Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Geografi Klasik: Pengertian dan Tokohnya

Pengertian Geografi Klasik dan Tokohnya
Geografi Klasik

Pengertian Geografi Klasik
Geografi klasik adalah keilmuan geografi yang berada dalam situasi dan atau kondisi pada masa periode ratusan tahun lalu. Keilmuan geografi pada masa ini hadir dengan kepercayaan orang-orang pada periode tersebut. Geografi klasik sangat dipengaruhi oleh pikiran serta penglihatan satu orang dan berkembang ke arah banyak orang.

Dengan kata lain, pikiran serta penglihatannya mengenai kejadian atau peristiwa mengenai geografi dibawakan oleh satu orang dan nantinya diketahui oleh orang lain melalui mulut ke mulut. Selain itu, gaya penggambaran dari geografi klasik pula dipenuhi dengan nuansa kepercayaan yang dipuja pada kala itu.

Gambaran dari geografi klasik juga ditemani oleh gambaran berdasarkan hal-hal yang didengar, dilihat, serta dirasakan oleh para penjelajah-penjelajah yang melakukan perjalanan.

Tokoh Geografi Klasik
Keberadaan geografi klasik ini merupakan awal kelahiran sekaligus perkembangan bagi geografi itu sendiri. Eksistensinya pula tentunya ditemani oleh kehadiran sosok yang memberikan pengaruh bagi geografi itu sendiri. Geografi klasik sendiri sudah hadir pada periode Yunani dengan nama-nama cemerlang di dalamnya.
1. Alexander von Humboldt
Lahir pada 1769 di Berlin di Kerajaan Prusia, Alexander von Humboldt dikenal sebagai polymath Prusia, ahli geografi, naturalis, dan penjelajah. Awal mulanya, dia memiliki karier politik dari ibunya dan belajar keuangan selama enam bulan pada tahun 1787 di Universitas Frankfurt, kemudian 1789, dia mendaftar di Gottingen di mana dia bertemu dengan Georg Forster seorang yang kelak menjadi teman bepergian ke Eropa.

Selama perjalanan pertama Humboldt melalui Eropa dengan Forster, dia bertemu dengan orang-orang yang memicu keinginannya untuk bepergian dan menemukan bagian dunia yang belum diketahui. Karena ia terpapar latar belakang geografi politik dan botani saat menghadiri kelas universitas di Gottingen, ia sangat siap untuk perjalanan seumur hidup yang berlangsung dari tahun 1799 hingga 1804 dengan Aimé Bonpland, seorang dokter dan ahli botani Prancis.

Selama pelayarannya pada 1779-1804 di Amerika, von Humboldt mengunjungi wilayah atau wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kuba, Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Meksiko. Beberapa hal menarik yang dicapai von Humboldt saat mengunjungi wilayah ini termasuk berlayar di Casiquiare untuk menentukan bujur dan lintangnya serta mendaki Gunung Chimborazo yang memiliki ketinggian total 6.263 meter (20.549 kaki).

Ia mengumpulkan data geografis dan data biologis selama bertahun-tahun, dan hasilnya adalah tulisannya yang dikenal sebagai Kosmos yang diterbitkan dalam lima volume antara tahun 1845 dan 1862.

Von Humboldt dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pendiri geografi modern untuk karyanya tentang geografi botani dan terkenal sebagai orang pertama yang mengembangkan gagasan bahwa pola cuaca, geologi, dan biologi semuanya memainkan peran penting dalam menentukan tanaman mana yang mampu bertahan di area mana.

2. Thales
Wilayah Miletus menjadi tempat pertama bagi kehadiran sosok dengan nama Thales di dunia ini. Kehadiran diri Thales sudah ada pada periode Sebelum Masehi, yaitu pada tahun 624. Dengan kemampuan serta wawasannya dalam ilmu langit dan bintang, dirinya menempatkan posisi cemerlang dalam eksistensi geografi.

Perannya dalam bidang geografi itu pemikirannya mengenai kehadiran gerhana bulan. Thales dapat memberikan perkiraan mengenai waktu munculnya gerhana bulan pada kala itu. Selain itu, Thales pula memegang erat pemikirannya mengenai satu unsur penting di muka bumi ini yaitu tidak bukan dan tidak lain adalah air.

