Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Angin Darat: Pengertian, Proses, Wilayah Operasional, dan Manfaatnya

Pengertian Angin Darat
Angin Darat

Pengertian Angin Darat
Angin darat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah angin yang bertiup dari darat ke laut yang terjadi pada malam hari. Lengkapnya, angin darat (land breeze) adalah jenis angin yang bertiup dari daratan ke laut (angin lepas pantai) yang berkembang di wilayah pesisir menuju malam hari. Angin darat merupakan sistem angin lokal yang ditandai dengan aliran dari darat ke laut pada larut malam.

Daratan menyerap dan melepas energi panas lebih cepat daripada lautan. Angin darat bergantian dengan angin laut di sepanjang garis pantai yang berdekatan dengan perairan besar. Kecepatan angin darat kira-kira 1,5 m/s di, panjang penetrasi sekitar 15-20 km, dan panjang hisap 10-15 km. Periode angin darat adalah harian.

Angin darat terjadi pada waktu malam ketika daratan menjadi dingin tetapi karena suhu udara di atas laut kecil perubahannya, beda suhu udara di atas lautan dan daratan tidak terlalu besar dibandingkan dengan waktu pada siang hari. Oleh karena itu, angin lebih lemah dibandingkan dengan angin laut.

Air memiliki kapasitas panas yang lebih besar daripada daratan, yaitu daratan menyerap dan memancarkan radiasi dengan lebih efisien dan lebih cepat. Perbedaan suhu antara darat dan lautan menciptakan pola angin yang khas - contoh sirkulasi termal.

Angin darat masuk ke laut hanya sampai sekitar 10 km dari pantai, dan ketebalan peredarannya sekitar 500-1000 meter.

Proses Terjadinya Angin Darat
Angin darat (land breeze) dinamai juga dengan angin kering karena merupakan jenis angin yang kering karena berasal dari wilayah daratan yang kering. Angin darat terjadi pada malam hari sebagai akibat dari suhu di daerah daratan yang lebih cepat turun dibanding suhu di daerah laut yang masih panas.

Dibanding daerah laut, daratan lebih cepat menerima panas pun lebih cepat pula menerima dingin. Menurunnya suhu di daerah daratan ditandai dengan adanya udara dingin yang merupakan akibat dari proses pelepasan panas yang selama siang hari diserap oleh daratan. Selain itu, kapasitas panas yang dimiliki tanah di darat lebih rendah nilainya dibanding di air laut.

Perbedaan suhu yang demikian menyebabkan tekanan di daerah daratan lebih tinggi dibanding tekanan di atas permukaan laut. Pada waktu yang sama, di lautan terjadi proses pelepasan panas ke udara sehingga dua keadaan ini memicu berembusnya angin dari arah daratan menuju arah lautan untuk menggantikan udara laut yang naik.

Waktu Operasional Angin Darat
Angin darat biasanya mulai berembus sejak sekitar pukul 09.00 malam dan puncak hembusannya adalah ketika matahari terbit di pagi hari. Angin darat umumnya terjadi jika angin pantai tidak kuat untuk melawan hembusannya.

Selain arah angin yang bergerak dari daratan ke lautan, indikasi lain dari waktu operasional jam ini adalah jadwal pemberangkatan nelayan dengan perahu sederhana yang mengandalkan kekuatan angin darat. Nelayan biasanya melaut ketika malam mulai beranjak karena pada saat itulah angin darat berembus dan membantu mereka menapaki jalur pemberangkatan mencari ikan.

Manfaat Angin Darat
Angin darat biasanya sering dimanfaatkan oleh nelayan untuk memulai pelayarannya yang hanya mengandalkan layar tanpa mesin. Selain itu, angin darat juga memiliki beberapa manfaat lain di antaranya,
1. Membantu penyerbukan tanaman yang tumbuh di daerah pantai tanpa adanya serangga penyerbuk.
2. Membawa uap air sehingga mampu menyejukkan udara yang panas terutama saat musim kemarau.
3. Membawa gas dan senyawa yang dibutuhkan tanaman untuk bertumbuh dan berkembang sehingga dapat memberikan suhu yang ideal.
4. Membantu pergerakan awan sehingga dapat mempercepat proses terjadinya hujan.
5. Sebagai pembangkit listrik tenaga angin yang sudah banyak dikembangkan di berbagai negara.
6. Sebagai instrumen utama untuk beberapa cabang olahraga seperti paralayang atau ski air.
7. Membantu proses landing serta take-off pesawat karena stabilitas gerakan angin begitu mempengaruhi jalur perhubungan udara, di mana jika angin tidak dalam gerakan yang normal, berbagai penerbangan dapat ditunda atau dibatalkan.
8. Membantu permainan tradisional seperti layang-layang yang menggunakan angin sebagai instrumen utamanya.
9. Menunjang transportasi laut terutama untuk pelayaran lintas negara bahkan benua di dunia harus dijadwalkan berdasarkan gerak serta kekuatan angin.
10. Menunjang berbagai sektor pariwisata khususnya untuk wisata alam yang mengandalkan angin sebagai daya tariknya seperti pantai dan pegunungan.
11. Mempercepat pendinginan benda panas dan mengeringkan benda basah seperti untuk mendinginkan makanan yang panas.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Angin Darat: Pengertian, Proses, Wilayah Operasional, dan Manfaatnya"