Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Zona Kedalaman Laut: Pengertian dan Jenisnya

Pengertian Zona Kedalaman Laut dan Jenisnya
Zona Kedalaman Laut
Pengertian Zona Kedalaman Laut
Laut adalah sebuah perairan asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau sebagian oleh daratan. Dalam arti yang lebih luas, laut adalah sistem perairan samudra berair asin yang saling terhubung di Bumi yang dianggap sebagai satu samudra global atau sebagai beberapa samudra utama.

Lebih dari 71% dari keseluruhan permukaan bumi adalah berupa perairan yang terdiri dari samudera maupun laut. Wilayah yang sangat luas ini memiliki tingkat kedalaman berbeda-beda yang terbagi atas beberapa zona atau sea layers. Terdapat perbedaan karakteristik dari lingkungan dan juga organisme yang menghuni antara satu zona kedalaman laut dengan zona lainnya.

Jenis Zona Kedalaman Laut
Di antara para ahli ada yang membagi zona kedalaman laut menjadi 4 di antaranya,
1. Zona Litoral atau zona Pasang Surut
Zona litoral dikenal sebagai wilayah pasang surutnya. Zona litoral adalah wilayah laut yang dapat tergenang oleh air apabila kondisi laut sedang mengalami pasang. Namun ketika air laut surut, maka wilayah atau zona litoral ini berubah menjadi pantai. Maka wilayah ini disebut sebagai zona pasang surut.

Pengaruh suhu udara beserta sinar matahari yang terdapat pada zona sangatlah kuat. Zona litoral menjadi habitat bagi beberapa spesies laut, yakni berupa binatang maupun tumbuh- tumbuhan seperti bintang laut, udang, kepiting, cacing beserta bentos. Beberapa dari binatang tersebut merupakan binatang yang bisa dimakan.

Zona Litoral sebagai wilayah yang paling atas ataupun yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan. Zona litoral juga disebut sebagai jalur pasang, yakni bagian cekungan lautan yang terletak di antara air pasang dan juga air surut. Zona litoral sering disebut juga sebagai pesisir pantai yang terdiri dari pasir pantai dan pecahan rumah- rumah karang.

2. Zona Neritik atau Laut Dangkal
Zona neritik ini disebut juga sebagai wilayah laut dangkal karena wilayah ini mempunyai kedalaman hanya antara 50 hingga 200 meter. Zona neritik adalah wilayah perairan dangkal yang letaknya dekat dengan pantai. Kawasan zona neritik ini merupakan zona yang dapat ditembus oleh sinar matahari dengan sangat baik.

Karena tertembus oleh sinar matahari dengan sangat baik, maka zona neritik ini dijadikan sebagai habitat yang sangat cocok bagi berbagai jenis spesies laut, seperti ubur- ubur, fitoplankton, zooplankton, rumput laut dan lain sebagainya. Zona neritik ini juga merupakan tempat di mana banyak jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan.

3. Zona Bathial
Zona bathial juga disebut sebagai zona laut dalam karena wilayah zona ini mempunyai kedalaman antara 200 hingga 2000 meter. Karena kedalamannya yang semakin dalam, maka wilayah laut ini tidak dapat ditembus oleh sinar matahari.

Zona bathial ini tidak banyak dihuni oleh spesies binatang maupun tumbuhan sehingga tidak seramai zona neritik. Jenis spesies tumbuhan sudah sangat jarang ditemukan di zona ini, namun spesies binatang laut (baik ikan maupun non ikan) masih lumayan banyak.

4. Zona Abisal
Zona abisal merupakan wilayah yang paling dalam dan sangat gelap. wilayah ini mempunyai kedalaman lebih dari 2000 meter. Karena sangat dalam, maka wilayah ini tidak mendapatkan penyinaran matahari sama sekali sehingga membuat wilayah ini sangat dingin karena mempunyai suhu yang sangat rendah.

Karena letaknya yang sangat dalam maka sangat sulit ditemui oksigen di zona ini. Hal ini  pula yang menjadi penyebab tidak adanya spesies tumbuhan yang kita temukan di zona ini. Selain itu, spesies binatang yang dapat hidup di zona ini pun juga sangat sedikit.

