Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Angin Topan: Pengertian, Gejala, Penyebab, Proses, Bagian, dan Dampaknya

Pengertian Angin Topan
Angin Topan

Pengertian Angin Topan
Angin topan dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah angin puting beliung. Topan merupakan istilah untuk pusaran siklon tropis dewasa yang terbentuk antara Meridian timur ke-100 dan ke-180 di belahan utara Bumi. Kawasan ini dinamakan sebagai Cekungan Pasifik Barat Laut, yang merupakan kawasan siklon tropis teraktif di Bumi, di mana hampir sepertiga dari siklon tropis tahunan di dunia terbentuk di kawasan ini.

Topan merupakan angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang terjadi di khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca dengan jarak minimal 500 km dari garis khatulistiwa. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam. Angin topan biasa terjadi saat pergantian musim dari musim panas ke musim gugur.

Gejala Angin Topan
Terjadinya angin topan biasanya dapat diprediksi dengan melihat beberapa gejala di antaranya,
1. Adanya peningkatan suhu di sekitar yang sangat drastis.
2. Perilaku beberapa hewan seperti burung tampak menjauh dari wilayah lautan.
3. Keberadaan angin dengan kecepatan dan berkekuatan tinggi serta memiliki sifat yang panas dan kering.
4. Munculnya tiba-tiba awan cumulus dan awan perak yang berkumpul sangat tebal di langit.

Penyebab dan Proses Angin Topan
Angin topan terjadi saat massa udara hangat dan lembap dari permukaan laut mulai naik dengan cepat, dan bertabrakan dengan massa udara yang lebih dingin. Tabrakan itu mendorong uap air hangat mengembun. Selama proses kondensasi, panas laten dipancarkan.

Angin topan kerap terbentuk di atas perairan laut yang hangat di dekat khatulistiwa.
1. Udara hangat dan lembap di atas lautan naik ke atas dari dekat permukaan.
2. Karena udara ini bergerak naik dan menjauh dari permukaan, hanya ada sedikit udara yang tersisa di dekat permukaan.
3. Udara hangat yang naik, menyebabkan area tekanan udara lebih rendah di bawah.
4. Udara dari wilayah sekitar yang bertekanan udara lebih tinggi, akhirnya mendorong masuk ke daerah bertekanan rendah.
5. Kemudian udara "baru" itu menjadi hangat dan lembab, ikut naik juga.
6. Saat udara hangat terus naik, udara di sekitarnya berputar.
7. Saat udara hangat dan lembab naik dan mendingin, air di udara membentuk awan.
8. Seluruh sistem awan dan angin berputar makin tumbuh besar, diberi makan oleh panas.
9. Saat proses berlangsung, lebih banyak udara lembab yang hangat tertarik dan lebih banyak panas yang dipindahkan dari permukaan laut ke atmosfer.
10. Pertukaran panas yang konstan ini mengembangkan pola angin yang berputar di sekitar pusat yang cukup tenang
11. Saat sistem angin topan berputar lebih cepat, sebuah mata terbentuk di tengah. Sangat tenang di tengahnya, dengan tekanan udara yang sangat rendah.
12. Udara bertekanan lebih tinggi dari atas mengalir turun ke mata.
13. Dinding mata adalah area di sekitarnya dan memiliki angin yang jauh lebih kuat.
14. Jika badai kehilangan energi, itu berarti mereka telah mencapai perairan yang lebih dingin atau menghantam pantai. Kemudian mulai melemah dan akhirnya mati.

Badai yang terbentuk di wilayah utara khatulistiwa, berputar berlawanan arah jarum jam. Sedangkan badai di selatan khatulistiwa berputar searah jarum jam. Perbedaan ini karena rotasi bumi pada porosnya.

Bagian dari Tubuh Angin Topan
1. Mata. Terletak di inti badai atau angin topan. Rata-rata, mata memiliki diameter 20 hingga 40 mil. Bahkan yang paling besar, pernah terjadi di Pasifik dapat mencakup diameter mata rata-rata 50 mil.
Bagian dalam mata memiliki angin yang tenang, langit tampak cerah, dan tekanan udara yang rendah.
2. Dinding Mata. Area di sekitar mata atau disebut dinding mata. Diameter rata-ratanya berkisar antara 5 hingga 30 mil lebarnya. Dinding mata menampung angin yang paling kuat dan merusak. Bahkan terkadang hujan ditemukan.
3. Pita Hujan. Pita hujan atau rain bands merupakan kumpulan awan padat yang membentuk spiral, membungkus dinding mata. Penyebab atas munculnya kincir angin. Lebar rata-rata mereka berkisar antara 50 hingga 300 mil.

