Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Batu Lempung: Pengertian, Ciri, Proses Pembentukan, Jenis, dan Manfaatnya

Pengertian Batu Lempung
Batu Lempung

Pengertian Batu Lempung
Batu lempung adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk dari pelapukan dan erosi tanah. Batu lempung memiliki sifat yang liat atau plastis, tersusun dari hidrous aluminium silikat (mineral lempung) yang ukuran butirannya halus. Ukuran butiran batu lempung sangat halus, yakni tidak lebih dari 0,002 mm.

Batu lempung memiliki susunan unsur oksida besi yaitu berupa siderit, markit atau pirit. Mineral karbonat berupa bahan- bahan organik dan anorganik juga ditemukan pada batu lempung. Mineral- mineral penyusun batu lempung tersebut adalah mineral yang aktif secara elektrokimiawi.

Ciri Batu Lempung
Ciri fisik batu lempung yaitu berwarna coklat, abu-abu, keemasan dan ada juga yang berwarna merah. Ciri-ciri lainnya yaitu banyak ditemukan di daerah sungai atau danau.

Proses Pembentukan Batu Lempung
Batu lempung terbentuk dari lempung residu dan lempung sedimen. Proses pertama batu lempung terbentuk karena proses pelapukan batuan beku. Setelah melewati pelapukan, material lempung melalui proses diagenesa atau mengalami perubahan kimia, fisika dan biologi batuan sedimen. Setelah itu barulah menjadi batu lempung

Jenis Batu Lempung
Batu lempung dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan ada tidaknya proses pengangkutan (transportasi) di antaranya,
1. Transported clay
Disebut transported clay karena batu lempung sudah mengalami pengangkutan dari tempat terbentuknya. Ada 3 sumber terbentuknya batu lempung yaitu hasil dari abrasi pantai, hasil dari pelapukan yang mengalami transportasi serta hasil tercampurnya unsur kimia dan bio kimia.

Selama proses transportasi, batu lempung memungkinkan untuk tercampur dengan mineral halus, di antaranya adalah oksida besi, kuarsa dan bahan organisme.

2. Residual clay
Batu lempung jenis ini merupakan batu lempung yang tidak mengalami pengangkutan atau masih berada di tempat asalnya. Karakteristik fisiknya dipengaruhi oleh kondisi batuan induk, cuaca dan aliran air. Jenis batu lempung ini biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dari pada transported clay, serta banyak ditemukan di sekitar batuan induknya.

Jenis- jenis mineral lempung
Seperti yang telah dijelaskan bahwa batu lempung tersusun atas mineral lempung (hidrous aluminium silikat). Mineral lempung tersebut dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis di antaranya,
1. Kaolinit
Mineral ini termasuk ke dalam kategori kaolin yang terdiri atas kepingan silika tetrahedra dan kepingan aluminium oktahedra. Kedua kepingan tersebut terikat satu sama lain sehingga terbentuk suatu lapisan yang satu kesatuan. Ikatan keduanya merupakan ikatan hidrogen yang sulit dipisahkan.

Karena ikatannya yang kuat, mineral ini tergolong stabil sehingga air tidak bisa menerobos masuk di antara kedua kepingan tersebut. Ketiadaan air di antara kedua kepingan tidak dapat menyusutkan atau pun mengembangkan sel satuannya.

2. Halloysit
Mineral halloysit mirip dengan kaolinit, akan tetapi ikatannya lebih acak dan bisa terpisahkan oleh lapisan tunggal molekul air. Jika mineral ini tidak mengandung lapisan tunggal air karena telah dipanaskan, maka sifat dasar mineral akan berubah.

Sifat dasar dari mineral halloysit yaitu bentuk partikelnya mirip seperti silinder- silinder yang memanjang.

3. Montmorillonit
Mineral montmorillonit juga disebut dengan smectit, yang merupakan mineral hasil bentukan satu kepingan aluminium dan dua kepingan silika. Di antara dua kepingan silika terdapat kepingan oktahedra yang membentuk suatu lapisan yang satu.

Montmorillonit terbentuk dari proses sedimentasi bersuasana basa (alkali) yang sangat silikan. Selain itu, montmorillonit mempunyai ukuran kristal yang sangat kecil tetapi memiliki gaya tarik terhadap air yang sangat kuat sehingga air tersebut dapat memisahkan kepingan.

Hal tersebut merupakan akibat kurangnya muatan negatif pada kepingan oktahedran dan lemahnya gaya ikatan van der Waals pada ujung kepingan silika. Air yang masuk di antara kepingan dapat melunakkan dan merusak struktur tanah yang mengandung mineral montmorillonit.

4. Illit
Bentuk susunan mineral illit terdiri dari kepingan aluminium oktahedra yang berada di antara dua kepingan silika tetrahedra. Kepingan – kepingan tersebut saling terikat satu sama lain dengan ikatan antar ion- ion kalium yang terdapat pada setiap kepingan.

Ikatan ini tidak lebih kuat dari pada ikatan hidrogen yang mengikat mineral kaolinit, tetapi lebih kuat dari pada ikatan ionik yang mengikat mineral montmorillonit. Meski ikatannya tidak terlalu kuat, susunan mineral illit tidak dapat mengembang akibat dari gerakan air yang berada di antara kedua kepingannya.

Manfaat Batu Lempung
Sifat batu lempung yang liat (plastis) banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai jenis benda di antaranya,
1. Sebagai bahan dasar keramik. Batu lempung yang dicampur dengan air dan membentuk tanah liat dapat digunakan untuk membuat keramik. Keramik tersebut dapat berupa ubin lantai & dinding, gerabah atau porselen.

Bahkan pembuatan porselen menggunakan lempung yang mengandung kaolinit akan menghasilkan produk yang tahan panas (produk refraktori). Selain keramik, tanah liat dari batu lempung juga dimanfaatkan untuk membuat semen, batu bata dan agregat ringan lainnya.

2. Sebagai bahan dasar kertas. Batu lempung yang memiliki kandungan mineral kaolinit juga merupakan bahan dasar yang baik untuk pembuatan kertas yang berkualitas tinggi.
3. Sebagai penyerap cairan. Batu lempung yang terbentuk dari abu hasil letusan gunung berapi sering digunakan untuk menyerap cairan yang ada pada kandang binatang ternak.
4. Membantu proses pengeboran. Batu lempung yang terbuat dari abu vulkanik juga dapat dimanfaatkan sebagai lumpur yang membantu pengeboran. Selain itu, dapat juga digunakan dalam industri palletizing bijih besi.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Batu Lempung: Pengertian, Ciri, Proses Pembentukan, Jenis, dan Manfaatnya"