Beberapa binatang yang dapat hidup di zona ini antara lain adalah angler fish. Angler fish merupakan jenis ikan yang dapat menghasilkan cahayanya sendiri untuk dapat berkomunikasi. Selain itu, zona ini juga mempunyai tekanan air yang sangat besar.

Selain beberapa zona di atas, sebagian ahli lain membagi tingkat kedalaman laut menjadi 5 di antaranya,
1. Sunlight Zone (Epipelagic  Zone)
Zona ini dimulai dari permukaan laut hingga 700 kaki (213 meter). Masih disinari oleh cahaya matahari membuat zona ini memiliki suhu yang hangat. Sebagian besar hewan laut hidup di zona ini, begitu pula dengan photoplankton. Hewan ini menjadi makanan utama bagi sebagian hewan laut.

Contoh hewan yang hidup di sunlight zone adalah hiu, ikan pari, penyu, ubur-ubur, bintang laut, terumbu karang, ikan tuna, ikan paus, gurita, kerang, kepiting, belut, anjing laut, lobster, salmon, kuda laut, anemon, udang, cumi-cumi dan masih banyak lagi.

2. Twilight Zone  (Mesopelagic Zone)
Zona ini memanjang antara 700 kaki (213 meter) hingga 3.280 kaki (1 km). Sangat sedikit cahaya matahari yang mencapai zona ini sehingga laut terlihat redup. Ikan yang lebih besar seperti paus dan cumi-cumi raksasa menyelam ke tempat ini untuk mencari makanan.

Tak hanya itu, hewan laut yang hidup di kedalaman ini mulai tampak aneh wujudnya. Ikan yang hidup antara lain ikan lentera, ikan rattalk, ikan kapak, viperfish hingga ubur-ubur yang berbeda dengan ubur-ubur di lautan dangkal. Beberapa hewan laut yang tinggal di zona ini bisa mengeluarkan cahaya, istilahnya adalah bioluminesensi.

3. Midnight Zone (Bathypelagic Zone)
Di bawah twilight zone, ada midnight zone dengan kedalaman antara 3.280 kaki (1 km) hingga 13.125 kaki (4 km). Zona ini sangat gelap sehingga cahaya hanya diproduksi oleh hewan laut itu sendiri. Tekanan air pada kedalaman ini sangat besar, yaitu 5.850 pon per inci.

Paus sperma diketahui bisa menyelam hingga ke midnight zone untuk mencari makanan. Selain itu, makhluk yang hidup di zona ini antara lain adalah angler fish, ikan tripod, teripang, cumi-cumi vampir, black swallower dan lain sebagainya, tutur Missouri Botanical Garden.

4. Abyssal Zone (The Abbys)
Zona ini memanjang antara 13.125 kaki (4 km) sampai 19.690 kaki (6 km). Suhu di sini dingin dan hampir beku, sekitar 32° F (0° C) dan tidak ada cahaya sama sekali. Artinya, laut di zona ini sangat dingin, beku dan gelap. Tekanan airnya pun jauh lebih besar.

Sangat sedikit makhluk yang bisa ditemukan di kedalaman ini. Hewan yang tinggal di dalamnya antara lain adalah hewan invertebrata seperti basket star fish, cumi-cumi kecil dan lain sebagainya.

5. Trenches Zone (Hadalpelagic Zone)
Zona ini memiliki kedalaman antara 19.690 kaki (6 km) hingga 35.797 kaki (11 km). Suhunya bisa mencapai di bawah titik beku dan memiliki tekanan hingga 8 ton per inci persegi. Tekanan ini setara dengan 48 buah pesawat Boeing 747.

Meskipun berada dalam lingkungan yang ekstrem, nyatanya masih ada tanda-tanda kehidupan di sini. Zona ini juga dikenal sebagai zona hadal dan diketahui memiliki kekurangan cahaya, ketersediaan makanan yang rendah dan memiliki tekanan hidrostatik yang sangat tinggi.

Contoh hewan yang hidup di zona ini adalah cacing tabung raksasa, foraminifera, spesies khusus bintang laut hingga belut cusk.

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Kamus Sosiologi

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Zona Kedalaman Laut: Pengertian dan Jenisnya "