Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Petir Catatumbo: Pengertian, Ciri, Proses Terjadi, dan Dampaknya

Pengertian Petir Catatumbo
Petir Abadi Catatumbo

Pengertian Petir Catatumbo
Petir Catatumbo adalah fenomena atmosfer di negara Venezuela. Fenomena itu terjadi di mulut Sungai Catatumbo di mana sungai tersebut bermuara di Danau Maracaibo. Petir Catatumbo merupakan fenomena alam yang sangat langka dan bahkan hanya satu- satunya di dunia. Petir abadi ini selalu muncul berlompatan dari satu awan ke awan yang lain setiap saat.

Fenomena Petir Catatumbo tersebut berasal dari massa badai awan pada ketinggian lebih dari 1 km, dan terjadi selama 140 hingga 160 malam setahun, 10 jam per hari dan hingga 280 kali per jam. Petir tersebut terjadi di sekitar Danau Maracaibo, biasanya di atas rawa daerah yang terbentuk di mana Sungai Catatumbo mengalir ke danau.

Petir Catatumbo menjadi sebuah legenda yang kabarnya sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Fenomena ini  sempat berhenti pada tahun 2010, tepatnya di Bulan April. Awalnya masyarakat mengira bahwa fenomena tersebut telah berhenti selamanya.

Namun ternyata fenomena ini hanya terjadi sementara karena pada saat itu tengah terjadi kekeringan sehingga menyebabkan pembusukan bahan organik berkurang. Setelah tidak kekeringan lagi, fenomena petir abadi ini kembali terjadi.

Ciri Petir Catatumbo
Beberapa ciri dari petir abadi Catatumbo di antaranya,
1. Terjadi setiap saat
2. Petir tampak bersahut- sahutan
3. Kilatan cahayanya tampak hingga jarak ratusan km

Proses Terjadinya Petir Catatumbo
Terdapat beberapa proses terjadinya petir Catatumbo di antaranya,
1. Terjadi kemunculan awan gas
Aliran sungai Catatumbo melewati sebuah rawa besar yang banyak mengandung bahan- bahan organik yang telah membusuk. Akibat dari pembusukan bahan- bahan organik ini maka kemudian terbentuklah awan- awan gas.

Awan- awan gas ini biasanya berupa gas metana yang merupakan gas khas dari rawa- rawa. Oleh karena rawa ini sangat besar, maka kandungan bahan organik yang membusuk juga banyak dan itulah sebabnya awan gas yang terbentuk juga banyak.

2. Awan gas bertabrakan dengan angin kencang
Awan gas yang terbentuk akibat dari proses pembusukan bahan organik akan tertiup oleh angin atau akan mengalami kenaikan. Tekanan udara semakin tinggi maka akan semakin rendah, dan hal ini menyebabkan angin di atas juga semakin kencang.

Awan gas yang terbawa ke atas ini akan bertabrakan dengan angin kencang yang ada di atas yang berasal dari Pegunungan Alpen. Hal ini tentu akan menimbulkan suatu keadaan tertentu.

3. Terjadinya perbedaan potensial listrik
Tabrakan antara awan gas dan juga angin kencang yang ada di atas akan menyebabkan bertemunya dua keadaan yang berbeda. Keadaan potensial listrik antara kedua material ini jelas berbeda.

Perbedaan listrik inilah yang akan menyebabkan reaksi- reaksi kilatan dan terkadang menimbulkan suara gemuruh yang berisik. Kilatan- kilatan cahaya inilah yang disebut dengan petir, kemudian suara gemuruh inilah yang biasa disebut dengan guntur atau guruh.

4. Timbullah petir yang melompat dari satu awan ke awan yang lain
Ketika sudah timbul petir, petir- petir ini akan saling melompat dari satu awan ke awan yang lainnya. Hal ini karena awan yang terbentuk banyak sehingga petir- petir yang bersangkutan akan saling bersahut- sahutan. Oleh karena bersahut- sahutan maka petir yang muncul ini seperti sebuah hujan.

Dampak Petir Abadi Catatumbo
Petir abadi Catatumbo merupakan badai petir yang paling besar di dunia. Kilatan cahaya badai petir ini bisa terlihat dari jarak 400 km. Namun lompatan- lompatan petir ini jarang sampai ke permukaan bumi dan hanya terjadi di udara.

Kawasan badai petir Catatumbo ini dinyatakan sebagai kawasan yang memproduksi ozon terbesar di dunia. Sebagai ringkasan, dampak dari petir abadi Catatumbo di antaranya,
1. Kawasan produksi ozon terbesar di dunia
2. Produksi listrik hingga mencapai ribuan ampere
3. Kawasan yang relatif berbahaya untuk didekati manusia
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Petir Catatumbo: Pengertian, Ciri, Proses Terjadi, dan Dampaknya"