungan pertemanan kalian.

Memang perlu keberanian melakukan hal ini, tapi kalau tidak mencobanya, siapa yang tahu.

6. Temukan Gebetan Baru
Banyak yang bilang kalau cara terbaik untuk move on dari hubungan sebelumnya adalah mencari gebetan baru. Saran ini perlu dicoba agar Anda tidak berlarut-larut dalam kesedihan atau kekecewaan. Siapa tahu ternyata gebetan baru itu bisa membawa suasana menyenangkan dan membuat Anda lebih cepat move on.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Friendzone: Pengertian, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya"