Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mineral: Pengertian, Sifat, Penggolongan, dan Jenisnya

Pengertian Mineral
Mineral

Pengertian Mineral
Mineral dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah benda padat homogen bersifat takorganis yang terbentuk secara alamiah dan mempunyai komposisi kimia tertentu, jumlahnya sangat banyak, misalnya tembaga, emas, intan; barang tambang; pelikan. Demikian, Mineral adalah padatan senyawa kimia homogen, non-organik, yang memiliki bentuk teratur (sistem kristal) dan terbentuk secara alami.

Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.

Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu.

Sifat Mineral
1. Sifat Fisik Mineral
a. Kilap ( Lusture ), adalah kualitas pemantulan cahaya dari suatu mineral. Gejala ini terjadi pada mineral apabila dijatuhkan cahaya refleksi. Kilap pada logam terbagi 2 jenis di antaranya,
a) Kilap logam ( Metalic Lustre ), Kilap yang di buat oleh mineral-mineral logam, contohnya Galena, Grafit, Hematit, Kalkopirit, Magnetit, Pirit.
b) Kilap semi logam ( Sub Metalic Lustre ), Kilap yang dihasilkan dari mineral hasil alterasi mineral sebelumnya, seperti Ilmenit ( FeO TiO2)
c) Kilap non logam ( Non Metalic Lustre ), Kilap yang dihasilkan oleh mineral non logam, seperti kilap mutiara (Pearly Lustre), kilap gelas (Vitreous Lustre), kilap sutera (Silky Lustre), kilap resin, kilap Intan (Adamantin Lustre), kilap damar, kilap tanah, dan kilap lemak (Greasy Lustre).

b. Bentuk Kristal (crystall form)
Apabila suatu mineral mendapatkan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapatkan hambatan/gangguan apapun, maka ia akan mempunyai bentuk mineral yang khas. Namun bentuk yang sempurna ini jarang ditemukan karena di alam pasti ada gangguan. Mineral yang di temui sering memiliki bentuk yang tidak berkembang, sehingga sulit untuk mengelompokkan dalam sistem kristalografi.

Lalu digunakan istilah perawakan kristal (crstal habit), perawakan mineral dibedakan menjadi 3 golongan di antaranya,
a) Perawakan memanjang ( Elongated Habits )
• Meniang ( Columnar ). Menyerupai bentuk tiang. Contoh: Tourmaline, Pyrolusin.
• Menjari ( Radiated ). Menyerupai bentuk jari. Contoh: Markasit, Natrolit.
• Menyerat ( Fibrous ). Bentuk menyerupai serat-serat kecil. Contoh: Gypsum, tremolite, phyrophillite.
• Membintang ( Stellated ). Tersusun menyerupai bentuk bintang. Contoh: Pirofilit.
• Menjarum (Acicular). Bentuk menyerupai jarum-jarum kecil. Contoh: Natrolite.
• Mondok (Equant). Sering bentuk kristal sumbu c lebih besar daripada sumbu yang lainnya, bentuk kristal pendek, gemuk. Conoh: Zircon.
• Menjaring (Reticulate). Bentuk kristal yang kecil tersusun menyerupai jaring. Contoh: Rutile.
• Membenang (Filliform). Bentuk kristal kecil, menyerupai benang. Contoh: Silver
• Merabut (Cappilery). Bentuk kristal kecil-kecil menyerupai rambut. Contoh: Bysolite, Cuprite.

b) Perawakan Mendatar ( Flattened Habbit )
• Membilah ( Bladed ). Bentuk kristal yang panjang dan tipis, sepert bilah kayu yang memiliki perbandingan antara panjang dan lebar sangat jauh. Contoh: Kyanite, Kalaverit.
• Megginjal ( Reniform ). Bentuk kristal yang menyerupai bentuk ginjal. Contoh: Hematite.
• Stalaktit ( Stalactit ). Bentuk mineral yang membulat. Contoh: Geotite.
• Memisolit ( Pisolitin ). Kelompok kristal seperti kacang tanah, lonjong sebesar krikil. Contoh: Gibbsite.
• Kurang. Kelompok krstal kecil yang berbentul butiran. Contoh: Olivine, Alunite.

