Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Banjir Rob: Pengertian, Karakteristik, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi, dan Banjir Rob di Indonesia

Pengertian Banjir Rob
Banjir Rob

Pengertian Banjir Rob
Banjir rob (banjir pasang air laut) adalah banjir akibat pasang air laut yang terjadi di tepi pantai karena permukaan air laut yang lebih tinggi daripada bibir pantai atau daratan di pesisir pantai. Banjir rob secara khusus diartikan sebagai banjir yang diakibatkan oleh air laut yang menggenangi daratan yang lebih rendah.

Banjir rob juga tidak terbatas pada banjir yang berakibat oleh air laut melainkan juga curah hujan tinggi di daratan yang menyebabkan air melambat mengalir ke laut yang hasilnya akan mengakibatkan air tertahan dalam waktu yang relatif lama di daratan pesisir pantai. Fenomena ini juga diperparah oleh kondisi pasang naik air laut di waktu-waktu tertentu.

Karakteristik Banjir Rob
Banjir rob memiliki karakteristiknya sendiri di antaranya,
1. Biasa terjadi pada saat air laut sedang pasang.
2. Memiliki warna yang tidak terlalu keruh.
3. Tidak selalu terjadi pada saat musim penghujan.
4. Terjadi pada daerah yang mempunyai dataran lebih rendah daripada lautan.

Penyebab Banjir Rob
Jika banjir umumnya disebabkan oleh curah hujan tinggi, daerah resapan air kurang, serta luapan air sungai dari hulu ke hilir, maka rob tidak hanya dipengaruhi faktor tersebut, terapi terdapat pemicu lain yang menjadi penyebab banjir rob meski tidak secara langsung di antaranya,
1. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah peristiwa alam yang membuat rata-rata suhu dunia meningkat. Peningkatan suhu udara ini akan berakibat pada lelehnya es di kutub bumi, pertambahan volume air laut dan meningkatkan muka air laut. Kenaikan muka air laut akan menyebabkan banjir rob semakin parah ketika air laut pasang dan masuk ke daratan.

2. Pemanfaatan Air Tanah
Eksploitasi air tanah yang berlebihan ternyata juga berdampak pada terjadinya rob. Permukaan tanah akan menurun akibat hilangnya kandungan air yang menopang daratan. Hal ini juga diperparah oleh kepadatan penduduk di daerah pesisir yang tinggi, sehingga kebutuhan air bersih juga meningkat.

3. Penurunan Daratan
Kondisi daratan yang lebih rendah dibanding permukaan air laut akan berdampak pada aliran air yang seharusnya menuju laut berbalik dan menggenangi daratan. Penurunan muka tanah dapat terjadi karena pengambilan air tanah yang berlebihan, selain itu juga bisa disebabkan oleh pembangunan gedung yang memberikan beban pada tanah.

4. Kerusakan Ekosistem Pesisir
Keberadaan hutan bakau di pesisir pantai sangatlah penting. Ekosistem ini dapat menjadi peredam abrasi karena terjangan ombak air laut. Selain itu, kawasan ini juga biasa menahan gelombang pasang air laut. Jika hutan mangrove rusak maka wilayah pesisir tak lagi terlindungi, serta membuat habitat flora fauna tergusur.

5. Topografi Wilayah
Topografi adalah keadaan wilayah alam yang dimiliki suatu daerah. Daerah yang berada di tempat rendah cenderung berisiko terjadi banjir dibanding wilayah tinggi seperti pegunungan. Ketinggian daerah yang berada di bawah permukaan air laut akan menyebabkan genangan karena air tidak bisa dialirkan ke lautan.

6. Fenomena Pasang Air Laut
Pasang air laut adalah peristiwa akibat pengaruh gravitasi bulan. Kondisi ini terjadi pada saat bulan purnama dan bulan baru. Faktor pasang air laut sulit dihindari karena di luar kuasa manusia. Hal ini pula yang menjadikan air rob sebagai banjir langganan bagi daerah-daerah pesisir.

