Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Musim Kemarau: Pengertian, Ciri, Penyebab, dampak, dan Negara yang Mengalami Musim Kemarau

Pengertian Musim Kemarau atau musim kering
Musim Kemarau

Pengertian Musim Kemarau
Musim kemarau (musim kering) adalah periode tahunan dengan curah hujan rendah, terutama di tropis. Cuaca di daerah tropis didominasi oleh sabuk hujan tropis, yang bergerak dari utara ke selatan tropis dan kembali sepanjang tahun.

Musim kemarau merupakan kebalikan dari musim hujan di kawasan yang mengalami dua musim. Terkadang di wilayah tertentu dapat mengalami musim kemarau panjang yang ditandai dengan suhu sangat panas dalam jangka waktu lama, sehingga menyebabkan kekeringan.

Masa kemarau di berbagai negara di dunia berlangsung pada waktu berbeda-beda. Untuk wilayah Indonesia, biasanya kemarau terjadi pada bulan April hingga September. Selanjutnya berganti dengan musim penghujan yang didahului dengan masa transisi atau dinamakan musim pancaroba atau peralihan.

Ciri Musim Kemarau
1. Curah hujan yang turun tidak lebih dari 60 mm per bulan dengan kata lain 20 mm per dasarian secara berturut-turut. Bahkan intensitasnya dapat berubah menjadi semakin jarang hingga tidak turun sama sekali.
2. Saat siang hari, matahari bersinar sangat terik bahkan tidak ada awan yang menghalangi datangnya sinar matahari atau tidak terjadi mendung.
3. Suhu udara terasa sangat panas di siang hari bahkan tidak jarang akan terasa sangat lembab.
4. Di beberapa tempat akan ditemukan tanah-tanah dalam kondisi retak serta kering.
5. Banyak sumber air menjadi kering. Debit air sungai menyusut bahkan tidak jarang tinggi permukaan air pada sumur juga semakin dalam.
6. Sulit menemukan pepohonan tumbuh dengan subur. Banyak pohon menggugurkan daunnya dan meranggas.
7. Kelembaban udara absolut di sekitar menjadi tinggi tetapi kelembaban udara relatif cendrung menurun dengan sangat signifikan.

Penyebab Musim Kemarau
Penyebab musim kemarau menjadi lebih panjang di antaranya,
1. Aliran angin muson yang membawa udara panas dari Benua Australia
Saat memasuki bulan April hingga bulan Oktober, biasanya angin muson timur akan membawa hawa atau udara panas yang berasal dari wilayah gurun yang ada di Benua Australia. Angin tersebut bergerak melewati Indonesia, maka tidak heran jika Indonesia merasakan hawa lebih panas akibat dilewati angin muson timur.

2. Kondisi geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa
Seperti yang sudah disinggung di atas jika adanya garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki dua musim. Ketika musim kemarau tiba, daerah yang berada di dekat khatulistiwa biasanya akan jauh dari sumber mata air. Bahkan daerah yang agak jauh dari garis khatulistiwa biasanya mengalami kekeringan.

3. El Nino
El Nino merupakan kondisi penyimpangan pada air laut dan bisa diketahui dari meningkatnya suhu pada permukaan laut (SPL/SST) di Samudra Pasifik yang berada di dekat garis khatulistiwa. Ketika terjadi El Nino, aliran uap air yang berasal dari Indonesia menuju Samudra Pasifik cukup besar.

Sehingga ketersediaan uap air yang ada di Indonesia berkurang. Saat uap air berkurang maka cuaca di Indonesia akan cenderung dingin (terutama saat malam hari) tetapi kering dan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang.

4. Udara tercemar serta kerusakan alam
Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia terutama di Kalimantan dan Sumatra selain disebabkan oleh ulah manusia, kemarau panjang juga ikut berperan menambah luas areal kebakaran. Ditambah saat ini kondisi udara yang semakin tercemar juga meningkatkan pemanasan secara global atau lebih dikenal dengan istilah global warming.

Kerusakan lingkungan seperti menghilangnya lahan hutan akibat pengalihan fungsi juga turun menambah perubahan iklim dan musim yang terjadi di Indonesia.

Dampak Musim Kemarau
Musim kering dapat berdampak buruk bagi manusia, flora dan fauna. Contohnya adalah kemarau panjang yang terjadi pada 2012 sehingga menyebabkan gagal panen, kebakaran, dan sebagainya. Berikut beberapa dampak buruk musim kemarau di antaranya,
1. Kebakaran. Kebakaran saat musim kering bisa terjadi di kawasan hutan maupun permukiman masyarakat. Peristiwa kebakaran umumnya cenderung meningkat saat kemarau melanda.
2. Gagal Panen. Gagal panen adalah kondisi petani gagal memanen hasil pertanian atau perkebunan akibat kekeringan yang menyebabkan tanaman mati. Kondisi ini terjadi karena tidak ada air untuk mengairi lahan tanam.
3. Binatang Masuk ke Pemukiman. Persediaan air yang berkurang di alam akan membuat hewan-hewan keluar dari habitatnya untuk mencari air. Salah satunya adalah masuknya binatang ke perumahan warga sehingga menimbulkan konflik antara masyarakat dan hewan.

Negara– Negara Yang Mengalami Musim Kemarau
Indonesia menjadi negara yang mengalami musim kemarau karena sudah tentu letaknya berada di garis khatulistiwa. Selain Indonesia, masih ada negara-negara lain yang mengalami musim kemarau yakni, sebagian dari Amerika Serikat, seluruh negara yang berada di Asia Tenggara, Asia Selatan (India, Pakistan), Australia di bagian timur luat, dan seluruh Benua Afrika.

Namun terdapat beberapa negara yang masuk ke dalam kategori musim kemarau ekstrem di antaranya,
1. Dallol, Ethiopia. Dari tahun 1960 sampai dengan 1966, Dallol pernah mencapai suhu 34,44 derajat celcius. Bahkan tertinggi yang pernah tercatat yaitu lebih dari 100 derajat Fahreinheit. Kondisi alam yang dikelilingi gunung api aktif menambah suhu Dallol menjadi lebih tinggi.
2. Badlands, Australia. Australia menjadi benua berpenghuni paling kering di dunia. Badlands sendiri mempunyai padang pasir yang cukup luas dan suhu udara yang tinggi terutama ketika musim kemarau tiba. Suhu permukaan tanah bisa mencapai rata – rata 68,89 derajat celcius.
3. Death Valley, Amerika Serikat. Death Valley pernah tercatat sebagai wilayah yang memiliki suhu tertinggi yaitu sekitar 56,67 derajat celcius. Tempat ini juga menjadi wilayah terendah, terkering juga terpanas di Amerika Utara.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Musim Kemarau: Pengertian, Ciri, Penyebab, dampak, dan Negara yang Mengalami Musim Kemarau"