c. Berat Jenis ( spesific Grafity )
Setiap mineral memiliki berat jenis tertentu, tergantung dari unsur pembentuknya dan ikatan unsur-unsur penyusunnya. umumnya mineral pembentuk batuan memiliki berat jenis 2.7 , meskipun rata-rata berat jenis unsur metal di dalamnya berkisar antara 5.

d. Warna ( colour )
Warna memang bukan penciri utama dalam membedakan mineral satu dengan yang lainnya. Namun paling tidak ada warna-warna yang khas untuk mengetahu unsur-unsur penyusun di dalamnya. Warna-warna dari mineral di antaranya,
a) Putih : Kaolin , Gypsum, Milky Kwartz.
b) Kuning : Belerang (S)
c) Emas : Pirit (FeS2), Kalkopirit (CuFeS2), Ema (Au)
d) Hijau : Klorit, Malasit
e) Biru : Azurit, Beril
f) Merah : Jasper, Hematit (FeO3)
g) Coklat : Garnet, Limonite
h) Abu-abu : Galena
i) Hitam : Biotit ( K2(MgFe)2(OH)2 (AlSi3O10)), Grafit, Augit

e. Kekerasan (Hardness)
Kekerasan adalah sifat resistensi suatu mineral terhadap mudahnya mengalami goresan. Kekerasan goresan mineral adalah relatif, artinya bila dua mineral saling digoreskan maka ineral yang lebih lunak yang akan tergores. Skala kekerasan mineral mulai dari yang terlunak (skala 1) hingga yang terkeras (skala 10) diajukan oleh Mohs dan dikenal sebagai Skala Kekerasan Mohs.

f. Cerat (Streak)
Cerat merupakan warna mineral dalam bentuk hancuran. Hal ini dapat dilihat bila mineral digoreskan pada keping porselin kasar, atau dengan membubuk mineral. Warna cerat dapat sama dengan warna mineralnya ataupun berbeda. Contohnya:
a) Pirit : Berwarna keemasan, namun bila digoreskan pada porselen akan meninggalkan jejak berwarna hitam.
b) Hematit : Berwarna merah, namun bila digoreskan pada porselen akan meninggalkan jejak berwarna merah bata.
c) Augite : Ceratnya abu-abu kehijauan.
d) Biotite : Ceratnya tidak berwarna.
e) Orthoklase : Ceratnya putih.

g. Belahan ( Cleavage )
Mineral mempunyai kecenderungan untuk membelah diri pada satu arah atau lebih yang di kontrol oleh struktur atom. Arah tersebut ditentukan oleh susunan dalam atom-atomnya. Berdasarkan banyaknya belahan pada mineral :
a) Belahan 1 arah, contohnya : Muskovit
b) Belahan 2 arah, contohnya : Feldspar
c) Belahan 3 arah, contohnya : Kalsit
d) Belahan 4 arah, contohnya : Fluorit

Berdasarkan bagus tidaknya permukaan hasil belahan, belahan dibagi menjadi :
a) Tidak Jelas
b) Jelas
c) Baik

Apabila mineral mudah terbelah melalui belahannya yang rata, tetapi dapat juga terbelah. Contoh : Apatite, Cassiterite.
d) Sempurna
Yaitu apabila mineral mudah terbelah dibagian belahannya yang merupakan bidang rata dan sukar pecah selain melalui bagian belahannya. Contoh : Calcite, Muscofite, Galena, dan Halite.

