Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Model Clark-Fisher: Pengertian, Jenis Sektor Industri, Fase Transisi Ekonomi, Implementasi Model Clark-Fisher

Pengertian Model Clark Fisher
Model Clark-Fisher

Pengertian Model Clark-Fisher
Model Clark-Fisher adalah model yang menunjukkan perubahan distribusi tenaga kerja pada suatu negara selama periode waktu tertentu. Terdapat 4 sektor industri yang utama bagi sebuah negara di antaranya sektor industri primer, sekunder, tersier, dan kuartener.

Distribusi tenaga kerja pada tiap-tiap sektor industri pada negara-negara di dunia tentunya berbeda-beda antara satu negara dengan negara lainnya. Beberapa negara mungkin penduduknya dominan bekerja pada sektor primer sedangkan yang lain dominan pada sektor sekunder maupun tersier. Distribusi tenaga kerja yang bekerja pada tiap sektor industri selalu berubah. Perubahan dan transisi ekonomi dapat diprediksi melalui model Clark-Fisher.

Jenis Sektor Industri
Sektor-sektor industri pada sebuah negara dapat dikategorikan ke dalam 4 sektor industri utama di antaranya,
1. Sektor Industri Primer
Sektor industri primer mengekstraksi material mentah dari daratan maupun lautan. Setiap rantai produksi dimulai dari ekstraksi oleh industri primer. Hasil dari industri primer berupa produk primer.  Aktivitas-aktivitas ekonomi primer dapat berupa perikanan, kehutanan, agrikultur, pertambangan, dan perkebunan.

Produk primer dapat menjadi bahan baku yang siap untuk di olah industri sekunder atau dapat langsung diterima dan dikonsumsi oleh konsumen. Misalnya, ikan segar dapat langsung dijual di pasaran serta dapat diolah untuk menghasilkan produk olahan ikan.

2. Sektor Industri Sekunder
Sektor industri sekunder mencakup sektor-sektor ekonomi yang menghasilkan produk jadi dan siap untuk digunakan. Pada umumnya,  sektor industri sekunder mengolah bahan baku yang diperoleh dari alam oleh industri primer untuk meningkatkan nilai jualnya.  Industri sekunder mencakup manufaktur, pengolahan, konstruksi, dan produksi energi.

Hasil dari industri sekunder dapat berupa consumer goods (dapat langsung dijual ke masyarakat) atau capital goods (diproduksi untuk diolah lagi di industri lainnya). Sektor industri sekunder sering kali dibagi menjadi industri ringan dan industri berat.
a. Industri Ringan
Industri ringan biasanya memerlukan lebih sedikit modal dibandingkan industri berat dan biasanya lebih berorientasi pada konsumen. Sebagian besar hasil industri ringan dapat langsung digunakan oleh konsumen dan tidak menjadi produk setengah jadi untuk industri lain. Contoh dari industri ringan adalah industri makanan, industri obat-obatan, dan industri pakaian.

b. Industri Berat
Industri berat adalah industri yang melibatkan mesin-mesin dan fasilitas skala besar seperti alat berat, mesin-mesin besar, dan infrastruktur berskala besar. Karena banyak menggunakan infrastruktur yang masif, biasanya industri berat lebih padat modal daripada industri ringan.

Industri berat menghasilkan produk-produk seperti baja, bahan bakar nuklir, produk kimia, atau minyak bumi serta barang tahan lama seperti kendaraan bermotor, lemari es, dan peralatan militer.

3. Sektor Industri Tersier
Berbeda dengan sektor primer dan sekunder, industri tersier menghasilkan jasa dan bukan barang. Sektor tersier juga biasa disebut industri jasa.

Aktivitas ekonomi pada sektor ini mencakup perdagangan eceran dan grosir, logistik, restoran, layanan administrasi, media, pariwisata, asuransi, perbankan, perawatan kesehatan, dan juga hukum. Pada kebanyakan negara maju, sebagian besar tenaga kerja pada negara-negara maju bekerja pada industri tersier.

4. Sektor Industri Kuartener
Sektor industri yang terakhir adalah sektor kuartener. Baru pada sekitar tahun 1960an sektor kuartener dianggap menjadi sektor ekonomi yang berbeda dengan sektor tersier. Sektor industri kuartener adalah industri yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan informasi dan keahlian. Bisa dibilang sektor kuartener adalah sektor ilmu pengetahuan.

