Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gunung Api Bawah Laut: Pengertian, Proses Pembentukan, Karakteristik, Jenis Letusan, Bahaya, dan Daftarnya

Pengertian Gunung Api Bawah Laut
Gunung Api Bawah Laut

Pengertian Gunung Api Bawah Laut
Gunung api bawah laut adalah gunung api yang terbentuk di bawah permukaan air laut. Pada umumnya gunung api bawah laut berada di kedalaman laut dan juga samudra namun tidak memungkinkan untuk terbentuk di wilayah perairan dangkal.

Gunung api bawah laut merupakan celah bumi atau ventilasi yang sebagian besar berada di daerah tektonik pergerakan lempeng yang disebut sebagai mid-ocean ridges. Di wilayah ini lempengan bumi saling bergerak menjauhi sepanjang tahun.

Ukuran dan bentuk gunung berapi sangat bervariasi mulai dari yang pendek hingga tinggi dan berdiri tunggal maupun bergugus-gugus. Biasanya gunung api bawah laut yang tinggi maka puncaknya akan terlihat sampai ke permukaan air laut.

Proses Terbentuknya Gunung Api Bawah Laut
Diperkirakan terdapat sekitar 5000 gunung berapi yang terletak di bawah laut di seluruh dunia dengan berbagai ukuran, mulai dari berdiri secara tunggal hingga membentuk barisan pegunungan yang terdiri atas beberapa gunung berapi. Salah satu titik tertinggi akan muncul di atas permukaan laut sebagai pulau, beberapa lain memiliki puncak yang berada tidak jauh dari permukaan laut.

Halnya daratan, samudera juga memiliki struktur lapisan batuan penyusun kerak bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua kategori, yang pertama kerak benua dengan ketebalan antara 20 hingga 70 kilometer dan kedua yakni kerak samudera yang hanya memiliki ketebalan 5 hingga 10 kilometer.

Karena kerak samudera tergolong tipis maka struktur batuannya lemah sehingga mudah ditembus oleh magma yang berasal dari perut bumi. Magma yang terus menerus keluar ini akan membentuk kerak samudera yang baru dan proses ini disebut dengan istilah Sea Floor Spreading atau disebut juga dengan pemekaran lantai samudera.

Lantai samudera yang memekar memicu keluarnya magma cair yang bersifat basah dalam bentuk lava pijar ke permukaan dasar samudera secara terus menerus sehingga dalam waktu lama akan terakumulasi endapannya dan meninggi membentuk sebuah gunung api.

Apabila aktivitas magmanya masih berlanjut maka gunung laut akan semakin tinggi dan besar membentuk sebuah pulau seperti yang terjadi pada gunung anak Krakatau di selat sunda.

Halnya gunung yang terletak di daratan, gunung berapi yang berada di bawah laut pun bisa meletus, skala kedahsyatannya tergantung dari seberapa kuat dorongan magma dari perut bumi. Namun letusan gunung di bawah laut memiliki dampak negatif lebih besar karena akan ada akibat lanjutan dan berpotensi banyak menimbulkan korban jiwa dan bisa mempercepat penyebab pemanasan global.

Karakteristik Gunung Api Bawah Laut
1. Tetap Melakukan Erupsi
Meskipun berada di antara perairan namun gunung api bawah laut tetap melakukan erupsi seperti gunung berapi di daratan pada umumnya. Magmanya pun berasal dari sumber yang sama yaitu dari dalam perut Bumi.

2. Lava Akan Membeku Ketika Erupsi
Magma gunung berapi bawah laut akan berubah menjadi lava setelah melewati kepundan gunung berapi ketika terjadi erupsi. Lava ini akan segera membeku ketika bercampur dengan air laut dan tertahan oleh tekanan hidrostatis.

Peristiwa ini menghasilkan lava bantal di bawah laut yang berbentuk bulat ataupun lonjong, berwarna hitam, keras, serta memiliki tekstur afanitik. Namun ada juga lava yang hancur seketika dengan ukuran kecil seperti pasir.

3. Material Gunung Api Bawah Laut
Hasil terbaru dari penelitian menunjukkan bahwa selain sama-sama mengeluarkan lava ketika erupsi, gunung api bawah laut juga mengeluarkan material vulkanik yang serupa dengan gunung api daratan. Material vulkanik tersebut seperti gas vulkanik, hidrogen sulfida, H2S, karbon dioksida, dan belerang.

Jenis Letusan Gunung Api Bawah Laut
Berdasarkan sumbernya, letusan gunung api bawah laut dibedakan menjadi dua jenis di antaranya,
1. Letusan Lava, adalah letusan yang berasal dari magma dan kemudian menjadi lava. Biasanya letusan ini terjadi secara lambat dan akan mempengaruhi ekosistem di bawah air laut.
2. Letusan Gas, adalah letusan yang berasal dari gelembung gas. Berbeda dengan letusan jenis pertama letusan gas terjadi secara cepat. Namun kesamaannya adalah sama-sama berpengaruh bagi kehidupan bawah laut.

