Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lumpur Hidup: Pengertian, Ciri, Proses Terjadinya, Bahaya, dan Cara Keluar dari Lumpur Hidup

Pengertian Lumpur Hidup atau lumpur hisap
Lumpur Hidup

Pengertian Lumpur Hidup
Lumpur hidup (lumpur hisap) adalah jenis lumpur yang terdiri dari campuran air, pasir, dan juga tanah liat. Campuran tersebut menghasilkan gerakan turun naik yang sangat kuat sehingga membuatnya seolah-olah memiliki daya hisap bagi benda-benda yang berada di atasnya. Dinamakan lumpur hidup karena keadaannya seperti bernyawa dan bergerak. Lumpur ini biasanya terdapat di sekitar air seperti hutan, rawa-rawa dan daerah yang dekat dengan sungai.

Ciri Lumpur Hidup
Ciri- ciri lumpur hidup di antaranya,
1. Biasanya terdapat di sekitar air, seperti di ekosistem pantai, di rawa- rawa maupun di sungai
2. Mempunyai densitas 2 gram per mililiter
3. Terdiri dari air, pasir, maupun tanah liat
4. Melakukan gerakan konvensional naik turun sehingga seolah-olah mempunyai daya hisap

Proses Terjadinya Lumpur Hidup
Lumpur hidup ini sebenarnya merupakan koloid, yakni campuran dari air, pasir, dan juga tanah liat dengan komposisi yang tepat yang dapat menjadikan air mampu membuat pasir tidak stabil. Campuran air dan pasir inilah yang mampu membuat tubuh manusia menjadi terhisap.

Ketika lumpur hidup tersebut mendapatkan tekanan dari atas maka dengan segera campuran air dan pasir tersebut melakukan gerakan seperti gerakan konveksi, yaitu molekul yang ada di bagian bawah akan menaik dan molekul yang di bagian atas menjadi menurun. Gerakan seperti inilah yang membuat suatu benda terlihat seperti terhisap.

Bahaya Lumpur Hidup
Daya hisap lumpur hidup sangat kuat. Apabila lumpur ini mendapatkan tekanan atau benda yang menimpa dari atasnya, maka dengan segera molekul yang di bagian bawah langsung naik sedangkan benda yang ada di atas akan dibawa turun.

Lumpur hidup atau lumpur hisap ini dikenal sebagai lumpur yang berbahaya. Meskipun belum tentu menghisap seluruh tubuh manusia atau benda lain untuk masuk dan terjebak terlalu dalam, lumpur hidup ini dapat menyebabkan pergerakan manusia terhenti.

Ketika terhisap, manusia akan sulit untuk bergerak ke mana-mana karena semakin banyak bergerak maka semakin membahayakan. Orang-orang yang terlalu lama terjebak di dalam lumpur hidup akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan serta terkena radiasi matahari.

Cara Keluar dari Lumpur Hidup
Berikut beberapa cara agar bisa keluar dari lumpur hidup di antaranya,
1. Jangan panik
Panik merupakan hal yang sangat salah apabila kita terjebak di dalam kubangan lumpur hidup. Walaupun faktanya memang lumpur hidup ini sangat membuat panik karena potensi mematikannya yang sangat besar, namun kita dilarang keras untuk panik. Di samping tidak akan menyelesaikan masalah, panik juga tidak bisa membuat kita untuk berpikir jernih.

Meronta- ronta ketika di tengah- tengah lumpur justru akan mempercepat proses penenggelaman, karena efek dari lumpur hisap ini yang dapat menarik kita semakin ke arah dalam. Ketika kita dalam keadaan berdiri, mungkin kita akan secara lambat tenggelam. Namun jika kita meronta maka hal ini akan menyebabkan sedimen dan juga air menjadi sedikit terpisah. Hal ini jelas akan mengakibatkan kita untuk tenggelam ke dalam titik yang lebih dalam atau titik kita tenggelam sepenuhnya.