Sektor kuaterner murni didasarkan pada pengetahuan dan skill seseorang. Sektor kuartener terdiri dari industri intelektual yang menyediakan layanan informasi, seperti komputasi, konsultan dan Research and Development. Pada negara-negara maju, saat ini pekerjaan dalam sektor kuartener sudah mulai berkembang dan semakin banyak orang berprofesi dalam industri kuartener.

Fase Transisi Ekonomi Model Clark-Fisher
Menurut model Clark-Fisher, proporsi tenaga kerja suatu negara yang bekerja pada sebuah sektor terus berubah mengikuti suatu pola perkembangan. Perkembangan ini terbagi menjadi 3 fase di antaranya,
1. Fase Pre-Industrial
Saat ini, mungkin negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris berada pada tahap post-industrial. Namun, pada tahun 1900, Amerika Serikat 40 persen tenaga kerja AS masih bekerja pada industri primer. Pada fase pre-industrial, tenaga kerja sebuah negara didominasi oleh sektor primer dan bahkan persentasenya bisa mencapai lebih dari 70 persen tenaga kerja di beberapa negara, contohnya Somalia.

Lebih dari 72% tenaga kerja Somalia bekerja pada sektor primer khususnya pada sektor agrikultur. Negara-negara lain seperti Mali, Niger, Chad, dan beberapa negara kepulauan di Pasifik saat ini masih berada pada fase pre-industrial.

2. Fase Industrial
Selanjutnya, perkembangan suatu negara akan mencapai fase industrial. Pada fase ini, mekanisasi pada berbagai sektor secara drastis menurunkan kebutuhan akan tenaga kerja yang bekerja pada sektor ini.

Dengan berkurangnya kebutuhan tenaga kerja pada sektor primer, banyak dari pekerja yang dulunya bekerja pada sektor ini pindah ke kota dan bekerja pada industri-industri. Sehingga, proporsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor industri perlahan mulai meningkat.

Selain sektor sekunder, pada fase ini sektor tersier juga mulai meningkat. Contoh negara-negara yang berada pada fase ini adalah Indonesia dan Tiongkok.

3. Fase Post-Industrial
Pada fase post-industrial, tenaga kerja pada pabrik-pabrik mulai berkurang akibat teknologi mekanisasi dan otomatisasi. Di beberapa negara HIC, perusahaan-perusahaan mulai memindahkan pabrik mereka ke negara-negara berkembang yang di mana upah pekerjanya rendah. Selain itu, sektor jasa seperti perbankan, asuransi, dan kesehatan juga meningkat.

Kebanyakan negara-negara Eropa saat ini berada pada fase post-industrial. Negara-negara maju lain seperti Australia, AS, dan Singapura juga berada pada fase post-industrial.

Implementasi Model Clark-Fisher di Inggris
Pada tahun 1800, kebanyakan orang Inggris bekerja pada sektor primer. Banyak pekerja bekerja menggarap lahan dan mencari nafkah dari menjual produk hasil pertanian dan produk-produk lainnya.

Selama masa revolusi industri, lebih banyak orang dibutuhkan untuk bekerja pada pembuatan kapal, bekerja pada pabrik-pabrik baja dan produsen tekstil. Pekerjaan-pekerjaan ini termasuk pada sektor sekunder. Pada tahun 1900, lebih dari separuh pekerja di Inggris bekerja pada industri sekunder.

Mulai tahun 1900an mekanisasi mulai berkembang di Inggris sehingga lebih sedikit orang diperlukan untuk bekerja pada pabrik-pabrik karena mesin-mesin produksi dapat mengerjakan pekerjaan dengan lebih efisien daripada manusia. Industri asing juga menjadi lebih kompetitif dan impor komoditas penting seperti batubara menjadi lebih terjangkau.

Permintaan akan pekerjaan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan industri ritel mulai meningkat sehingga banyak orang meninggalkan daerah pedesaan untuk mencari pekerjaan di kota-kota besar. Pada tahun 2000 lebih dari setengah tenaga kerja Inggris dipekerjakan di sektor industri tersier dan hanya tinggal sedikit yang dipekerjakan pada industri primer.

Industri kuartener merupakan sebuah konsep yang relatif baru dan hanya mulai baru-baru ini sektor kuartener menjadi mulai diperhitungkan. Namun, sektor kuartener saat ini menjadi sektor penting dan berkembang di Inggris karena banyak perusahaan ingin melakukan penelitian dan pengembangan untuk produk-produk mereka.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.1 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.2 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum 2013) 
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.3 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum 2013) 
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3. Ketimpangan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.1 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.2 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.3 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Model Clark-Fisher: Pengertian, Jenis Sektor Industri, Fase Transisi Ekonomi, Implementasi Model Clark-Fisher"