7. Alih Fungsi Lahan
Penggunaan tanah rawa, situ persawahan dan area lain yang secara alami menjadi penyeimbang lingkungan menjadi pemukiman juga menjadi penyebab banjir rob. Kawasan yang harusnya menjadi daerah resapan air justru dibangun perumahan dan jalan sehingga mengganggu resapan air tanah. Kondisi akan semakin parah jika rob disertai dengan curah hujan tinggi.

8. Penyempitan Bantaran Sungai
Bantaran kali atau sungai yang menyempit merupakan penyebab banjir rob. Volume air yang meningkat tidak dapat lagi ditampung oleh sungai sehingga menggenangi area pemukiman warga.

9. Kebiasaan Membuang Sampah
Apapun yang sudah tidak bisa dimanfaatkan oleh manusia disebut dengan sampah. Kebiasaan membuang sampah di sungai dapat menyebabkan pendangkalan serta penyumbatan aliran sungai. Kondisi tersebut akan mengurangi aliran debit air serta volume air yang seharusnya teralirkan dengan lancar. Selain itu, sampah yang menumpuk juga berpotensi menyebabkan penyakit berbahaya.

10. Sistem Drainase Buruk
Sistem tata kelola wilayah pesisir harus memiliki drainase yang baik. Tanah harus mampu menyerap air dengan baik dan menyimpannya sebagai cadangan air tanah. Ketika drainase tidak optimal maka berdampak pada genangan air yang semakin parah.

Dampak Banjir Rob
Berikut ini ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari adanya banjir rob di antaranya,
1. Kerugian material akibat rumah serta perabotan yang ada di dalamnya ikut terendam banjir.
2. Bangunan berpotensi rusak seperti pada lantai atau keramik, kusen pintu ataupun tembok bagian bawah karena airnya berasal dari air laut yang mengandung garam.
3. Lingkungan yang digenangi air akan menjadi kotor dan becek serta tidak nyaman.
4. Menyebarkan bibit penyakit seperti diare, ISPA, gatal-gatal dan demam berdarah.
5. Mengganggu lalu lintas karena adanya genangan air hingga dapat membuat mesin-mesin kendaraan menjadi mati atau rusak.
6. Terjadinya kelangkaan air bersih karena air yang biasanya digunakan konsumsi warga sehari-hari bercampur dengan air banjir.

Cara Mengatasi Banjir Rob
Contoh langkah penanggulangan banjir rob di antaranya,
1. Pemanfaatan teknologi untuk mengatasi rob dapat dilakukan dengan melakukan pemanenan air hujan, pengoperasian pompa, serta membangun bendungan di area pesisir.
2. Pembangunan kota berkonsep water front city juga bisa dilakukan. Konsep ini menjadikan air sebagai bagian kehidupan sehari-hari masyarakat. Cara ini bisa diterapkan di daerah yang mempunyai laju penurunan tanah tinggi. Secara tidak langsung, masyarakat akan beradaptasi dengan membuat rumah panggung untuk menghindari luapan air.
3. Pembuatan bendungan laut yang disertai dengan tidal gate atau pintu air yang berfungsi untuk mengatur pasang surut daerah mura. Tujuan sistem ini adalah mencegah dan mengurangi volume air laut masuk ke daratan.
4. Pemerintah juga dapat membuat polder atau kolam untuk menampung air rob. Polder-polder tersebut didesain sedemikian rupa agar menjadi bagian dari drainase kota.

Banjir Rob di Indonesia
Permasalahan banjir rob merupakan permasalahan serius yang dihadapi beberapa wilayah pesisir di Indonesia seperti pesisir utara Pulau Jawa, pesisir timur Sumatera Utara, pesisir pantai Kalimantan Barat dan Selatan. Faktor utama yang mengakibatkan terjadinya banjir rob adalah kenaikan permukaan air laut, penurunan muka tanah dan abrasi pantai dalam hal ini di daratan pesisir.

Penurunan muka tanah merupakan faktor yang meningkatkan intensitas banjir rob di beberapa wilayah pesisir pantai utara Pulau Jawa terutama di DKI Jakarta, Bekasi, Karawang, Pekalongan, Semarang, Demak dan Gresik.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.1 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.2 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.3 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Permasalahan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Permasalahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Banjir Rob: Pengertian, Karakteristik, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi, dan Banjir Rob di Indonesia"