2. Tanggalkan sesuatu yang melekat di diri Anda yang bersifat berat
Jika ketika kita terjebak dalam kubangan lumpur dan pada saat itu sedang mengenakan ransel misalnya, maka kita harus menanggalkan ransel tersebut. Hal ini karena benda- benda berat yang dicurigai dapat mendorong kita untuk semakin cepat tenggelam tersebut akan dengan mudah menarik kita ke bawah.

Kecuali jika ada benda yang melekat pada diri kita di mana benda tersebut  memiliki berat relatif terhadap volumenya vs massa dari lumpur hidup per satuan masih lebih ringan, maka benda tersebut tidak akan mungkin tenggelam di dalam lumpur hidup.

3. Perlahan- lahan berbaringlah
Berbaring atau telungkup secara perlahan- lahan di atas lumpur akan membantu mengeluarkan kita yang terjebak di lumpur hidup. Berbaring atau telungkup perlahan- lahan dengan menempatkan tubuh di atas lumpur hidup ini akan membantu mengulur waktu untuk kita dapat keluar dari lumpur tersebut.

Hal ini karena berbaring maupun telentang tidak akan menenggelamkan kita. dengan berbaring kita kan mengapung secara signifikan. Kondisi seperti ini jauh lebih baik karena daya hisap lumpur hidup berbeda dengan air, sehingga kita tidak akan tenggelam selama kita tidak membuat gerakan secara tiba- tiba. Posisi berbaring sangat membantu kita untuk tidak tenggelam. Hal ini karena lumpur hidup jauh lebih padat daripada air.

4. Tarik kaki ke atas
Ketika kita sudah dalam posisi telentang atau telungkup, cobalah untuk menaikkan kaki ke atas. Angkatlah kaki secara pelan- pelan atau lembut ke atas. Lakukan hal seperti perlahan-lahan dengan gerakan yang lambat. Ketika kita melakukan hal ini kita harus mengingat bahwa kita tidak boleh panik, tidak boleh tergesa- gesa, dan jangan sekali- kali membuat gerakan yang tiba- tiba.

5. Dayung tangan secara perlahan- lahan ke arah tepi
Setelah kita berhasil mengangkat kedua kaki dalam posisi berbaring, sekarang yang perlu kita lakukan adalah menggerakkan tangan seperti sedang mendayung. Lakukan gerakan seperti ini dengan sangat lembut dan menggunakan kedua tangan secara sangat lambat menuju ke arah tepi. Perlu diingat sekali lagi bahwa semua ini harus dilakukan dengan sangat lambat.

Jangan sekali- kali mencelupkan tangan ke dalam lumpur. Cobalah untuk menjaga bagian dari lengan agar tetap berada di atas lumpur sehingga tidak akan mendayung dengan menggunakan seluruh lengan terlalu cepat. Kecepatan ini akan cenderung membuat sedimen dan air akan sedikit terpisah, sehingga akan membuat daya apung tubuh menjadi turun.

Hal seperti ini akan sangat membahayakan. Maka dari itu, lakukanlah dayung ini dengan gerakan yang sangat lambat, maka kemungkinan Anda akan selamat lebih besar.

6. Bercengkeramlah pada tongkat maupun tanah yang padat
Setelah kita berhasil mencapai tepian, maka kita secepat mungkin berpegang pada tanah yang padat. Ketika kita masih sangat sulit untuk keluar akibat efek penyedotan, maka satu hal yang dapat membantu kita adalah dengan berpegangan kepada tongkat.

Apabila kita masih menggunakan sepatu mungkin kita perlu melepaskannya (namun jangan menggunakan tangan, karena akan berbahaya), dengan menggunakan tongkat tersebut misalnya. Hal ini akan dapat kita lakukan secara perlahan- lahan hingga semua badan kita terbebas hari lumpur.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Lumpur Hidup: Pengertian, Ciri, Proses Terjadinya, Bahaya, dan Cara Keluar dari Lumpur Hidup"