Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Diastropisme: Pengertian, Proses Terjadi, dan Dampaknya

Pengertian Diastropisme
Diastropisme

Pengertian Diastropisme
Diastropisme adalah perubahan susunan lapisan bumi yang menyebabkan terjadinya patahan dan lipatan di dalam kerak bumi. Diastropisme merupakan proses pembentukan relief muka bumi oleh tenaga endogen namun tanpa disertai oleh aktivitas magma. Penyebabnya adalah tumpukan tekanan yang diberikan oleh endogen ke litosfer secara mendatar.

Diastropisme menyebabkan terjadinya puncak lipatan dan lembah lipatan.  Terjadinya diastropisme di daerah yang luas disebut dengan epirogenese. Namun apabila diastropisme meliputi daerah yang tidak terlalu luas disebut dengan orogenese. Diastropisme bisa terjadi di wilayah yang luas maupun yang sempit dan bisa terjadi di mana saja di atas muka bumi.

Proses Terjadinya Diastropisme
Diastropisme merupakan gejala yang diakibatkan oleh adanya tenaga endogen terutama berasal dari lapisan astenosfer. Lapisan astenosfer mengeluarkan arus yang menyebabkan pergesekan antar lempengan kerak Bumi. Lempengan yang terseret ke aranya masing-masing tersebut akhirnya saling berbenturan akibat arus konveksi yang terlalu besar.

Pergerakan lempengan yang tidak terkendali tersebut menyebabkan lempengan berhamburan ke segala arah. Lempengan bisa saja saling menyalip, saling menjauh atau bertumpukan satu sama lain. Gerakan tersebutlah yang akhirnya muncul ke permukaan baik sebagai patahan maupun lipatan

Dampak Diastropisme
Diastropisme merupakan tenaga dari dalam Bumi yang menggeser serta mengubah arah lempeng bumi. Hal ini merupakan tenaga yang sangat besar hingga dapat menyebabkan berbagai bentukan di permukaan Bumi yang bisa dilihat oleh manusia. Bentukan- bentukan ini merupakan akibat dari patahan dan juga lipatan.

Patahan dan lipatan sendiri merupakan akibat dari tenaga dari dalam bumi tersebut. Lebih tepatnya akibat dari diastropisme ini berupa pegunungan lipatan dan juga pegunungan patahan. Berikut beberapa bentuk atau akibat dari diastropisme di antaranya,
1. Bentuk- bentuk Pegunungan Lipatan
Pegunungan lipatan merupakan pegunungan yang terbentuk atau disebabkan oleh terlipatnya lapisan sedimen yang besar akibat tenaga yang berasal dari dalam bumi dengan arah mendatar atau horizontal. Sebagai bentukan dari pegunungan lipatan ini di antaranya,
a. Jalur pegunungan lipatan
Bentukan dari pegunungan lipatan yang pertama adalah terbentuknya jalur pegunungan lipatan. Jalur pegunungan lipatan merupakan sebuah jalur atau bentukan yang menyerupai pola adanya pegunungan tertentu. Jalur pegunungan ini bisa terbentuk di sepanjang benua, atau bahkan antar benua.

Jalur pegunungan ada juga sekaligus untuk menandai daerah- daerah yang memiliki letak atau karakteristik geografis yang sama, sehingga daerah- daerah yang berada dalam satu jalur pegunungan biasanya memiliki permasalahan yang sama, misalnya sering terjadi gempa atau lain sebagainya.

Di Bumi ini terdapat tiga jalur pegunungan lipatan, yaitu jalur pegunungan lipatan sirkum pasifik, sirkum Mediterania, dan sirkum Australia.

b. Dome atau basin
Dome atau basin juga merupakan salah satu bentukan dari pegunungan lipatan akibat diastropisme. Dome atau basin merupakan pegunungan lipatan yang bentuknya membulat. Dome kenampakannya berupa gundukan tanah yang lebih tinggi daripada tanah di sekitarnya.

Dome atau basin ini terjadi karena ada lipatan yang terjadi dari dalam bumi yang arahnya mendatar dan mempunyai kekuatan datang pada waktu dan arah yang sama.

c. Lipatan tunjam
Lipatan tunjam merupakan salah satu jenis bentukan pegunungan lipatan akibat adanya tenaga endogen diastropisme yang garis porosnya menunjam membentuk sudut terhadap bidang datar.

d. Lipatan kompleks
Lipatan kompleks adalah berbagai jenis lipatan yang terdapat pada sebuah jalur pegunungan besar yang disebut dengan antiklinal besar atau geantiklin. Di atasnya terdapat antiklinal dan juga siklinal yang kecil- kecil dengan berbagai tipe.

2. Bentuk- bentuk pegunungan patahan
Patahan disebut juga dengan sesar atau retakan. Adapun yang dimaksud dengan patahan atau sesar adalah hasil dari gerakan dengan tekanan vertikal maupun tekanan horizontal yang menyebabkan lapisan kulit bumi yang telah rapun menjadi patah atau retak. Patahan ini menyebabkan suatu bagian dari permukaan bumi tidak rata atau memiliki ketinggian yang sama dengan lainnya.

Sehingga kita yang ada di permukaan bumi melihatnya sebagai suatu pegunungan. Patahan atau sesar ini dibagi menjadi berbagai jenis. Beberapa bentuk pegunungan patahan di antaranya,
a. Patahan normal
Patahan normal merupakan patahan yang memiliki arah normal, yaitu arah gerak blok buatannya mengikuti arah gaya berat batuan yang menuju ke bawah di sepanjang bidang patahan. Patahan normal ini merupakan salah satu bentuk patahan yang diakibatkan adanya diastropisme.

b. Patahan rebah
Selanjutnya adalah patahan rebah. Patahan rebah disebut juga dengan Thrush Fault. Patahan rebah merupakan jenis patahan yang merupakan lanjutan dari lipatan. Jadi patahan rebah ini adalah patahan yang turun ke bawah akibat dari lanjutan suatu lipatan.

Jadi, apabila tekanan dari slah satu sisi lebih kuat dan terjadi secara terus menerus, maka struktur lipatan akan rebah dan porosnya akan terjadi di bidang patahan. Patahan rebah akan menimbulkan sebuah akibat tertentu, salah satunya adalah akan terbaliknya susunan lapisan batuan.

c. Sesar geser
Sesar geser adalah jenis patahan yang memiliki arah geser horizontal dan searah dengan garis porosnya. Sebagai contoh sesar geser adalah sesar Opak yang menjadi pusat gempa di Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006 dan juga daerah yang menjadi pusat gempa di California dan juga Amerika Seikat.

d. Horst
Horst merupakan bentuk yang menonjol dari patahan. Horst ini sering, bahkan selalu berdampingan dengan graben. Jika horst adalah bentuk yang menonjol, maka graben merupakan bentuk atau segmen yang turun ke bawah.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Diastropisme: Pengertian, Proses Terjadi, dan Dampaknya"