Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Active Listening: Pengertian, Komponen, Tujuan, Manfaat, Cara, dan Hal yang Harus Dihindarinya

Pengertian Active Listening
Active Listening
Pengertian Active Listening
Active listening adalah proses mendengarkan secara saksama, merefleksi ulang apa yang dikatakan, serta menahan penilaian dan nasihat kepada lawan bicara. Active listening merupakan cara mendengarkan yang benar-benar terfokus. Anda benar-benar memperhatikan apa yang sedang disampaikan oleh lawan bicara.

Beberapa ciri orang yang mempraktikkan active listening adalah mereka mengerahkan seluruh perhatian kepada lawan bicara, tidak menginterupsi pembicaraan, dan merespons dengan netral. Dengan mempraktikkan Active listening ini, Anda akan membuat lawan bicara merasa benar-benar didengar dan dihargai.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan active listening ini dapat menambah kebahagiaan pada pasangan. Salah satu kebutuhan dasar emosi dari manusia adalah kebutuhan didengarkan dan kebutuhan untuk merasa penting bagi pasangan kita.

Menurut Willard Harley, salah satu dari 10 kebutuhan emosional individu yang paling umum adalah kebutuhan akan “percakapan intim”. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan mempunyai percakapan yang melibatkan ketertarikan yang sama dan keinginan untuk mendengarkan satu sama lain.

Lebih dari itu, percakapan yang intim membutuhkan pemberian dan penerimaan perhatian yang penuh.

Komponen Active Listening
Terdapat tiga komponen untuk mendengarkan aktif di antaranya,
1. Memahami. Pendengar memperhatikan bahasa verbal dan non-verbal pembicara untuk sepenuhnya memahami apa yang mereka coba komunikasikan.
2. Menahan. Pendengar mencoba mengingat poin kunci dari pesan pembicara menggunakan ingatan mereka atau melalui pencatatan.
3. Menanggapi. Anda merespons pembicara untuk mengkonfirmasi pemahaman Anda tentang pesan mereka dan untuk melanjutkan diskusi Anda tentang masalah tersebut. Ini hanya terjadi setelah menganalisis dan mengingat apa yang mereka katakan (komponen satu dan dua).

Tujuan Active Listening
Tujuan akhir dari mendengarkan secara aktif adalah untuk memahami maksud dan gagasan dari lawan bicara. Dengan begitu, kita dapat menguraikan respons yang paling memadai. Selain itu, pendengar yang aktif sering mendapatkan lebih banyak informasi daripada yang pasif.

Keterampilan ini sangat berguna dalam lingkungan kerja dan dianggap sebagai soft skill yang sangat diperlukan di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan kerja. Pendengar yang aktif juga cenderung lebih baik dalam hal keterampilan interpersonal.

Manfaat Active Listening
1. Memiliki perhatian penuh
Saat sedang berada di sebuah meeting baik itu internal atau dengan pihak eksternal, seorang atasan tentu saja ingin karyawannya benar-benar memperhatikan. Pada kenyataannya, banyak orang yang mendengarkan, namun tidak bisa memberikan respons yang sesuai dengan apa yang dibicarakan.

Orang yang terbiasa mempraktikkan active listening dapat memberikan respons yang sesuai. Mereka juga sopan, karena tidak memotong pembicaraan ataupun menyampaikan pendapat dengan gegabah.

2. Memiliki kecerdasan emosional tinggi
Biasanya, orang yang mampu mendengarkan secara aktif juga dapat memilah terlebih dahulu apa saja yang ingin dikatakan dan mengetahui alasan di baliknya. Kemampuan ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

3. Mampu bekerja di dalam tim
Salah satu keunggulan mempraktikkan active listening sehari-hari adalah Anda dapat memahami apa yang orang inginkan. Maka dari itu, akan lebih mudah bagimu untuk bekerja sama di dalam sebuah tim.

Cara Mempraktikkan Active Listening
1. Mendengarkan tanpa menghakimi atau mengambil sisi. Cobalah untuk mengerti situasi dari sudut pandang orang lain.
2. Biarkan pembicara menyelesaikan pemikirannya tanpa interupsi. Biasanya akan terdapat beberapa detik keheningan, tetapi itu merupakan hal yang lumrah. Berlatihlah untuk tahu seberapa lama menunggu sebelum menyampaikan respons balik. Jika tidak yakin, lebih baik menunggu terlalu lama dibandingkan terlalu cepat dan menginterupsi pemikiran dari lawan bicara.
3. Tunjukkan bahwa perhatian Anda terfokus. Gunakan kontak mata, sedikit condongkan badan ke lawan bicara ketika sesuatu menarik perhatianmu, atau berikan senyum ketika bercanda.
4. Ulangi apa yang Anda dengar dengan melakukan parafrase jika Anda ragu Anda tidak mengerti dengan akurat.
5. Berikan pertanyaan jika Anda tidak mengerti apa yang diucapkan lawan bicara terutama jika Anda ingin mengerti poin utama dari yang dikatakannya.
6. Berikan ringkasan singkat untuk mengindikasikan Anda telah mendengar dengan akurat dan mengerti apa yang dikatakan oleh lawan bicara.

Hal yang Harus Dihindari dalam Mempraktikkan Active Listening
1. Menginterupsi di tengah kalimat. Bahkan jika ada jeda yang lama, biarkan lawan bicara menyelesaikan kalimatnya.
2. Tidak membuat kontak mata. Sesekali memutus kontak mata itu normal, akan tetapi kontak mata yang terlalu sedikit menandakan Anda tidak memberi perhatian.
3. Memburu-buru lawan bicara. Terkadang lawan bicara memang yang suka memberikan detail yang berlebihan atau berputar-putar, akan tetapi gunakan cara yang sopan untuk mendorong mereka ke poin selanjutnya.
4. Berbagi perhatian dengan pemikiran lain dan kehilangan fokus. Jika Anda kelihatan tidak memberikan perhatian, maka lawan bicara akan merasa frustrasi karena merasa tidak didengarkan.
5. Terlalu berfokus pada suatu detail, atau menanyakan berlebihan tentang sesuatu yang tidak menjadi poin utama dari apa yang dikatakan lawan bicara.
6. Tiba-tiba mengganti topik.
7. Mengolok-olok atau membuat komentar sarkastik yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan.
8. Mendengarkan hanya untuk memikirkan apa yang akan menjadi respons Anda. Mendengarkan secara aktif berarti memberikan perhatian sepenuhnya untuk mengerti apa yang dikatakan, bukan untuk memberikan respons balik. Anda akan mempunyai respons secara natural jika Anda telah mendengarkan dengan baik.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Active Listening: Pengertian, Komponen, Tujuan, Manfaat, Cara, dan Hal yang Harus Dihindarinya"