h. Pecahan ( Fracture )
Mineral memiliki kecenderunagn untuk pecah dalam arah yang tidak teratur. Tidak dikontrol kuat oleh struktur atom. Apabila mineral mendapat tekanan yang melebihi keelastisannya, maka mineral tersebut akan pecah. Pecahan dapat dibagi menjadi :
a) Earthy : Pecahnya mineral hancur seperti tanah. Contoh : Kaoline.
b) Splintery : Pecahnya mineral menjadi kecil-kecil dan tajam menyerupai benang atau serabut. Contoh : Augit, Hipersten, Anhydrite, Serpentine.
c) Uneven : Pecahan kasar dengan permukaan yang tidak teratur dan ujung-ujungnya runcing. Contoh : Ganet, Hematit, kalkopirit.
d) Even : Pecahan mineral dengan permukaan bidang pecahan kecil-kecil dengan ujung pecahan masih mendekati bidang datar. Contoh : Limonit, muscovite, biotite, Mineral Lempung.
e) Hackly : Pecahan dengan permukaan tidak teratur dan ujung-ujungnya runcing. Contoh : Cu, Ag
f) Choncoidal : Pecahan yang memperlihatkan bidang lengkung pada pecahan, seperti penampang pada botol pecah. Contoh : Kuwarsa.

2. Sifat Dalam
Sifat mineral di mana bila berusaha untuk mematahkan, menghancurkan, membengkokkan atau mengirisnya. Yang termasuk sifat ini di antaranya,
a. Rapuh (brittle) : Mudah hancur tapi bisa dipotong-potong, contoh : kwarsa, orthoklas, kalsit, pirit.
b. Mudah ditempa : Dapat di tempa melalui lapisan tipis, contoh : emas, tembaga.
c. Dapat diiris : Dapat diiris dengan pisau irisan rapuh, contoh : gypsum
d. Fleksible : Mineral berupa lapisan tipis, dapat di bengkokkan tanpa patah, namun tidak dapat di kembalikan lagi seperti semula. Contoh : mineral talk, selenite.
e. Blastik : mineral berupa lapisan tipis, dapat dibengkokkan tanpa patah dan dapat di kembalikan ke posisi semula. Contoh : muskovit

a. Kemagnetan
Untuk melihat apakah mineral memiliki sifat magnetik, cukup kita gantungkan mineral dengan seutas tali, lalu dekatkan dengan magnet sedikit demi sedikit. Bila mendekat berarti mineral itu bersifat magnetit. Mineral yang menolak gaya magnet dinamakan diamagnetic, dan yang tertarik lemah disebuk paramagnetic. Sedangkan yang mudah tertarik gaya magnet disebut feromagnetic contohnya : phirhotit.

b. Kelistrikan. Sifat listrik terbagi menjadi dua yaitu pengantar listrik (konduktor) dan tidak menghantarkan listrik (isolator). Dan ada lagi semikonduktor yaitu mineral yang menghantarkan listrik pada batasan tertentu.
c. Daya Lebur. Daya lebur merupakan meleburnya mineral jika dipanaskan. Daya lebur dinyatakan dalam derajat keleburan.
d. Transparansi. Transparansi tergantung pada mineral meneruskan sinar cahaya. Sesuai dengan hal itu mineral dibedakan menjadi :
a) Tembus, contohnya : Kalsit, Kuarsa.
b) Agak tembus, contohnya : Opal.
c) Tidak tembus, contonya : hornblend.

e. Bau. Ciri-ciri yang khas dari suatu mineral.
a) Alliaceous : Bau seperti bawang.
b) Horse Radish Odour : Bau dar lobak kuda yang busuk.
c) Sulphurous : Bau belerang yang sangat menyengat.
d) Bituminous : Bau seperti aspal.
e) Fetit : Bau seperti telur busuk.
f) Argillaceous : Bau seperti lempung basah.

f. Rasa. Mineral memiliki beberapa jenis rasa dan hanya dimiliki oleh mineral-mineral yang bersifat cair. Ada rasa seperti tawas, rasa yang dimiliki garam, rasa seperti asam belerang, rasa seperti sendawa, rasa seperti soda.
g. Rabaan. Meraba kadang-kadang merupakan unsur yang penting. Contohnya mengusap talk serasa menyentuh permukaan sabun.

