Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Konsentris: Pengertian, Asumsi, Ciri, dan Pembagian Zona pada Teori Konsentris

Pengertian Teori Konsentris atau model zona konsentrik
Teori Konsentris (Model Zona Konsentrik)
Pengertian Teori Konsentris
Teori konsentris (model zona konsentrik) adalah teori mengenai perencanaan perkotaan yang dikembangkan Ernest Burgess seorang sosiolog asal Amerika Serikat berdasarkan hasil penelitiannya terhadap kota Chicago pada tahun 1925. Menurut Burgess dalam Introduction to the Science of Sociology (1921), manusia punya kecenderungan alamiah untuk berada sedekat mungkin dengan pusat kota.

Burgess menggambarkan jika pemekaran wilayah yang terjadi di kota Chicago mirip sebuah gelang yang melingkar. Teori konsentris bisa terjadi di beberapa kota lain seperti yang ada di London, Chicago, Kalkuta, dan Adelaide. Kota – kota tersebut mempunyai lingkungan yang sangat mudah dibangun jalur transportasinya.

Teori konsentris meyakini bahwa perkembangan kota dimulai dari pusatnya yang kemudian meluas ke wilayah yang jauh dari pusat akibat peningkatan penduduk. Interaksi antara penggunaan lahan dan manusia, baik dalam segi ekonomi, sosial, ataupun politik membentuk beberapa zona konsentris.

Asumsi Teori Konsentris
1. Populasi dengan sosial budaya yang heterogen
2. Industri komersil menjadi basis ekonomi
3. Persaingan ruang untuk zona ekonomi dan ruang pribadi (private ownership)
4. Perluasan area dan peningkatan populasi kota
5. Transportasi dinilai mudah, cepat, dan murah di setiap zona kota
6. Pusat kota untuk pusat kegiatan ekonomi sehingga ruang di dekat pusat menjadi terbatas dan bernilai tinggi

Ciri Teori Konsentris

Dalam teori konsentris terdapat sebuah ciri utama yaitu adanya kecenderungan, terutama di daerah yang berada di dalam cenderung akan memperluas untuk masuk ke dalam daerah berikutnya (ke arah luar). Dalam prosesnya mengikuti sebuah urutan yang dikenal dengan nama rangkaian invasi.

Cepat atau tidaknya perkembangan suatu kota tergantung dari laju pertumbuhan ekonomi dan penduduknya. Namun apabila jumlah penduduk cenderung mengalami penurunan, maka daerah yang berada di luar akan tetap sama sedangkan pada daerah transisi mengalami penyusutan ke arah dalam daerah pusat bisnis.

Penyusutan yang terjadi di pada daerah pusat bisnis akan menciptakan sebuah daerah kumuh komersial serta perkampungan. Pada teori konsentrik terutama dalam aspek ekonomi, semakin dekat dengan pusat kota maka harga tanah akan semakin mahal.

Pembagian Zona Pada Teori Konsentris
Pembagian Zona Pada Teori Konsentris
Pembagian Zona Pada Teori Konsentris

Berdasarkan model konsentris yang dikemukakan oleh Burgess, perkotaan terbagi menjadi 5 zona yang melingkar dan berlapis-lapis di antaranya,
Zona 1: Daerah pusat kegiatan (Central Business District)
Zona 2: Zona peralihan (Transition Zone)
Zona 3: Zona pemukiman pekerja (Zone of working men’s homes)
Zona 4: Zona pemukiman yang lebih baik (Zona of better residences)
Zona 5: Zona para penglaju (Zone of commuters)

Zona 1 atau daerah pusat kegiatan adalah zona pusat kehidupan segala macam aspek seperti sosial, ekonomi, politik dan budaya. Tidak heran jika di dalam zona ini terdapat banyak bangunan utama untuk kegiatan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Burgess menyebut zona ini sebagai “The area of dominance”.

Untuk menjelaskan teori konsentris, Burgess selalu menggunakan istilah ekologis seperti dominasi, invasi dan suksesi. Oleh McKenzie ekologis ini diperjelas lagi secara terperinci. Menurutnya invasi sendiri terbagi menjadi 3 tingkatan di antaranya,
1. Initial Stage (tahap permulaan). Proses ini ditandai dengan adanya gejala ekspansi geografis yang berasal dari suatu kelompok sosial kemudian memperoleh tantangan dari penduduk yang terkena dampak ekspansi.
2. Secondary Stage (tahap lanjutan). Pada tahan ini terjadi persaingan yang diikuti oleh proses displacement atau perpindahan, seleksi dan asimilasi. Pada kelompok yang kalah bersaing akan melakukan ekspansi menuju wilayah lain yang lebih lemah.
3. Climax Stage (tahap klimak). Jika sudah berada di wilayah atau daerah yang lemah tersebut maka muncul suksesi baru, pada proses ini sudah memasuki tahap klimak.

Dan proses ini terus berlanjut sehingga zona melingkar konsentris semakin melebar pada suatu kota. Proses berkembangnya hasil tersebut merupakan “Natural Area” yang memiliki keseragaman sifat untuk setiap zona. 
 

Dari berbagai sumber 

Baca Juga:

Teori Sektoral: Pengertian, Asumsi, dan Pembagian Zona Pada Teori Sektoral
Teori Inti Ganda: Pengertian, Asumsi, dan Pembagian Zona Pada Teori Inti Ganda

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.1 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016) 
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.2 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.3 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 1. Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 5. Kelompok Sosial di Masyarakat (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Kelompok Sosial
7. Materi Ringkas Kelompok Sosial dan Mobilitas Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Teori Konsentris: Pengertian, Asumsi, Ciri, dan Pembagian Zona pada Teori Konsentris"