Bahaya Gunung Api Bawah Laut
Berikut bahaya yang ditimbulkan oleh gunung api bawah laut di antaranya,
1. Menyebabkan Tsunami
Tsunami terjadi ketika adanya gempa di dasar laut. Namun hal itu bukanlah satu-satunya faktor penyebab bencana alam tersebut. Erupsi gunung api bawah laut berpotensi menghasilkan gelombang tsunami karena adanya kontak langsung antara magma dengan air laut.

Apabila hal tersebut terjadi maka akan mengakibatkan evaporasi dengan volume kecepatan besar sehingga badan air laut bergerak dan menciptakan gelombang tsunami.

2. Mengancam Makhluk Hidup Bawah Laut
Makhluk yang berdampak secara langsung ketika gunung api bawah laut adalah biota yang ada di dekatnya seperti terumbu karang, ikan dan sebagainya. Lava pijar hasil dari erupsi gunung ini memiliki suhu yang sangat panas sehingga akan menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya mati. secara bersamaan.

Biota yang banyak menjadi korban dari letusan gunung ini adalah terumbu karang karena mereka tidak bisa bergerak untuk menyelamatkan diri.

3. Menenggelamkan Kapal yang Melintas
Gunung berapi tidak hanya berbahaya ketika erupsi saja. Gunung api bawah laut akan tetap mengeluarkan gelembung gas meski dalam keadaan tidak erupsi. Gelembung gas ini berbahaya karena akan menyebabkan turunnya kepadatan air laut.

Akibatnya adalah gaya apung kapal akan menurun sehingga kapal tersebut kehilangan keseimbangannya bahkan bisa tenggelam.

4. Mengandung Gas Beracun
Lava yang dikeluarkan oleh gunung api bawah laut ketika erupsi membawa berbagai macam gas berbahaya. Salah satu gas tersebut adalah emisi sulfur dioksida yang menyebabkan lapisan ozon semakin tipis.

Selain itu  gunung ini juga menyebabkan meningkatnya hujan asam karena dapat mengeluarkan hidrogen halida.

Daftar Gunung Api Bawah Laut
1. Gunung Piton de la Fournaise
Piton de la fournaise adalah sebuah gunung api bawah laut di pulau Réunion, Samudera Hindia. Gunung ini diyakini sebagai gunung api bawah laut paling kuat dan paling aktif di dunia. Berdiri menjulang setinggi 6.600 meter dan berdiameter 220 km sehingga menjadikannya sebagai gunung api bawah laut paling besar.

2. Gunung Lōʻihi
Gunung ini berada di wilayah perairan Amerika Serikat tepatnya di Hawaii. Gunung ini diperkirakan sudah muncul sejak 10.000-100.000 tahun silam. Berada di wilayah Samudera Pasifik. Gunung Lōʻihi berdiri setinggi 900 meter pada kedalaman 914,4 meter.

Gunung yang masih aktif ini ditemukan pada tahun 1952. Lōʻihi sempat beberapa kali meletus dan yang terakhir terjadi pada tahun 1996 disertai dengan gempa bumi.

3. Gunung Banua Wuhu
Di Indonesia juga memiliki gunung api bawah laut yang berada di Kepulauan Sangihe, Sulawesi. Gunung tersebut adalah gunung Banua Wuhu yang memiliki tinggi 400 meter dengan puncaknya berada 5 meter di bawah permukaan laut.

4. Gunung berapi West Mata
Gunung ini berada di Samudra Pasifik yakni di antara Kepulauan Fiji dan Samoa di NE Lau Basin. Gunung setinggi 1.100 meter ini berada di kedalaman 200 km dan luas 6 km.

5. Gunung Kick Jenny
Kick Jenny atau disebut juga sebagai Kick ‘Em Jenny juga merupakan gunung api bawah laut paling aktif di dunia. Berada di utara pulau Grenada di Laut Caribbean, gunung ini berdiri setinggi 1300 meter. Gunung ini masih aktif hingga sekarang dan terakhir kali meletus yaitu pada tanggal 23 Juli 2015 lalu.

Gunung Api Bawah Laut di Indonesia
1. Gunung Bawah Laut Maselihe di Sulawesi Utara
2. Gunung Bawah Laut Naung di Sulawesi Utara
3. Gunung Bawah Laut Kawio Barat di Sulawesi Utara
4. Gunung Bawah Laut Roa di Sulawesi Utara
5. Gunung Bawah Laut Pagai di perairan barat Sumatera
6. Gunung Bawah Laut Baruna Komba di NTT
7. Gunung Bawah Laut Ibu Komba di NTT, dan
8. Gunung Bawah Laut Abang Komba di NTT
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.1 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.2 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.3 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Permasalahan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Permasalahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Gunung Api Bawah Laut: Pengertian, Proses Pembentukan, Karakteristik, Jenis Letusan, Bahaya, dan Daftarnya"