Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Debit Air: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, Rumus dan Konversi Satuannya

Pengertian Debit Air
Debit Air

Pengertian Debit Air
Debit Air adalah laju alir volumetrik air dengan sejumlah sedimen padatan (misal pasir), mineral terlarut (misal magnesium klorida), dan bahan biologis (misal alga) yang ikut bersama air melalui luas penampang melintang tertentu. Istilah debit dalam hidrologi sinonim dengan debit aliran (stream flow) yang digunakan pakar hidrologi sungai, dan debit keluaran (ouflow) yang digunakan dalam sistem penampungan air, tetapi berbeda dengan debit masukan (inflow).

Debit air juga dapat diartikan sebagai ukuran dari banyaknya volume air yang mampu melewati suatu tempat ataupun yang dapat ditampung di dalam sebuah tempat per satuan waktu. Untuk debit air sungai sendiri merupakan tinggi permukaan air sungai yang diukur dengan menggunakan alat ukur khusus permukaan air sungai. Pengukuran dapat dilakukan setiap hari, terutama saat musim hujan tiba, sebab saat itu biasanya debit air sungai akan meningkat jika dibandingkan pada hari biasa.

Debit air sungai juga bisa disebut dengan istilah laju aliran air yang melewati sebuah penampang melintang sungai per satuan waktu. Debit air mempunyai satuan khusus yaitu volume per satuan waktu yaitu m3/s (dibaca meter kubik per detik) dalam satuan internasional.

Faktor yang Mempengaruhi Debit Air
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi besar dan kecilnya debit air terutama debit air yang terdapat di sungai di antaranya,
1. Curah Hujan
Tidak diragukan lagi jika curah hujan menjadi faktor utama dari besarnya debit air. Jika curah hujan dalam keadaan tidak tinggi, ada kemungkinan debit air sungai pun juga tidak akan tinggi dan sudah tentu aliran di sungai tidak begitu deras. Sedangkan saat curah hujan berada pada kondisi tinggi terutama di daerah hulu sungai, kemungkinan besar debit air juga akan meningkat disertai dengan tingginya volume air sungai.

Aliran sungai di sekitar hilir juga akan sangat deras, jika terus menerus terjadi ada kemungkinan daerah di sekitar hilir akan mengalami banjir jika volume air sungai semakin tinggi dan melebihi batas kemampuan sungai untuk menampung air.

2. Bentuk Topografi
Topografi juga berpengaruh pada debit air terutama yang terdapat pada lereng baik berupa derajat kemiringan tanah, panjang lereng dan lain sebagainya. Dapat dikatakan jika semakin miring suatu permukaan tanah atau daratan maka debit air juga akan semakin besar. Sehingga tidak heran jika debit air yang berada di hulu lebih besar dibandingkan dengan debit air yang berada di wilayah hilir.

Menurut Direktorat Tata Guna Tanah Departemen Dalam Negeri, kemiringan tanah dibagi menjadi:
a. Lereng dengan kemiringan 0% – 2%
b. Lereng dengan kemiringan 2% – 15%
c. Lereng dengan kemiringan 15% – 40%
d. Lereng dengan kemiringan lebih dari 40%.

3. Banyaknya Vegetasi
Jika daerah di sekitar sungai banyak ditumbuhi oleh vegetasi, besar kemungkinan air hujan yang jatuh akan terhalangi oleh bagian dari tanaman seperti daun dan dahan sehingga tanah tidak terlalu banyak menerima air yang berasal dari hujan. Selain itu, vegetasi yang tumbuh juga akan menyerap air yang jatuh ke tanah, jika tidak air tersebut akan terus mengalir menuju ke sungai.

Vegetasi yang tumbuh juga memperbesar porositas tanah serta kapasitas penyerapan air oleh akar tanaman sehingga struktur tanah menjadi lebih baik dan membantu tanah dalam mengurangi kandungan air di dalamnya dengan cara transpirasi.

4. Luas Wilayah Aliran
Luas daerah atau sungai yang tidak memiliki ukuran besar atau dengan kata lain termasuk sungai kecil, biasanya debit air akan kecil saat musim kemarau. Namun debit air akan menjadi meningkat dan besar ketika musim hujan tiba. Debit air terbesar akan terjadi pada sungai yang berukuran kecil dan biasanya volume air akan melebihi kapasitas dari sungai itu sendiri sehingga tidak heran jika daerah di sekitar sungai akan terkena dampaknya berupa banjir.

Rumus Debit Air
Debit air dapat dihitung dengan rumus berikut.
D = V / t
Keterangan
D = Debit
V = Volume
t = waktu

Berdasarkan rumus tersebut, maka rumus volume dan waktu jika diketahui debitnya adalah
V = D × t
t = V / D

Konversi Satuan Debit Air
Berikut beberapa satuan volume dan waktu yang biasa digunakan dalam persamaan Debit Air di antaranya,
1. Satuan Volume
a. 1 cc = 1 ml = 1 cm
b. 1 mm3 = 0,001 m3
c. 1 cm3 = 1000000 mm3
d. 1 dm3 = 1000 cm3
e. 1 liter = 1 dm3

2. Satuan Waktu
a. 1 jam = 60 menit
b. 1 menit = 60 detik
c. 1 jam = 3600 detik
d. 1 menit = 1/60 jam
e. 1 detik = 1/60 menit
f. 1 jam = 1/3600 jam
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.1 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.2 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.3 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Permasalahan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Permasalahan Sosial

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Debit Air: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, Rumus dan Konversi Satuannya"