Menurut isi pikirannya, seluruh hal-hal yang ia lihat dan hadir di muka bumi ini berasal dari unsur air. Tak hanya itu, Thales pula memiliki pandangan bahwa air pula memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup dan bumi itu sendiri.

3. Herodotus
Herodotus adalah salah satu nama yang diagungkan dalam sejarah. Tak heran apabila dirinya menggandeng sematan ‘Bapak Sejarah’ di dalam namanya. Nama dari Herodotus muncul untuk pertama kalinya di muka bumi pada tahun 484 Sebelum Masehi. Halicarnassus adalah wilayah tanah kelahirannya.

Peranan Herodotus bagi dunia geografi sangatlah penting. Suka melalukan perjalanan membuatnya dapat memberikan gambaran mengenai letak dari tiap-tiap wilayah yang pernah dikunjungi. Hal ini tentunya merupakan suatu ukiran prestasi yang mengarah pada bidang geografi.

4. Claudius Ptolomeus
Claudius Ptolomeus memiliki peran dalam bidang geografi. Kelahiran dirinya yaitu pada era 100 Masehi. Wilayah Aleksandria menjadi tempat kelahiran dirinya. Perannya dalam bidang geografi yaitu dengan mengembangkan peta. Dengan kemampuan dan keahliannya dalam bidang matematika, dirinya pernah menyusun pembuatan dan penggambaran sebuah peta.

Tidak hanya itu. Wawasan mengenai ilmu langit dan bintang pula sangat lekat dengan Claudius Ptolomeus. Menurut pemikirannya, benda-benda langit sangat memegang dampak bagi kehidupan makhluk hidup.

5. Eratosthenes
Tempat pertama untuk tokoh geografi harus diberikan kepada orang yang menciptakan istilah geografi adalah Eratosthenes (c.275–194 SM). Dia menciptakan salah satu peta paling awal dari dunia yang diketahui antara 276-195 SM, tetapi kontribusi terbesarnya adalah konsep lintang dan bujur dan yang membuat pengukuran pertama dari ukuran Bumi untuk yang detailnya diketahui.

Eratosthenes menemukan kata geografi dari akar kata “geo” (bumi) dan “graphein” (menulis). Dia juga orang pertama yang mampu menghitung ukuran bumi (dengan kesalahan minimal 2%), kemiringan sumbu bumi, dan bahkan mungkin jaraknya dari matahari. Bahkan tanpa pencapaian luar biasa lainnya ini, Eratosthenes akan tetap terkenal sebagai orang yang menciptakan geografi.

6. Al Idrisi
Ahli geografi dan kartografer abad ke-12 Abu Abd Allah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti, juga disebut Al Idrisi, atau Dreses (1100 – 1165). Dia terkenal sebagai kartografer (pembuat peta) dan juga ahli geografi.

Seorang pria Renaisans pra-Renaisans, Al Idrisi tidak hanya membuat peta Eurasia dan Afrika utara yang ditemukan di Tabula Rogeriana, dia juga menulis akun yang sangat rinci tentang semua fitur geografis, kelompok etnis, faktor sosial ekonomi, dan fitur lainnya. dari setiap area yang dia gambar.

Informasinya diperoleh dari wawancara dengan pengunjung ke daerah yang dia tulis, serta perjalanannya sendiri – dalam periode waktu ketika hanya sedikit orang yang melakukan perjalanan lebih dari lima atau sepuluh mil dari rumah mereka, dia telah mengunjungi Spanyol, Portugal, Prancis, Anatolia , dan Inggris pada usia enam belas tahun, dan bepergian lebih jauh di kemudian hari.

Tabula Rogeriana adalah karya geografi dan kartografinya yang paling terkenal, dan diciptakan untuk Raja Roger II dari Sisilia. Ahli geografi Arab Al-Idrisi mengawasi pembuatan lebih dari 70 peta. Peta al-Idrisi ini memuat Laut Mediterania, Afrika bagian utara, Eropa, dan sebagian Asia.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Geografi Klasik: Pengertian dan Tokohnya"