Penggolongan Mineral
1. Silicates. Komposisi utamanya adalah (Si) dan Oksigen (O).
2. Carbonates. Tersusun dari ion inti ( CO3 )2, yang berkombinasi dengan Ca, Mg, Cu, dan lain-lain. Terdapat 80 jenis karbonat, tetapi yang paling umun adalah : calcite,Aragonite, Dolomite
3. Oxides. Tersusun dari dari oksigen dan logam atau ion-ion lain. Contoh : Hematite, Magnetite, Corundum
4. Sulfides. Gabungan dari beberapa logam atau lebih dengan sulfu ( S ). Contoh : Galena ( PbS)
5. Phosphate. Penyusun utamanya adalah ion Fosfat ( PO4 ), yang bereaksi dengan Ca, Ba, Mg, Fe, Cu, dan lain-lain. Contoh : Apatite
6. Sulfates. Penyusun utamanya adalah ion sulfat ( SO4 ), yang berkombinasi dengan Ca, Ba, Mg, Fe, Cu, dan lain-lain. Contoh : Gypsum,Barite, Anhydrite.
7. Native elements. Contoh mineralnya adalah : Logam : Gold (Au), silver (Ag), Platinum (Au) dan Non-Logam : Diamond (C), Graphite (C), Sulfur (S)

Jenis Mineral
Jenis dan klasifikasi mineral yang paling sering dipakai adalah berdasarkan pada kemiripan dan komposisi kimia dan struktur kristalnya. Klasifikasi ini dicetuskan oleh James D. Dana (dalam Kraus, Hunt, dan Ramsdell, 1951). Secara singkat jenis dan klasifikasi mineral dibedakan atas beberapa kelompok, yaitu:
Kelompok Native Element
Dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja contohnya emas (Au), perak (Ag), platina (Pt), bismut (Bi), arsenik (As), intan, grafit dan sulfur.

Kelompok Sulfida
Dicirikan oleh kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang) contohnya pirit (FeS2), kalkosit (Cu2S), galena (PbS), spalerit (ZnS), dan kalkopirit (CuFeS2).

Kelompok Oksida dan Hidroksida
Dicirikan oleh kombinasi antara unsur tertentu dengan gugus anion oksida (O2-) dan gugus hidroksil hidroksida (OH-). Mineral Oksida contohnya korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kasiterit (SnO2) sedangkan mineral hidroksida contohnya manganite MnO(OH), bauksit [FeO(OH)] dan limonit (Fe2O3.H2O).

Kelompok Halida
Dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogen elektro negatif, seperti: F-, Cl-, Br-, I- contohnya halit (NaCl), fluorit (CaF2), silvit (KCl), dan kriolit (Na3AlF6).

Kelompok Karbonat
dicirikan oleh persenyawaan dengan ion (CO3)2- contohnya dolomit (CaMg(CO3)2, kalsit (CaCO3), dan magnesit (MgCO3).

Kelompok Sulfat
Dicirikan oleh kombinasi logam dengan anion sufat contohnya barit, celestite, anhidrit, angelsit, dan gipsum.

Kelompok Fosfat
Dicirikan oleh adanya gugus PO43- contohnya apatit (Ca,Sr, Pb,Na,K)5 (PO4)3(F,Cl,OH), vanadin Pb5Cl(PO4)3, dan turquoise CuAl6(PO4)4(OH)8.5H2O.

Kelompok Silikat
Dicirikan oleh persenyawaan antara silikon, oksigen dengan beberapa unsur metal contohnya piroksen, kuarsa (SiO2), olivin, feldspar alkali, feldspar plagioklas, biotit, muskovit, dan hornblende. 
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Mineral: Pengertian, Sifat, Penggolongan, dan Jenisnya"