Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hujan Orografis: Pengertian, Karakteristik, Penyebab, Proses, dan Manfaatnya

Pengertian Hujan Orografis
Hujan Orografis

Pengertian Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi di pegunungan. Hujan orografis terjadi karena angin yang mengandung uap air bergerak horizontal. Penyebab hujan orografis adalah karena angin fohn yang ada di pegunungan. Selain itu, hujan orografis akan turun di kawasan lereng gunung. Adapun daerah atau tempat terjadinya angin fohn ini disebut sebagai daerah bayangan hujan.

Karakteristik Hujan Orografis
Di antara karakteristik dari hujan orografis yang membedakannya dengan hujan-hujan yang lain di antaranya,
1. Proses terjadinya hujan orografis di wilayah pegunungan atau daerah gunung
2. Proses dasar terjadinya hujan orografis disebabkan oleh angin fohn
3. Terjadinya hujan orografis karena adanya udara mengandung uap air naik ke atas gunung
4. Turunnya air hujan di lereng gunung

Penyebab dan Proses Terjadinya Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi di daerah pegunungan. Naiknya udara yang mengandung uap air ini ke atas akan menyebabkan terjadinya penurunan suhu di atas gunung dan kemudian terkondensasi hingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya hujan. Tahapan terjadinya hujan orografis ini terjadi secara runtut dan teratur membentuk sebuah kronologi.

Hujan orografis terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin menaiki lereng pegunungan. Semakin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah sebuah awan hitam atau titik-titik air. Lama kelamaan, titik-titik air ini akan mengalami kejenuhan yang akhirnya terjadilah hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis.

Kondisi suhu pegunungan yang dingin, akan menghasilkan hujan salju. Kondisi berbeda di lereng yang berlawanan, bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan. Beberapa kondisi daerah bayangan hujan terjadi curah hujan biasanya rendah.

Proses Terjadinya Hujan Orografis
Sama dengan hujan pada umumnya yang mana terjadinya melalui sebuah proses terjadinya hujan, terjadinya hujan orografis pun juga melalui sebuah proses tertentu. Proses terjadinya hujan orografis ini melibatkan beberapa hal. Beberapa hal yang berkaitan atau mempengaruhi terjadinya hujan orografis di antaranya adalah udara yang mengandung uap air, angin fohn, wilayah pegunungan, dan lainnya.

Proses terjadinya hujan orografis ini dapat dipaparkan dalam beberapa tahapan. Tahapan- tahapan ini dapat dipaparkan secara urut atau kronologi di antaranya,
1. Di daerah pegunungan terdapat udara yang mengandung uap air di sekitar pegunungan tersebut.
2. Terdapat angin fohn yang ada di sekitar wilayah gunung tersebut yang menyebabkan udara yang mengandung uap air tersebut bergerak ke atas pegunungan, mendaki lereng, dan semakin tinggi.
3. Semakin tinggi uap air yang dibawa oleh angin tersebut maka akan semakin mengalami pengembunan. Hal ini disebabkan karena udara di atas semakin dingin sehingga uap air yang melintas di sana akan mengalami pengembunan atau kondensasi.
4. Pengembunan atau kondensasi ini akan membentuk sebuah awan hitam (baca: proses terjadinya awan) atau titi- titik air.
5. Setelah mengalami kejenuhan, titik- titik air yang berada di atas akan mengalami kejenuhan sehingga menurunkan kandungan air yang berada di dalamnya.
6. Titik- titik air yang jatuh inilah yang disebut dengan hujan. Hujan yang terjadi ini disebut dengan hujan orografis.

Manfaat Hujan Orografis
Manfaat dari hujan orografis di antaranya,
1. Membasahi tanah atau wilayah pegunungan
Manfaat secara langsung yang akan kita peroleh dari terjadinya hujan orografis ini adalah basahnya tanah pegunungan. Hal ini karena hujan ini terjadi di wilayah pegunungan dan turun di lereng gunung, sehingga otomatis tanah gunung tersebut akan basah.

