Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinematografi: Pengertian, Elemen, Unsur, dan Teknik Dasarnya

Pengertian Sinematografi
Sinematografi
Pengertian Sinematografi
Sinematografi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah teknik perfilman; teknik pembuatan film. Istilah sinematografi berasal dari bahasa Yunani kinema yang artinya gerakan dan graphein yang artinya merekam.  

Demikian, sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memiliki kemampuan menyampaikan ide dan cerita.

Secara teknis sinematografi merupakan seni dan ilmu merekam cahaya baik secara elektronik ke sensor gambar atau kimia ke dalam film. Proses tersebut mengenai framing, komposisi, gerakan, sudut kamera, pementasan, dan pencahayaan.

Sinematografi berusaha untuk tidak terlihat sehingga semua perhatian dapat terfokus pada apa yang sedang direkam atau difilmkan tanpa gangguan.

Elemen Sinematografi
Terdapat berbagai macam elemen dalam sinematografi, namun terdapat tiga komponen yang paling penting di antaranya,
1. Framing
2. Pergerakan kamera
3. Teknik sinematografi

Sinematografi sangat penting dalam kaitannya dengan cerita film. Proses ini bertanggung jawab atas mood, suara, dan suasana yang mengelilingi apa yang dilihat penonton di layar.

Menciptakan hubungan emosional dengan penonton melalui cahaya, warna, sudut kamera, pilihan lensa, dan komposisi merupakan hal yang harus diperhatikan oleh seorang sinematografer.

Unsur Sinematografi
Unsur sinematografi secara umum dibagi menjadi tiga aspek yang mencakup banyak teknik yang dapat dilakukan melalui kamera di antaranya,
1. Shot (Take)
Shot atau disebut juga dengan Take adalah bagian dari adegan. 1 shot film adalah rekaman gambar mulai kamera diaktifkan (on) hingga kamera dihentikan (off). Dalam 1 shot umumnya memiliki durasi lebih dari 1 detik, hingga beberapa menit.

2. Scene (Adegan)
Scene adalah istilah yang merujuk pada tempat atau setting di mana peristiwa itu berlangsung, dalam 1 scene terdiri dari 1 shot atau rangkaian beberapa shot yang disusun secara berurutan.

3. Sequence
Sequence merupakan rangkaian scene atau shot yang membentuk unit naratif berbeda, biasanya dihubungkan oleh satu kesatuan waktu maupun lokasi. 1 sequence dapat berlangsung pada satu setting atau di beberapa setting.

Teknik Dasar Sinematografi
1. Extreme Long Shot
Extreme Long Shot adalah teknik yang digunakan dalam pengambilan gambar awal yang menunjukkan set lokasi suatu adegan atau isi dalam cerita. Teknik ini menggunakan kamera lensa wide agar semua objek bisa masuk dalam frame.

Dalam teknik dasar sinematografi, extreme long shot ini rule of third perlu diaplikasikan dengan benar agar komposisi gambar menjadi menarik untuk dilihat.

2. Very Long Shot
Teknik very long shot menggunakan area yang memperlihatkan seluruh tubuh dari objek agar tidak terpotong dalam frame. Teknik ini lanjutan dari extreme long shot sehingga fokusnya utamanya pada subjek dengan segala pengambilan gambar tanpa ada bagian yang terpotong oleh frame.

Objek utama dalam teknik very long shot ini juga menjadi highlight utama dalam pengambilan gambar.

3. Long Shot
Teknik long shot dalam sinematografi adalah untuk membuat para mata penonton melihat keleluasaan dari objek, dalam istilah lain bisa disebut landscape format size. Teknik long shot ini biasanya digunakan saat opening shot sebuat film atau video, yang pasti Anda tetap harus mengedepankan aturan rule of third.

4. Medium Close Up
Teknik medium close up dikenal dengan teknik mengambil gambar setengah badan. Teknik ini banyak dipakai dalam sesi wawancara karena gambar yang dihasilkan lebih dinamis bisa melihat semua pergerakan setengah badan dengan detail, sehingga tidak menimbulkan kebosanan.

Agar bervariasi, dalam melakukan teknik medium close up usahakan menggunakan kamera lebih dari satu, agar angle video yang dihasilkan bisa berbeda. Contoh video wawancara kamera dari depan, medium shot selebah kiri atau medium shot sebelah kanan.

5. Close Up
Close up menjadi teknik yang paling populer, banyak para sinematografer menggunakan teknik ini. Komposisi gambar yang diambil adalah berfokus pada wajah orang langsung. Teknik ini cocok juga digunakan dalam sesi wawancara karena bisa melihat dengan jelas ekspresi orangnya mulai dari bawah dagu sampai kepala.

6. Panning Shot
Panning shot adalah teknik pengambilan gambar dengan mengerakan secara vertical dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Teknik ini sebenarnya cukup sederhana dalam pengambilan gambar, kuncinya kamera harus stabil saja.

Jika memungkinkan Anda bisa menggunakan tangan dan bisa juga menggunakan gimbal atau slider kamera.

7. Crane Shot
Crane shot adalah pengambilan gambar dengan arah vertical bawah ke atas atau sebaliknya. Teknik ini bisa diaplikasikan untuk menghasilkan efek transisi yang menarik. Untuk bisa menggunakan teknik ini Anda perlu menggunakan crane khusus kamera yang harganya terbilang mahal dan perlu adanya operator yang handal.

8. Track-in Shot
Teknik terakhir dalam sinematografi adalah track-in shot. Untuk bisa melakukan teknik ini Anda perlu memiliki stabilizer kamera agar saat pengambilan gambar tidak goyang. Jika masih handheld akan sangat susah apalagi dengan membawa kamera yang berat. Teknik ini dilakukan untuk pengambilan gambar dari jarak jauh jadi dekat.

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Sinematografi: Pengertian, Elemen, Unsur, dan Teknik Dasarnya"