Dampak Terjadinya Angin Topan
Angin topan merupakan angin yang bersifat merugikan karena kekuatannya yang dahsyat. Kebanyakan angin topan terjadi di tengah- tengah samudera yang kemudian hanya menelan korban jiwa sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Namun angin topan terkadang juga terjadi di daratan, di mana ketika di daratan akan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan banyak sekali korban jiwa.

Selain merenggut korban jiwa, keberadaan angin topan juga menimbulkan banyak kerugian lainnya. Angin topan menimbulkan kerugian di berbagai bidang yang berbeda di antaranya,
1. Bidang perhubungan
Dampak dari angin topan yang pertama mengenai bidang perhubungan. Karena angin topan kebanyakan terjadi di tengah lautan, maka sangat erat hubungannya dengan kegiatan perhubungan yang notabene merupakan hubungan antara wilayah satu negara dengan negara lainnya. Angin topan tidak hanya mempengaruhi bidang transportasi laut saja, namun juga bidang transportasi darat dan juga udara.

Karena tekanan udara dan juga angin yang tidak stabil, maka untuk penerbangan tentu akan ditunda karena jadwal penerbangan sangat rentan dengan yang namanya cuaca. Pesawat menjadi tidak aman apabila terbang dalam cuaca yang tidak stabil.

Untuk transportasi darat, angin topan jelas mempengaruhi kelancaran transportasi darat karena dapat membuat kondisi darat menjadi porak poranda dan bisa menumbangkan pohon- pohon yang ada di daratan.

Sementara untuk transportasi laut, keberadaan angin topan sudah tidak diragukan lagi untuk dapat mempengaruhi kelancaran transportasi. Kapal- kapal yang melintas tersebut jelas bisa tergulung oleh ombak yang bisa mencapai tinggi bermeter- meter.

2. Bidang telekomunikasi
Telekomunikasi bisa berjalan lancar dengan bantuan satelit. Apabila keberadaan satelit menjadi terganggu maka sistem komunikasi juga akan terganggu. Adanya tekanan udara yang berbeda dan angin kencang juga bisa mempengaruhi atmosfer bumi, terutama di lapisan ionosfer di mana terjadinya perpindahan gelombang elektronik dari berbagai alat komunikasi, televisi dan juga radio.

Maka dari itulah jika ada hujan deras disertai dengan petir dan juga kilat, kita dihimbau untuk tidak menyalakan televisi supaya tidak ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

3. Bidang pariwisata
Dampak dari angin topan ini paling banyak mempengaruhi di bidang pariwisata. Bidang pariwisata menonjolkan keindahan alam yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Namun ketika angin topan menyerang, maka akan menimbulkan berbagai kerusakan yang membuat lingkungan menjadi tidak indah lagi.

Selain tidak indah juga dapat menimbulkan berbagai macam marabahaya bagi para wisatawan. Sektor pariwisata yang terkena dampaknya bukan hanya pariwisata laut saja, namun juga pariwisata darat.

4. Bidang pertanian
Rata- rata pertanian terjadi di area darat, meskipun ada beberapa pertanian yang terjadi di wilayah lautan seperti pertanian rumput laut, dan tumbuh- tumbuhan laut yang lainnya. Wajar saja apabila terjadinya angin topan dapat mengganggu kelangsungan bidang pertanian.

Kecepatan angin yang ideal rata- rata adalah 19 hingga 35 km per jamnya. Dengan kecepatan yang demikian maka akan terjadi penyerbukan yang sempurna. Sementara itu angin topan mempunyai kecepatan yang sangat kencang dan juga kekuatan yang sangat besar.

Hal tersebut jelas akan mengganggu penyerbukan dan membuat pertanian menjadi gagal panen. Selain membuat pertanian gagal panen, angin topan juga akan merusak lahan pertanian sehingga menjadi sulit untuk digunakan atau ditanami.

5. Bidang pembangunan
Salah satunya alasan yang bisa menjelaskan hal ini adalah karena bangunan bisa terangkat hingga ke dasarnya, atau bahkan bergeser hingga akhirnya menjadi roboh. Hal ini terjadi karena kekuatan dari angin topan yang dahsyat.

Angin topan juga bisa mengangkat atap dari bangunan tersebut. Angin topan juga bisa merobohkan tiang besi yang menjadi penyangga suatu bangunan. Sehingga apabila tiang tersebut roboh, maka yang akan terjadi adalah bangunan juga akan ikut roboh.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.1 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.2 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.3 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Permasalahan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Permasalahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Angin Topan: Pengertian, Gejala, Penyebab, Proses, Bagian, dan Dampaknya"