2. Menyuburkan tanaman di wilayah pegunungan
Seperti halnya manfaat hujan yang biasanya terjadi, hujan orografis ini juga mempunyai manfaat untuk menyuburkan tanaman. Tanaman yang subur ini terutama tanaman- tanaman yang tumbuh di daerah pegunungan atau diwilayah hujan tersebut terjadi. Dengan suburnya tanaman yang berada di daerah pegunungan ini tentu saja akan mendatangkan banyak manfaat, salah satunya bagi makhluk hidup lainnya yang berada di wilayah tersebut, seperti berbagai macam binatang.

3. Menyegarkan suhu udara yang ada di wilayah pegunungan
Salah satu manfaat air hujan yang turun adalah untuk memberikan suhu udara yang segar. Sebelum air hujan turun, biasanya kita akan merasakan suhu udara yang begitu panas dan juga pengap. Hal ini dikarenakan adanya proses penguapan dari air oleh cahaya matahari.

Kemudian air hujan yang turun  ini akan mengurangi penguapan dan memberikan efek suhu yang segar dirasakan oleh manusia. Turunnya hujan orografis akan memberikan kesegaran terutama di daerah pegunungan di mana hujan tersebut terjadi.

4. Membersihkan udara di daerah pegunungan
Banyak manfaat dari hujan dan salah satu manfaat tersebut adalah membersihkan udara. Air hujan yang turun dari awan menuju lereng gunung ini akan membersihkan udara yang ada di sepanjang tersebut. Pembersihan ini dilakukan untuk menghilangkan berbagai zat polusi dan zat- zat yang tidak diperlukan yang terdapat di udara.

5. Mengurangi polusi udara di daerah front
Masih serangkaian dengan manfaat hujan orografis untuk membersihkan udara di sekitar daerah pegunungan. Dan salah satu wujud pembersihan udara ini adalah mengurangi polusi yang ada di udara di daerah yang dilewati oleh hujan tersebut.

Air hujan orografis dapat menghilangkan berbagai gas dan juga zat yang merugikan atau tidak diperlukan dan juga mengurangi tingkat polusi yang ada di udara. Hujan orografis ini merupakan hujan yang turun di daerah pegunungan sehingga terjadinya hujan ini akan mengurangi tingkat polusi udara di wilayah pegunungan tersebut.

6. Menambah cadangan air bersih di wilayah pegunungan
Manfaat hujan orografis yang lainnya adalah menyimpan cadangan air bersih di daerah pegunungan. Air hujan yang turun kemudian menyerap ke dalam tanah (baik menyerap secara alami maupun diserap oleh akar- akar pepohonan) sehingga air tersebut akan tersimpan dengan baik di dalam tanah.

Kemudian air yang menyeram ke dalam tanah tersebut akan menjadi air tanah dan menjadi cadangan air bersih di daerah tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwasannya air hujan orografis ini akan menyerap ke dalam dan menjadi cadangan air bersih di daerah tersebut.

7. Menambah cadangan air minum untuk binatang yang tinggal di daerah pegunungan
Salah satu manfaat yang ditimbulkan dari turunnya hujan adalah memberikan cadangan air minum. Air yang ada di dalam tanah adalah air yang bersih dan dapat digunakan sebagai air minum. Sehingga dapat dikatakan bahwasannya hujan memberikan cadangan air minum yang cukup. Dan cadangan air minum dapat dinikmati oleh pada makhluk hidup yang hidup di daerah pegunungan, yakni para binatang yang hidup di sana.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. ket klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.1 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.2 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.3 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.4 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)   
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 3. Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 1. Bentuk-bentuk Struktur Sosial (KTSP)
7. Materi Ujian Nasional Kompetensi Dinamika Struktur Sosial 
8. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 6. Masyarakat Multikultural (KTSP)
9. Materi Ujian Nasional Kompetensi Masyarakat Multikultural
10. Materi Ringkas Struktur Sosial dan Diferensiasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Hujan Orografis: Pengertian, Karakteristik, Penyebab, Proses, dan Manfaatnya"