Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tanah Inceptisol: Pengertian, Karakteristik, Faktor Pembentuk, Pemanfaatan, dan Persebarannya

Pengertian Tanah Inceptisol
Tanah Inceptisol

Pengertian Tanah Inceptisol
Tanah inceptisol adalah tanah muda yang proses pembentukannya tergolong cepat dari hasil pelapukan bahan induk. Tanah inceptisol ini merupakan tanah yang termasuk dalam kategori tanah aluvial dan termasuk ke dalam jenis tanah mineral.

Tergolong tanah yang subur untuk lahan pertanian. Sedangkan yang dimaksud tanah mineral merupakan tanah yang memiliki kandungan bahan organik kurang dari 20% atau memiliki lapisan bahan organik yang ketebalannya kurang dari 30 cm sehingga membuat tekstur tanahnya menjadi ringan.

Karakteristik Tanah Inceptisol
Tanah inceptisol merupakan tanah yang mempunyai karakteristik di antaranya,
1. Memiliki solum tanah yang agak tebal, yakni sekitar 1 hingga 2 meter
2. Tanahnya berwarna hitam atau kelabu hingga coklat tua
3. Tekstur tanahnya berdebu, lempung debu, dan bahkan lempung
4. Memiliki struktur tanah yang remah berkonsistensi gembur, memiliki pH 5,0 hingga 7,0
5. Memiliki bahan organik sekitar 10% sampai 30%
6. Mengandung unsur hara yang sedang hingga tinggi
7. Memiliki produktivitas tanah dari sedang hingga tinggi

Faktor Pembentuk
Terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan tanah inceptisol di antaranya,
1. Iklim. Inceptisols tidak berkembang di wilayah arid. Iklim yang menghambat perkembangan tanah seperti temperatur rendah atau curah hujan rendah justru membantu perkembangan inceptisol.
2. Vegetasi. Inceptisols mayoritas ada di penggunaan lahan hutan, padang rumput dan lahan pertanian. Penggunaan tanah inceptisol sangat terbatas karena memiliki solum yang tipis. Inceptisol sesuai dengan penggunaan lahan hutan atau cagar alam.
3. Topografi (kemiringan lahan). Kebanyakan Inceptisol berkembang di lereng-lereng curam. Inceptisol lainnya terbentuk pada daerah cembung ke lereng rata dan dengan bukit yang melandai. Inceptisol ini berkembang pada colluvium dalam sedimen yang telah mengendap.
4. Bahan Induk. Inceptisol banyak ditemukan di lembah-lembah atau delta. Kebanyakan Inceptisol hadir pada geologis sedimen muda (misalnya tanah aluvial, Kolovium, Loess). Bahan induk yang tersusun dari batuan kapur dapat menghambat perkembangan tanah.
5. Waktu. Laju perkembangan Inceptisol menjadi ordo tanah lainnya lebih cepat di wilayah tropika dibandingkan dengan di wilayah subtropis.

Pemanfaatan Tanah Inceptisol
Tanah inceptisol yang merupakan jenis tanah mineral, cukup cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh di tanah inceptisol ini di antaranya,
1. Tebu
Tanaman yang dapat tumbuh di tanah inceptisol yang pertama adalah tebu. Tebu merupakan tanaman yang sangat penting karena digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula pasir. Tanaman tebu ini baik di tanam pada tanah inceptisol di ketinggian kurang dari 1.300 m di atas permukaan laut. Sedangkan curah hujan yang baik adalah sekitar 1.500 hingga 3.000 mm per tahun dan suhu rata- rata adalah 24 hingga 30ᵒ Celcius.

2. Tembakau
Selain tebu, tanah inceptisol juga dapat ditumbuhi oleh tanaman yang lainnya, yaitu tembakau. Tembakau adalah bahan baku untuk membuat rokok. Tanaman tembakau akan tumbuh dengan maksimal apabila ditanam pada tanah inceptisol di tempat yang mempunyai ketinggian antara 80 hingga 550 m di atas permukaan air laut, curah hujan sekitar 2.000 mm per tahu, suhu sekitar 18- 27ᵒ Celcius dan disinari matahari secara penuh.

3. Kakao atau coklat
Selain tebu dan tembakau, tanak insepticol juga baik untuk menanam coklat. Tanah inceptisol ini baik untuk ditanami coklat pada ketinggian 500 – 800 m DPL, memiliki curah hujan antara 1.100 hingga 3.000 mm per tahun, memiliki suhu antara 15 – 31ᵒ C dan kelembapan udara antara 7- hingga 80%.

4. Panili
Tanah inceptisol juga baik untuk ditumbuhi oleh tanaman panili. Tempat yang baik yang dipilih adalah yang memiliki ketinggian antara 0 hingga 800 m DPL, memiliki curah hujan antara 850 – 2.950 mm per tahun, suhu sekitar 20ᵒ Celcius, dan kelembapan antara 70 – 80%.

5. Pala
Tanaman selanjutnya adalah pala. Pala cocok ditanam di tanah inseptisol pada ketinggian antara 0 – 700 m DPL, curah hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun, dan suhu antara 20 – 30ᵒ C.

Persebaran Tanah Inceptisol
Di Indonesia sendiri persebaran tanah inceptisol ini ada di daerah Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan juga Maluku. Tanah inceptisol ini banyak terdapat di lembah- lembah, jalur aliran sungai atau dataran pantai.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Tanah Inceptisol: Pengertian, Karakteristik, Faktor Pembentuk, Pemanfaatan, dan Persebarannya"