Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Limbah Lunak Organik: Pengertian, Ciri, dan Pemanfaatannya

Pengertian Limbah Lunak Organik
Limbah Lunak Organik

Pengertian Limbah Lunak Organik
Menurut Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo. PP 85/1999, limbah merupakan sisa atau buangan dari suatu usaha dan kegiatan manusia yang sudah tidak bermanfaat atau bernilai ekonomi lagi. Limbah organik adalah jenis limbah yang asalnya dari makhluk hidup yang sifatnya alami. Sementara limbah lunak organik adalah jenis limbah yang umumnya mudah diuraikan atau membusuk.

Limbah lunak organik berasal dari tumbuh-tumbuhan ataupun produk olahannya. Limbah lunak organik masuk dalam limbah yang dikelompokkan berdasarkan jenis senyawanya dan kepadatannya. Limbah jenis ini umumnya mengandung banyak unsur karbon. Mayoritas limbah lunak berasal dari tumbuhan dan banyak didaur ulang menjadi berbagai jenis kerajinan yang kreatif.

Ciri Limbah Lunak Organik
Perlu diketahui bahwa limbah organik sendiri masih dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu limbah organik kering seperti kayu, daun kering, ranting pohon, kertas dan lain sebagainya. Sedangkan limbah basah adalah limbah organik dengan kandungan air yang cukup banyak, contohnya sisa potongan hewan, sayuran dan lainnya.

Karakteristik utama limbah lunak organik yang mengandung banyak air dan mudah membusuk membuatnya harus segera dikerjakan jika memang ingin diolah. Dalam hal ini, proses pengeringan dengan sinar matahari sangat penting untuk menghilangkan kadar air dari limbah tersebut sehingga sampah tadi dapat menjadi bahan baku berbagai kerajinan.

Pemanfaatan Limbah Lunak Organik
Limbah organik bersifat mudah membusuk dan terurai, meskipun begitu, beberapa jenis limbah organik masih bisa diambil manfaatnya di antaranya,
1. Limbah Lunak Sisa Sayur dan Buah Kebutuhan Rumah Tangga
Contoh limbah lunak organik yang paling sering ditemukan adalah limbah lunak sisa sayuran atau kebutuhan rumah tangga. Limbah organik jenis ini bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk kompos.

Pembuatan pupuk kompos cukuplah mudah dan membutuhkan waktu yang tidak begitu lama. Hasil kompos yang didapat ini bisa dicampur dengan tanah di sekitar untuk memperbaiki nutrisi dan struktur tanah. Perlakuan pemupukan merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesuburan tanah.

2. Limbah lunak Sisa Sayuran untuk Pakan Ternak
Contoh limbah lunak selanjutnya adalah sisa sayur yang bisa dimanfaatkan untuk membuat tambahan pakan ternak. Caranya hanya dengan mencampurkan limbah sisa sayuran ini dengan dedak kemudian difermentasi. Hasilnya akan menghasilkan pelet atau pakan ternak bernutrisi.

3. Limbah Jerami untuk Kerajinan Tangan
Limbah lunak organik selanjutnya adalah jerami atau batang padi. Setelah masa panen, jerami ini akan mudah ditemukan. Agar tidak menjadi limbah yang sia-sia, jerami ini bisa diolah kembali menjadi kerajinan tangan. Namun syaratnya, jerami yang masih lunak dengan kandungan air yang cukup banyak harus dikeringkan terlebih dahulu.

4. Bangkai Hewan untuk Tambahan Pakan Ternak
Limbah lunak organik jenis ini sering menjadi masalah karena menimbulkan bau yang menyengat. Beberapa jenis bangkai hewan seperti bangkai ikan, bangkai keong atau bekicot bisa Anda olah untuk menjadi pakan ternak. Sedangkan bangkai hewan lain bisa Anda kubur untuk menjadi pupuk sederhana.

5. Kotoran Hewan dan Manusia untuk Bio Energi
Satu lagi contoh limbah yang mungkin dianggap mengganggu dan tidak bermanfaat namun bisa dimanfaatkan adalah kotoran hewan dan manusia. Saat ini sedang dikembangkan pemanfaatan kotoran hewan dan manusia untuk diolah menjadi bio energi. Dengan pengolahan ini, maka bisa menjadi energi alternatif energi atau bahan bakar pengganti bahan bakar fosil.

6. Potongan Kayu Sisa Industri untuk Perabotan Lain
Contoh selanjutnya dari limbah organik lunak adalah potongan-potongan kayu sisa industri mebel atau furniture. Daripada dibuang dan tidak bermanfaat, sisa potongan kayu ini bisa dimanfaatkan kembali.

Apabila ada potongan yang sedikit lebih besar dan bisa diolah, bisa diolah kembali menjadi jenis perabotan lain yang lebih kecil atau sebagai hiasan. Jika memang terlalu kecil dan tidak memungkinkan untuk diolah, bisa dijadikan sebagai bahan bakar untuk tungku.

7. Serbuk Gergaji Bekas Industri Kayu untuk Media Tanam
Satu lagi limbah lunak organik dari industri mebel atau furniture yang bisa dimanfaatkan adalah serbuk gergaji. Serbuk ini adalah serbuk kayu yang jatuh saat proses pemotongan kayu. Banyak masyarakat yang menggunakan serbuk gergaji ini untuk bahan bakar tungku.

Namun selain untuk bahan bakar, serbuk gergaji ini juga bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Sifat serbuk gergaji ini memungkinkan akar tanaman bisa bergerak lebih bebas. Dengan begitu tanaman bisa tumbuh dengan menggunakan media ini. Biasanya tanaman yang menggunakan media serbuk gergaji ini adalah jenis tanaman bunga.

8. Kulit Telur untuk Media Lukis dan Media Ukir
Siapa sangka jika limbah lunak organik seperti kulit telur bisa menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Di tangan orang yang tepat, limbah kulit telur yang cenderung rapuh ini bisa dijadikan sebagai media lukis. Tak hanya media lukis, beberapa orang juga memanfaatkan limbah kulit telur ini sebagai media membuat karya seni lain seperti seni ukir dan lainnya.

9. Kulit Pohon untuk Hiasan
Contoh limbah lunak organik selanjutnya yang bisa dimanfaatkan adalah kulit pohon. Kulit pohon memiliki tekstur dan corak yang bervariasi. Kayu yang sudah tumbang atau roboh bisa Anda ambil kulitnya untuk dijadikan hiasan dinding yang akan menambah nilai estetik rumah. Beberapa orang juga menjadikan kulit kayu sebagai media tanam untuk jenis tanaman hias.

10. Limbah Kulit Jagung untuk Kerajinan Tangan
Terakhir, ada kulit jagung yang juga bisa dikategorikan sebagai limbah lunak organik. Contoh limbah ini bisa ditemukan dengan mudah dan dalam jumlah yang banyak ketika musim panen jagung. Kulit jagung yang tidak dimanfaatkan tentu hanya akan berakhir menjadi limbah.

Ketika dibiarkan lama kelamaan memang akan terurai dan menjadi pupuk. Namun, jika Anda bisa mengolahnya lebih baik tentu bisa menghasilkan nilai ekonomi lebih. Salah satunya adalah membuatnya menjadi kerajinan tangan. Kerajinan tangan dari kulit jagung saat ini juga sedang banyak diminati bahkan banyak dijadikan souvenir atau oleh-oleh khas dari suatu daerah.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Limbah Lunak Organik: Pengertian, Ciri, dan Pemanfaatannya"